Anda di halaman 1dari 4

PRO JUSTITIA

SURAT KETERANGAN MEDIK


No.HK.(__)
Yang bertanda tangan di bawah ini, dr. Jerny Dase, SH, SpF, M.Kes, adalah dokter ahli
Kedokteran Forensik dan Medikolegal pada Rumah Sakit Umum Pusat Dr. Wahidin
Sudirohusodo Makassar, menerangkan bahwa berdasarkan surat permintaan Visum et Repertum
Luka dari Kepolisian Negara Republik Indonesia, Daerah Sulawesi Selatan Resort Kota Besar
Makassar Sektor Tallo No A/901/13/I/2015/SPKT, tertanggal dua puluh lima Januari tahun dua
ribu lima belas, yang ditandatangani oleh AIPTU IWANTO .HM dengan NRP: 68030204 atas
nama KAPOLSEK TALLO maka dengan ini menerangkan bahwa telah dilakukan pemeriksaan
oleh dr. Warsinggih Sp.B- KBD selaku dokter ahli bedah digestif, dr. Ronius Sp.B sebagai
dokter asisten Bedah, dr. Rivai sebagai dokter asisten bedah, dr Irwan sebagai dokter asisten
bedah, dr Arry sebagai dokter asisten bedah, dr. Ferdinand sebagai dokter asisten bedah terhadap
korban pada dua lima Januari tahun dua ribu lima belas pukul lima lewat empat puluh lima
menit Waktu Indonesia Bagian Tengah sampai pukul delapan Waktu Indonesia Bagian Tengah,
dengan nomor Rekam Medik 698511 bertempat di ruang Instalasi Rawat Darurat Bedah Rumah
Sakit Umum Pusat Dr. Wahidin Sudirohusodo Makassar. Korban menurut surat permintaan
visum et repertum tersebut bahwa korban adalah dan sesuai dengan nomor Rekam Medik
698511-----------------------------------------------------------------------------------------------------------Nama

:Sudirman ----------------------------------------------------------------------------

Jenis kelamin

: Laki laki --------------------------------------------------------------------------

Tanggal lahir/ Umur : 18-05-1992/22 tahun,--------------------------------------------------------Pekerjaan

: Tukang becak -----------------------------------------------------------------

Warga Negara

: Indonesia ----------------------------------------------------------------------------

Alamat

: Jl. Kandea 3 Poros Kanan, Makassar --------------------------------------------

Agama

: Islam --------------------------------------------------------------------------------

I. HASIL PEMERIKSAAN:-------------------------------------------------------------------------------1.

Riwayat penyakit/perlukaan: dialami sejak satu jam yang sebelum masuk Rumah Sakit.
Pasien sedang mengendarai bentornya, tiba- tiba datang sekelompok orang yang langsung

menikam korban dengan menggunakan badik dari arah depan. Tidak ada riwayat pingsan.
2.

Ada riwayat muntah.-------------------------------------------------------------------------------------Pemeriksaan fisik, pada dua puluh lima januari tahun dua ribu lima belas pukul dua lewat
sepuluh menit Waktu Indonesia Bagian Tengah sampai pukul dua lewat dua puluh menit
Waktu Indonesia Bagian Tengah di Instalasi Gawat Darurat (IGD) Bedah Rumah Sakit
Umum Pusat Dr. Wahidin Sudirohusodo, Makassar. Pada korban ditemukan:-----------------a. Primary survey (Tanda-Tanda Vital) : -------------------------------------------------------1) Airway (Saluran napas): Tidak ada sumbatan jalan napas.--------------------------------2) Breathing (Pernapasan): Pernapasan spontan, frekuensi dua puluh empat kali per
menit. Simetris, ikut gerak napas. Oxygen 8 liter per menit via Non Rebreathing
Mask-----------------------------------------------------------------------------------------------3) Circulation (Sirkulasi Darah): tekanan darah sembilan puluh per enam puluh
millimeter raksa. Denyut nadi seratus empat kali per menit. -----------------------------4) GCS (Tingkat kesadaran): kesadaran baik (GCS = 15 Eye respon 4, Motoric respon
enam ,Verbal respon lima)---------------------------------------------------------------------5) Suhu tubuh :tiga puluh enam koma lima derajat selsius.----------------------------------b. Secondary survey (Status lokalis) :------------------------------------------------------------1) Daerah kepala : Tidak ada kelainan tertentu.-----------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------1) Daerah wajah : Tidak ada kelainan terntentu------------------------------------------------2) Daerah telinga : Tidak ada kelainan tertentu ------------------------------------------------3) Daerah leher : Tidak ada kelainan tertentu --------------------------------------------------4) Daerah dada : Tidak ada kelainan tertentu --------------------------------------------------5) Daerah perut : Tampak luka tusuk pada regio epigastrium ( perut bagian tengah atas)
dan hypocondrium sinistra (perut bagian atas kiri) dengan ukuran panjang dua

3.

