Anda di halaman 1dari 42

Unsur Hara Makro

Unsur Hara Makro adalah unsur-unsur hara yang dibutuhkan tumbuhan dalam jumlah yang relatif
besar. Daftarnya adalah sebagai berikut :

1. Nitrogen (N)
Unsur Nitrogen dengan lambang unsur N, sangat berperan dalam pembentukan sel tanaman,
jaringan, dan organ tanaman. Nitrogen memiliki fungsi utama sebagai bahan sintetis klorofil,
protein, dan asam amino. Oleh karena itu unsur Nitrogen dibutuhkan dalam jumlah yang cukup
besar, terutama pada saat pertumbuhan memasuki fase vegetatif. Bersama dengan
unsurFosfor (P), Nitrogen ini digunakan dalam mengatur pertumbuhan tanaman secara
keseluruhan.
Terdapat 2 bentuk Nitrogen, yaitu Ammonium (NH4) dan Nitrat (NO3). Berdasarkan sejumlah
penelitian para ahli, membuktikan Ammonium sebaiknya tidak lebih dari 25% dari total
konsentrasi Nitrogen. Jika berlebihan, sosok tanaman menjadi besar tetapi rentan terhadap
serangan penyakit. Nitrogen yang berasal dari amonium akan memperlambat pertumbuhan
karena mengikat karbohidrat sehingga pasokan sedikit. Dengan demikian cadangan makanan
sebagai modal untuk berbunga juga akan minimal. Akibatnya tanaman tidak mampu berbunga.
Seandainya yang dominan adalah Nitrogen bentuk Nitrat , maka sel-sel tanaman akan kompak
dan kuat sehingga lebih tahan penyakit. Untuk mengetahui kandungan N dan bentuk Nitrogen
dari pupuk bisa dilihat dari kemasan.
Kekurangan Nitrogen
Ciri-ciri tanaman yang kekurangan Nitrogen dapat dikenali dari daun bagian bawah. Daun pada
bagian tersebut menguning karena kekurangan klorofil. Pada proses lebih lanjut, daun akan
mengering dan rontok. Tulang-tulang di bawah permukaan daun muda akan tampak pucat.
Pertumbuhan tanaman melambat, kerdil dan lemah. Akibatnya produksi bunga dan biji pun akan
rendah.
Kelebihan Nitrogen
Kelebihan jumlah Nitrogen pun perlu diwaspadai. Ciri-ciri tanaman apabila unsur N-nya berlebih
adalah warna daun yang terlalu hijau, tanaman rimbun dengan daun. Proses pembuangan
menjadi lama. Adenium bakal bersifat sekulen karena mengandung banyak air. Hal itu
menyebabkan tanaman rentan terhadap serangan jamur dan penyakit, serta mudah roboh.
Produksi bunga pun akan menurun.

2. Fosfor atau Phosphor (P)


Unsur Fosfor (P) merupakan komponen penyusun dari beberapa enzim, protein, ATP, RNA, dan
DNA. ATP penting untuk proses transfer energi, sedangkan RNA dan DNA menentukan sifat
genetik dari tanaman. Unsur P juga berperan pada pertumbuhan benih, akar, bunga, dan buah.
Pengaruh terhadap akar adalah dengan membaiknya struktur perakaran sehingga daya serap
tanaman terhadap nutrisi pun menjadi lebih baik.
Bersama dengan unsur Kalium, Fosfor dipakai untuk merangsang proses pembungaan. Hal itu
wajar sebab kebutuhan tanaman terhadap fosfor meningkat tinggi ketika tanaman akan
berbunga.
Kekurangan Phosphor (P)
Ciri-ciri dimulai dari daun tua menjadi keunguan dan cenderung kelabu. Tepi daun menjadi
cokelat, tulang daun muda berwarna hijau gelap. Hangus, pertumbuhan daun kecil, kerdil, dan
akhirnya rontok. Fase pertumbuhan lambat dan tanaman kerdil.
Kelebihan Phosphor (P)
Kelebihan P menyebabkan penyerapan unsur lain terutama unsur mikro seperti besi (Fe) ,
tembaga (Cu) , dan seng (Zn) terganggu. Namun gejalanya tidak terlihat secara fisik pada
tanaman.

3. Kalium (K)
Unsur Kalium berperan sebagai pengatur proses fisiologi tanaman seperti fotosintetis, akumulasi,
translokasi, transportasi karbohidrat, membuka menutupnya stomata, atau mengatur distribusi air
dalam jaringan dan sel. Kekurangan unsur ini menyebabkan daun seperti terbakardan akhirnya
gugur.
Unsur kalium berhubungan erat dengan kalsium dan magnesium. Ada sifat antagonisme antara
kalium dan kalsium. Dan juga antara kalium dan magnesium. Sifat antagonisme ini
menyebabkan kekalahan salah satu unsur untuk diserap tanaman jika komposisinya tidak
seimbang. Unsur kalium diserap lebih cepat oleh tanaman dibandingkan kalsium dan
magnesium. Jika unsur kalium berlebih gejalanya sama dengan kekurangan magnesium.
Sebab , sifat antagonisme antara kalium dan magnesium lebih besar daripada sifat antagonisme
antara kalium dan kalsium. Kendati demkian , pada beberapa kasus , kelebihan kalium gejalanya
mirip tanaman kekurangan kalsium.
Kekurangan Kalium

Kekurangan K terlihat dari daun paling bawah yang kering atau ada bercak hangus. Kekurangan
unsur ini menyebabkan daun seperti terbakardan akhirnya gugur. Bunga mudah rontok dan
gugur. Tepi daun hangus, daun menggulung ke bawah, dan rentan terhadap serangan penyakit.
Kelebihan Kalium
Kelebihan K menyebabkan penyerapan Ca dan Mg terganggu. Pertumbuhan tanaman
terhambat. sehingga tanaman mengalami defisiensi.

4. Magnesium (Mg)
Magnesium adalah aktivator yang berperan dalam transportasi energi beberapa enzim di dalam
tanaman. Unsur ini sangat dominan keberadaannya di daun , terutama untuk ketersediaan
klorofil. Jadi kecukupan magnesium sangat diperlukan untuk memperlancar proses fotosintesis.
Unsur itu juga merupakan komponen inti pembentukan klorofil dan enzim di berbagai proses
sintesis protein.
Kekurangan magnesium menyebabkan sejumlah unsur tidak terangkut karena energi yang
tersedia sedikit. Yang terbawa hanyalah unsur berbobot ringan seperti nitrogen. Akibatnya
terbentuk sel-sel berukuran besar tetapi encer. Jaringan menjadi lemah dan jarak antar ruas
panjang. Ciri-ciri ini persis seperti gejala etiolasi-kekurangan cahaya pada tanaman.
Kekurangan Magnesium
Muncul bercak-bercak kuning di permukaan daun tua. Hal ini terjadi karena Mg diangkut ke daun
muda. Daun tua menjadi lemah dan akhirnya mudah terserang penyakit terutama embun tepung
(powdery mildew).
Kelebihan Magnesium
Kelebihan Mg tidak menimbulkan gejala ekstrim.

5. Kalsium (Ca)
Unsur ini yang paling berperan adalah pertumbuhan sel. Ia komponen yang menguatkan , dan
mengatur daya tembus , serta merawat dinding sel. Perannya sangat penting pada titik tumbuh
akar. Bahkan bila terjadi defiensi Ca , pembentukan dan pertumbuhan akar terganggu , dan
berakibat penyerapan hara terhambat. Ca berperan dalam proses pembelahan dan
perpanjangan sel , dan mengatur distribusi hasil fotosintesis.
Kekurangan Kalsium

Gejala kekurangan kalsium yaitu titik tumbuh lemah , terjadi perubahan bentuk daun ,
mengeriting , kecil , dan akhirnya rontok. Kalsium menyebabkan tanaman tinggi tetapi tidak
kekar. Karena berefek langsung pada titik tumbuh maka kekurangan unsur ini menyebabkan
produksi bunga terhambat. Bunga gugur juga efek kekurangan kalsium.
Kelebihan Kalsium
Kelebihan kalsium tidak berefek banyak , hanya mempengaruhi pH tanah.

6. Belerang atau Sulfur (S)


Kelebihan Sulfur
Pada umumnya belerang dibutuhkan tanaman dalam pembentukan asam amino sistin, sistein
dan metionin. Disamping itu S juga merupakan bagian dari biotin, tiamin, ko-enzim A dan
glutationin. Diperkirakan 90% S dalam tanaman ditemukan dalam bentuk asam amino, yang
salah satu fungsi utamanya adalah penyusun protein yaitu dalam pembentukan ikatan disulfida
antara rantai-rantai peptida. Belerang (S) merupakan bagian (constituent) dari hasil metabolisme
senyawa-senyawa kompleks. Belerang juga berfungsi sebagai aktivator, kofaktor atau regulator
enzim dan berperan dalam proses fisiologi tanaman
Kekurangan Sulfur
Jumlah S yang dibutuhkan oleh tanaman sama dengan jumlah fosfor (P). Kekahatan S
menghambat sintesis protein dan hal inilah yang dapat menyebabkan terjadinya klorosis seperti
tanaman kekurangan nitrogen. Kahat S lebih menekan pertumbuhan tunas dari pada
pertumbuhan akar. Gejala kahat S lebih nampak pada daun muda dengan warna daun yang
menguning sebagai mobilitasnya sangat rendah di dalam tanaman (Haneklaus dan Penurunan
kandungan klorofil secara drastis pada daun merupakan gejala khas pada tanaman yang
mengalami kahat S . Kahat S menyebabkan terhambatnya sintesis protein yang berkorelasi
dengan akumulasi N dan nitrat organik terlarut.

Unsur Hara Mikro


Unsur mikro adalah unsur yang diperlukan tanaman dalam jumlah sedikit . Walaupun hanya
diserap dalam jumlah kecil , tetapi amat penting untuk menunjang keberhasilan proses-proses
dalam tumbuhan. Tanpa unsur mikro , bunga adenium tidak tampil prima. Bunga akan lunglai ,
dll. Unsur mikro itu , adalah: boron , besi , tembaga , mangan , seng , dan molibdenum.

1. Boron (B)

Boron memiliki kaitan erat dengan proses pembentukan , pembelahan dan diferensiasi , dan
pembagian tugas sel. Hal ini terkait dengan perannya dalam sintetis RNA , bahan dasar
pembentukan sel. Boron diangkut dari akar ke tajuk tanaman melalui pembuluh xylem. Di dalam
tanah boron tersedia dalam jumlah terbatas dan mudah tercuci. Kekurangan boron paling sering
dijumpai pada adenium. Cirinya mirip daun variegeta.
Kekurangan Boron
Daun berwarna lebih gelap dibanding daun normal , tebal , dan mengkerut.
Kelebihan Boron
Ujung daun kuning dan mengalami nekrosis

2. Tembaga (Cu)
Fungsi penting tembaga adalah aktivator dan membawa beberapa enzim. Dia juga berperan
membantu kelancaran proses fotosintesis. Pembentuk klorofil , dan berperan dalam funsi
reproduksi.
Kekurangan Tembaga (Cu)
Daun berwarna hijau kebiruan , tunas daun menguncup dan tumbuh kecil , pertumbuhan bunga
terhambat.
Kelebihan Tembaga (Cu)
Tanaman tumbuh kerdil , percabangan terbatas , pembentukan akar terhambat , akar menebal
dan berwarna gelap.

3. Seng atau Zinc (Zn)


Hampir mirip dengan Mn dan Mg , sengat berperan dalam aktivator enzim , pembentukan klorofil
dan membantu proses fotosintesis. Kekurangan biasanya terjadi pada media yang sudah lama
digunakan.
Kekurangan Seng (Zn)
Pertumbuhan lambat , jarak antar buku pendek , daun kerdil , mengkerut , atau menggulung di
satu sisi lalu disusul dengan kerontokan. Bakal buah menguning, terbuka, dan akhirnya gugur.
Buah pun akan lebih lemas sehingga buah yang seharusnya lurus membengkok.

Kelebihan Seng (Zn)


Kelebihan seng tidak menunjukkan dampak nyata.

4. Besi atau Ferro (Fe)


Besi berperan dalam proses pembentukan protein , sebagai katalisator pembentukan klorofil.
Besi berperan sebagai pembawa elektron pada proses fotosintetis dan respirasi , sekaligus
menjadi aktivator beberapa enzim. Unsur ini tidak mudah bergerak sehigga bila terjadi
kekurangan sulit diperbaiki. Fe paling sering bertentangan atau antagonis dengan unsur mikro
lain. Untuk mengurangi efek itu , maka Fe sering dibungkus dengan Kelat (chelate) seperti EDTA
(Ethylene Diamine Tetra-acetic Acid). EDTA adalah suatu komponen organik yang bersifat
menstabilkan ion metal. Adanya EDTA maka sifat antagonis Fe pada pH tinggi berkurang jauh. Di
pasaran dijumpai dengan merek Fe-EDTA.
Kekurangan Besi
Kekurangan besi ditunjukkan dengan gejala klorosis dan daun menguning atau nekrosa. Daun
muda tampak putih karena kurang klorofil. Selain itu terjadi karena kerusakan akar. Jika adenium
dikeluarkan dari potnya akan terlihat potongan-potongan akar yang mati.
Kelebihan Besi
Pemberian pupuk dengan kandungan Fe tinggi menyebabkan nekrosis yang ditandai dengan
munculnya bintik-bintik hitam pada daun.

