Anda di halaman 1dari 23

KELOMPOK 1

Sherly Safitri

( 01 )

Sofyan Dio M
( 03 )
Tita Juniari
( 11 )
Vicko Ariyanto
( 18 )
Vita Nur A
( 20 )

Industri Sulfur
&
Senyawanya

Belerang
Belerang atau sulfur adalah unsur
kimia dalam tabel periodik yang
memiliki lambang S dan nomor atom
16. Belerang merupakan unsur nonlogam yang tidak berasa. Belerang
dalam bentuk aslinya adalah sebuah
zat padat kristalin kuning. Di alam,
belerang dapat ditemukan sebagai
unsur murni atau sebagai mineralmineral sulfida dan sulfat. Belerang
adalah unsur penting untuk kehidupan
dan ditemukan dalam 2 asam amino.
Salah satu contoh penggunaan umum
belerang adalah dalam pupuk. Selain
itu, belerang juga digunakan dalam
bubuk mesiu, korek api, insektisida,
dan
fungisida.

ASAM SULFAT
Asam sulfat adalah suatu
bahan
penting
untuk
berbagai proses produksi,
antara lain industri pupuk,
bahan
kimia
maupun
untuk
analisa
labotarorium. Asam sulfat
merupakan
asam
anorganik
yang
bisa
diproduksi secara massal
dan
dalam
kapasitas
besar.
Pada
umumnya
setiap pabrik memiliki unit
pabrik pengolahan asam
sulfat agar mengurangi
biaya pembelian bahan
baku.

Bahan Baku Industri Belerang dan


Asam Sulfat
Belerang terdapat dalam keadaan unsur bebas ataupun
dalam senyawa sulfida. Bahan baku utama pembuatan
asam sulfat adalah sulfur atau belerang, yang berwarna
kuning. Belerang di alam terdapat di kulit bumi meliputi
kira-kira 0,1% dari massa kulit bumi. Belerang dalam
keadaan unsur bebas terdapat di alam (daerah gunung
berapi dan dalam tanah). Dalam bentuk senyawa,
belerang terdapat pada bijih-bijih seperti pyrit (FeS2),
sfalerit (ZnS), kalkoprit (CuFeS2), galena (PbS), atau pada
garam-garam sulfat seperti gips CaSO4, barium sulfat
(BaSO4), maupun magnesium sulfat (MgSO4). Sekitar
56% belerang diperoleh dengan penambangan dari sulfur
alam, 19% diperoleh dari senyawa-senyawa sulfur seperti
pyrite atau batuan sulfida/ sulfat lainnya, dan dari gas
buangan industri minyak bumi/ batu bara (H 2S, SO2) 25%.

Proses Industri Belerang dan


Asam Sulfat

Penambangan dan Pembuatan


Belerang
a). Proses Frasch

Dasar pengambilan sulfur menurut proses ini


adalah pencairan sulfur di bawah tanah / laut dengan
air panas, lalu mamompanya ke atas permukaan bumi.
Untuk maksud itu digunakan 3 pipa konsentris 6, 3,
dan 1. Air panas (325C) dipompakan ke dalam
batuan S melalui bagian pipa 6, sehingga S akan
meleleh (235oF). Lelehan S yang lebih berat dari air
akan masuk ke bagian bawah antara pipa 3 dan 1,
dan dengan tekanan udara yang dipompakan melalui
pipa 1, air yang bercampur dengan S akan naik ke
atas sebagai crude S, untuk kemudian diolah
menjadi
crude
bright
atau
refined
S.

