Anda di halaman 1dari 12

PENGENDALIAN PROSES

Tugas 1

Anggota Kelompok:

Ervandy Haryoprawironoto
Miftakhul Huda
Rayhan Hafidz Ibrahim
Raden Ridzki Aditya
Zulfahmi Ferdiansyah

Gambar 1. Diagram Fired Heater


Tujuh Kategori Objektif Pengendalian pada Fired Heater
1. Keselamatan (Safety)
Ada beberapa aspek yang akan dibutuhkan untuk memastikan operasi
yang

aman,

seperti

diperlukannya

flame

detector,

yang

akan

mematikan gas bila menyala berlebihan. Selain itu, sistem air harus
memiliki sebuah flow meter untuk menjamin sirkulasi air dingin. Jika
tidak

ada,

furnace

dapat

mengalami

overheat.

Ruangan

juga

seharusnya memiliki detektor asap dan karbon dioksida jika terjadi


salah fungsi. Tekanan pada keluaran flue gas juga harus dijaga agar
hasil buangan tidak membahayakan, karena tekanan yang tinggi pada
keluaran berfasa gas akan berbahaya.
2. Proteksi Lingkungan
Untuk memproteksi lingkungan, furnace bisa dioperasikan pada kondisi
yang pas sehingga menghindari produksi NOx (suhu nyala rendah).
Untuk meminimalisir produksi NOx yang berlebihan perlu diatur laju alir
pada

udara

agar tidak

berlebih dan juga

tidak

kurang. Juga,

penggunaan fuel bisa diminimisasi, sehingga mereduksi produksi GHG


(greenhouse gases).
3. Proteksi Peralatan
Diperlukan flow meter untuk menjamin sirkulasi air. Jika aliran ini
berhenti, pembakaran akan berhenti untuk melindungi furnace dari

overheating, dimana pembakaran akan langsung memanaskan furnace


jika tidak ada aliran feed yang masuk.
4. Operasi yang Lancar
Sebuah daerah mati (dead band) akan diterapkan untuk membantu
operasi yang lancar. Dead band ini memerlukan perubahan suhu yang
cukup

sebelum status furnace berubah (on/off). Ini akan mencegah

terlalu seringnya switch disebabkan oleh perubahan suhu yang sangat


kecil dalam ruangan. Dibutuhkan juga pengontrolan flow untuk
mempertahankan laju alir dan memastikannya agar tidak tersendat.
Selain itu untuk operasi yang optimum, perlu adanya analyzer
transmitter agar udara berlebih yang masuk ke ruang konveksi harus
sangat minimum.
5. Kualitas Produk
Sasaran sistem pemanasan rumah adalah menjaga suhu ruang dalam
daerah suhu yang diinginkan. Suhu rata-rata harus selalu dikondisikan
untuk berada pada suhu yang diperlukan dan dead band dibuat cukup
kecil sedemikian rupa sehingga dijaga untul tetap berada pada daerah
suhu yang diinginkan.
6. Profit
Agar bisa memaksimalkan profit, atau dalam kasus ini meminimisasi
pengeluaran, konsumsi fuel perlu diminimisasi pada set point suhu
yang diberikan.
Untuk mencapai hal tersebut, peralatan untuk mengatur udara berlebih
perlu dipasang, karena pemanasan dengan udara ekstra (tidak
digunakan untuk pembakaran) cenderung ineffisiensi. Namun, udara
yang terlalu sedikit juga berbahaya. Pengaturan udara harus diatur
agar jumlah udara yang masuk pas digunakan untuk pembakaran.
Selain itu, keluaran fuel gas juga dapat dimanfaatkan dengan
mengarahkannya

ke

dalam

proses-proses

lain.

Contohnya

heat

exchanger. Dengan alat tersebut, fuel gas dengan temperatur tinggi


dapat menghasilkan steam. Proses tersebut dapat mengurangi beban
kerja fired heater, sehingga dapat mengurangi konsumsi fuel.
7. Memonitor dan Mendiagnosis
Untuk
memonitor
kinerja
sistem,
sangat
berguna

untuk

membandingkan konsumsi fuel per derajat hari. Beberapa peralatan


ukur wajib dibutuhkan untuk mengumpulkan data yang diperlukan.

Kenaikan yang signifikan pada harga ini akan mengindikasikan


kehilangan

efisiensi.

Kita

harus

menggabungkan

data

untuk

menentukan akar penyebabnya.