5. Molibdenum (Mo)
Mo bertugas sebagai pembawa elektron untuk mengubah nitrat menjadi enzim. Unsur ini juga
berperan dalam fiksasi nitrogen.
Kekurangan Molibdenum
Ditunjukkan dengan munculnya klorosis di daun tua , kemudian menjalar ke daun muda
Kelebihan Molibdenum
Kelebihan tidak menunjukkan gejala yang nyata pada adenium.

6. Mangan (Mn)
Kelebihan Mangan

Mangan merupakan unsur mikro yang dibutuhkan tanaman dalam jumlah yang tidak terlalu
banyak. Mangan sangat berperan dalam sintesa klorofil selain itu berperan sebagai koenzim,
sebagai aktivator beberapa enzim respirasi, dalam reaksi metabolisme nitrogen dan fotosintesis.
Mangan juga diperlukan untuk mengaktifkan nitrat reduktase sehingga tumbuhan yang
mengalami kekurangan mangan memerlukan sumber N dalam bentuk NH4+. Peranan mangan
dalam fotosintesis berkaitan dengan pelepasan elektron dari air dalam pemecahannya menjadi
hidrogen dan oksigen.
Fungsi unsur hara Mangan (Mn) bagi tanaman ialah:
a. Diperlukan oleh tanaman untuk pembentukan protein dan vitamin terutama vitamin C
b. Berperan penting dalam mempertahankan kondisi hijau daun pada daun yang tua
c. Berperan sebagai enzim feroksidase dan sebagai aktifator macam-macam enzim
d. Berperan sebagai komponen penting untuk lancarnya proses asimilasi
Mn diperlukan dalam kultur kotiledon selada untuk memacu pertumbuhan jumlah pucuk yang
dihasilkan. Mn dalam level yang tinggi dapat mensubstitusikan Mo dalam kultur akar tomat. Mn
dapat menggantikan fungsi Mg dalam beberapa sistem enzym tertentu seperti yang dibuktikan
oleh Hewith pada tahun 1948.
Kekurangan Mangan
Defisiensi unsur hara, atau kata lain kekurangan unsur hara, bisa menyebabkan pertumbuhan
tanaman yg tidak normal dapat disebabkan oleh adanya defisiensi satu atau lebih unsur hara,
gangguan dapat berupa gejala visual yang spesifik.
Mn merupakan penyusun ribosom dan juga mengaktifkan polimerase, sintesis protein,
karbohidrat. Berperan sebagai activator bagi sejumlah enzim utama dalam siklus krebs,
dibutuhkan untuk fungsi fotosintetik yang normal dalam kloroplas, ada indikasi dibutuhkan dalam
sintesis klorofil. Defisiensi unsure Mn antara lain : pada tanaman berdaun lebar, interveinal
chlorosis pada daun muda mirip kekahatan Fe tapi lebih banyak menyebar sampai ke daun yang
lebih tua, pada serealia bercak-bercak warna keabu-abuan sampai kecoklatan dan garis-garis
pada bagian tengah dan pangkal daun muda, split seed pada tanaman lupin.
Identifikasi Gejala defisiensi mangan bersifat relatif, seringkali defisiensi satu unsur hara
bersamaan dengan kelebihan unsur hara lainnya. Di lapangan tidak mudah membedakan gejalagejala defisiensi. Tidak jarang gangguan hama dan penyakit menyerupai gejala defisiensi unsur
hara mikro. Gejala dapat terjadi karena berbagai macam sebab.
Gejala dari defisiensi mangan memperlihatkan bintik nekrotik pada daun. Mobilitas dari mangan
adalah kompleks dan tergantung pada spesies dan umur tumbuhan sehingga awal gejalanya
dapat terlihat pada daun muda atau daun yang lebih tua.. Kekurangan mangan ditandai dengan
menguningnya bagian daun diantara tulang-tulang daun. Sedangkan tulang daun itu sendiri tetap
berwarna hijau.

7. Khlor (Cl)
Kelebihan Khlor
Terlibat dalam osmosis (pergerakan air atau zat terlarut dalam sel), keseimbangan ion yang
diperlukan bagi tanaman untuk mengambil elemen mineral dan dalam fotosintesis.
Kekurangan Khlor
Dapat menimbulkan gejala pertumbuhan daun yang kurang normal terutama pada tanaman
sayur-sayuran, daun tampak kurang sehat dan berwarna tembaga. Kadang-kadang
pertumbuhan tanaman tomat, gandum dan kapas menunjukkan gejala seperti di atas.

8. Natrium (Na)
Kelebihan Natrium
Terlibat dalam osmosis (pergerakan air) dan keseimbangan ion pada tumbuhan. Salah satu
kelebihan efek negatif Na adalah bahwa dapat mengurangi ketersediaan K.
Kekurangan Natrium
Daun-daun tenaman bisa menjadi hijau tua dan tipis. Tanaman cepat menjadi layu.

9. Cobalt (Co)
Kelebihan Cobalt
Cobalt jauh lebih tinggi untuk fiksasi nitrogen daripada amonium gizi. Tingkat kekurangan
nitrogen dapat mengakibatkan gejala defisiensi.
Kekurangan Cobalt
Mengurangi pembentukan hemoglobin dan fiksasi nitrogen

10. Silicone (Si)


Kelebihan Silicone
Si dapat meningkatkan hasil melalui peningkatan efisiensi fotosintesis dan menginduksi
ketahanan terhadap hama dan penyakit Ditemukan sebagai komponen dari dinding sel.
Tanaman dengan pasokan silikon larut menghasilkan tanaman yang lebih kuat, meningkatkan

panas dan kekeringan tanaman, toleransi silikon dapat disimpan oleh tanaman di tempat infeksi
oleh jamur untuk memerangi penetrasi dinding sel oleh jamur menyerang.
Kekurangan Silicon
Dapat mengakibatkan tanaman mudah terserang penyakit.

11. Nikel (Ni)


Kelebihan Nikel
Diperlukan untuk enzim urease untuk menguraikan urea dalam membebaskan nitrogen ke dalam
bentuk yang dapat digunakan untuk tanaman. Nikel diperlukan untuk penyerapan zat besi. Benih
perlu nikel untuk berkecambah. Tanaman tumbuh tanpa tambahan nikel akan berangsur-angsur
mencapai tingkat kekurangan saat mereka dewasa dan mulai pertumbuhan reproduksi
Kekurangan Nikel
Kekurangan dari unsur Nikel pada tanaman akan menimbulkan kegagalan dalam menghasilkan
benih yang layak.
Demikian tulisan mengenai unsur-unsur hara yang dibutuhkan oleh tanaman. Cenderung
monoton dan serius, namun semoga dapat bermanfaat

Di-sarikan-kan dari berbagai sumber, diantaranya :


1. PT. HCS, Materi Pelatihan Pertanian Peternakan Organik pola HCS, 2013
2. Chairani Hanum, Teknik Budidaya Tanaman Jilid 1, Departemen Pendidikan Nasional, 2008

http://organichcs.com/2014/05/03/unsur-makro-dan-mikro-yang-dibutuhkan-olehtanaman/

Unsur Hara Makro


Unsur Hara Makro adalah unsur-unsur hara yang dibutuhkan tumbuhan dalam
jumlah yang relatif besar. Daftarnya adalah sebagai berikut :
1. Nitrogen (N)
Unsur Nitrogen dengan lambang unsur N, sangat berperan dalam pembentukan
sel tanaman, jaringan, dan organ tanaman. Nitrogen memiliki fungsi utama
sebagai bahan sintetis klorofil, protein, dan asam amino. Oleh karena itu unsur

Nitrogen dibutuhkan dalam jumlah yang cukup besar, terutama pada saat
pertumbuhan memasuki fase vegetatif. Bersama dengan unsur Fosfor (P),
Nitrogen ini digunakan dalam mengatur pertumbuhan tanaman secara
keseluruhan.

Terdapat 2 bentuk Nitrogen, yaitu Ammonium (NH4) dan Nitrat (NO3).


Berdasarkan sejumlah penelitian para ahli, membuktikan Ammonium sebaiknya
tidak lebih dari 25% dari total konsentrasi Nitrogen. Jika berlebihan, sosok
tanaman menjadi besar tetapi rentan terhadap serangan penyakit. Nitrogen yang
berasal dari amonium akan memperlambat pertumbuhan karena mengikat
karbohidrat sehingga pasokan sedikit. Dengan demikian cadangan makanan
sebagai modal untuk berbunga juga akan minimal. Akibatnya tanaman tidak
mampu berbunga. Seandainya yang dominan adalah Nitrogen bentuk Nitrat ,
maka sel-sel tanaman akan kompak dan kuat sehingga lebih tahan penyakit.
Untuk mengetahui kandungan N dan bentuk Nitrogen dari pupuk bisa dilihat dari
kemasan.
Kekurangan Nitrogen
Ciri-ciri tanaman yang kekurangan Nitrogen dapat dikenali dari daun bagian
bawah. Daun pada bagian tersebut menguning karena kekurangan klorofil. Pada
proses lebih lanjut, daun akan mengering dan rontok. Tulang-tulang di bawah
permukaan daun muda akan tampak pucat. Pertumbuhan tanaman melambat,
kerdil dan lemah. Akibatnya produksi bunga dan biji pun akan rendah.
Kelebihan Nitrogen
Kelebihan jumlah Nitrogen pun perlu diwaspadai. Ciri-ciri tanaman apabila unsur
N-nya berlebih adalah warna daun yang terlalu hijau, tanaman rimbun dengan
daun. Proses pembuangan menjadi lama. Adenium bakal bersifat sekulen karena
mengandung banyak air. Hal itu menyebabkan tanaman rentan terhadap
serangan jamur dan penyakit, serta mudah roboh. Produksi bunga pun akan
menurun.
2. Fosfor atau Phosphor (P)
Unsur Fosfor (P) merupakan komponen penyusun dari beberapa enzim, protein,
ATP, RNA, dan DNA. ATP penting untuk proses transfer energi, sedangkan RNA
dan DNA menentukan sifat genetik dari tanaman. Unsur P juga berperan pada
pertumbuhan benih, akar, bunga, dan buah. Pengaruh terhadap akar adalah
dengan membaiknya struktur perakaran sehingga daya serap tanaman terhadap
nutrisi pun menjadi lebih baik.
Bersama dengan unsur Kalium, Fosfor dipakai untuk merangsang proses
pembungaan. Hal itu wajar sebab kebutuhan tanaman terhadap fosfor
meningkat tinggi ketika tanaman akan berbunga.
Kekurangan Phosphor (P)
Ciri-ciri dimulai dari daun tua menjadi keunguan dan cenderung kelabu. Tepi
daun menjadi cokelat, tulang daun muda berwarna hijau gelap. Hangus,

pertumbuhan daun kecil, kerdil, dan akhirnya rontok. Fase pertumbuhan lambat
dan tanaman kerdil.
Kelebihan Phosphor (P)
Kelebihan P menyebabkan penyerapan unsur lain terutama unsur mikro seperti
besi (Fe) , tembaga (Cu) , dan seng (Zn) terganggu. Namun gejalanya tidak
terlihat secara fisik pada tanaman.
3. Kalium (K)
Unsur Kalium berperan sebagai pengatur proses fisiologi tanaman seperti
fotosintetis, akumulasi, translokasi, transportasi karbohidrat, membuka
menutupnya stomata, atau mengatur distribusi air dalam jaringan dan sel.
Kekurangan unsur ini menyebabkan daun seperti terbakardan akhirnya gugur.
Unsur kalium berhubungan erat dengan kalsium dan magnesium. Ada sifat
antagonisme antara kalium dan kalsium. Dan juga antara kalium dan
magnesium. Sifat antagonisme ini menyebabkan kekalahan salah satu unsur
untuk diserap tanaman jika komposisinya tidak seimbang. Unsur kalium diserap
lebih cepat oleh tanaman dibandingkan kalsium dan magnesium. Jika unsur
kalium berlebih gejalanya sama dengan kekurangan magnesium. Sebab , sifat
antagonisme antara kalium dan magnesium lebih besar daripada sifat
antagonisme antara kalium dan kalsium. Kendati demkian , pada beberapa kasus
, kelebihan kalium gejalanya mirip tanaman kekurangan kalsium.
Kekurangan Kalium
Kekurangan K terlihat dari daun paling bawah yang kering atau ada bercak
hangus. Kekurangan unsur ini menyebabkan daun seperti terbakardan akhirnya
gugur. Bunga mudah rontok dan gugur. Tepi daun hangus, daun menggulung ke
bawah, dan rentan terhadap serangan penyakit.
Kelebihan Kalium
Kelebihan K menyebabkan penyerapan Ca dan Mg terganggu. Pertumbuhan
tanaman terhambat. sehingga tanaman mengalami defisiensi.
4. Magnesium (Mg)
Magnesium adalah aktivator yang berperan dalam transportasi energi beberapa
enzim di dalam tanaman. Unsur ini sangat dominan keberadaannya di daun ,
terutama untuk ketersediaan klorofil. Jadi kecukupan magnesium sangat
diperlukan untuk memperlancar proses fotosintesis. Unsur itu juga merupakan
komponen inti pembentukan klorofil dan enzim di berbagai proses sintesis
protein.
Kekurangan magnesium menyebabkan sejumlah unsur tidak terangkut karena
energi yang tersedia sedikit. Yang terbawa hanyalah unsur berbobot ringan
seperti nitrogen. Akibatnya terbentuk sel-sel berukuran besar tetapi encer.
Jaringan menjadi lemah dan jarak antar ruas panjang. Ciri-ciri ini persis seperti
gejala etiolasi-kekurangan cahaya pada tanaman.
Kekurangan Magnesium

