Anda di halaman 1dari 24

DEHIDRASI BUTANOL

Kelompok 5
Aulia Rahmi
Julianto
Rayhan Hafidz
Yukti Nurani

Data

Karakteristik

=
+ (. )

Karakteristik

=
+ . .

Menunjukkan karakteristik reaksi dual-site

Katalis
Campuran SiAl, Tungstated-Zirconia, Niobic
Acid, dan Niobium Phosphate.
Dibentuk menjadi pellet, dicampur dengan
tumbukan silika dan dipacking dengan
quartz wool end-plugs.

Kondisi Operasi
Suhu 513 K
Tekanan 52 bar
0.1 mL/min (10%wt 2-butanol dalam air)
Volume cairan tetap

Dialirkan gas inert He 200-215 cm2/min

Set Up Reaktor
Reaktor tubuler dari stainless steel.

Pada reaktor terdapat catalyst bed yang dialiri gas inert (He atau
H2).
Gas inert berfungsi sebagai pengontrol laju alir feed dan sebagai

pengatur konsentrasi pada feed.


Aliran feed adalah larutan 10% berat 2-butanol dalam air.
Keluaran reaktor langsung terhubung dengan GC (Gas

Chromatography).

Pembahasan
Menentukan mekanisme reaksi pada reaksi
dehidrasi butanol
Menentukan tahap penentu laju pada reaksi
dehidrasi butanol
Menentukan persamaan laju reaksi pada
reaksi dehidrasi butanol dan
memverifikasinya
Mengevaluasi parameter pada persamaan
laju reaksi dehdrasi butanol

Reaksi Dehidrasi Butanol

n-Butanol
A

Butene + Air
B + C

Mekanisme Reaksi
Reaksi Adsorpsi
A+S
Reaksi Surface
A.S + S
Reaksi Desorpsi
B.S
C.S

A.S
B.S + C.S
B+S
C+S

Tahap 1 : Adsorpsi
A+S
AS

rAA = KAA(PACV-CAS/KAA)

KAA = konstanta laju reaksi adsorpsi A (butanol)

Tahap 2 : Reaksi Permukaan


AS + S
BS + CS
rS = KS(CASCV-CBSCCS/KC)
Ks = konstanta laju reaksi surface

Tahap 3 : Desorpsi
BS
B+S
CS
C+S

rDC = KDB(CBS-PBCV/KDB)
rDC = KDC(CCS-PCCV/KDC)

KDB = konstanta laju reaksi desorpsi B (butena)


KDC = konstanta laju reaksi desorpsi C (air)

Tahap penentu laju dari reaksi dehidrasi


butanol ditentukan adalah reaksi
permukaan/surface.
-rAA = 0
-rDB = 0
-rDC = 0

CAS = PA.KAA.CV
CBS = PB.CV/KDB
CCS = PC.CV/KDC

KAB =

KDB

KAC =
KDC

Neraca Active Site


CT = CV + CAS + CBS + CCS
CT = CV (1 + PAKAA + PBKAB + PCKAC)

=
(1 + + + )

Persamaan Laju Reaksi


=


(
)

Subtitusi CAS, CBS, CCS, dan CV

=
=

(1 +

.
(
)

.
2
. (
)

. (
+ + )

.
)

+ + +

Verifikasi
.

=
1 + + + 2

.
2 2

=
1 + + + 2 2
2

.
.

+ + +

Persamaan laju reaksi yang didapatkan sesuai dengan hasil


pada jurnal:

Analisis
Berdasarkan persamaan laju yang didapatkan terlihat bahwa:
Pada reaksi permukaan terjadi dual site surface reaction
Terjadi adsorpsi terhadap butanol

Terjadi desorpsi pada butena dan air sebagai produk.

+ + +

Evaluasi Parameter
Linierisasi persamaan dengan metode initial
rate dimana produk dianggap belum
terbentuk sehingga laju reaksi balik
dianggap nol.
.
2

=
1 + + +


=
+

Evaluasi Parameter
2
=
1 + 2

KsKAACT2 dianggap = k, persamaan menjadi:

Evaluasi Parameter
Berdasarkan persamaan yang telah
dilinerisasi kita dapat menganggap:
x = Pa
y = Pa/rate

Evaluasi Parameter
-r

PAo

[PAO/(-r)]0.5

0.275

4.5

4.05

0.5

27

6.45

0.77

54

8.14

0.77

112

12.06

0.5

229

21.4

Evaluasi Parameter
Dengan menggunakan
Polymath, grafik dan
hasil parameter dapat
dicari.

Grafik


= . + . .

= .
= .

Evaluasi Persamaan
2


=
1 + 2

. .
=
+ . .

Terima Kasih