Pertanyaan-Pertanyaan Prinsip Proses Fired Heater
1. Jelaskan dua aplikasi untuk Fired Heater
JAWABAN:
Terdapat banyak aplikasi untuk fired heater, yaitu furnace untuk
keperluan rumah tangga, metalurgi, dan proses industri. Contohnya
yaitu
Forced-air gas furnace, sistem pemanasan rumah/ruangan

Gambar 2. Forced-air gas furnace


Blast Furnace, digunakan untuk memproduksi besi mentah(pig
iron) dari bijih besi(iron ore)

Gambar 3. Blast furnace

2. Kenapa/kapan Fired Heater lebih baik digunakan daripada Steam Heat


Exchanger
JAWABAN:

Gambar 4. Diagram proses pemanasan tidak langsung (atas) dan


langsung (bawah)
Penggunaan fired heater dengan steam heat exchanger berhubungan
dengan tipe dari proses fired heater yaitu pemanasan langsung dan
pemanasan tidak langsung. Pemanasan secara langsung (direct
heating) merupakan metode di mana produk yang akan dipanaskan
mendapatkan

sumber

panas

langsung

dari

gas

panas

hasil

pembakaran bahan bakar (fired heater). Sedangkan, pemanasan


secara tidak langsung (indirect heating) adalah kebalikannya, sumber
panas didapatkan dengan cara mensirkulasikan heat transfer medium,
dalam kasus disini yaitu heat exchanger.
Fired heater pada umumnya digunakan ketika beban pemanasan yang
tinggi. Penggunaan pemanasan langsung ini mempunyai keuntungan
yaitu efisiensinya lebih tinggi, mengkonversi 100% dari konsumsi

pembakaran sehingga menghemat biaya konsumsi dari bahan bakar


dan operasi. Kemudian jumlah panas (BTU) yang diproduksi di
pemanasan langsung lebih besar jika dibandingkan dengan proses
pemanasan tidak langsung.
3. Kenapa pipa (gulungan) masuk ke pemanas di atas radiant section?
JAWABAN:
Pada furnace terjadi perpindahan panas secara konveksi dan radiasi
pada permukaan pipa-pipanya. Perpindahan panas secara konveksi
terjadi di seksi konveksi (convection section) dan perpindahan panas
secara radiasi terjadi di seksi radiasi (radiant section). Seksi radiasi
memiliki heat density yang tinggi sedangkan seksi konveksi memiliki
heat density yang rendah. Seksi konveksi adalah bagian dapur berapi
yang digunakan untuk mendapatkan kembali panas dari flue gas hasil
pembakaran.

Panas

dari flue

gas dapat

digunakan

untuk preheater reaktan. Pipa/coil yang berisi feed berupa crude oil
yang dipanaskan umumnya dialirkan terlebih dahulu melalui seksi
konveksi(convection

section)yang

terletak

di

antara

seksi

radiasi(radiant section) dan cerobong (stack), agar bisa memanfaatkan


panas yang terkandung di dalam gas hasil pembakaran. Hal itu juga
dikarenakan untuk mengoptimalkan proses dari operasi furnace.
Apabila pipa/coil dimasukan kedalam seksi radiasi terlebih dahulu akan
kehilangan banyak panasnya akibat heat density pada seksi ini yang
tinggi dan mempengaruhi optimasi proses.
4. Tentukan efisiensi energy dan jelaskan bagaimana hal tersebut di
hitung menggunakan proses pengukuran.
JAWABAN:
Efisiensi thermal adalah suatu ukuran seberapa besar efektivitas
kandungan panas dalam

bahan bakar dapat dimanfaatkan selama

proses pembakaran berlangsung.


Furnace merupakan alat yang bekerja menggunakan panas, maka
salahsatu

cara

untuk

menentukan

efisiensinya

adalah

dengan

menghitung jumlah panas tersebut. Efisiensi proses suatu lat adalah


tidak tentu, tergantung pada

perencanaan panas masuk dan panas

keluar(efektif) yang digunakan. Dasar perhitungan efisiensi panas

adalah neraca panas, dimana neraca ini dapat memberikan gambaran


keseluruhan dari panas yang masuk dan panas yang keluar.