Muncul bercak-bercak kuning di permukaan daun tua. Hal ini terjadi karena Mg
diangkut ke daun muda. Daun tua menjadi lemah dan akhirnya mudah terserang
penyakit terutama embun tepung (powdery mildew).
Kelebihan Magnesium
Kelebihan Mg tidak menimbulkan gejala ekstrim.
5. Kalsium (Ca)
Unsur ini yang paling berperan adalah pertumbuhan sel. Ia komponen yang
menguatkan , dan mengatur daya tembus , serta merawat dinding sel. Perannya
sangat penting pada titik tumbuh akar. Bahkan bila terjadi defiensi Ca ,
pembentukan dan pertumbuhan akar terganggu , dan berakibat penyerapan
hara terhambat. Ca berperan dalam proses pembelahan dan perpanjangan sel ,
dan mengatur distribusi hasil fotosintesis.
Kekurangan Kalsium
Gejala kekurangan kalsium yaitu titik tumbuh lemah , terjadi perubahan bentuk
daun , mengeriting , kecil , dan akhirnya rontok. Kalsium menyebabkan tanaman
tinggi tetapi tidak kekar. Karena berefek langsung pada titik tumbuh maka
kekurangan unsur ini menyebabkan produksi bunga terhambat. Bunga gugur
juga efek kekurangan kalsium.
Kelebihan Kalsium
Kelebihan kalsium tidak berefek banyak , hanya mempengaruhi pH tanah.
6. Belerang atau Sulfur (S)
Kelebihan Sulfur
Pada umumnya belerang dibutuhkan tanaman dalam pembentukan asam amino
sistin, sistein dan metionin. Disamping itu S juga merupakan bagian dari biotin,
tiamin, ko-enzim A dan glutationin. Diperkirakan 90% S dalam tanaman
ditemukan dalam bentuk asam amino, yang salah satu fungsi utamanya adalah
penyusun protein yaitu dalam pembentukan ikatan disulfida antara rantai-rantai
peptida. Belerang (S) merupakan bagian (constituent) dari hasil metabolisme
senyawa-senyawa kompleks. Belerang juga berfungsi sebagai aktivator, kofaktor
atau regulator enzim dan berperan dalam proses fisiologi tanaman
Kekurangan Sulfur
Jumlah S yang dibutuhkan oleh tanaman sama dengan jumlah fosfor (P).
Kekahatan S menghambat sintesis protein dan hal inilah yang dapat
menyebabkan terjadinya klorosis seperti tanaman kekurangan nitrogen. Kahat S
lebih menekan pertumbuhan tunas dari pada pertumbuhan akar. Gejala kahat S
lebih nampak pada daun muda dengan warna daun yang menguning sebagai
mobilitasnya sangat rendah di dalam tanaman (Haneklaus dan Penurunan
kandungan klorofil secara drastis pada daun merupakan gejala khas pada
tanaman yang mengalami kahat S . Kahat S menyebabkan terhambatnya sintesis
protein yang berkorelasi dengan akumulasi N dan nitrat organik terlarut.
Unsur Hara Mikro

Unsur mikro adalah unsur yang diperlukan tanaman dalam jumlah sedikit .
Walaupun hanya diserap dalam jumlah kecil , tetapi amat penting untuk
menunjang keberhasilan proses-proses dalam tumbuhan. Tanpa unsur mikro ,
bunga adenium tidak tampil prima. Bunga akan lunglai , dll. Unsur mikro itu ,
adalah: boron , besi , tembaga , mangan , seng , dan molibdenum.
1. Boron (B)
Boron memiliki kaitan erat dengan proses pembentukan , pembelahan dan
diferensiasi , dan pembagian tugas sel. Hal ini terkait dengan perannya dalam
sintetis RNA , bahan dasar pembentukan sel. Boron diangkut dari akar ke tajuk
tanaman melalui pembuluh xylem. Di dalam tanah boron tersedia dalam jumlah
terbatas dan mudah tercuci. Kekurangan boron paling sering dijumpai pada
adenium. Cirinya mirip daun variegeta.
Kekurangan Boron
Daun berwarna lebih gelap dibanding daun normal , tebal , dan mengkerut.
Kelebihan Boron
Ujung daun kuning dan mengalami nekrosis
2. Tembaga (Cu)
Fungsi penting tembaga adalah aktivator dan membawa beberapa enzim. Dia
juga berperan membantu kelancaran proses fotosintesis. Pembentuk klorofil ,
dan berperan dalam funsi reproduksi.
Kekurangan Tembaga (Cu)
Daun berwarna hijau kebiruan , tunas daun menguncup dan tumbuh kecil ,
pertumbuhan bunga terhambat.
Kelebihan Tembaga (Cu)
Tanaman tumbuh kerdil , percabangan terbatas , pembentukan akar terhambat ,
akar menebal dan berwarna gelap.
3. Seng atau Zinc (Zn)
Hampir mirip dengan Mn dan Mg , sengat berperan dalam aktivator enzim ,
pembentukan klorofil dan membantu proses fotosintesis. Kekurangan biasanya
terjadi pada media yang sudah lama digunakan.
Kekurangan Seng (Zn)
Pertumbuhan lambat , jarak antar buku pendek , daun kerdil , mengkerut , atau
menggulung di satu sisi lalu disusul dengan kerontokan. Bakal buah menguning,
terbuka, dan akhirnya gugur. Buah pun akan lebih lemas sehingga buah yang
seharusnya lurus membengkok.
Kelebihan Seng (Zn)
Kelebihan seng tidak menunjukkan dampak nyata.
4. Besi atau Ferro (Fe)

Besi berperan dalam proses pembentukan protein , sebagai katalisator


pembentukan klorofil. Besi berperan sebagai pembawa elektron pada proses
fotosintetis dan respirasi , sekaligus menjadi aktivator beberapa enzim. Unsur ini
tidak mudah bergerak sehigga bila terjadi kekurangan sulit diperbaiki. Fe paling
sering bertentangan atau antagonis dengan unsur mikro lain. Untuk mengurangi
efek itu , maka Fe sering dibungkus dengan Kelat (chelate) seperti EDTA
(Ethylene Diamine Tetra-acetic Acid). EDTA adalah suatu komponen organik yang
bersifat menstabilkan ion metal. Adanya EDTA maka sifat antagonis Fe pada pH
tinggi berkurang jauh. Di pasaran dijumpai dengan merek Fe-EDTA.
Kekurangan Besi
Kekurangan besi ditunjukkan dengan gejala klorosis dan daun menguning atau
nekrosa. Daun muda tampak putih karena kurang klorofil. Selain itu terjadi
karena kerusakan akar. Jika adenium dikeluarkan dari potnya akan terlihat
potongan-potongan akar yang mati.
Kelebihan Besi
Pemberian pupuk dengan kandungan Fe tinggi menyebabkan nekrosis yang
ditandai dengan munculnya bintik-bintik hitam pada daun.
5. Molibdenum (Mo)
Mo bertugas sebagai pembawa elektron untuk mengubah nitrat menjadi enzim.
Unsur ini juga berperan dalam fiksasi nitrogen.
Kekurangan Molibdenum
Ditunjukkan dengan munculnya klorosis di daun tua , kemudian menjalar ke daun
muda
Kelebihan Molibdenum
Kelebihan tidak menunjukkan gejala yang nyata pada adenium.
6. Mangan (Mn)
Kelebihan Mangan
Mangan merupakan unsur mikro yang dibutuhkan tanaman dalam jumlah yang
tidak terlalu banyak. Mangan sangat berperan dalam sintesa klorofil selain itu
berperan sebagai koenzim, sebagai aktivator beberapa enzim respirasi, dalam
reaksi metabolisme nitrogen dan fotosintesis. Mangan juga diperlukan untuk
mengaktifkan nitrat reduktase sehingga tumbuhan yang mengalami kekurangan
mangan memerlukan sumber N dalam bentuk NH4+. Peranan mangan dalam
fotosintesis berkaitan dengan pelepasan elektron dari air dalam pemecahannya
menjadi hidrogen dan oksigen.
Fungsi unsur hara Mangan (Mn) bagi tanaman ialah:
a. Diperlukan oleh tanaman untuk pembentukan protein dan vitamin terutama
vitamin C
b. Berperan penting dalam mempertahankan kondisi hijau daun pada daun yang
tua

c. Berperan sebagai enzim feroksidase dan sebagai aktifator macam-macam


enzim
d. Berperan sebagai komponen penting untuk lancarnya proses asimilasi
Mn diperlukan dalam kultur kotiledon selada untuk memacu pertumbuhan jumlah
pucuk yang dihasilkan. Mn dalam level yang tinggi dapat mensubstitusikan Mo
dalam kultur akar tomat. Mn dapat menggantikan fungsi Mg dalam beberapa
sistem enzym tertentu seperti yang dibuktikan oleh Hewith pada tahun 1948.
Kekurangan Mangan
Defisiensi unsur hara, atau kata lain kekurangan unsur hara, bisa menyebabkan
pertumbuhan tanaman yg tidak normal dapat disebabkan oleh adanya defisiensi
satu atau lebih unsur hara, gangguan dapat berupa gejala visual yang spesifik.
Mn merupakan penyusun ribosom dan juga mengaktifkan polimerase, sintesis
protein, karbohidrat. Berperan sebagai activator bagi sejumlah enzim utama
dalam siklus krebs, dibutuhkan untuk fungsi fotosintetik yang normal dalam
kloroplas, ada indikasi dibutuhkan dalam sintesis klorofil. Defisiensi unsure Mn
antara lain : pada tanaman berdaun lebar, interveinal chlorosis pada daun muda
mirip kekahatan Fe tapi lebih banyak menyebar sampai ke daun yang lebih tua,
pada serealia bercak-bercak warna keabu-abuan sampai kecoklatan dan garisgaris pada bagian tengah dan pangkal daun muda, split seed pada tanaman
lupin.
Identifikasi Gejala defisiensi mangan bersifat relatif, seringkali defisiensi satu
unsur hara bersamaan dengan kelebihan unsur hara lainnya. Di lapangan tidak
mudah membedakan gejala-gejala defisiensi. Tidak jarang gangguan hama dan
penyakit menyerupai gejala defisiensi unsur hara mikro. Gejala dapat terjadi
karena berbagai macam sebab.
Gejala dari defisiensi mangan memperlihatkan bintik nekrotik pada daun.
Mobilitas dari mangan adalah kompleks dan tergantung pada spesies dan umur
tumbuhan sehingga awal gejalanya dapat terlihat pada daun muda atau daun
yang lebih tua.. Kekurangan mangan ditandai dengan menguningnya bagian
daun diantara tulang-tulang daun. Sedangkan tulang daun itu sendiri tetap
berwarna hijau.
7. Khlor (Cl)
Kelebihan Khlor
Terlibat dalam osmosis (pergerakan air atau zat terlarut dalam sel),
keseimbangan ion yang diperlukan bagi tanaman untuk mengambil elemen
mineral dan dalam fotosintesis.
Kekurangan Khlor
Dapat menimbulkan gejala pertumbuhan daun yang kurang normal terutama
pada tanaman sayur-sayuran, daun tampak kurang sehat dan berwarna
tembaga. Kadang-kadang pertumbuhan tanaman tomat, gandum dan kapas
menunjukkan gejala seperti di atas.
8. Natrium (Na)