b). Pengambilan belerang alam dari


gunung berapi

Flotasi
cell

batuan, lumpur sedimen atau lumpur sublimasi, kadarnya


tidak begitu tinggi (30 60%) dan jumlahnya tidak begitu
banyak (600 - 1000 juta ton). Untuk pemanfaatan sumber
alam ini diperlukan peningkatan kadar sulfur terlebih
dahulu,
antara
lain
dengan
cara
flotasi
dan
benefication
proses.
Dalam
flotasi
dilakukan
penambahan air dan frother, sehingga sulfur akan
terapung dan dapat dipisahkan. Prinsip kerja dari proses
flotasi didasarkan pada perbedaan tegangan permukaan
dari mineral di dalam air (aqua) dengan cara
mengapungkan mineral ke permukaan. Secara garis besar
pemisahan dengan cara flotasi dilakukan dalam 2 tahap,
yaitu tahap conditioning dan tahap pengapungan mineral
(flotasi). Tahap conditioning bertujuan untuk membuat
suatu
mineral
tertentu
bersifat
hidrofobik
dan
mempertahankan mineral lainnya bersifat hidrofilik. Pada
tahap conditioning ini, ke dalam pulp dimasukkan
beberapa reagen flotasi. Sedangakan tahap flotasi atau
aerasi adalah tahap pengaliran udara kedalam pulp

c). Pengambilan belerang dari gas buang


bahan bakar

Sulfur dapat diperoleh dari gas buang pembakaran


batubara atau pengilangan minyak bumi yang tidak boleh
dibuang
ke
udara
karena
dapat
menimbulkan
pencemaran.
Pengolahan gas buang untuk memperoleh sulfur ini
biasa dilakukan dengan menggunakan proses Claus. Pada
proses ini, gas-gas tersebut (H2S) terlebih dahulu
diadsorpsi dengan menggunakan etanolamin untuk
memisahkannya dari gas-gas lain, yang kemudian akan
masuk ke unit Claus. Terdapat dua tahapan pada proses
Clause, yaitu thermal step dan catalityc step.

Skema pengambilan belerang


dari gas buang

udara, ini dilakukan dalam tungku reaksi pada suhu tinggi (1000
1400oC ). Sehingga sulfur akan terbentuk dan akan dihasilakan pula
gas SO2, namun beberapa gas H2S tetap tidak bereaksi. Dengan
reaksi sebagai berikut:
H2S + 3O2

2SO2 +

2H2O

H = - 24,89 kcal

Kemudian pada catalityc step, gas H2S yang belum teroksidasi


pada thermal step direaksikan dengan SO2 pada suhu yang lebih
rendah (sekitar 200 350oC) selama katalis untuk memperoleh
belerang. Dengan reaksi sebagai berikut:
4H2S + 2SO2
S6 + 4H2O
H = - 42,24
kcal

Pada tahap kedua dibutuhkan katalis untuk membantu gas


H2S bereaksi lebih cepat dengan SO2. Tetapi pada tahap ini tidak
semua gas H2S dapat cepat bereaksi sehingga dibutuhkan dua atau
tiga tahap katalitik, seperti yang terlihat pada gambar. Setelah
melalui kedua tahap tersebut masih ada sejumlah kecil gas H 2S yang
masih tertinggal dalam tail gas, dan biasanya dapat ditangani dengan
proses unit tail gas, sehingga secara keseluruhan akan didapatkan

Berikut gambar unit pemulihan belerang proses Claus


dalam industri pada pabrik Okotoks.

Proses Clause dalam industri pada pabrik okotoks

Sulfur dapat pula diambil dari batuan sulfida atau


sulfat, seperti pyrite FeS2, colcopyrite CuFeS2, covelite
CuS, galena PbS, Zn blende ZnS, gips CaSO4, anglesite
PbSO4, dan lain-lain. Proses yang dapat digunakan untuk
pemulihan belerang unsur dari pyrite adalah proses
peleburan-kilat Outokumpu, proses Orkla, dan proses
Noranda, tetapi dewasa ini hanya proses Outokumpu
yang masih beroperasi secara komersial. Pada proses ini
akan dihasilkan gas yang mengandung sulfur dioksida
(SO2) cukup tinggi untuk pembuatan asam sulfat.
Contoh reaksi utama pengolahan pyrite:
FeS2
S2(g) + FeS
kcal

