Anda di halaman 1dari 23

TEKNOLOGI ALAT-ALAT YANG

DI GUNAKAN MANUSIA
PADA ZAMAN BATU

Disusun Oleh :
Nama : Hilwana Adnin
Kelas : IV D

SDN 01 CITAYAM

ALAT-ALAT YANG DI GUNAKAN MANUSIA


PADA ZAMAN BATU
A) ALAT PADA ZAMAN BATU
I)

Alat-Alat Zaman Paleolithikum

Pada zaman ini alat-alat terbuat dari batu yang masih kasar dan belum dihaluskan.
Contoh alat-alat tersebut adalah:
1) Kapak Genggam

Alat ini dinamakan kapak genggam karena alat tersebut serupa dengan kapak, tetapi
tidak bertangkai dan cara mempergunakannya dengancara menggenggam.
2) Kapak Perimbas

Kapak perimbas berpungsi untuk merimbas kayu, memahat tulang dan sebagai
senjata.
1

KLIPING
3) Alat-alat dari tulang binatang atau tanduk rusa

Salah satu alat peninggalan zaman paleolithikum yaitu alat dari tulang binatang.Alatalat dari tulang ini termasuk hasil kebudayaan Ngandong. Kebanyakan alat dari
tulang ini berupa alat penusuk (belati) dan ujung tombak bergerigi. Fungsi dari alat
ini adalah untuk mengorek ubi dan keladi dari dalam tanah. Selain itu alat ini juga
biasa digunakan sebagai alat untuk menangkap ikan.
4) Flakes

Flakes yaitu alat-alat kecil yang terbuat dari batu Chalcedon, yang dapat
digunakan untuk mengupas makanan. Flakes termasuk hasil kebudayaan Ngandong
sama seperti alat-alat dari tulang binatang. Kegunaan alat-alat ini pada umumnya
untuk berburu, menangkap ikan, mengumpulkan ubi dan buah-buahan.
3

II) Alat-alat yang digunakan pada zaman Mesolithikum


1) Pebble (kapak genggam Sumatera atau Sumateralith)

Tahun 1925, Dr. P.V. Van Stein Callenfels melakukan penelitian di bukit kerang
tersebut dan hasilnyamenemukan kapak genggam.Kapak genggam yang ditemukan
di dalam bukit kerang tersebut dinamakan dengan pebble/kapak genggam Sumatra
(Sumatralith) sesuai dengan lokasi penemuannya yaitu dipulau Sumatra.Bahanbahan untuk membuat kapak tersebut berasal batu kali yang dipecah-pecah.
2) Hachecourt (kapak pendek)

Selain pebble yang diketemukan dalam bukit kerang, juga ditemukan sejenis kapak
tetapi bentuknya pendek (setengah lingkaran) yang disebut dengan hachecourt/
kapak pendek.

3) Pipisan

Selain kapak-kapak yang ditemukan dalam bukit kerang, juga ditemukan pipisan
(batu-batu penggiling beserta landasannya).Batu pipisan selain dipergunakan untuk
menggiling makanan juga dipergunakan untuk menghaluskan cat merah. Bahan cat
merah berasal dari tanah merah.Cat merah diperkirakan digunakan untuk keperluan
religius dan untuk ilmu sihir.

III)

ALAT-ALAT ZAMAN NEOLITHIKUM

Pada zaman neolithikum ini alat-alat terbuat dari batu yang sudah dihaluskan.
1) Kapak Persegi

Asal-usul penyebaran kapak persegi melalui suatu migrasi bangsa Asia ke Indonesia.
Nama kapak persegi diberikan oleh Van Heine Heldern atas dasar penampang
lintangnya yang berbentuk persegi panjang atau trapesium. Penampang kapak
persegi tersedia dalam berbagai ukuran, ada yang besar dan kecil.