Kelebihan Natrium
Terlibat dalam osmosis (pergerakan air) dan keseimbangan ion pada tumbuhan.
Salah satu kelebihan efek negatif Na adalah bahwa dapat mengurangi
ketersediaan K.
Kekurangan Natrium
Daun-daun tenaman bisa menjadi hijau tua dan tipis. Tanaman cepat menjadi
layu.
9. Cobalt (Co)
Kelebihan Cobalt
Cobalt jauh lebih tinggi untuk fiksasi nitrogen daripada amonium gizi. Tingkat
kekurangan nitrogen dapat mengakibatkan gejala defisiensi.
Kekurangan Cobalt
Mengurangi pembentukan hemoglobin dan fiksasi nitrogen
10. Silicone (Si)
Kelebihan Silicone
Si dapat meningkatkan hasil melalui peningkatan efisiensi fotosintesis dan
menginduksi ketahanan terhadap hama dan penyakit Ditemukan sebagai
komponen dari dinding sel. Tanaman dengan pasokan silikon larut menghasilkan
tanaman yang lebih kuat, meningkatkan panas dan kekeringan tanaman,
toleransi silikon dapat disimpan oleh tanaman di tempat infeksi oleh jamur untuk
memerangi penetrasi dinding sel oleh jamur menyerang.
Kekurangan Silicon
Dapat mengakibatkan tanaman mudah terserang penyakit.
11. Nikel (Ni)
Kelebihan Nikel
Diperlukan untuk enzim urease untuk menguraikan urea dalam membebaskan
nitrogen ke dalam bentuk yang dapat digunakan untuk tanaman. Nikel
diperlukan untuk penyerapan zat besi. Benih perlu nikel untuk berkecambah.
Tanaman tumbuh tanpa tambahan nikel akan berangsur-angsur mencapai tingkat
kekurangan saat mereka dewasa dan mulai pertumbuhan reproduksi
Kekurangan Nikel
Kekurangan dari unsur Nikel pada tanaman akan menimbulkan kegagalan dalam
menghasilkan benih yang layak.
Demikian tulisan mengenai unsur-unsur hara yang dibutuhkan oleh tanaman.
Cenderung monoton dan serius, namun semoga dapat bermanfaat

http://organichcs.com/2014/05/03/unsur-makro-dan-mikro-yang-dibutuhkan-olehtanaman/

Fungsi Unsur Hara Makro (NPK):

Banyak para hobiis dan pencinta tanaman hias, bertanya tentang komposisi
kandungan pupuk dan prosentase kandungan N, P dan K yang tepat untuk
tanaman yang bibit, remaja atau dewasa/indukan. Berikut ini adalah fungsifungsi masing-masing unsur tersebut :

Nitrogen (N):
1.

Merangsang pertumbuhan tanaman secara keseluruhan.

2.

Merupakan bagian dari sel ( organ ) tanaman itu sendiri.

3.

Berfungsi untuk sintesa asam amino dan protein dalam tanaman.

4.

Merangsang pertumbuhan vegetatif ( warna hijau ) seperti daun.

5.
Tanaman yang kekurangan unsur N gejalanya : pertumbuhan lambat/kerdil,
daun hijau kekuningan, daun sempit, pendek dan tegak, daun-daun tua cepat
menguning dan mati.
Phospat (P):
1.

Berfungsi untuk pengangkutan energi hasil metabolisme dalam tanaman

2.

Merangsang pembungaan dan pembuahan.

3.

Merangsang pertumbuhan akar.

4.

Merangsang pembentukan biji.

5.

Merangsang pembelahan sel tanaman dan memperbesar jaringan sel.

6.
Tanaman yang kekurangan unsur P gejaalanya : pembentukan buah/dan biji
berkurang, kerdil, daun berwarna keunguan atau kemerahan ( kurang sehat )
Kalium (K):
1.
Berfungsi dalam proses fotosintesa, pengangkutan hasil asimilasi, enzim
dan mineral termasuk air.
2.

Meningkatkan daya tahan/kekebalan tanaman terhadap penyakit.

3.
Tanaman yang kekurangan unsur K gejalanya : batang dan daun menjadi
lemas/rebah, daun berwarna hijau gelap kebiruan tidak hijau segar dan sehat,
ujung daun menguning dan kering, timbul bercak coklat pada pucuk daun.
Unsur Hara Mikro yang Dibutuhkan Tanaman

Unsur hara mikro yang dibutuhkan tanaman dalam jumlah kecil antara lain
Besi(Fe), Mangaan(Mn), Seng (Zn), Tembaga (Cu), Molibden (Mo), Boron (B),
Klor(Cl). Berikut tuilsan dari Setio Budi Wiharto (09417/PN) dari UGM Jogjakarta.

Besi (Fe)

.0001pt; margin: 0cm;"> Besi (Fe) merupakan unsure mikro yang diserap dalam
bentuk ion feri (Fe3+) ataupun fero (Fe2+). Fe dapat diserap dalam bentuk
khelat (ikatan logam dengan bahan organik). Mineral Fe antara lain olivin (Mg,
Fe)2SiO, pirit, siderit (FeCO3), gutit (FeOOH), magnetit (Fe3O4), hematit (Fe2O3)
dan ilmenit (FeTiO3) Besi dapat juga diserap dalam bentuk khelat, sehingga
pupuk Fe dibuat dalam bentuk khelat. Khelat Fe yang biasa digunakan adalah FeEDTA, Fe-DTPA dan khelat yang lain. Fe dalam tanaman sekitar 80% yang
terdapat dalam kloroplas atau sitoplasma. Penyerapan Fe lewat daundianggap
lebih cepat dibandingkan dengan penyerapan lewat akar, terutama pada
tanaman yang mengalami defisiensi Fe. Dengan demikian pemupukan lewat
daun sering diduga lebih ekonomis dan efisien. Fungsi Fe antara lain sebagai
penyusun klorofil, protein, enzim, dan berperanan dalam perkembangan
kloroplas. Sitokrom merupakan enzim yang mengandung Fe porfirin. Kerja
katalase dan peroksidase digambarkan secara ringkas sebagai berikut:

a. Catalase : H2O + H2O O2 + 2H2O

b. Peroksidase : AH2 + H2O A + H2O

Fungsi lain Fe ialah sebagai pelaksana pemindahan electron dalam proses


metabolisme. Proses tersebut misalnya reduksi N2, reduktase solfat, reduktase
nitrat. Kekurangan Fe menyebabakan terhambatnya pembentukan klorofil dan
akhirnya juga penyusunan protein menjadi tidak sempurna Defisiensi Fe
menyebabkan kenaikan kaadar asam amino pada daun dan penurunan jumlah
ribosom secara drastic. Penurunan kadar pigmen dan protein dapat disebabkan

oleh kekurangan Fe. Juga akan mengakibatkan pengurangan aktivitas semua


enzim.

Mangaan (Mn)

Mangaan diserap dalam bentuk ion Mn++. Seperti hara mikro lainnya, Mn
dianggap dapat diserap dalam bentuk kompleks khelat dan pemupukan Mn
sering disemprotkan lewat daun. Mn dalam tanaman tidak dapat bergerak atau
beralih tempat dari logam yang satu ke organ lain yang membutuhkan. Mangaan
terdapat dalam tanah berbentuk senyawa oksida, karbonat dan silikat dengan
nama pyrolusit (MnO2), manganit (MnO(OH)), rhodochrosit (MnCO3) dan
rhodoinit (MnSiO3). Mn umumnya terdapat dalam batuan primer, terutama
dalam bahan ferro magnesium. Mn dilepaskan dari batuan karena proses
pelapukan batuan. Hasil pelapukan batuan adalah mineral sekunder terutama
pyrolusit (MnO2) dan manganit (MnO(OH)). Kadar Mn dalam tanah berkisar
antara 300 smpai 2000 ppm. Bentuk Mn dapat berupa kation Mn++ atau
mangan oksida, baik bervalensi dua maupun valensi empat. Penggenangan dan
pengeringan yang berarti reduksi dan oksidasi pada tanah berpengaruh terhadap
valensi Mn.

Mn merupakan penyusun ribosom dan juga mengaktifkan polimerase, sintesis


protein, karbohidrat. Berperan sebagai activator bagi sejumlah enzim utama
dalam siklus krebs, dibutuhkan untuk fungsi fotosintetik yang normal dalam
kloroplas,ada indikasi dibutuhkan dalam sintesis klorofil. Defisiensi unsure Mn
antara lain : pada tanaman
berdaun lebar, interveinal chlorosis pada daun muda mirip kekahatan Fe tapi
lebih banyak menyebar sampai ke daun yang lebih tua, pada serealia bercakbercak warna keabu-abuan sampai kecoklatan dan garis-garis pada bagian
tengah dan pangkal daun muda, split seed pada tanaman lupin.

Seng (Zn)

Zn diserap oleh tanaman dalam bentuk ion Zn++ dan dalam tanah alkalis
mungkin diserap dalam bentuk monovalen Zn(OH)+. Di samping itu, Zn diserap
dalm bentuk kompleks khelat, misalnya Zn-EDTA. Seperti unsure mikro lain, Zn
dapat diserap lewat daun. Kadr Zn dalam tanah berkisar antara 16-300 ppm,
sedangkan kadar Zn dalam tanaman berkisar antara 20-70 ppm. Mineral Zn yang
ada dalam tanah antara lain sulfida (ZnS), spalerit [(ZnFe)S], smithzonte
(ZnCO3), zinkit (ZnO), wellemit (ZnSiO3 dan ZnSiO4). Fungsi Zn antara lain :
pengaktif enim anolase, aldolase, asam oksalat dekarboksilase, lesitimase,sistein
desulfihidrase, histidin deaminase, super okside demutase (SOD),
dehidrogenase, karbon anhidrase, proteinase dan peptidase. Juga berperan
dalam biosintesis auxin, pemanjangan sel dan ruas batang.

Ketersediaan Zn menurun dengan naiknya pH, pengapuran yang berlebihan


sering menyebabkan ketersediaaan Zn menurun. Tanah yang mempunyai pH
tinggi sering menunjukkan adanya gejala defisiensi Zn, terytama pada tanah
berkapur.

Adapun gejala defisiensi Zn antara lain : tanaman kerdil, ruas-ruas batang


memendek, daun mengecil dan mengumpul (resetting) dan klorosis pada daundaun muda dan intermedier serta adanya nekrosis.

Tembaga (Cu)

Tembaga (Cu) diserap dalam bentuk ion Cu++ dan mungkin dapat diserap dalam
bentuk senyaewa kompleks organik, misalnya Cu-EDTA (Cu-ethilen diamine tetra
acetate acid) dan Cu-DTPA (Cu diethilen triamine penta acetate acid). Dalam
getah tanaman bik dalam xylem maupun floem hampir semua Cu membentuk
kompleks senyawa dengan asam amino. Cu dalam akar tanaman dan dalam
xylem > 99% dalam bentuk kompleks.

Dalam tanah, Cu berbentuk senyawa dengan S, O, CO3 dan SiO4 misalnya


kalkosit (Cu2S), kovelit (CuS), kalkopirit (CuFeS2), borinit (Cu5FeS4), luvigit
(Cu3AsS4), tetrahidrit [(Cu,Fe)12SO4S3)], kufirit (Cu2O), sinorit (CuO), malasit
[Cu2(OH)2CO3], adirit [(Cu3(OH)2(CO3)], brosanit [Cu4(OH)6SO4].

Kebanyakan Cu terdapat dalam kloroplas (>50%) dan diikat oleh plastosianin.


Senyawa ini mempunyai berat molekul sekitar 10.000 dan masing-masing
molekul mengandung satu atom Cu. Hara mikro Cu berpengaruh pafda klorofil,
karotenoid, plastokuinon dan plastosianin.
Fungsi dan peranan Cu antara lain : mengaktifkan enzim sitokrom-oksidase,
askorbit-oksidase, asam butirat-fenolase dan laktase. Berperan dalam
metabolisme protein dan karbohidrat, berperan terhadap perkembangan
tanaman generatif, berperan terhadap fiksasi N secara simbiotis dan
penyusunan lignin.Adapun gejala defisiensi / kekurangan Cu antara lain :
pembungaan dan pembuahan terganggu, warna daun muda kuning dan kerdil,
daun-daun lemah, layu dan pucuk mongering serta batang dan tangkai daun
lemah.

Molibden (Mo)

Molibden diserap dalam bentuk ion MoO4-. Variasi antara titik kritik dengan
toksis relatif besar. Bila tanaman terlalu tinggi, selain toksis bagi tanaman juga

berbahaya bagi hewan yang memakannya. Hal ini agak berbeda dengan sifat
hara mikro yang lain. Pada daun kapas, kadar Mo sering sekitar 1500 ppm.
Umumnya tanah mineral cukup mengandung Mo. Mineral lempung yang terdapat
di dalam tanah antara lain molibderit (MoS), powellit (CaMo)3.8H2O. Molibdenum
(Mo) dalam larutan sebagai kation ataupun anion. Pada tanah gambut atau tanah
organik sering terlihat adanya gejala defisiensi Mo. Walaupun demikian dengan
senyawa organik Mo membentuk senyawa khelat yang melindungi Mo dari
pencucian air. Tanah yang disawahkan menyebabkan kenaikan ketersediaan Mo
dalam tanah. Hal ini disebabkan karena dilepaskannya Mo dari ikatan Fe (III)
oksida menjadi Fe (II) oksida hidrat.