Terdapat dua metode dalam perhitungan efisiensi dapur furnace:


a. Metode Heat absorbed
Metode ini menekankan panas yang diserap oleh fluida yang
mengalir di dalam tube, di mana panas tersebut merupakan selisih
antara panas yang dibawa oleh fluida dikurangi panas yang masuk
furnace.
Efisiensi=

total heat absorbed


x 100
total heat input

b. Metode Heat Loss


Metode ini menekankan panas yang hilang, di mana besarnya panas
tersebut merupakan selisih anatara panas yang masuk ke dalam
furnace dari hasil pembakaran bahan bakar dikurangi panas yang
hilang melalui cerobong dan dinding furnace serta panas yang tidak
terhitung.
Efisiensi=

total heat inputtotal heat losses


x 100
total heat input

5. Tekanan di dalam firebox lebih rendah dari pada tekanan luar; kenapa
flue gas dapat keluar tanpa kompresi?
JAWABAN:
Flue gas dapat keluar dari firebox tanpa kompresi karena jika flue gas
tersebut dikompresi maka akan menyebabkan semburan/keluaran gas
yang besar ke udara, sementara flue gas sendiri

dari sifat fisisnya

sudah memiliki energy kinetic molecular yang cukup untuk dapat


keluar dari fire box tanpa harus melalui bantuan proses kompresi.
Karena flue gas sisa pembakaran memiliki panas yang cukup besar
sehingga tekanan fluida berfasa gas dari flue gas ini

dapat

memberikan energy untuk dapat mengangkat flue gas dari fire box
yang tekanannya lebih kecil dari tekanan pada lingkungan.
6. Bagaimana menentukan laju alir udara yang paling baik?
JAWABAN:
Untuk menghasilkan pembakaran yang optimum, efisien, dan dengan
kadar emisi yang rendah maka kita harus menentukan suplai udara
yang tepat yang diperlukan pada proses pembakaran fuel. Jumlah
udara yang harus disuplai berkaitan dengan jumlah oksigen yang
diperlukan selama proses pembakaran.
Jika pembakaran berlangsung dalam kondisi kekurangan oksigen, maka
sifat campuran udara-bahan bakarnya dikatakan gemuk (kelebihan
bahan bakar), demikian pula sebaliknya jika pembakarannya dalam
kondisi kelebihan oksigen maka sifat campurannya dikatakan kurus.
Campuran yang terlalu gemuk maupun terlalu kurus merupakan suatu
kondisi yang menyebabkan proses pembakaran tidak sempurna,
sehingga terdapat karbon monoksida (CO) serta hidrokarbon (HC) yang
tak terbakar pada gas buangnya.
Mengurangi udara berlebih ke tingkat minimum yang aman merupakan
langkah yang penting dalam mengurangi konsumsi energy, tetapi tidak
ada tetapan O2 tunggal yang berlaku untuk semua pemanas. Oleh
karena itu, penentuan O2 yang optimum bergantung pada beban
pemanasan, desain pemanas, tipe bahan bakar dan kinerja pemanas.
Mengurangi

oksigen

memungkinkan

titik

saat
operasi

mengukur
yang

ppm

tepat

combustibles

untuk

ditentukan.

Combustibles mengacu pada hasil pembakaran yang tidak sempurna


pada flue gas, terutama karbon monoksida, hydrogen, dan sisa
hidrokarbon, bukan bahan bakar.

Gambar 5. Kurva perbandingan tingkat O2 terhadap combustibles


Banyak tantangan yang dihadapi agar pembakar dapat menghasilkan
emisi NOx yang rendah. Parameter api yang menguntungkan untuk
mengurangi NOx cenderung meningkatkan produksi CO. Volume
pembakaran meningkat secara signifikan meninggalkan sedikit ruang
untuk oksidasi sempurna CO dan combustibles lainnya sehingga
tingkat combustibles bisa lebih tinggi dari pada pembakar tradisional
untuk tingkat udara berlebih yang sama. Pola api kompleks pembakar
NOx rendah menambahkan tingkat kepekaan terhadap perubahan
parameter pembakaran. Hal ini menyebabkan pergeseran ke kanan
dalam kurva oksigen dibandingkan combustibles dan untuk beberapa
kombinasi oksigen dan combustibles yang tidak biasa. Desain burner
rendah NOx bertujuan untuk mengurangi ukuran keseluruhan api untuk
mempertahankan volume pembakaran. Ini jauh lebih berisiko untuk
mengurangi udara berlebih tanpa informasi tambahan yang disediakan
oleh pengukuran combustibles.
7. Jelaskan potensi situasi operasi yang tidak aman dan bagaimana
mencegahnya.
JAWABAN:
Fungsi paling utama dari system control pemanas adalah untuk
mencegah kemungkinan akumulasi gas combustible yang diikuti
dengan ketidaksengajaan atau ketidak tepatan pengapian yang
menghasilkan ledakan. Pembersihan pre-pengapian yang tepat
untuk

pemanas

pemanas.

sangatlah

penting

untuk

keamanan

operasi

Safety shut-off valves merupakan komponen kunci dari system


manajemen pembakaran yang berguna untuk mencegah akumulasi

dari campuran ekplosif di dalam pemanas.


