Anda di halaman 1dari 38

PT.

Astra Honda Motor


Technical Service Division
Technical Training Dept.
2015
Prepared by WIN

Daftar Isi
1. Pengenalan Multimeter DMM 95i............................................................ 1
2. Spesifikasi DMM 95i.................................................................................... 3
3. Perhatian.................................................................................................... 4
4. Instalasi Baterai.......................................................................................... 6
5. Fungsi Umum.............................................................................................. 7
6. Fitur.............................................................................................................. 10
7. Prinsip Dasar Pengukuran......................................................................... 11
8. Dasar Pengukuran.................................................................................... 12

Resistansi & Kontinuitas


Tegangan DC & AC
Dioda
Buzzer
hFE
Arus AC dan DC
Capasitor
Lilitan (induktor)

1.Pengenalan
Simbol-simbol :
Peringatan
:
bacalah
buku
penggunaan,pemakaian
yang
tidak benar akan menyebabkan
kerusakan pada alat
Insulator ganda

Fuse/Sekering

Battery

AC (Alternating Current)
DC (Direct Current)
Ground/Masa
3

1.Pengenalan
Lampu indikator
Deteksi Tegangan
Listrik
Layar LCD

Tombol
Power/ON/OFF

Sensor Deteksi
Tegangan listrik
Tombol HOLD
Tombol LIGHT

Sakelar ROTARY
Terminal (+)
Pengukuran arus
maksimal 10A

Terminal (+)
Faktor Pengauatan Transistor
(hfe)
Capasitor ()
Arus dalam satuan milli (mA)
Induktansi (Lx)

Terminal (+)
Tegangan (V)
Hambatan ()
Dioda

Terminal (-)

2 .Spesifikasi
Spesifikasi Umum

Dimensi
Berat
Sumber Tegangan
Tipe Battery
Impedansi

: (P) 188 mm X (L) 92 mm X (T) 50 mm


: 380 g (termasuk battery)
: DC 9 V
: NEDA 1604,6F22, atau 006P
: 10 M

Spesifikasi Pengukuran

Tegangan DC
Tegangan AC
Tahanan/Resistansi
Dioda
Buzzer
Transistor
Induktansi
Kapasitas Kondensator
Arus DC
Arus AC

: 200 mV,2V,20V,200V,1000V
: 2V,20V,200V,750V
: 200,2k,20k,200k,2M,20M,200M
: Resolusi 1 mV
: 30
: pembacaan nilai hFE (0-1000) transitor
: 20mH,200mH,2H,20H
: 20nF,200nF,2F,200F
: 200mA,10A
: 200mA,10A

3 .Perhatian
,Lx,-I-, Buzzer

VDC,VAC,hFE,ADC
,AAC,Kapasitor

a) Saat
pengukuran
(,Lx,-I-,Buzzer)
ditampilkan angka seperti yang ditunjukkan
gambar disamping ,bisa disimpulkan:
1. Melebihi batas pengukuran dari spesifikasi
2. Tidak terhubung/putus
Note : selain pengukuran diatas angka yang
ditunjukan LCD adalah 0

b) Bila muncul gambar baterai seperti gambar


disamping menunjukkan baterai sudah lemah
dan perlu dilakukan penggantian

c) Bila saat pengukuran polaritas tidak tepat


maka akan muncul tanda (-).
Kondisi ini tidak berpengaruh ke multimeter.

3 .Perhatian

d) Tanda titik yang berada di LCD disebut


sebagai tanda baca koma. Sebgai contoh
gambar disamping maka pembacaannya
adalah 12,46 Vdc

e) Pada saat pengukuran jangan pernah


menyentuh bagian dari tes lead kareana
akan menyebabkan pembacaan yang tidak
akurat atau kejutan listrik.

4 .Instalasi Baterai
4

A. Memasang Baterai
1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.
88.

Lepaskan 1 buah skrup di bagian belakang multimeter.


Buka cover penutup dengan bagian bawah terlebih dahulu.
Siapkan battery 9V sesuai spesifikasi yang ditentukan.
Pasang battery sesuai polaritas/kutub jangan sampai terbalik.
Untuk memasukan battery tekan bagian atas
Pasang kembali cover penutup.
Pasang 1 buah skrup.
Hidupkan multimeter.