Fungsi Mo dalam tanaman adalah mengaktifkan enzim nitrogenase, nitrat


reduktase dan xantine oksidase. Gejala yang timbul karena kekurangan Mo
hampir menyerupai kekurangan N. Kekurangan Mo dapat menghambat
pertumbuhan tanaman, daun menjadi pucat dan mati dan pembentukan bunga
terlambat. Gejala defisiensi Mo dimulai dari daun tengah dan daun bawah. Daun
menjadi kering kelayuan, tepi daun menggulung dan daun umumnya sempit. Bila
defisiensi berat, maka lamina hanya terbentuk sedikit sehingga kelihatan tulangtulang daun lebih dominan.

Boron (B)

Boron dalam tanah terutama sebagai asam borat (H2BO3) dan kadarnya berkisar
antara 7-80 ppm. Boron dalam tanah umumnya berupa ion borat hidrat B(OH)4-.
Boron yang tersedia untuk tanaman hanya sekitar 5%dari kadar total boron
dalam tanah. Boron ditransportasikan dari larutan tanah ke akar tanaman
melalui proses aliran masa dan difusi. Selain itu, boron sering terdapat dalam
bentuk senyawa organik. Boron juga banyak terjerap dalam kisi mineral lempung
melalui proses substitusi isomorfik dengan Al3+ dan atau Si4+. Mineral dalam
tanah yang mengandung boron antara lain turmalin (H2MgNaAl3(BO)2Si4O2)O20
yang mengandung 3%-4% boron. Mineral tersebut terbentuk dari batuan asam
dan sedimen yang telah mengalami metomorfosis.

Mineral lain yang mengandung boron adalah kernit (Na2B4O7.4H2O), kolamit


(Ca2B6O11.5H2O), uleksit (NaCaB5O9.8H2O) dan aksinat. Boron diikat kuat oleh
mineral tanah, terutama seskuioksida (Al2O3 + Fe2O3).

Fungsi boron dalam tanaman antara lain berperanan dalam metabolisme asam
nukleat, karbohidrat, protein, fenol dan auksin. Di samping itu boron juga
berperan dalam pembelahan, pemanjangan dan diferensiasi sel, permeabilitas
membran, dan perkecambahan serbuk sari. Gejal defisiensi hara mikro ini antara
lain : pertumbuhan terhambat pada jaringan meristematik (pucuk akar), mati
pucuk (die back), mobilitas rendah, buah yang sedang berkembang sngat rentan,
mudah terserang penyakit.

http://kp4k.kulonprogokab.go.id/article-8-unsur-hara-dalam-tanah.html

Fosfor (P)
Unsur fosfor merupakan zat penting tetapi slalu dalam keadaan kurang di dalam
tanah. Unsur P Sangat penting sebagai sumber energi oleh karena itu
kekurangan fosfor dapat menghambat pertumbuhan dan reaksi metabolisme
tanaman. Selain itu kandungan fosfor pada tanaman membantu dalam
pertumbuhan bunga,buah,dan biji. Jika tanaman kekurangan fosfor akan
menyebabkan daun dan batang kecil,daun berwarna hijau tua keabuabuan,mengkilap dan terlihat pigmen merah pada bagian bawah daun lalu mati.
c). Kalsium (Ca)
Air yang dibutuhkan tanaman untuk hidup penyerapannya sangat dibantu oleh
kalsium.
d). Kalium (K)
Diambil/diserap tanaman dalam bentuk : K+
Fungsi Kalium bagi tanaman adalah :
a. Membantu pembentukan protein dan karbohidrat.
b. Berperan memperkuat tubuh tanaman, mengeraskan jerami dan bagian kayu
tanaman,
agar daun, bunga dan buah tidak mudah gugur.
c. Meningkatkan daya tahan tanaman terhadap kekeringan dan penyakit.
d. Meningkatkan mutu dari biji/buah.
e). Belerang (Sulfur / S)
Diambil/diserap oleh tanaman dalam bentuk: SO4Fungsi belerang bagi tanaman ialah:
a. Berperan dalam pembentukan bintil-bintil akar
b. Merupakan unsur yang penting dalam beberapa jenis protein dalam bentuk
cystein,
methionin serta thiamine
c. Membantu pertumbuhan anakan produktif
d. Merupakan bagian penting pada tanaman-tanaman penghasil minyak, sayuran
seperti
cabai, kubis dan lain-lain
e. Membantu pembentukan butir hijau daun
f). Magnesium (Mg)

Diambil/diserap oleh tanaman dalam bentuk: Mg++


Fungsi magnesium bagi tanaman ialah:
a. Magnesium merupakan bagian tanaman dari klorofil
b. Merupakan salah satu bagian enzim yang disebut Organic pyrophosphatse dan
Carboxy
peptisida
c. Berperan dalam pembentukan buah
2. unsur hara micro adalah unsur hara yang dibutuhkan dalam jumlah sedikit
oleh tanaman
tapi sangat penting.
Adapun jenis-jenis unsur hara micro adalah :
a). Mangan (Mn)
Diambil/diserap oleh tanaman dalam bentuk: Mn++
Fungsi unsur hara Mangan (Mn) bagi tanaman ialah:
a. Diperlukan oleh tanaman untuk pembentukan protein dan vitamin terutama
vit. C
b. Berperan penting dalam mempertahankan kondisi hijau daun pada daun yang
tua
c. Berperan sebagai enzim feroksidase dan sebagai aktifator macam-macam
enzim
d. Berperan sebagai komponen penting untuk lancarnya proses asimilasi
b). Boron (B)
Diambil/diserap oleh tanaman dalam bentuk: Bo O3Fungsi unsur hara Boron (Bo) bagi tanaman ialah:
a. Bertugas sebagai transportasi karbohidrat dalam tubuh tanaman
b. Meningkatkan mutu tanaman sayuran dan buah-buahan
c. Berperan dalam pembentukan/pembiakan sel terutama dalam titik tumbuh
pucuk, juga dalam pembentukan tepung sari, bunga dan akar
d. Boron berhubungan erat dengan metabolisme Kalium (K) dan Kalsium (Ca)
e. Unsur hara Bo dapat memperbanyak cabang-cabang nodule untuk
memberikan banyak bakteri dan mencegah bakteri parasit
c). Tembaga (Cu)
Diambil/diserap oleh tanaman dalam bentuk: Cu++
Fungsi unsur hara Tembaga (Cu) bagi tanaman ialah:

a. Diperlukan dalam pembentukan enzim seperti: Ascorbic acid oxydase, Lacosa,


Butirid Coenzim A. dehidrosenam
b. Berperan penting dalam pembentukan hijau daun (khlorofil)
d). Khlor (Cl)
Diambil/diserap oleh tanaman dalam bentuk: Cl Fungsi unsur hara Khlor (Cl) bagi tanaman ialah:
a. Memperbaiki dan meninggikan hasil kering dari tanaman seperti: tembakau,
kapas, kentang dan tanaman sayuran
b. Banyak ditemukan dalam air sel semua bagian tanaman
c. Banyak terdapat pada tanaman yang mengandung serat seperti kapas
e).Molibdenum (Mo)
Diambil/diserap oleh tanaman dalam bentuk: Mo O4Fungsi unsur hara Molibdenum (Mo) bagi tanaman ialah:
a. Berperan dalam mengikat (fiksasi) N oleh mikroba pada leguminosa
b. Sebagai katalisator dalam mereduksi N
c. Berguna bagi tanaman jeruk dan sayuran
Molibdenum dalam tanah terdapat dalam bentuk Mo S2
f). Seng (Zinc = Zn)
Diambil/diserap oleh tanaman dalam bentuk: Zn++
Fungsi unsur hara Seng (Zn) bagi tanaman ialah:
a. Dalam jumlah yang sangat sedikit dapat berperan dalam mendorong
perkembangan pertumbuhan
b. Diperkirakan persenyawaan Zn berfungsi dalam pembentukan hormon
tumbuh (auxin) dan penting bagi keseimbangan fisiologis
c. Berperan dalam pertumbuhan vegetatif dan pertumbuhan biji/buah
g). Besi (Fe)
Besi (Fe) merupakan unsur mikro yang diserap dalam bentuk ion feri (Fe3+). Fe
dalam tanaman sekitar 80% yang terdapat dalam kloroplas atau sitoplasma.
Penyerapan Fe lewat daun dianggap lebih cepat dibandingkan dengan
penyerapan lewat akar, terutama pada tanaman yang mengalami defisiensi Fe.
Dengan demikian pemupukan lewat daun sering diduga lebih ekonomis dan
efisien. Fungsi Fe antara lain sebagai penyusun klorofil, protein, enzim, dan
berperanan dalam perkembangan kloroplas. Sitokrom merupakan enzim yang
mengandung Fe porfirin. Kerja katalase dan peroksidase digambarkan secara
ringkas sebagai berikut:
I. Catalase : H2O + H2O O2 + 2H2O

II. Peroksidase : AH2 + H2O A + H2O


writer yayadcakep at 09:50

https://www.facebook.com/permalink.php?
id=131857580287336&story_fbid=132311446908616

http://faedahjaya.com/images/stories/typo/list-star.gifNITROGEN (N)
Nitrogen berperan dalam membantu pertumbuhan vegetatif tanaman, menyusun
zat hijau daun, protein dan lemak. Sumber nitrogen dapat diperoleh dari pupuk
kandang, Urea (CO(NH)), Pupuk ZA ((NH)SO), dan berbagai pupuk daun.
Sumber pupuk Nitrogen yang paling baik adalah setengah dosis Urea ditambah
setengah dosis ZA.

http://faedahjaya.com/images/stories/typo/special-7.pngNitrogen mempunyai
sifat mobil atau mudah terbawaair, terutama dalam bentuk nitrat. Aplikasi pupuk
nitrogen sebaiknya dilakukan dua kali, yakni pada saat tanam dan 30 hari
setelah tanam (hst). Sebab, nitrogen brsifat mobil, sehingga bila diberikan dua
kali, terutama pada musim hujan bisa terhindar dari proses pencucian. Jumlah
kandungan pupuk nitrogen yang dibutuhkan padqa awal pertumbuhan atau awal
masa tanam relatif tinggi.

http://faedahjaya.com/images/stories/typo/special-7.pngKekurangan Unsur
Nitrogen memnyebabkan warna daun berubah menjadi kekuningan atau kuning,
jaringan daun mati, dan bentuk buah tidak sempurna. Menguningnya warna
daun bisa mengganggu proses fotosintesis, sehingga pertumbuhan tanaman
terhambat. Kelebihan nitrogen bisa menyebabkan pertumbuhan generatif dan
vegetatif tanaman terlalu subur, sehingga pertumbuhan bunga dan buah
terhambat, bahkan sering kali bunga dan buah tidak tumbuh sama sekali. Selain
itu, tanaman juga lebih peka terhadap penyakit dan buah menjadi mudah lepas
dari tangkai sebelum matang.
http://faedahjaya.com/images/stories/typo/list-star.gifPHOSPHOR (P)
Phosphor berperan penting dalm kegiatan penyusunan inti sel lemak dan protein
tanaman, serta berfungsi untuk merangsang pembentukan bunga, buah, biji,.
Selain itu, merangsang pertumbuhan akar dan pemsakan buah. Phosphor
diperoleh dari pupuk kandang, pupuk TSP (Ca(HPO)), dan pupuk daun yang

disemprotkan ke tanaman. Phosphor sifatnya tidak mobil dan sukar larut dalam
air. Aplikasi phosphor yang berasal dari TSP diberikan sekaligus pada saat tanam.

http://faedahjaya.com/images/stories/typo/special-7.pngJumlah kandungan
pupuk phosphor yang dibutuhkan pada masa awal tanam relatif cukup tinggi.
Kekurangan phosphor pada tanaman menyebabkan pertumbuhan akar dan
pertumbuhan generatif tanaman terganggu. Ciri-cirinya adalah tanaman menjadi
kerdil dan kurus, memerahnya bagian bawah daun, terutama dibagian tulang
daun, diikuti bentuk daun yang melengkung dan terpelintir. Akibat lainya adalah
zat-zat hara dalam tanahtidak dapat terserap sempurna dan akhirnya
produktivitas tanaman menurun.
http://faedahjaya.com/images/stories/typo/list-star.gifKALIUM (K)
Kalium berfungsi sebagai penyusun protain dan karbohidrat pada tanaman.
Dalam pertumbuhan tanaman kalium berperan dalam memperkuat kayu
tanaman, meningkatkan kualitas buah, serta meningkatkan ketahanan terhadap
hama, penyakit, dan kekeringan. Peran utama kalium dalam tanaman adalah
sebagai aktivator berbagai enzim.