Sebagian besar pemanas yang digunakan

dalam

industry

mengandalkan system penyalaan/pengapian secara manual, di


mana

diperlukan

operator

yang

dapat

secara

langsung

menylakannya dengan nyala api pada bagian dasar dari pembakar.


Hal tersebut dapat menjadi bagian yang paling berbahaya dalam
prosedur start-up. Dengan system pengapian elektronik maka hal
tersebut dapat dihindari, sehingga kita tidak perlu menempatkan
operator

dalam

bahaya

untuk

menyalakan

pembakar

secara

manual. Sistem pengapian elektronik terdiri atas tangkai pengapian


yang dilengkapi dengan pembakar dan pengubah pengapian

bervoltase tinggi.
Ledakan pemanas dapat terjadi karena berkurangnya kekuatan dari
lapisan pemanas, tekanan berlebih, dan panas berlebih. Hal yang
dapat dilakukan untuk memastikan kekuatan lapisan pemanas tetap
kuat adalah dengan selalu melakukan pengecekan secara berkala
terhadap kualitas materialnya. Untuk menghindari tekanan dan
panas berlebih maka pada pemanas dapat dipasangi pressure
indicator control dan temperature indicator control. Sehingga
ledakan pemanas dapat dihindari.

8. Fired Heater dapat memiliki lebih dari satu pembakar. Jelaskan.


JAWABAN:
Hal tersebut berhubungan dengan kelancaran operasi furnace.
Semakin banyak burner, berarti proses perubahan feed menjadi steam
akan menjadi lebih cepat. Selain itu, jika terdapat kerusakan pada
sebuah burner, maka kerja dari burner tersebut dapat tercover oleh
burner lainnya yang terpasang.
9. Gulungan (coil) pada fired heater dapat dibagi menjadi beberapa pipa
yang masuk melewati heater dan disatukan pada titik keluar heater.
Jelaskan kenapa desain ini dapat digunakan.
JAWABAN:

Design yang menggunakan banyak pipa tersebut digunakan agar


distribus panas menjadi optimal sehingga feed yang ingin dijadikan
steam temperaturnya dapat merata. Konsekuensi yang didapatkan
tentunya cost yang dibutuhkan akan meningkat karena dibutuhkan
banyak pipa.
10.

Flue gas keluar ke lingkungan melalui cerobong pada suhu yang

tinggi.

Bagaimana

cara

mengurangi

fuel

consumption

pemanfaatan kembali panas dari flue gas tersebut.


JAWABAN:
Flue gas yang memiliki temperatur tinggi dapat

dengan

dimanfaatkan

energinya untuk keperluan-keperluan lain, salah satunya dengan


mengembalikannya kembali ke dalam fired heater convection section
(reuse) yang biasanya dilakukan oleh economizer yang nantinya
akan

digunakan

memasuki boiler
maka

beban

untuk

proses

pemanasan

feedwater

sebelum

(proses preheat). Dengan dilakukannya proses ini,

kerja

dari

fired

heater,

khususnya

boiler

dalam

menghasilkan panas untuk membentuk steam dapat menjadi ringan


karena jarak antara suhu air masuk dan suhu air ketika menjadi steam
akan berkurang akibat dilakukannya proses preheat tersebut. Juga
dalam (S. Jasbir, 1985) dikatakan bahwa, Setiap kenaikan suhu
sebesar 5oC pada feedwater dapat menurunkan temperatur flue gas
sebesar 20oC dan efektivitas boiler akan meningkat sebesar 1%. Oleh
karena itu, konsumsi bahan bakar yang dibutuhkan oleh boiler untuk
pemanasan menjadi berkurang akibat pemanasannya telah terekoveri
oleh proses preheat. Namun, perlu diperhatikan juga suhu air yang
keluar pada proses preheat ini karena apabila suhunya melebihi suhu
yang ada pada boiler dapat terjadi water hammer yang nantinya
akan mengganggu sistem kerja pada boiler secara keseluruhan
(Checketkin, 1963).
11.

Jelaskan factor-faktor yang menentukan suhu minimum yang

diperbolehkan flue gas ketika meninggalkan fired heater convection


section.
JAWABAN:

Suhu minimum flue gas yang diperbolehkan ketika meninggalkan fired


heater convection section (economizer) dipengaruhi dan dibatasi oleh
dew point dari flue gas tersebut yang biasanya berkisar antara 150200oC, apabila di bawah dew point tersebut, maka dapat menimbulkan
masalah baru, yaitu terjadinya korosi pada pipa economizer/fired
heater convection section.