5.Fungsi Umum
Gambar 1

1. Menghidupkan Multimeter

Gambar 2

Gambar 3

Untuk menghidupkan multimeter cukup


menekan tombol power seperti yang
ditunjukan gambar 1 disamping, maka
layar LCD yang semula kosong (gambar 2)
akan terdapat tampilan* angka seperti
yang ditunjukkan gambar no 3
Untuk mematikan multimeter tekan kembali
tombol power maka tampilan angka pada
layar LCD akan hilang.Dan jika kita tidak
menekan tombol power jangan kuatir
multimeter akan mati dengan sendirinya
dalam waktu 15 menit
* tampilan tegantung pada posisi selector yang
dipilih dan bisa jadi berbeda dengan gambar ini.

5.Fungsi Umum

2. Mengunci Data
Saat tombol HOLD ditekan maka pada
layar akan muncul huruf H.Pada kondisi
ini penunjukan angka pada layar akan
dikunci bahkan pada saat kita sudah
melepas
titik
pengukuran.
Untuk
menonkatifkan tekan kembali tombol
HOLD

3. Menyalakan Lampu
Pada
kondisi
tertentu
pengukuran
dilakukan pada tempat yang gelap dan
menyebabkan hasil pengukuran susah
dibaca. Multimeter ini dilengkapi dengan
tombol LIGHT sehingga layar LCD
dapat menyala di kegelapan dan akan
mati dengan sendirinya 7 detik.
10

5.Fungsi Umum
Area selector
pengukuran
kontinuitas, resistansi
Area selector untuk
mengukur induktansi
Area selector
pengukuran
tegangan DC
Area selector untuk
mengukur kapasitas
kondensator/kapasitor

Area selector untuk


mengukur arus DC

Area selector untuk


mengukur arus AC

11

Selector untuk
mengukur faktor
penguatan transistor

Area Selector
pengukuran
tegangan AC

Selector pengukuran:
1. Dioda
2. Kontinuitas (sambungan
dengan indikator angka dan
suara)

6. Fitur
Indikator

Sensor Deteksi
Tegangan AC

Deteksi Tegangan AC tanpa kontak


Peganglah multimeter dan arah sensor deteksi ke kabel listrik yang sudah terhubung
dengan kabel listrik. Jika tegangan listrik > 110 V maka lampu indikator akan menyala.
Note :
Bila lampu tidak menyala, mungkin tegangan masih mengalir di kabel. Jangan
menyimpulkan bahwa tidak ada tegangan yang mengalir. Kemampuan sensor
medeteksi tergantung dari desain soket, ketebalan lapisan insultor dan banyak faktor
lainnya.
Pada saat pengukuran walau posisi sensor tidak berada didekat kabel, lampu
indikator mungkin kadang-kadang akan menyala.

Saat pengetesan jauhkan alat dari sumber gangguan elektrik seperti lampu neon,
lampu dim, motor penggerak dll.
12
10

7. Prinsip Dasar Pengukuran


1. Pengukuran Tegangan/Arus Yang Sudah Diketahui
Bila sudah mengetahui tegangan/arus yang akan diukur DC/AC, selanjutnya tinggal
memilih selector yang lebih tinggi dari tegangan atau arus yang kita ukur.
Contoh:
Baterai motor yang akan diukur memiliki spesifikasi tertulis yaitu 12 VDC maka area
selector yang dipilih berada di pengukuran tegangan DC. Posisi selector berada di
20V.

2. Pengukuran Tegangan/Arus Yang Belum Diketahui


Bila belum mengetahui tegangan/arus yang akan diukur DC/AC.

13

Yang pertama-tama dilakukan adalah mendeteksi tipe tegangan.


Contoh pada sepeda motor area kerja tegangan DC adalah bagian yang
terhubung ke battery. Sedangkan area kerja tegangan AC biasanya
berhubungan dengan sistem pengisian terutama stator dan sistem
pengapian(pulser, tegangan output CDI/ECM, Coil Ignition)

Selalu pilih selector yang paling tinggi untuk menghindari kerusakan alat.
Turunkan nilai selector bertahap sampai tegangan/arus mudah terbaca.

11

8. Dasar Pengukuran
A. Resistansi, Kontinuitas
1. Standar Konversi Satuan Resistansi
X1000

:1000

= Turun
14

X1000

:1000

Contoh 1 :
Sebuah resistor terbaca 0,12
k . Berapa (ohm) nilainya.

