Anda di halaman 1dari 8

I.

Judul Percobaan
II. Tujuan Percobaan
III.Dasar Teori
IV. Alat dan Bahan
V. Alur kerja
VI. Data Pengamatan

: Titrasi Pengendapan dan Aplikasi


: 1.
2.
:
:
:
:
standarisasi
Data Pengamatan

Perlakuan

Sebelum

Sesudah

NaCl p.a ditimbang

0.0549 gram

Dipindah dalam labu ukur


dan Dilarutkan dengan air
suling sampai tanda batas
dan di kocok

Berupa Kristal putih

Larutan NaCl p.a tidak


bewarna

Larutan NaCl dipipet


dengan pipet seukuran
dan dimasukkan dalam
Erlenmeyer 100 ml

100 ml

10 ml

Ditambah air suling 10 ml

Tidak bewarna

Tidak bewarna

Ditambah 1 ml indicator
K2CrO4

indicator K2CrO4 :
bewarna kuning (++)

Bewarna kuning (+)

Dititrasi dengan larutan


AgNO3

Larutan AgNO3 : Tidak


bewarna

Terdapat endapan merah


bata
V1 AgNO3 = 5.9 mL
V2 AgNO3 = 6.0 mL
V3 AgNO3 = 5.8 mL
N1 = 0.0160 N
N2 = 0.0155 N
N3 = 0.0160 N
N rata-rata = 0.0158

Aplikasi
Perlakuan
Air kran diukur berat
jenisnya dengan
piknometer

Data Pengamatan
Sebelum
Air kran : tidak bewarna
Tempat pengambilan:
ketintang baru
Massa piknometer :

Sesudah
Berat jenisnya :
25.1789 gr / 25 ml =
1.0072 gr/ cm3

14.7730 gr
Massa piknometer+air
kran: 39.9519 gr
Massa air kran: 25.1789
gr
Volume air : 25 ml
Dipipet 10 ml dan
diencerkan dalam labu
ukur 100 ml

Tidak bewarna

Dipipet 10 ml dan
ditambah 3 tetes indikator
K2CrO4 5%

indikator K2CrO4 5% =
bewarna kuning (++)

Bewarna kuning (+)

Dititrasi dengan larutan


AgNO3

Larutan AgNO3 : Tidak


bewarna

Terdapat endapan merah


bata
V1 AgNO3 = 1.6 mL
V2 AgNO3 = 1.8 mL
V3 AgNO3 = 1.1 mL
N1 = 0.0025 N
N2 = 0.0012 N
N3 = 0.0017 N
N rata-rata = 0.0018
Kadar CH3COOH dalam
cuka : 1.8%

VII. Diskusi dan Pembahasan :


VIII. Kesimpulan
:
Berdasarkan percobaan yang telah dilakukan dapat disimpulkan bahwa:
1. Normalitas rata-rata AgNO3 adalah 0,0158 N
2. Kadar CH3COOH dalam cuka adalah 1.8%
IX. Tugas dan Jawaban Pertanyaan :
Titrasi pengendapan :
1.

Buatlah kurva titrasi antara volume AgNO3dan pCl untuk titrasi antara 50 ml 0,1 M
larutan NaCl dengan larutan AgNO3 0,1 M

2.

Berapa konsentrasi garam NaCl dalam suatu larutan, apabila 25 ml larutan tersebut
jika direaksikan dengan 25ml.0,2 M larutan AgNO3 tepat bereaksi habis dengan
larutan KSCN 28ml.0,1 M
Jawaban :
1. Pada awal titrasi
[Cl-] = 0,1 mmol/mL
pCl

=1

Setelah penambahan 10 mL AgNO3

AgNO3 + NaCl

AgCl + NaNO3

M 1 mmol

5 mmol

B 1 mmol

1 mmol

4 mmol

[Cl-] =

4mmol
2
6,67 x10
60mL

pCl = - Log [Cl-]


= 2- Log 6,67
= 1.17
Setelah penambahan 30 mL AgNO3
AgNO3 + NaCl

AgCl + NaNO3

M 3 mmol

5 mmol

3 mmol

3 mmol

2 mmol

[Cl-] =

2mmol
0,025
80mL

pCl = - Log [Cl-]


= - Log 0,025
= 1.6
Setelah penambahan 49 mL AgNO3
AgNO3 + NaCl

AgCl + NaNO3

M 4,9 mmol

5 mmol

B 4,9 mmol

4,9 mmol

0,1 mmol

[Cl-] =

0,1mmol
3
1x10
99mL

pCl = - Log [Cl-]


= 3- Log 1
=3
Setelah penambahan 50 mL AgNO3 (Titik ekivalen)
AgNO3 + NaCl

AgCl + NaNO3

M 5 mmol

5 mmol

B 5 mmol

5 mmol

[Ag+] = [Cl-]
[Cl-]2 = 1 x 10-10
10

1x10

[Cl-] =

= 1 x 10-5
pCl= 5,00
Setelah penambahan 55 mL AgNO3 (setelah titik ekivalen)
AgNO3 + NaCl

AgCl + NaNO3

M 5,5 mmol

5 mmol

B 5 mmol

5 mmol

0,5 mmol
[Ag+] =

0,5mmol
3
4.76 x10
105mL

pAg = - Log [Ag+]