2) Kapak Lonjong

Sebagian besar kapak lonjong dibuat dari batu kali, dan warnanya kehitamhitaman. Bentuk keseluruhan dari kapak tersebut adalah bulat telur dengan ujungnya
yang lancip menjadi tempat tangkainya, sedangkan ujung lainnya diasah hingga
tajam. Untuk itu bentuk keseluruhan permukaan kapak lonjong sudah diasah
halus.Ukuran yang dimiliki kapak lonjong yang besar lazim disebut dengan
Walzenbeil dan yang kecil disebut dengan Kleinbeil, sedangkan fungsi kapak
lonjong sama dengan kapak persegi.
3) Kapak Bahu

Kapak jenis ini hampir sama seperti kapak persegi, hanya saja di bagian yang
diikatkan pada tangkainya diberi leher. Sehingga menyerupai bentuk botol yang
persegi.Daerah kebudayaan kapak bahu ini meluas dari Jepang, Formosa, Filipina
terus ke barat sampai sungai Gangga.
6

4) Perhiasan (gelang dan kalung dari batu indah)

Jenis perhiasan ini banyak di temukan di wilayah jawa terutama gelang-gelang dari
batu indah dalam jumlah besar walaupun banyak juga yang belum selesai
pembuatannya. Bahan utama untuk membuat benda ini di bor dengan gurdi kayu dan
sebagai alat abrasi (pengikis) menggunakan pasir. Selain gelang ditemukan juga alatalat perhisasan lainnya seperti kalung yang dibuat dari batu indah pula.Untuk kalung
ini dipergunakan juga batu-batu yang dicat atau batu-batu akik.

5) Pakaian dari kulit kayu

Pada zaman ini mereka telah dapat membuat pakaiannya dari kulit kayu yang
sederhana yang telah di perhalus. Pekerjaan membuat pakaian ini merupakan
pekerjaan kaum perempuan.Pekerjaan tersebut disertai pula berbagai larangan atau
pantangan yang harus di taati.
6) Tembikar (Periuk belanga)

Bekas-bekas yang pertama ditemukan tentang adanya barang-barang tembikar atau


periuk belanga terdapat di lapisan teratas dari bukit-bukit kerang di Sumatra, tetapi
yang ditemukan hanya berupa pecahan-pecahan yang sangat kecil. Walaupun

bentuknya hanya berupa pecahan-pecahan kecil tetapi sudah dihiasi gambar-gambar.


Di Melolo, Sumbawa banyak ditemukan periuk belanga yang ternyata berisi tulang
belulang manusia.
IV)

Alat-alat yang digunakan pada zaman Megalithikum

1) Menhir
Menhir adalah bangunan yang berupa tugu batu yang didirikan untuk upacara
menghormati roh nenek moyang, sehingga bentuk menhir ada yang berdiri tunggal
dan ada yang berkelompok serta ada pula yang dibuat bersama bangunan lain yaitu
seperti punden berundak-undak. Lokasi tempat ditemukannya menhir di Indonesia
adalah Pasemah (Sumatera Selatan), Sulawesi Tengah dan Kalimantan. Untuk
mengetahui bentuk-bentuk menhir,maka simaklah gambar di bawah ini.

Bangunan menhir yang dibuat oleh masyarakat prasejarah tidak berpedoman kepada
satu bentuk saja karena bangunan menhir ditujukan untuk penghormatan terhadap
roh nenek moyang.Bangunan menhir yang dibuat oleh masyarakat prasejarah tidak

berpedoman kepada satu bentuk saja karena bangunan menhir ditujukan untuk
penghormatan terhadap roh nenek moyang. Selain menhir terdapat bangunan yang
lain bentuknya, tetapi fungsinya sama yaitu sebagai punden berundak-undak.
2) Punden Berundak-undak
Punden berundak-undak adalah bangunan dari batu yang bertingkat-tingkat
dan fungsinya sebagai tempat pemujaan terhadap roh nenek moyang yang telah
meninggal.
Bangunan tersebut dianggap sebagai bangunan yang suci, dan lokasi tempat
penemuannya adalah Lebak Sibedug/Banten Selatan dan Lereng Bukit Hyang di
Jawa Timur, sedangkan mengenai bentuk dari punden berundak dapat Anda amati
gambar-gambar berikut ini

3) Dolmen
Dolmen merupakan meja dari batu yang berfungsi sebagai tempat meletakkan sajisajian untuk pemujaan. Adakalanya di bawah dolmen dipakai untuk meletakkan
mayat, agar mayat tersebut tidak dapat dimakan oleh binatang buas maka kaki
mejanya diperbanyak sampai mayat tertutup rapat oleh batu. Dengan demikian
dolmen yang berfungsi sebagai tempat menyimpan mayat disebut dengan kuburan
batu. Lokasi penemuan dolmen antara lain Cupari Kuningan / Jawa Barat,
Bondowoso / Jawa Timur, Merawan, Jember / Jatim, Pasemah / Sumatera, dan NTT.
Bagi masyarakat Jawa Timur, dolmen yang di bawahnya digunakan sebagai
kuburan/tempat menyimpan mayat lebih dikenal dengan sebutan Pandhusa atau
makam Cina.