http://faedahjaya.com/images/stories/typo/special-7.pngKalium membuat
tanaman lebih tahan terhadap penyakit dan dapat merangsang pertumbuhan
akar. Umumnya, kalium berperan sebagai pengimbang pengaruh nitrogen dan
phosphor. Selain diperolaeh dari pupuk kandang, unsur hara ini juga disuolai oleh
pupuk KCL, kalium sulfat atau ZK (KSO), KNO(POTASIMU KALIUM NITRAT), dan
pupuk daun.

http://faedahjaya.com/images/stories/typo/special-7.pngKalium memiliki sifat


sedikit mobil, sehingga dapat diberikan sekaligus pada waktu tanam atau dua
kali, yakni pada saat tanam dan beberapa minggu setelah tanam. Waktu
pemberian pupuk kalium sama dengan pupuk nitrogen. Setelah dewasa dan
mendekati masa-masa produktif, sebaiknya menggunakan pupuk yang kadar
kaliumnya tinggi.

http://faedahjaya.com/images/stories/typo/special-7.pngKekurangan pupuk Klium


menyebabkan ujung daun menguning dan semakin lama berubah menjdi coklat
dan akhirnya rontok. Kekurangan kalium yang berat dapat menyebabkan
matinya pucuk akar dan dan akar rambat, sehingga penyerapan unsur hara
terganggu.
http://faedahjaya.com/images/stories/typo/list-star.gifKALSIUM (Ca)
Kalsium berperan sebagai pembentuk didinding sel tanaman. Kalsium juga
berfungsi untuk mengeraskan bagian kayu tanaman, merangsang pertumbuhan
akar halus, mempertebal dinding sel buah, dan merangsang pertumbuhan biji.
Unsur hara ini dapat diperoleh dari pupuk kandang, juga dari penambahan
kapur, baik kapur dolomit (CaCOMgCO), kalsit (CaCO), maupun kalsium

khlorida (CacCI). Kekurangan kalsium pada tanaman menyebabkan penyakit


fisiologis. Biasanya ditandai dengan gejala mirip serangan blossom and root.
Gejala mudah dikenali lewat tanda-tanda khas yang tmpak dari daun hingga
buahnya.
http://faedahjaya.com/images/stories/typo/list-star.gifmagnesium (Mg)
Magnesium bermanfaat dalam penyusunan klorofil, mengaktifkan enzim yang
berhubungan dengan metabolisme karbohidrat, dan menambah kadar minyak
pada tanaman. Unsur hara ini diperoleh dari pupuk kandang, kapur dolomit,
kieserite (MgSO.HO), dan pupuk daun yang mengandung Mg. Kekurangan
unsur magnesium pada tanaman menyebabkan klorosis (menguning) pada
tulang-tulang daun yang sudah tua. Selain itu, warna daun akan berubah
menjadi kuning dan muncul bercak-bercak coklat di permukaanya.
http://faedahjaya.com/images/stories/typo/list-star.gifSULFUR (S)
Sulfur diperlukan tanaman untuk membantu pembentukan zat hijau daun,
penyusunan perotein, dan vitaman. Selain diperoleh dari pupuk kandang, unsur
hara ini juga bisa diperoleh dari penambahan pupuk buatan ZA, pupuk daun, dan
pupuk multi-micro yang mengandung 5,3% sulfur. Jika tanaman kekurangan
sulfur, pada daun-daunya
akan muncul gejala klorosis (menguning).
http://faedahjaya.com/distributor-pupuk/unsur-hara-makro

Unsur-unsur hara bagi pertumbuhan tanaman.


Unsur-unsur hara penyususun tanaman telah dilakukan penelitian oleh para ahli
bahwa tanaman terdiri dari air ( 90%) dan bahan kering atau dry matter (
10%). Bahan kering terdiri dari bahan-bahan organik dan an-organik. Menurut
analisa kimia bahwa bahan organik terdiri dari :
- Karbon (C) .sekitar 47%;
- Hidrogen (H) ..sekitar 7%;
- Oksogen (O) ..seklitar 44%;
- Nitrogen (N) sekitar 0,2% - 2%.
Sedangkan bahan an-organik (persenyawaan an-organik) adalah merupakan
bagian-bagian mineral atau abu (sebagaimana dijelaskan bahwa bagian-bagian
tanaman itu berisi mineral dan abu).
Berdasarkan analisa, ternyata tanaman terdiri dari sekitar 50 elemen atau unsur.
Sedangkan yang dibutuhkan oleh tanaman selama masa pertumbuhan dan

perkembangannya ada 16 unsur yang merupakan unsur hara esensial makro dan
mikro. Unsur hara makro adalah unsur hara yang diperlukan oleh tanaman
relatife dalam jumlah banyak. Sedangan unsure hara mikro juga sama
pentingnya dengan unsur hara makro hanya kebutuhan tanaman terhadap zatzat tersebut hanya sedikit.
Beberapa unsur hara makro itu adalah :
Carbon (C)
Oksigen (O)
Hidrogen (H)
Ntrogen (N)
Fosfor (P)
Kalium (K)
Calcium (Ca)
Magnesium (Mg)
Sulfur (S)
Sedangkan unsur hara mikro yang diperlukan oleh tanaman adalah :
Besi (Fe)
Borium (Bo)
Mangan (Mn)
Tenbaga (Cu)
Seng (Zn)
Molibdenum (Mo)
Khlor (Cl)
Unsur hara makro yang diserap oleh tanaman relatife banyak yang diperlukan,
kekurangan unsur hara hara makro menimbulkan defisiensi yang tidak dapat
digantikan oleh unsur lain sedangkan kelebihan unsure hara makro tidak
menimbulkan pengaruh karena akan terlarut ke dalam tanah atau larut oleh air.
Unsur hara mikro diperlukan oleh tanaman dalam jumlah sedikit, kekurangan
unsur hara mikro biasanya dapat digantikan oleh unsur-unsur hara mikro yang
lainnya, sedangkan kelebihan unsur hara mikro dapat menjadi racun.
2.1. Unsur Hara Makro
N (Nitrogen)
Nitrogen merupakan unsur hara utama bagi pertumbuhan tanaman, yang pada
umumnya sangat diperlukan untuk pembentukan atau pertumbuhan bagianbagian vegetatif tanaman seperti daun, batang dan akar, tetapi apabila terlalu
banyak dapat menghambat pembungaan dan pembuahan pada tanaman.

Fungsi Nitrogen bagi tanaman adalah :


Untuk meningkatkan pertumbuhan tanaman
Dapat menyehatkan pertumbuhan daun, daun tanaman warnanya lebih hijau,
kekurangan N menyebabkan khlorosis
Meningkatkan kadar protein dalam tubuh tanaman
Meningkatkan berkembangbiaknya mikro-organisme di dalam tanah.
Sebagaimana diketahui hal itu penting sekali bagi kelangsungan pelapukan
bahan organis.
Nitrogen diserap oleh akar tanaman dalam bentuk NO3- (Nitrat) dan NH4+
(Amonium), akan tetapi nitrat ini segera ter-reduksi menjadi ammonium melalui
enzim yang mengandung molibdinum. Apabila unsur N tersedia lebih banyak
daripada unsur lainnya, akan dapat menghasilkan protein lebih banyak.
Udara merupakan sumber Nitrogen yang terbesar. Akan tetapi
pemanfaatannyabagi tanaman harus mengalami perubahan terlebih dahulu
dalam bentuk Amoniak, Nitrat dan hal ini dapat dihasilkan oleh :
Terjadinya halilintar di udara ternyata dapat menghasilkan zat Nitrat, yang
kemudian dibawa air hujan meresap ke bumi
Bahan organis dalam bentuk sisa-sisa tanaman dialam terbuka (misalnya pupuk
kandang)
Pabrik-pabrik pupuk buatan (seperti Urea, ZA, dll)
Oleh bakteri-bakteri
Pemberian zat N terlalu banyak bagi tanaman penghasil buah akan kurang baik
karena :
Akan banyak menghasilkan daun dan batang
Batang lembek dan mudah rebah
Kurang menghasilkan buah
Dapat melambatkan masaknya biji atau buah.
P (Fosfor)
Fosfor terdapat dalam bentuk phitin, nuklein dan fosfatide, merupakan bagian
dari protoplasma dan inti sel. Sebagai bagian dari inti sel sangat penting dalam
pembelahan sel, demikian pula bagi perkembangan jaringan meristem,
pertumbuhan jaringan muda dan akar, mempercepat pembungaan dan
pemasakan buah, penyusun protein dan lemak.
Fosfor diambil tanaman dalam bentuk H2PO4-, dan HPO4=.
Sumber zat fosfat berada di dalam tanah sebagai fosfat mineral yang terdapat
pada :
Dalam bentuk batu kapur-fosfat (misalnya Cirebon fosfat, Muria fosfat, dll)
Dalam bentuk sisa-sisa tanaman dan bahan organis

Dalam bentuk pupuk buatan (Superfosfat, Dobel superfosfat, Cirebon fosfat, dll)
Sebagian besar P bersenyawa dengan Ca, Fe, dan Al
3Ca3(PO4)2 CaF2 (Apitit flour) tidak tersedia
3Ca3 (PO4)2 CaCo3 (Apitit Karbonat)
Ca3(PO4)2 (Fosfat Trikalsium)
3Ca (PO4)2 CaO (Apatit Oksida)
Ca HPO4 (Fosfat di Kalsium) mudah tersedia
Ca (H2PO4) (Fosfat Mono Kalsium) mudah tersedia.
Penyebaran Fosfat anorganik dapat digunakan untuk mengukur tingkat hancuran
iklim.
Tanah yang belum mengalami tingkat hancuran iklim lanjut didominasi oleh
fraksi Fosfat Kalsium. Tanah yang sudah mengalami tingkat hancuran iklim lanjut
didominasi oleh fraksi
- Fosfat Aluminium
- Fosfat Besi.
Pemberian Pupuk P berlebihan, pada tanah liat, pupuk P dapat berubah menjadi
padat, sukar larut dan tidak tersedia, terbentuk fosfat aluminium dan fosfat besi.
Tanah-tanah muda didominasi olah fosfat Kalsium, sedangkan tanah-tanah tua
didominasi oleh fosfat Al dan Fe. Kelarutan fosfat Aluminium lebih besar dari
fosfat besi, membuat tanah-tanah tua didominasi oleh fosfat besi.
Pada tanah berkapur, fosfat diendapkan pada permukaan CaCO3, membentuk
fosfat Kalsium yang kurang larut. Sama halnya dengan Nitrogen, bagian terbesar
fosfat didalam tanah terdapat dalam bentuk organis, fosfat didalam tanah sukar
larut, sehingga sebagian terbesar tidak tersedia bagi tanaman.
Tersedianya fosfat sangat dipengaruhi oleh pH tanah, pada pH rendah ion fosfat
membentuk senyawa yang tidak larut dengan Aluminium dan besi. Sedang pada
pH tinggi fosfat terikat sebagai senyawa Kalsium. pH optimum untuk fosfat 6,5.
Pemberian pupuk fosfat, tidak seluruhnya tersedia untuk tanaman, karena terikat
pada partikel tanah. Agar tanaman dapat memperoleh fosfat sesuai kebutuhan,
maka pemberian fosfat harus melampaui daya fiksasi tanah.
K (Kalium)
Kalium sangat penting dalam proses metabolisme tanaman, Kalium juga penting
di dalam proses fotosintesis. Bila Kalium kurang pada daun, maka kecepatan
asimilasi CO2 akan menurun.
Kalium berfungsi :
Membantu pembentukan protein dan Karbohidrat
Mengeraskan jerami dan bagian kayu tanaman

Meningkatkan resisten terhadap penyakit


Meningkatkan kualitas biji atau buah.
Kalium diserap dalam bentuk K+ (terutama pada tanaman muda). Menurut
penelitian Kalium banyak terdapat pada sel-sel muda atau bagian tanaman yang
banyak mengandung protein, inti sel tidak mengandung kalium.
Sumber-sumber Kalium adalah :
Beberapa jenis mineral
Sisa-sisa tanaman dan jasad renik
Air irigasi serta larutan dalam tanah
abu tanaman dan pupuk buatan.
Ca (Kalsium)
Kalsium termasuk unsur hara yang esensial, unsur ini diserap dalam bentuk Ca+
+. Sebagian besar terdapat dalam daun dalam bentuk kalsium pektat yaitu
dalam lamella pada dinding sel. Selain itu terdapat juga pada batang,
berpengaruh baik pada pada pertumbuhan ujung dan bulu-bulu akar. Kalsium
berfungsi sebagai berikut :
Ca terdapat pada tanaman yang banyak mengandung protein
Ca ada hubungannya dalam pembuatan protein atau bagian yang aktif dari
tanaman
Ca dapat menetralkan asam-asam organik pada metabolisme
Kekurangan Ca pada tanaman gejalanya pada pucuk
Ca penting bagi pertumbuhan akar
Ca dapat menetralkan tanah asam, dapat menguraikan bahan organik,
tersedianya pH dalam tanah tergantung pada Ca.
Sumber Ca terutama batu-batu kapur dan sisa-sisa tanaman. Ternyata bahwa
banyak tanah yang kekurangan unsur Ca sehingga bagi tanaman tertentu perlu
mendapatkan pengapuran terlebih dahulu, hasilnya ternyata sangat
memuaskan.
Mg (Magnesium)
Magnesium diserap dalam bentuk Mg++, merupakan bagian dari khlorofil.
Kekurangan zat ini maka akibatnya adalah khlorosis, gejalanya akan tampak
pada permukaan daun sebelah bawah. Mg ini termasuk unsur yang tidak mobil
dalam tanah. Mg merupakan salah satu bagian enzim yang disebut Organic
pyrophosphates dan Carboxy peptisida.
Kadar Mg di dalam bagian-bagian vegetatif dapat dikatakan rendah daripada
kadar Ca, akan tetapi di dalam bagian generatif malah sebaliknya. Mg banyak
terdapat dalam buah dan juga di dalam tanah.
Sumber-sumber Mg adalah :