= 3 - Log 4.76
= 2.32
pCl= 10 2.32 = 7.68

Setelah penambahan 60 mL AgNO3


AgNO3 + NaCl

AgCl + NaNO3

M 6,0 mmol

5 mmol

B 5 mmol

5 mmol

S 1 mmol
[Ag+] =

1mmol
3
9,09 x10
110 mL

pAg = - Log [Ag+]


= 3 - Log 9,09
= 2,04
pCl= 10 2,04 = 7,96

2.

mmol NaCl = 25x mmol

mmol KSCN = 2,8 mmol

mmol AgNO3 = 5 mmol


NaCl + AgNO3

AgCl + Na NO3

25x

25x

25x

25x

25x

5 25x

25x

25x

AgNO3

+ KSCN

AgSCN

+ KNO3

5 25x

2,8

2,8

2,8

2,8

2,8

2,8

2,8

Konsentrasi garam NaCl :


5 25x = 2,8
25x = 5 2,8
25x = 2,2
x = 2,2
25
= 0,088 M
Jadi Konsentrasi garam NaCl adalah 0,088 M
Aplikasi:
1. Bagaimana cara memilih indikator pada titrasi argentometri ?
2. Terangkan bagaimana suatu indikator adsorpsi bekerja. Apa fungsi dekstrin ?

Mengapa pH harus dikendalikan ?


Jawaban:
1. Pada titrasi argentometri ada tiga indikiator yang telah sukses dikembangkan

selama ini, yaitu Metode Mohr menggunakan ion kromat, CrO 42-, untuk
mengendapkan Ag2CrO4 coklat. Metode Volhard menggunakan ion Fe3+ untuk

membentuk sebuah kompleks yang berwarna dengan ion tiosianat, SCN -. Dan
Metode Fajans menggunakan indikator-indikator adsorpsi.
2. a. Cara kerja indikator adsorpsi: indikator ini ialah asam lemah atau basa lemah

organik yang dapat membentuk endapan dengan ion perak. Misalnya fluoresein
yang digunakan dalam titrasi ion klorida. Dalam larutan, fluoresein akan mengion
H+

HFI

+ FI-. Ion FI- inilah yang diserap oleh endapan AgX dan

menyebabkan endapan berwarna merah muda. Karena penyerapan terjadi pada


permukaan, dalam titrasi ini diusahakan agar permukaan endapan itu seluas
mungkin supaya perubahan warna juga tampak sejelas mungkin, maka endapan
harus berukuran koloid. Penyerapan terjadi apabila endapan yang koloid itu
bermuatan positif, dengan perkataan lain setelah sedikit kelebihan titrant (ion
Ag+).
b) Dekstrin berfungsi untuk menjaga agar endapan tersebar luas
c) Pengaturan pH perlu, karena jika pH yang digunakan terlalu tinggi, maka
dapat membentuk endapan AgOH yang selanjutnya terurai menjadi Ag2O sehingga
titrant terlalu banyak terpakai.

X. Daftar Pustaka
:
Day dan Underwood.1998.Analisis Kimia Kuantitatif.Jakarta: Erlangga.
Tim Penyusun. 2013. Panduan praktikum Kimia Analitik I Dasar-Dasar Kimia
Analitik. Surabaya: Jurusan Kimia FMIPA Unesa
LAMPIRAN
a. Penentuan standarisasi larutan AgNO3 0,1 N dengan NaCl p.a sebagai baku
NaCl + AgNO3 AgCl + NaNO3
Massa NaCl = 0,0549 gr
Mr NaCl

= 58,5

V NaCl

= 100 mL = 0.1 L

M NaCl

N NaCl

=M.n

0,0549
1
m
1
x
= 58,5 x 0.1 0,0093M
Mr V

= 0,0093 x 1

= 0,0093 N
V AgNO3 = 1) 5.9 ml

2) 6.0 ml

3) 5.8 ml

Percobaan 1

Percobaan 3

Molek NaCl= Molek AgNO3

Molek NaCl= Molek AgNO3

N1V1

N1V1

= N2V2

= N2V2

0,0093 x 10 = N2 x 5.9

0,0093 x 10 = N2 x 5.8

N2

N2

= 0,0160 N

Percobaan 2

Nrata-rata

Molek NaCl= Molek AgNO3


N1V1

= 0,0160 N
=

0,0160 0,0155 0,0160


0,0158 N
3

= N2V2

0,0093 x 10 = N2 x 6.0
N2

= 0,0155 N

b. Penentuan kadar Cl- dalam air kran


Massa piknometer = 14.7730 gram
Massa piknometer dan air kran = 39.0519 gram
Massa air kran = 25.1789 gr
Volume air kran= 25 mL
air kran

25.1789 gr
1,007 gr
mL
25ml

Ar Cl = 35.5
N AgNO3 = 0.0158 N
V AgNO3 = 1) 1.6 ml

2) 0.8 ml

Percobaan 1

3) 1.1 ml
Percobaan 3

molek AgNO3= molek air kran (Cl-)

molek AgNO3= molek air kran (Cl-)

N1. V1

N1. V1

= N2. V2

= N2. V2

0,0158 x 1.6= N2 x 10

0,0158 x 1.1= N2 x 10

N2

N2

= 0,0025 N

Percobaan 2
molek AgNO3= molek air kran (Cl-)
N1. V1

= N2. V2

0,0158 x 0.8= N2 x 10
N2

= 0,0012 N

Nrata-rata

= 0,0017 N
=

0,0025 0,0012 0,0017


0,0018 N
3

% kadar Cl- = N rata-rata x faktor pengenceran x 100%


= 0.0018 x 10 x 100%
= 1.8 %