(Dolmen megalitikum)
4) Sarkofagus
Sarkofagus adalah keranda batu atau peti mayat yang terbuat dari batu. Bentuknya
menyerupai lesung dari batu utuh yang diberi tutup.Dari Sarkofagus yang ditemukan
umumnya di dalamnya terdapat mayat dan bekal kubur berupa periuk, kapak persegi,
perhiasan dan benda-benda dari perunggu serta besi. Daerah tempat ditemukannya
sarkofagus adalah Bali.Menurut masyarakat Bali Sarkofagus memiliki kekuatan
magis/gaib. Berdasarkan pendapat para ahli bahwa sarkofagus dikenal masyarakat
Bali sejak zaman logam.

(Sarkofagus)
5) Peti kubur
Peti kubur adalah peti mayat yang terbuat dari batu-batu besar. Kubur batu dibuat
dari lempengan/papan batu yang disusun persegi empat berbentuk peti mayat yang
dilengkapi dengan alas dan bidang atasnya juga berasal dari papan batu.
Daerah penemuan peti kubur adalah Cepari Kuningan, Cirebon (Jawa Barat),
Wonosari (Yogyakarta) dan Cepu (Jawa Timur).Di dalam kubur batu tersebut juga
ditemukan rangka manusia yang sudah rusak, alat-alat perunggu dan besi serta
manik-manik.Dari penjelasan tentang peti kubur, tentu Anda dapat mengetahui

persamaan antara peti kubur dengan sarkofagus, dimana keduanya merupakan


tempat menyimpan mayat yang disertai bekal kuburnya.

(Peti Kubur megalitikum)


6) Arca batu
Arca/patung-patung dari batu yang berbentuk binatang atau manusia. Bentuk
binatang yang digambarkan adalah gajah, kerbau, harimau dan moyet.Sedangkan
bentuk arca manusia yang ditemukan bersifat dinamis.Maksudnya, wujudnya
manusia dengan penampilan yang dinamis seperti arca batu gajah.
Arca batu gajah adalah patung besar dengan gambaran seseorang yang sedang
menunggang binatang yang diburu.Arca tersebut ditemukan di daerah Pasemah
(Sumatera Selatan). Daerah-daerah lain sebagai tempat penemuan arca batu antara
lain Lampung, Jawa Tengah dan Jawa Timur

(Arca Batu megalitik)

7) Waruga
Waruga adalah peti kubur peninggalan budaya Minahasa pada zaman megalitikum.
Didalam peti pubur batu ini akan ditemukan berbagai macam jenis benda antara lain
berupa tulang- tulang manusia, gigi manuisa, periuk tanah liat, benda- benda logam,
pedang, tombak, manik- manik, gelang perunggu, piring dan lain- lain. Dari jumlah
gigi yang pernah ditemukan didalam waruga, diduga peti kubur ini adalah
merupakan wadah kubur untuk beberapa individu juga atau waruga bisa juga
dijadikan kubur keluarga (common tombs) atau kubur komunal. Benda- benda
periuk, perunggu, piring, manik- manik serta benda lain sengaja disertakan sebagai
bekal kubur bagi orang yang akan meninggal.

(Waruga megalitikum 1)

(Waruga megalitikum 2)

B) ZAMAN LOGAM
1) Zaman Tembaga
Pada zaman tembaga ini, manusia menggunakan tembaga sebagai bahan dasar alatalat yang digunakan. Akan tetapi, alat-alat dari tembaga tidak tersebar secara luas.
Dengan kata lain, zaman ini hanya dikenal di beberapa bagian dunia saja. Asia
Tenggara, termasuk Indonesia, tidak mengalami zaman tembaga, sehingga zaman
neolithikum langsung disusul oleh masuknya zaman perunggu.

2) Zaman perunggu
Pada zaman perunggu ini, manusia telah menemukan logam campuran yang lebih
keras dari tembaga. Campuran antara tembaga dan timah putih ini disebut perunggu.
Logam campuran ini dibentuk menjadi peralatan yang sesuai dengan kebutuhan.