sentimeter dan lebar nol koma lima sentimeter.---------------------------------------------6) Daerah punggung : Tidak ada kelainan tertentu --------------------------------------------7) Daerah bokong : Tidak ada kelainan tertentu.----------------------------------------------8) Daerah tangan kanan: Tidak ada kelainan tertentu ----------------------------------------9) Daerah tangan kiri: Tidak ada kelainan tertentu.-------------------------------------------10) Daerah tungkai : Tidak ada kelainan tertentu ---------------------------------------------Pemeriksaan penunjang :--------------------------------------------------------------------------------a. Pemeriksaan laboratorium: sel darah merah : 4.39, Hemoglobin : 12.6,Hematokrit: 39.5.
Glukosa Sewaktu : 149, ureum : 28, kreatinin :0.70, SGOT: 57, SGPT : 34, Albumin :

4.

3.0, bilirubin total : 1.59, bilirubin direk : 3.0----------------------------------------------------Tindakan / pengobatan : .-------------------------------------------------------------------------------Operasi : Pembukaan rongga perut (Laparatomi Eksplorasi) . Hasil operasi didapatkan
perforasi pada colon flexura hepatica through and through (luka tembus pada usus besar),

sehingga dilakukan tindakan reseksi anostomosis colon end to end dengan mengeksisi
jaringan colon, selain itu dilakukan juga kolesistektomi (pemotongan dan penyambungan
usus besar). Terdapat lacerasi pada gallbladder, terdapat perdarahan aktif dan bekuan darah
dilakukan juga kolesistektomi. Terdapat lacerasi pada curvature mayor gaster ukuran
panjang nol koma sentimeter dan lebar dua sentimeter. Terdapat lacerasi pada hepar segmen
lima.-----------------------------------------------------------------------------------------------------IVFD Ringer Laktat : Natrium Klorida 0,9% = 1:1 36 tetes per menit ---------------------------Injeksi ceftriaxone 1 gram per 12 jam intravena ----------------------------------------------------Injeksi ketorolac 30 miligram per 8 jam intravena---------------------------------------------------Injeksi Ranitidin 50 miligram per 8 jam intravena --------------------------------------------------Drips Metronidazole 500 miligram per 8 jam intravena --------------------------------------------5. Kondisi korban selama perawatan: : Korban diperiksa dan dirawat di ruang Instalasi Gawat
Darurat dan diagnosa vulnus ictum penetrans regio epigastrium dan hipokondrium sinistra.
Dilakukan operasi laparotomi eksplorasi pada pasien, dan Saat ini pasien telah dioperasi dan
dirawat di ruang ICU Rumah Sakit Wahidin Sudirohusodo.----------------------------------------II.KESIMPULAN -------------------------------------------------------------------------------------------Telah dilakukan pemeriksaan oleh dr. Warsinggih Sp.B- KBD selaku dokter ahli bedah digestif,
dr. Ronius Sp.B sebagai dokter asisten Bedah, dr. Rivai sebagai dokter asisten bedah, dr Irwan
sebagai dokter asisten bedah, dr Arry sebagai dokter asisten bedah, dr. Ferdinand sebagai dokter
asisten bedah, terhadap korban bernama Sudirman, umur dua puluh dua tahun bertempat di
Instalasi Gawat Darurat, Ruang Perawatan Intesive (ICU)dan Ruang Perawatan Rumah Sakit
Umum Pusat Dr. Wahidin Sudirohusodo Makassar pada tanggal dua puluh lima Januari tahun
dua ribu lima belas pukul dua lewat sepuluh menit Waktu Indonesia Bagian Tengah. Dari hasil
pemeriksaan dapat disimpulkan bahwa korban datang dengan kesadaran baik,

didapatkan

adanya dua luka tusuk yaitu pada daerah perut bagian tengah atas dan perut bagian atas kiri
dengan ukuran panjang dua sentimeter dan lebar nol koma lima sentimeter. Hasil operasi
didapatkan luka tembus pada usus besar bagian kanan, lambung bagian bawah ukuran panjang
nol koma sentimeter dan lebar dua sentimeter, hati segmen lima, dan kantong empedu.Luka
tersebut sesuai dengan perlukaan akibat persentuhan dengan benda tajam. Akibatnya dapat
membahayakan jiwa korban sehingga dilakukan tindakan operasi pembukaan rongga perut dan
dilakukan pemotongan dan penyambungan usus besar, perbaikan/penjahitan lambung dan
kantong empedu. Saat ini korban masih sedang dalam perawatan.--------------------------------------

III. PENUTUP ------------------------------------------------------------------------------------------------Demikian Visum et Repertum ini dibuat dengan penguraian sejujur-jujurnya dan menggunakan
pengetahuan saya sebaik-baiknya serta mengingat sumpah sewaktu menerima jabatan dokter----Makassar, 3 Februari 2015
Dokter Ahli Forensik dan Medikolegal

dr. Jerny Dase, SH, SpF, MKes

Dokter Penanggung jawab Pelayanan

dr. Warsinggih, Sp.B-KBD