X1000

:1000

- Setiap turun 1 tingkat dikalikan 1000


- Setiap naik 1 tingkat dibagi 1000

= Naik

Jawab:
Nilai = 0,12 k X 1000
Nilai = 120
Contoh 2 :
Sebuah resistor terbaca 200
k . Berapa M (ohm) nilainya.
Jawab:
Nilai = 200 k :1000
Nilai = 0,2 M

12

8. Dasar Pengukuran
2.Pengukuran Resistor

Tabel Resistor

Cincin 1
Cincin 2
Cincin 3
Cincin 4

Cincin 5

1 Orange 3
2 Orange 3
3 Putih
9
4 Hitam x100= 1
5 Coklat 1%
Nilai Resistor 339 1%

Titik pengukuran tidak


berpengaruh terhadap
polaritas/ bolak balik
sama
15

Warna Cincin

Hitam

x100

Coklat

x101

1%

Merah

x102

2%

Oranye

x103

Kuning

x104

Hijau

x105

Biru

x106

Ungu

x107

Abu-abu

x108

Putih

x109

Emas

X10-1

5%

Perak

X10-2

10%

Tak
Berwarana

20%

13

8. Dasar Pengukuran
3.Pengukuran Kontinuitas/Sambungan
Tampilan Layar LCD

Putus

Sambung

Note:
Tunggu beberapa detik sampai tampilan angka stabil,
Kalau tidak stabil ulangi lg pengukuran

16

14

8. Dasar Pengukuran
B. Tegangan DC (VDC)/AC (VAC)
1. Standar Konversi Satuan Volt
Satuan yang biasa digunakan kV,V,mV

kV (kilo)

:1000

Contoh 1 :
Sebuah tegangan terbaca 1V
Berapa mV nilainya.

X1000

mV (mili)

:1000

:1000

= Turun
17

X1000

Jawab:
Nilai V = 1 V X 1000
Nilai V = 1000 mV

X1000

V(mikro)

Contoh 2 :
Sebuah tegangan terbaca
2000 V . Berapa kV nilainya.
Jawab:
Nilai V = 2000V :1000
Nilai V = 2 kV

= Naik
15

8. Dasar Pengukuran
2. Pengukuran Battery (VDC)

Nilai tegangan yang terbaca


12,46 V

Karena tegangan battery 12 V


maka setting selector berada
di angka 20 V

Perhatikan titik pengukuran


kutub (+) dan negatif (-)
18

16

8. Dasar Pengukuran
3. Pengukuran Listrik (VAC)

Nilai tegangan yang terbaca


226 Vac

Karena tegangan listrik


berada dikisaran 220 V maka
setting selector berada di
angka 750V

Tegangan PLN
19

Titik pengukuran tidak ada


perhatian khusus karena tidak
mempunyai kutub
17

8. Dasar Pengukuran
C. Pengukuran Dioda

Pada kondisi ini dioda bisa


disimpulkan OK bila pada
saat pengukuran keduaduanya terhubung atau
tidak
terhubung
sama
sekali bisa disimpulkan
dioda rusak

Terhubung

Bias Maju(forward)

Kathoda
20

Anoda

Tidak Terhubung

Bias mundur (reverse)

Anoda

Kathoda

18

8. Dasar Pengukuran
D. Pengecekan kontinuitas dengan Buzzer

Pada prinsipnya buzzer digunakan untuk mengukur


kontinuitas ( sambungan) karena mempunyai batas
ukur 30.
Ada 3 kondisi yang wajib diperhatikan saat
melakukan penegecekan yaitu ;
1.
2.

3.

21

Bunyi keras disertai penunjukkan angka seperti


yang terlihat disamping menandakan kabel
tersambung dengan tanpa hambatan
Bunyi Pelan disertai penunjukkan angka yang
berada di depan koma pertanda kabel
tersambung dengan hambatan yang cukup
besar. Pastikan kondisi battery OK terlebih
dahulu.
Tidak berbunyi dan penunjukkan angka tidak
berubah bisa dipastikan kabel putus. Note :
Pastikan kondisi test lead OK terlebih dahulu

19

8. Dasar Pengukuran
D. Pengukuran hFE
1. Pengenalan Transistor
Di pasaran banyak dijual berbagai jenis transistor. Tetapi yang umum digunakan adalah
jenis transistor bipolar 3 kaki dengan penanda b( basis), c(colector) , e(emitor). Dan
transistor dibagi menjadi 2 tipe yaitu NPN ( Negatif Posistif Negatif ) dan PNP ( positif,
negatif, positif).
c

e
Lambang Transistor NPN

22

e
Lambang Transistor PNP

20

8. Dasar Pengukuran
D. Pengukuran hFE
2. Identifikasi Transistor dari huruf yang tertera
Terkadang kita bingung kalau melihat tulisan yang berada di body transistor. Kali ini
akan dibahas mengenai tulisan yang ada di transistor sebagai berikut :
a) Transistor Amerika
Transistor Amerika ditandai dengan angka dan huruf 2N di depannya.
Contoh: 2N3055
2
Transistor
N
Non Heating ( tanpa elemen pemanas)
3055 Kode Produksi
Tapi dalam perkembangannya banyak pabrik yang mempunyai identifikasi sendiri
contoh : TIP31A, TIP41, SX4058, MJ2955, MJE13007, MPSA42, FCS9012.