A) Arca Perunggu
Arca perunggu / patung yang berkembang pada zaman logam memiliki bentuk
beranekaragaman yang berbentuk manusia,ada juga yang berbentuk binatang.Pada
umumnya arca perunggu bentuknya kecil-kecil dan dilengkapi cincin pada bagian
atasnya.Adapun fungsi dari cincin tersebut sebagai alat untuk menggantungkan arca
itu sehingga tidak mustahil,arca perunggu yang kecil dipergunakan sebagai
liontin/bandul kalung.Daerah penemuan arca perunggu di Indonesia adalah
Bangkinang (Riau).Palembang (Sumsel),dan Limbangan (Bogor).

B) Kapak Corong (Kapak Perunggu)


Kapak corong dapat ditemukan di Sumatera Selatan,Jawa,Balio,Sulawesi dan
kepulauan Selayardan Irian.Kegunaannya sebagai alat perkakas.

C) Nekara Perunggu (Moko)


Nekara Perunggu berbentuk seperti dandang.Banyak ditemukan di
daerah:Sumatera.Jawa Bali,Sumbawa,Roti,Leti,Selayar dan Kepulauan
Kei.
Fungsi: Untuk acara keagamaan,sebagai maskawin,sebagai sarana upacara minta
hujan (biasanya di atas nekara diberi hiasan katak,menurut kepercayaan katak
dianggap sebagai binatang yang dapat mendatangkan hujan).

(Nekara Perunggu (Moko) zaman logam)


D) Bejana Perunggu
Bejana Perunggu,bentukya seperti gitar Spanyol tetapi tanpa tangkai.Hanya
ditemukan di Madura dan Sumatera. Bejana Perunggu di Indonesia ditemukan di tepi
Danau Kerinci (Sumatera) dan Madura,bentuknya seperti periuk tetapi langsing dan
gepeng. Kedua bejana yang ditemukan mempunyai hiasan yang serupa dan sangat
indah berupa gambar-gambar geometrid an pilin-pilin yang mirip huruf J.Bejana
Perunggu dari Kerinci tidak diketahui secara pasti, kemungkinan disebabkan
penemuan bejana yang terbaas makam mempersulit penyelidikan tentang fungsi
bejana dalam kehidupan masyarakat prasejarah.

(Bejana Perunggu zaman logam)

E) Perhiasan Perunggu
Perhiasan

perunggu,antara

lain

berbentuk

gelang,kalung,anting-anting

dan

cincin.Pada umumnya,barang-barang perhiasan tersebut tidak diberi hiasan


ukiran.Peninggalan ini banyak ditemukan,antara lain di Anyer (Banten).Plawangan
dekat Rembang (Jawa Tengah) Gilimanuk (Bali),dan Malelo (Sumba).

F) Candrasa
Kalau dilihat dari bentuknya, tentu Candrasa tidak berfungsi sebagai alat
pertanian/pertukangan tetapi fungsinya diduga sebagai tanda kebesaran kepala suku
dan alat upacara keagamaan. Hal ini karena bentuknya yang indah dan penuh dengan
hiasan.

G.

Zaman Besi
Pada zaman ini orang sudah dapat melebur besi dari bijinya untuk dituang

menjadi alat-alat yang diperlukan. Teknik peleburan besi lebih sulit dari teknik
peleburan tembaga maupun perunggusebab melebur besi membutuhkan panas yang
sangat tinggi, yaitu 3500 C.. Zaman besi juga banyak menghasilkan benda-benda
peralatan hidup dan senjata, seperti: tombak, mata panah,

sabit,mata

pisau,kapak,pedang dan mata bajak. Benda peninggalan zaman besi tidak banyak
ditemukan karena sifatnya yang mudah berkarat.
Alat-alat tersebut ditemukan di Gunung Kidul (Yogyakarta), Bogor (Jawa
Barat), Besuki dan Punung (Jawa Timur).
1) Mata Tombak
Mata tombak ternyata diciptakan jauh lebih lama daripada yang diduga.Alat
tersebut diciptakan sejak zaman Homo heidelbergensis atau sekitar 500.000 tahun
lalu, 200.000 tahun lebih tua dari dugaan.Riset mengungkap, mata tombak
dikembangkan untuk mengefektifkan fungsi tombak dalam membunuh.Spesies
manusia Neanderthals dan Homo sapiens memiliki keahlian membuat mata tombak
pada zaman berikutnya karena kemampuan yang diturunkan dari Homo
heidelbergensis. Dari bentuk, patahan dan pola kerusakan yang ada pada artefak
mata tombak, peneliti yakin bahwa mata tombak itu berasal dari masa 500.000
tahun lalu.Di masa lalu, artefak itu digunakan untuk membunuh antelop.