CaCO3MgCO3 (Dolomitic limestone)


Sulfat of Potash Magnesium (kandungan Magnesium 11,1%)
MgSO4.7H2O (Epson salt)
MgSO4.H2O (Kleserit) kandungan Mg 18,3%.
MgO (Magnesia)
Mg3SiO2(OH)4 (Terpentin)
MgCO3 (Magnesit)
MgCl2KCl6H2O (Karnalit)
Basic slag kandungan Mg-nya adalah 3,4%
Menurut hasil penelitian ternyata ada beberapa faktor (seperti temperature,
kelembaban, pH dan beberapa faktor lainnya) yang dapat mempengaruhi
tersedianya Magnesium di dalam tanah.
S ( Belerang)
Sulfur diserap tanaman dalam bentuk SO4-, zat ini merupakan bagian dari
protein yang terdapat dalam bentuk; cystein, methionin serta thiamine.
Belerang yang larut dalam air akan segera diserap akar tanaman, karena zat ini
sangat diperlukan tanaman (terutama tanaman muda) pada pertumbuhan
pemula dan perkembangannya. Selanjutnya dapat diketahui pula bahwa pada
bagian biji tanaman, kandungan zat belerangnya ternyata cukup banyak yaitu
sekitar 50% dari jumlah kandungan unsur fosfat. Tanaman yang biasanya
mempunyai kandungan belerang yang cukup tinggi ialah jenis legume, lili
(seperti misalnya bawang). Pada tanaman jenis legume sulfur adalah penting
untuk pembentukan nodula (bintil-bintil akar, kekurangan sulfur gejalanya
khlorosis, kecuali pada pucuk).
Tentang sumber sulfur, yang terutama sisa-sisa tanaman dan jasad renik atau
serangga. Zat sulfur dari sisa-sisa ini baru terlepas bilamana telah ada pelapukan
khususnya dari zat protein.
Pupuk yang di dalamnya terdapat senyawa belerang yaitu;
Amonium sulfat, kandungan S lebih besar dibandingkan kandungan N-nya.
superfosfat, kandungan fosfat dan sulfurnya seimbang.
Bila kita memakai pupuk TSP, TSP mempunyai kandungan fosfat dan Sulfur
kurang lebih berimbang.
2.2. Unsur Hara Mikro
Unsur-unsur hara mikro merupakan unsur-unsur hara yang sama pentingnya
dengan unsur-unsur hara makro bagi tanaman, walaupun dalam hal ini
kebutuhannya hanya sedikit. Unsur hara mikro biasa juga disebut unsure hara
minor atau trace element. Kalau terdapat dalam jumlah yang berlebihan dapat
menjadi racun bagi tanaman.
Unsur mikro berasal :

Mineral-mineral dalam bahan induk tanah


Bahan organik
Tanah yang kekurangan unsur mikro :
Tanah pasir (karena proses pencucian)
Tanah organik (tanah gambut)
Tanah dengan pH sangat tinggi
Tanah yang ditanami sangat intensif, dan hanya dipupuk dengan unsur makro.
Faktor penentu tersedianya unsur mikro
a. pH
pH rendah unsur mikro larut kecuali Mo, dapat menjadi racun.
b. Drainase
Dalam keadaan reduksi (Fe ++, Mn++) lebih mudah larut, dalam keadaan
oksidasi, unsur-unsur tersebut sukar larut.
Jerapan liat
Unsur mikro banyak terdapat pada komplek jerapan, mudah diserap tanaman.
Ikatan dengan bahan organik. Banyak unsur mikro berada dalam komplek
organik, sehingga sukar larut (Cu dan Zn).
Fe (Besi)
Zat besi penting bagi pembentukan hijau daun (khlorofil), pembentukan zat
karbohidrat, lemak, protein dan enzim. Jadi jika terjadi kekurangan zat besi akan
menghambat pertumbuhan khlorofil. Tanah yang banyak mengandung zat besi
yaitu Khlorit dan Biotit. Jika dalam tanaman terjadi kekurangan Mn dan K atau
kelebihan sulfat akan mengakibatkan pergerakan Fero terhambat dan Fero tidak
sampai ke daun meskipun pengisapan Fe dalam tanah berlangsung terus.
Zat besi (Fe) terdapat dalam enzim :
a. Catalase
b. Peroksidase
Prinodic hidrogenase
d. Cytochrom oxidase.
Bo (Borium)
Borium diserap oleh tanaman dalam bentuk BO3= dan berperan dalam
pembentukan atau pembiakan sel terutama dalam titik tumbuh pucuk, juga
dalam pertumbuhan tepung sari, bunga dan akar. Pada legume berperan dalam
pembentukan bintil-bintil akar. Unsur ini dapat memperbanyak cabang-cabang
nodule untuk memberikan banyak bakteri dan mencegah bakteri parasit.

Kekurangan unsur ini dapat berpengaruh pada kuncup-kuncup dan pucuk-pucuk


yang tumbuh dan akibatnya dapat mematikan. Juga dalam pertumbuhan
meristem akan terganggu, dapat menyebabkan terjadinya kelainan-kelainan
dalam pembentukan berkas pembuluh. Pengangkutan makananpun akan
terganggu, pembentukan tepung sari juga jelek.
Kekurangan Borium banyak terjadi pada tanah pasir dan tanah-tanah yang kaya
akan kapur. Di dalam tanah Borium banyak terdapat dalam bentuk : Tourmaline,
Datolit (Ca(OH)2BoSiO4), dan Borax (Na2Bo4O21OH2O).
Mn (Mangan)
Mangan diserap tanaman dalam bentuk Mn++. Mangan diperlukan oleh
tanaman untuk pembentukan zat protein dan vitamin terutama vitamin C. Selain
itu, Mn penting untuk dapat mempertahankan kondisi hijau daun pada daun
yang tua. Fungsi Mangan yaitu sebagai enzim feroksidase dan sebagai aktifator
macam-macam enzim. Diduga Mn ini berhubungan erat dengan reaksi
Deoksidase dan Dehidroginase.
Tanah yang kekurangan unsur Mn dapat diatasi dengan nennberikan 1%
MnSO4H2O. Pemberian Mn dalam bentuk larutan dapat langsung diisap oleh
tanaman.
Tersedianya Mangan bagi tanaman tergantung pada pH tanah. Dimana pada pH
rendah Mangan akan banyak tersedia.
Penyemprotan MnSO4 melalui daun akan lebih efektif daripada melalui tanah,
karena Mn2+ pada tanah akan cepat direduksi. Kelebihan Mn bias dikurangi
dengan jalan menambah zat fosfor dan kapur.
Zn (seng)
Seng atau Zincum (Zn) diserap dalam bentuk Zn++. Merupakan bagian yang
penting dari asam Carboxylase, Carbonic anhidrosa. Dalam keadaan yang sangat
sedikit Zn telah dapat memberikan dorongan terhadap perkembanganperkembangan, kelebihan sedikit saja dari ketentuan penggunaannya akan
merupakan racun, dapat dikatakan bahwa tanaman yang tahan dengan larutan
makanan yang tercampur dengan Zn 1 mgr/liter jumlahnya adalah sangat sedikit
sekali.
Diperkirakan bahwa persenyawaan-persenyawaan Zn berfungsi pula pada
pembentukan hormone (auxin) dan penting bagi keseimbangan fisiologis.
Defisiensi Zn dapat menyebabkan pertumbuhan vegetatif terhambat selain juga
dapat menghambat pertumbuhan biji.
Zn dalam tanah terdapat dalam bentuk :
Sulfida --------------------------- (ZnS)
Calamine ----------------------- (Zn CO3)
Kekurangan Zn sering terjadi pada daerah-daerah yang lembab serta pada
tanah-tanah yang asam sampai sedikit netral.

Cu (Copper/Cuprum/Tembaga)
Unsur tembaga diserap oleh akar tanaman dalam bentuk Cu++. Tembaga sangat
diperlukan dalam pembentukan macam-macam enzim seperti berikut:
Ascorbic acid oxydase
Lacosa
Butirid Coenzim A.dehidrosenam
Umumnya tanah jarang sekali yang kekurangan Cu, akan tetapi apabila terjadi
kekurangan Cu, maka pengaruhnya terhadap daun yang dalam hal ini daun
menjadi bercoreng-coreng (belang), ujung daun memutih, keadaan demikian
lazim disebut penyakit reklamasi (reclamation desease). Jika kekurangan Cu
berkelanjutan, tanaman akan menjadi layu dan akhirnya mati.
Tembaga (Cu) mempunyai peranan penting dalam pembentukan hijau daun
(khlorofil). Di dalam tanah Cu terdapat dalam bentuk :
Malachit ------------------ (CaCO3Cu(OH)2;
Cuprit --------------------- (Cu2O).
Defisiensi tembaga pada umumnya terjadi pada tanah-tanah gambut yang
mengakibatkan pertumbuhan tanaman menjadi tidak normal (layu dengan cepat
dan batang tanaman melemah). Cu sebagai pupuk digunakan dalam bentuk
CuSO4.5H2O atau Cupri sulfat.
Mo (Molybdenum/Molibden)
Mo diserap tanaman dalam bentuk MoO4 (ion Molibdat). Mo mempunyai peranan
dasar dalam fiksasi N oleh mikroba pada leguminosa dan Mo sebagai katalisator
dalam mereduksi N, tanpa bantuan Mo legume tidak dapat mereduksi unsur
metal ini.
Mo dalam tanah terdapat dalam bentuk MoS2. Tersedianya Mo bagi tanaman
dipengaruhi oleh pH. Dalam hal ini apabila pH rendah maka tersedianya Mo bagi
tanaman akan berkurang. Dalam tanaman Mo terdapat dalam bentuk Nitrate
reductase. Zat mikro ini diperlukan tanaman dalam ukuran yang sangat kecil,
yang justru dengan jumlah yang sedikit ini akan sangat efektif. Kelebihan sedikit
saja dari ketentuan ukuran semestinya dapat merupakan racun bagi tanaman.
Cl (Clorine/Khlor)
Dari hasil analisa pada tanaman ternyata bahwa Cl banyak terdapat dalam abu
tanaman (relatife besar) dan dari hasil penyelidikan Cl ternyata banyak terdapat
pada tanaman yang mengandung serat, seperti kapas. Bagi tanaman yang
menghasilkan tepung, Cl memberikan pengaruh jelek terhadap kualitas
tepungnya.
Pada tanaman tembakau apabila Cl keadaannya lebih besar maka produksi
tembakaunya akan jelek. Bentuk Cl yang beracun pada tanaman tergantung
pada iklim, sifat tanah dan lain-lain. Dari hasil penyelidikan bentuk Cl yang lebih
dari 0,1% bagi tanaman pada umumnya akan menimbulkan keracunan,

sedangkan pada padi timbulnya keracunan apabila bentuk Cl adalah sekitar


0,3%.
Co (Cobalt/Kobal)
Unsur Co belum diketahui secara tepat fungsinya bagi proses pertumbuhan dan
perkembangan tanaman. Namun demikian unsur ini sangat diperlukan oleh
tanaman tingkat tinggi berdaun hijau. Unsur Co diperlukan oleh rhizobia untuk
mengikat unsur N, sehingga dengan demikian unsur ini secara praktis
mempengaruhi produksi tanaman kacang-kacangan.
Unsur Co ini penting bagi rhizobia untuk membentuk vitamin B12
(cynocobalamine), yang kemudian diubah menjadi haemogoblin untuk
pengikatan nitrogen.
Dari beberapa penelitian menunjukkan bahwa inokulasi rhizobia pada tanaman
kacang-kacangan tidak dapat tumbuh dengan baik karena kekurangan unsur Co.
Unsur Co berperan juga sebagai pengaktif enzim arginase, lecithinase, oxalacetic
decarboxylase, dan malic enzim. Gejala kekurangan unsur Co belum dapat
diidentifikasi dengan jelas.
Suka Komentari

https://www.facebook.com/permalink.php?
id=236224369840769&story_fbid=236234103173129