23

21

8. Dasar Pengukuran
D. Pengukuran hFE
2. Identifikasi Transistor dari huruf yang tertera
b) Transistor Jepang
Transistor Jepang adalah transistor yang diproduksi oleh perusahaan jepang dan
paling banyak digunakan di peralatan elektronika.Transistor buatan jepang lebih
mudah dibaca.
Contoh: 2 SA1006
2
Transistor
S
Semiconductor
A
PNP Frekwensi Tinggi selain itu : B PNP frekwensi rendah
C NPN frekwensi tinggi
D Transistor Daya
1006 Kode Pabrik
Dalam prakteknya sering hanya dituliskan A1006

24

22

8. Dasar Pengukuran
D. Pengukuran hFE
2. Identifikasi Transistor dari huruf yang tertera
c) Transistor Eropa
Sama seperti contoh transitor diatas. Transitor eropa dibuat oleh pabrik dari eropa.
Contoh: AC 128
A
Transistor Silikon selain itu B Transitor Germanium
C
Umum frekwensi rendah selain itu : D Transistor Daya
F Transistor Frekwensi tinggi
128
Kode Pabrik
Dalam perkembangannya ada penambahan untuk huruf kedua yaitu huruf L, S,
dan U, dan huruf ketiga, yaitu huruf Q, R, T, V, W, X, dan Y yang kesemuanya
menunjukkan transistor untuk fungsi tertentu yang telah ditetapkan oleh pabrik
pembuatnya.

25

23

8. Dasar Pengukuran
D. Pengukuran hFE
3. Cara menentukan titik basis,colector, emitor dengan multitester
Bila melihat sebuah transistor dan kita mengetahui bahwa masing-masing kaki transistor
berbeda-beda dan tidak ada penanda/identiifikasi yang menyebutkan secara jelas
mana b,c, atau e. Berikut adalah salah satu cara untuk menentukan kutub b,c, e:
1.
2.

3.

26

Atur selector avo pada posisi


200 atau 2 k
Transistor NPN dengan cara
hubungkan test lead merah ke
bagian
pingir
kemudian
hubungkan test lead hitam ke
tengah dan pinngir yang
berlawanan.
Kalau
jarum
bergerak di dua percobaan
berarti titik di test lead merah
adalah
basis
sedangkan
bagian tengah collector dan
pinggir kiri adalah emitor .
Transistor PNP kebalikan dari
NPN.
Ulangi langkah ke 2 untuk
bagian tengah dan pinggir
kiri.

Gambar 1

Pinggir Kanan

Tengah

Pinggir Kiri

Ilustrasi Pengukuran Transistor NPN

24

8. Dasar Pengukuran
D. Pengukuran hFE
4. Apa itu hFE
hFE adalah faktor penguatan transistor. Sebagai contoh sebuah transistor mempunyai
angka hFE 500, bila arus di basis (b) sebesar 1mA maka arus yang mengalir dari
colector (c) ke emitor (e) adalah 1mAX500 = 500 mA.
Masing-masing transistor mempunyai karakteristik penguatan yang berbeda.
Ic
c

Ib

hFE =

Ic
Ib

Ie

Penjelasan

Diibaratkan sebuah sistem pengaturan air arus yang


mengalir di E sangat tergantung dari seberapa lama dan
lebar bukaan dari pintu air B. Tergantung juga seberapa
kuat arus yang mengalir di C. Saat pintu air B terbuka arus
C mengalir ke E
27

25

8. Dasar Pengukuran
D. Pengukuran hFE
4. Pengukuran Transistor
Multimeter dilengkapi dengan socket tambahan untuk mempermudah melakukan
pengukuran hFE.
Prosedur :
1.
2.
3.
4.
5.