(mata tombak zaman besi)

2) Mata Panah
Mata Panah. Memiliki fungsi ekonomi: antara lain sebagai alat untuk menangkap
ikan. Terbuat dari batu serpih, tulang, dan kemunginan besar juga kayu yang
diruncing bagian ujungnya dan dibuat bergerigi pada bagian pinggirnya.Jadi
memiliki bentuk yang berbeda dengan mata panah untuk berburu.Banyak ditemukan
di dalam gu-gua yang ada di daerah patai atau sungi.

(mata panah zaman besi)


3) Sabit
Mata Sabit, digunakan untuk menyabit tumbuh-tumbuhan

(sabit zaman besi)

4) Mata Pisau
Pisau ialah alat yang digunakan untuk memotong sebuah benda.Pisau terdiri dari dua
bagian utama, yaitu bilah pisau dan gagang atau pegangan pisau.Bilah pisau terbuat
dari logam pipih yang tepinya dibuat tajam; tepi yang tajam ini disebut mata
pisau.Pegangan pisau umumnya berbentuk memanjang agar dapat digenggam
dengan tangan. Bentuk umum pisau mirip dengan pedang, bedanya adalah bahwa
bilah pedang lebih panjang daripada bilah pisau. Bila pisau terlalu kecil untuk
memotong sesuatu, gergaji atau kapak mungkin diperlukan.

(mata pisau zaman besi)


5) Kapak
Kapak (atau kadang disebut dengan kampak) adalah sebuah alat yang biasanya
terbuat dari logam, bermata yang diikat pada sebuah tangkai, biasanya dari kayu.
Kapak adalah salah satu alat manusia yang sudah sangat tua usianya, sama umurnya
dengan saat manusia pertama kali membuat alat dari batu dan kayu.
Zaman dahulu kapak dibuat dari batu pada zaman batu dan pada zaman besi lalu
dibuat dari besi.Kapak sangat berguna dan penggunaannya cukup luas dimulai dari
sebagai perkakas pemotong kayu sampai sebagai senjata perang.

(kapak zaman besi)

6) Pedang
Pedang adalah sejenis senjata tajam yang memiliki bilah panjang.Pedang dapat
memiliki dua sisi tajam atau hanya satu sisi tajam saja.Di beberapa kebudayaan jika
dibandingkan senjata lainnya pedang biasanya memiliki prestise lebih atau paling
tinggi. Bilah pedang biasanya dibuat dari logam keras seperti besi atau baja.Meski
begitu terdapat pedang dari emas yang digunakan sebagai hiasan saja.Untuk latihan
biasanya pedang kayu yang digunakan, meski pedang dari kayu keras masih
berbahaya.Senjata serupa pedang dan tombak yang menggunakan bilah obsidian
digunakan oleh suku-suku asli amerika tengah dan selatan yang pada saat kolonisasi
Eropa belum mengenal logam.

(pedang zaman besi)

7)

Mata Bajak

Pada intinya, mata bajak singkal berupa baji tiga sisi, dengan tamping dan bidang
mendatar sisi pemotong kejen sebagai sisi datarnya, sedangkan bagian atas kejen dan
singkal berkedudukan sebagai sisi lengkungnya.Fungsi utama mata bajak tersebut
adalah untuk memotong tanah, meremukkan, serta membaliknya untuk menutupi
sampahan.Ukuran mata singkal ialah lebar pemotongan alur terancangnya.

(mata bajak zaman besi)

SUMBER:
1) http://iqbalmedana.blogspot.com/2013/03/alat-alat-yang-di-gunakanmanusia-pada.html
2) https://www.google.co.id/search?
q=Pipisan&biw=1366&bih=667&source=ln ms&tbm=isch&sa=X&ei=pYwVJn6HtLluQT9zoHAAw&ved=0CAYQ_AUoAQ#tbm=isch&q=mata+bajak
+zaman+besi&revid=430666142
3) https://www.google.co.id/search?
q=Pipisan&biw=1366&bih=667&source=ln ms&tbm=isch&sa=X&ei=pYwVJn6HtLluQT9zoHAAw&ved=0CAYQ_AUoAQ#tbm=isch&q=mata+pisau
+zaman+besi&revid=1567997090