2FeS + 3 O2
Fe2O3 + 2SO2

H = +25,98

H = -295,02

Pada tahun 1831 seorang ahli kimia berkebangsaan


Inggris, Philips telah berhasil mensintesis belerang
menjadi H2SO4 sebagai katalis digunakan
V2O5.Reaksi yang terjadi :
S(s) + O2(g) SO2(g)
2 SO2(g) + O2(g) 2SO3(g) H = - 98,3 KJ
Sulfur trioksida diserap ke dalam 97-98% H2SO4
menjadi
oleum (H2S2O7), juga dikenal sebagai asam sulfat
berasap. Oleum kemudian diencerkan ke dalam air
menjadi asam sulfat pekat.
H2SO4 (l) + SO3(g) H2S2O7 (l)
H2S2O7 (l) + H2O (l) 2 H2SO4 (l)
Kondisi Proses dilakukan dalam suhu 500 C dan
tekanan 1 atm. Tekanan dilakukan pada 1 atm karena
pada tekanan tinggi Asam sulfat yang dihasilkan
sedikit.

Kegunaan Sulfur dan Asam sulfat


ditunjukan dalam pohon industri
sulfur

Manfaat Dan Bahaya Produk


yang dihasilkan dalam
Industri Belerang dan Asam
Sulfat

Manfaat produk yang dihasilkan,


yaitu :
1. Belerang
Khasiat belerang bagi tubuh manusia, antara lain:
Mengobati dari luka bekas gigitan binatang berbisa
Obat gatal-gatal pada kulit
Menghilangkan panu/kurap yang menghiasi kulit.
Selain berkhasiat bagi tubuh manusia, lebih dari 90%
belerang yang digunakan dikonversi menjadi asam
sulfat, tetapi penggunaan di industri pun banyak. Di
antaranya adalah pembuatan pulp kertas, karbon
disulfida, insektisida, fungisida, bahan pemutih, karet
vulkanisasi, detergen, produk farmasi dan zat warna.

2. Asam Sulfat
Kegunaan asam sulfat adalah untuk pembuatan
aluminium sulfat. Alumunium sulfat dapat bereaksi
dengan sejumlah kecil sabun pada serat pulp kertas
untuk menghasilkan aluminium karboksilat yang
membantu
mengentalkan
serat
pulp
menjadi
permukaan kertas yang keras. Aluminium sulfat juga
digunakan untuk membuat aluminium hidroksida.
Asam sulfat juga memiliki berbagai kegunaan di
industri kimia. Sebagai contoh, asam sulfat merupakan
katalis asam yang umumnya digunakan untuk
mengubah sikloheksanonoksim menjadi kaprolaktam,
yang digunakan untuk membuat nilon. Ia juga
digunakan untuk membuat asam klorida dari garam
melalui proses Mannheim. Banyak H2SO4 digunakan
dalam pengilangan minyak bumi, contohnya sebagai
katalis untuk reaksi isobutana dengan isobutilena yang

Bahaya
dari
dihasilkan, yaitu :

produk

yang

1.Belerang
Efek dari gas belerang terhadap manusia
sangatlah bervariasi. Dimana dengan konsentrasi
rendah pada 1 ppm yang telah dihirup manusia akan
mengalami pengurangan fungsi paru-paru. Bila
kedapatan selama 20 menit mencapai konsentrasi 8
ppm akan memerahkan tenggorokan, gangguan pada
hidung, dan iritasi pada tenggorokan. Sekitar 20 ppm
merupakan titik kritis dari iritasi konsentrasi SO2.
Pada
beberapa
kasus
dimana
terdapat
konsentrasi SO2 yang sangat tinggi pada ruangan
tertutup, dapat mengakibatkan gangguan saluran
udara, hypoxemia (kekurangan oksigen pada darah),

2. Asam Sulfat
Asam sulfat dianggap tidak beracun selain
bahaya korosifnya. Resiko utama asam sulfat adalah
kontak dengan kulit yang menyebabkan luka bakar dan
penghirupan aerosol asap. Paparan dengan aerosol
asam pada konsentrasi tinggi akan menyebabkan
iritasi mata, saluran pernafasan, dan membran mukosa
yang parah. Iritasi akan mereda dengan cepat setelah
paparan, walaupun terdapat risiko edema paru apabila
kerusakan jaringan lebih parah. Pada konsentrasi
rendah, simtom-simtom akibat paparan kronis aerosol
asam sulfat yang paling umumnya dilaporkan adalah
pengikisan gigi.