28

Putar selector kearah hFE


Masukan socket tambahan ke multimeter
Hidupkan multimeter
Masukan transistor ke socket tambahan
Lihat penunjukan di layar multimeter

26

8. Dasar Pengukuran
E. Pengukuran arus AC dan DC
1. Standar Konversi Satuan Arus
Satuan yang biasa digunakan A,mA,A
A (Amper)

X1000

mA (mili)

:1000

X1000

nA(nano)

:1000
:1000

= Turun

Jawab:
Nilai V = 2,5 X 1000
Nilai V = 2500 mA

X1000

A(mikro)

:1000

29

Contoh 1 :
Sebuah kapasitor terbaca 2,5
A Berapa mA nilainya?

X1000

pA(piko)

= Naik

Contoh 2 :
Sebuah kapasitor terbaca 250
mA Berapa A nilainya?

Jawab:
Nilai V = 250 : 1000
Nilai V = 0,25 mA

8. Dasar Pengukuran
E. Pengukuran arus AC dan DC
2. Dasar Pengukuran Arus
Untuk pengukuran arus AC dan DC sebetulnya sama yang perlu diperhatikan adalah
selector yang harus dipilih untuk mengukur arus AC atau DC

AC
atau
Perhatikan
Posisi
Selector

30

DC

27

8. Dasar Pengukuran
F. Pengukuran Capasitor
1. Kapasitor Tetap
a) Kapasitor Keramik
Untuk kapasitor keramik mempunyai satuan dasar pF (nano Farad)
Cara Pembacaan :
Batas tegangan maksimal 25 V
Nilai kapasitor :
104 angka 4 menunjukkan X10000
Nilai kapasitor = 10 X10000
Nilai kapasitor = 100.000 pF 100 nF
b) Kapasitor Elektrolit (Elco)
Kutub (-)

Kutub (+)

31

Batas tegangan maksimal 25 V

4700 F

28

8. Dasar Pengukuran
F. Pengukuran Capasitor
1. Kapasitor Tetap
c) Kapasitor Polyster

e) Kapasitor Mika

32

d) Kapasitor Kertas

f)

Kapasitor Tantalum

29

8. Dasar Pengukuran
F. Pengukuran Capasitor
1. Kapasitor Variabel
a) Varicap (Variabel Capasitor)

b) Trimmer Capasitor

33

30

8. Dasar Pengukuran
F. Pengukuran Capasitor
2. Standar Konversi Satuan Farad
Satuan yang biasa digunakan A,mA,A
F (Farad)

X1000

mF (mili)

:1000

X1000

nF(nano)

:1000
:1000

= Turun

Jawab:
Nilai V = 25 X 1000
Nilai V = 25000 nF

X1000

F(mikro)

:1000

34

Contoh 1 :
Sebuah kapasitor terbaca 25
F Berapa nF nilainya?

X1000

pF(piko)

Contoh 2 :
Sebuah kapasitor terbaca
15.000 nF Berapa F nilainya?

Jawab:
Nilai V = 15.000 : 1000
Nilai V = 15 F

= Naik
31

8. Dasar Pengukuran
F. Pengukuran Capasitor
3. Pengukuran Kapasitor

35

32

8. Dasar Pengukuran
G. Pengukuran Lilitan (induktor)
1. Pengertian Lilitan (induktor)
Induktor atau kumparan adalah salah satu komponen pasif elektronika yang tersusun
dari lilitan kawat dan bisa menghasilkan medan magnet bila dialiri arus listrik dan
sebaliknya bisa menghasilkan listrik bila diberi medan magnet. Satuan pengukuran
untuk lilitan adalah H (Henry)
Ada beberapa fungsi dari induktor antara lain :
1. Penyimpan arus listrik dalam bentuk medan magnet
2. Menahan arus bolak-balik ( AC )
3. Meneruskan/meloloskan arus searah ( DC )
4. Sebagai penapis (filter) Sebagai penalaan (tuning)
5. Kumparan/coil ada yang memiliki inti udara, inti besi, atau inti ferit
6. Tempat terjadinya gaya magnet
7. Pelipat ganda tegangan
8. Pembangkit getaran

36

33

8. Dasar Pengukuran
G. Pengukuran Lilitan
2. Standar Konversi Satuan Henry
Satuan yang biasa digunakan H,mH

X1000
H (Henry)
X1000
mH (mili)

:1000

X1000
H(mikro)
:1000
nH(nano)

X1000

:1000
pH(piko)
:1000

= Turun
37

= Naik
34

8. Dasar Pengukuran
G. Pengukuran Lilitan (induktor)
3. Pengukuran Lilitan (induktor)

38

35