Beberapa Unsur Hara Yang Dibutuhkan Tanaman :


Karbon (C), Hidrogen (H), Oksigen (O), Nitrogen (N), Fosfor (P), Kalium (K),
Kalsium (Ca), Magnesium (Mg), Belerang (S), Besi (Fe), Mangan (Mn), Boron (B),
Mo, Tembaga (Cu), Seng (Zn) dan Klor (Cl). Unsur hara tersebut tergolong unsur
hara Essensial.
Berdasarkan jumlah kebutuhannya bagi tanaman, dikelompokkan menjadi dua,
yaitu:
1.Unsur Hara Makro
Unsur hara yang diperlukan tanaman dalam jumlah besar
2.Unsur Hara Mikro
Unsur hara yang diperlukan tanaman dalam jumlah kecil
1. Unsur Hara Makro
Unsur hara makro meliputi: N, K, P, Ca, Mg dan S
2. Unsur Hara Mikro
Unsur hara mikro meliputi : Fe,Mn,B,Mo,Cu ,Zn dan Cl

Tiap-tiap unsur hara mempunyai fungsi/khasiat tersendiri dan mempengaruhi


proses-proses tertentu dalam perkembangan dan pertumbuhan tanaman. Berikut
ini uraian singkat fungsi/khasiat unsur hara bagi tanaman, yakni:
1. Karbon (C)
Penting sebagai pembangun bahan organik karena sebagian besar bahan kering
tanaman terdiri dari bahan organik, diambil tanaman berupa C02.
2. Oksigen
Terdapat dalam bahan organik sebagai atom dan termasuk pembangunan bahan
organik, diambil dari tanaman berupa C02, sumbernya tidak terbatas dan
diperlukan untuk bernafas.
3. Hidrogen
Merupakan elemen pokok pembangunan bahan organik, sumbernya dari air dan
jumlahnya tidak terbatas.
4. Nitrogen (N)
Diambil dan diserap oleh tanaman dalam bentuk : NO3- NH4+
Fungsi Nitrogen bagi tanaman adalah:
a. Diperlukan untuk pembentukan atau pertumbuhan bagian vegetatif tanaman,
seperti daun, batang dan akar.
b. Berperan penting dalam hal pembentukan hijau daun yang berguna sekali
dalam proses fotosintesis.
c. Membentuk protein, lemak dan berbagai persenyawaan organik.
d. Meningkatkan mutu tanaman penghasil daun-daunan.
e. Meningkatkan perkembangbiakan mikro-organisme di dalam tanah.
Adapun sumber Nitrogen adalah :
a. Terjadi petir di udara ternyata dapat menghasilkan zat Nitrat, yang kemudian
di bawa air hujan meresap ke bumi.
b. Sisa-sisa tanaman dan bahan-bahan organik.
c. Mikrobia atau bakteri-bakteri.
d. Pupuk buatan (Urea, ZA dan lain-lain)
5. Fosfor
Diambil/diserap oleh tanaman dalam bentuk : H2PO4- HPO4
Secara umum, fungsi dari Fosfor (P) dalam tanaman dapat dinyatakan sebagai
berikut :
a. Merangsang pertumbuhan akar, khususnya akar benih/tanaman muda.
b. Mempercepat serta memperkuat pertumbuhan tanaman muda menjadi
tanaman dewasa dan menaikkan prosentase bunga menjadi buah/biji.

c. Membantu asimilasi dan pernafasan sekaligus mempercepat pembungaan dan


pemasakan buah, biji atau gabah.
d. Sebagai bahan mentah untuk pembentukan sejumlah protein tertentu.
6. Kalium (K)
Diambil/diserap tanaman dalam bentuk : K+
Fungsi Kalium bagi tanaman adalah :
a. Membantu pembentukan protein dan karbohidrat.
b. Berperan memperkuat tubuh tanaman, mengeraskan jerami dan bagian kayu
tanaman, agar daun, bunga dan buah tidak mudah gugur.
c. Meningkatkan daya tahan tanaman terhadap kekeringan dan penyakit.
d. Meningkatkan mutu dari biji/buah.
Sumber-sumber Kalium adalah :
a. Beberapa jenis mineral.
b. Sisa-sisa tanaman dan lain-lain bahan organis.
c. Air irigasi serta larutan dalam tanah.
d. Pupuk Buatan (KCl, ZK dan lain-lain)
e. Abu tanaman misalnya: abu daun teh muda mengandung sekitar 50% K2O
7. Kalsium (Ca)
Diambil/diserap oleh tanaman dalam bentuk: Ca++
Fungsi kalsium bagi tanaman adalah:
a. Merangsang pembentukan bulu-bulu akar
b. Berperan dalam pembuatan protein atau bagian yang aktif dari tanaman
c. Memperkeras batang tanaman dan sekaligus merangsang pembentukan biji
d. Menetralisir asam-asam organik yang dihasilkan pada saat metabolisme
e. Kalsium yang terdapat dalam batang dan daun dapat menetralisirkan senyawa
atau suasana keasaman tanah
8. Magnesium (Mg)
Diambil/diserap oleh tanaman dalam bentuk: Mg++
Fungsi magnesium bagi tanaman ialah:
a. Magnesium merupakan bagian tanaman dari klorofil
b. Merupakan salah satu bagian enzim yang disebut Organic pyrophosphatse dan
Carboxy peptisida
c. Berperan dalam pembentukan buah

Sumber-sumber Magnesium adalah:


a. Batuan kapur (Dolomit Limestone) CaCO3MgCO3
b. Garam Epsom (Epsom salt) MgSO4.7H2O
c. Kleserit MgSO4.H2O
d. Magnesia MgO
e. Zat ini berasal dari air laut yang telah mengalami proses sedemikian:
Mg Cl2 + Ca(OH)2 Mg (OH)2 + Ca Cl2
Mg (OH)2-panas Mg O + H2O
f. Terpentin Mg3SiO2 (OH)4
g. Magnesit MgCO3
h. Karnalit MGCl2KCl. 6H2O
i. Basic slag
j. Kalium Magnesium Sulfat (Sulfat of Potash Magnesium)
9. Belerang (Sulfur = S)
Diambil/diserap oleh tanaman dalam bentuk: SO4Fungsi belerang bagi tanaman ialah:
a. Berperan dalam pembentukan bintil-bintil akar
b. Merupakan unsur yang penting dalam beberapa jenis protein dalam bentuk
cystein, methionin serta thiamine
c. Membantu pertumbuhan anakan produktif
d. Merupakan bagian penting pada tanaman-tanaman penghasil minyak, sayuran
seperti cabai, kubis dan lain-lain
e. Membantu pembentukan butir hijau daun
Sumber-sumber belerang adalah:
a. Sisa-sisa tanaman dan lain-lain bahan organis
b. Bahan ikutan dari pupuk anorganik (buatan) seperti pupuk ZA dan pupuk
Superfosfat
10. Besi (Fe)
Diambil atau diserap oleh tanaman dalam bentuk: Fe++
Fungsi unsur hara besi (Fe) bagi tanaman ialah:
a. Zat besi penting bagi pembentukan hijau daun (klorofil)
b. Berperan penting dalam pembentukan karbohidrat, lemak dan protein

c. Zat besi terdapat dalam enzim Catalase, Peroksidase, Prinodic hidroginase dan
Cytohrom oxidase
Sumber-sumber besi adalah:
a. Batuan mineral Khlorite dan Biotit
b. Sisa-sisa tanaman dan lain-lain bahan organis
11. Mangan (Mn)
Diambil/diserap oleh tanaman dalam bentuk: Mn++
Fungsi unsur hara Mangan (Mn) bagi tanaman ialah:
a. Diperlukan oleh tanaman untuk pembentukan protein dan vitamin terutama
vitamin C
b. Berperan penting dalam mempertahankan kondisi hijau daun pada daun yang
tua
c. Berperan sebagai enzim feroksidase dan sebagai aktifator macam-macam
enzim
d. Berperan sebagai komponen penting untuk lancarnya proses asimilasi
Sumber-sumber Mangan adalah:
a. Batuan mineral Pyroluste Mn O2
b. Batuan mineral Rhodonite Mn SiO3
c. Batuan mineral Rhodochrosit Mn CO3
d. Sisa-sisa tanaman dan lain-lain bahan organis
12. Tembaga (Cu)
Diambil/diserap oleh tanaman dalam bentuk: Cu++
Fungsi unsur hara Tembaga (Cu) bagi tanaman ialah:
a. Diperlukan dalam pembentukan enzim seperti: Ascorbic acid oxydase, Lacosa,
Butirid Coenzim A. dehidrosenam
b. Berperan penting dalam pembentukan hijau daun (khlorofil)
13. Seng (Zincum = Zn)
Diambil/diserap oleh tanaman dalam bentuk: Zn++
Fungsi unsur hara Seng (Zn) bagi tanaman ialah:
a. Dalam jumlah yang sangat sedikit dapat berperan dalam mendorong
perkembangan pertumbuhan
b. Diperkirakan persenyawaan Zn berfungsi dalam pembentukan hormon
tumbuh (auxin) dan penting bagi keseimbangan fisiologis
c. Berperan dalam pertumbuhan vegetatif dan pertumbuhan biji/buah

Seng dalam tanah terdapat dalam bentuk:


1. Sulfida Zn S
2. Calamine Zn CO3
14. Molibdenum (Mo)
Diambil/diserap oleh tanaman dalam bentuk: Mo O4Fungsi unsur hara Molibdenum (Mo) bagi tanaman ialah:
a. Berperan dalam mengikat (fiksasi) N oleh mikroba pada leguminosa
b. Sebagai katalisator dalam mereduksi N
c. Berguna bagi tanaman jeruk dan sayuran
Molibdenum dalam tanah terdapat dalam bentuk Mo S2
15. Boron (Bo)
Diambil/diserap oleh tanaman dalam bentuk: Bo O3Fungsi unsur hara Boron (Bo) bagi tanaman ialah:
a. Bertugas sebagai transportasi karbohidrat dalam tubuh tanaman
b. Meningkatkan mutu tanaman sayuran dan buah-buahan
c. Berperan dalam pembentukan/pembiakan sel terutama dalam titik tumbuh
pucuk, juga dalam pembentukan tepung sari, bunga dan akar
d. Boron berhubungan erat dengan metabolisme Kalium (K) dan Kalsium (Ca)
e. Unsur hara Bo dapat memperbanyak cabang-cabang nodule untuk
memberikan banyak bakteri dan mencegah bakteri parasit
Boron (Bo) dalam tanah terdapat dalam bentuk:
a. Datolix Ca (OH)2 BoSiO4
b. Borax Na2 Bo4 O2. 10H2O
16. Khlor (Cl)
Diambil/diserap oleh tanaman dalam bentuk: Cl Fungsi unsur hara Khlor (Cl) bagi tanaman ialah:
a. Memperbaiki dan meninggikan hasil kering dari tanaman seperti: tembakau,
kapas, kentang dan tanaman sayuran
b. Banyak ditemukan dalam air sel semua bagian tanaman
c. Banyak terdapat pada tanaman yang mengandung serat seperti kapas, sisal
Disamping ke-16 unsur hara esensial tersebut masih ada unsur-unsur lain yang
berhubungan erat dengan tanaman yaitu:
1. Natrium (Na)

Natrium dapat memperbaiki pertumbuhan tanaman apabila tanaman yang


dimaksud menunjukkan gejala kekurangan Kalium (K). Natrium dalam proses
fisiologi dengan K, yaitu menghalangi atau mencegah pengambilan/penyerapan
K yang berlebihan.
2. Silikum (Si)
Tanaman rumput-rumputan, seperti alang-alang dan padi ternyata banyak yang
menyerap Si.
Dibandingkan dengan unsur hara N dan P, ternyata Si dalam tanaman lebih
besar jumlahnya.
3. Nikel (Ni)
Unsur ini merupakan aktifator daripada enzim, dalam bentuknya yang kecil
dapat mempercepat pertumbuhan tanaman.
4. Titan (Ti)
Unsur Titan selalu terdapat dalam tanaman, dan banyak terdapat pada nodula
dan legum. Dengan pemberian Ti SO4 nodula akan bertambah sedangkan fiksasi
menjadi lebih meningkat.
5. Selenium
Jumlah yang berlebihan tidak menimbulkan kerusakan bagi tanaman, akan tetapi
menimbulkan keracunan bagi binatang yang memakan tumbuhan tersebut.
6. Vanadium
Berfungsi mempercepat reproduksi azotobacter yang mengakibatkan
meningkatnya fiksasi N dari udara.
7. Argon
Unsur Argon dibutuhkan tanaman untuk menunjang pertumbuhan dan
perkembangannya. Kelebihan unsur ini dapat menyebabkan keracunan pada
tanaman. Keracunan akar oleh Argon banyak terdapat pada tanah persawahan.
8. Yodium
Unsur yodium walaupun keadaannya sedikit ternyata diperlukan bagi
pertumbuhan dan perkembangan tanaman yang sehat