Anda di halaman 1dari 7

Tugas

: Individu

Mata Kuliah : Metodologi Lanjut


Dosen

: Prof. Dr. dr. Buraerah H Abdul Hakim, MSc

PRINSIP TELAAH PUSTAKA

Oleh:
FARRA AULIA
P1807215015

DEPARTEMEN KESEHATAN REPRODUKSI & KELUARGA


PROGRAM STUDI KESEHATAN MASYARAKAT
PASCASARJANA UNIVERSITAS HASANUDDIN
2015

Judul Text Book

: Menstrual Hygiene : A Neglected Condition for the


Achievement of Several Millennium Development
Goals

Nama
Penyunting

: Dr. Varina Tjon A Ten

Judul Tulisan

: Kebersihan Menstruasi : Sebuah Kondisi Terlantar


untuk Pencapaian Tujuan Pembangunan Milenium

Tahun

: 2007

Halaman
PRINSIP ISI:

: 4-10

Pendidikan dan kebersihan menstruasi dalam kemajuan Millenium


Development Goals (MDGs) yang disepakati sebagai prinsip panduan
penting bagi kebijakan kerjasama pembangunan.
1. Kebersihan Menstruasi merupakan hal yang sangat tabu untuk
dibicarakan
2. Kebersihan dan pengelolaan limbah menstruasi
3. Aktualitas dan ruang lingkup masalah: apa yang terjadi di negaranegara berkembang

PRINSIP ISI:
1. Mitos, kesalahpahaman, dan takhayul (budaya dan / atau agama)
tabu mengenai darah menstruasi dan kebersihan menstruasi.
Rendahnya pendidikan oleh orang tua mengenai kesehatan
reproduksi, seksualitas dan semua isu-isu terkait.
2. Kebersihan menstruasi juga memiliki dampak lingkungan dalam
bentuk masalah strategi pengelolaan sampah/limbah menstruasi
3. Kebersihan
menstruasi
tampaknya
menjadi
kurang
mengakui masalah dalam kaitannya dengan MDG 7 (Memastikan
kelestarian lingkungan)
KESIMPULAN:
Perlu untuk mendidik semua anak dalam kerangka 'Pendidikan seksual
yang komprehensif' tentang kesehatan masalah reproduksi, termasuk
kebersihan menstruasi. Aksesibilitas, ketersediaan, keterjangkauan dan
penerimaan bahan sanitasi menstruasi untuk menghasilkan pembalut
wanita dan perlindungan lainnya alternatif yang terjangkau.

Judul Text book

: WASH in Schools Empowers Girls Education:


Proceedings of the Menstrual Hygiene Management
in Schools

Nama Pengarang

: Marni Sommer,
Worthington

Judul Tulisan

:
Pendidikan
Memberdayakan
perempuan:
Manajemen Menstruasi Hygiene di Sekolah

Tahun

: 2012

Halaman

: 6-34

Emily

Vasquez

dan

Nancy

PRINSIP ISI:
WASH dalam program menciptakan lingkungan sekolah yang
memudahkan bagi anak perempuan dan guru perempuan untuk
mengelola kebersihan menstruasi, dikenal dengan istilah Menstrual
Hygiene Management (MHM). Membahas 3 sesi sebagai berikut:
1. Menjelajahi hambatan MHM Dihadapi perempuan
2. Pendekatan untuk mengatasi MHM untuk perempuan.
3. MHM dalam konteks darurat

PRINSIP ISI:
1. Menyediakan akses air dan sabun dalam tempat yang memadai
serta area privasi untuk mencuci noda dari pakaian. Termasuk
akses ke fasilitas pembuangan untuk digunakan bahan menstruasi
(dari tempat pengumpulan ke pembuangan akhir).
2. Mengintegrasikan pelatihan pada MHM menjadi kurikulum
pelatihan guru. Inovasi desain fasilitas di sekolah untuk anak
perempuan dan guru perempuan.
3. Kriteria dan pedoman standar dikembangkan untuk menerapkan,
monitoring dan evaluasi MHM. Hal ini juga diperlukan untuk
mengidentifikasi sistem koordinasi agar tidak tumpang tindih dalam
tanggap darurat MHM terkait multi-sektoral.
KESIMPULAN:
WASH dalam program Sekolah harus menjamin bahwa pengalaman anak
perempuan yang lebih kondusif untuk belajar dengan menyediakan
fasilitas sanitasi dan pendidikan kebersihan yang tepat meliputi MHM
(Manajemen Kebersihan Menstruasi)
Judul Text book

: Sharing simple facts : useful information about


menstrual health and hygiene

Nama Pengarang

: Santha Sheela Nair

Judul Tulisan

: Informasi tentang kesehatan dan kebersihan


menstruasi

Tahun

: 2008

Halaman

: 1-38

PRINSIP ISI:
Santha Sheela Nair memberikan jawaban atas pertanyaan remaja putri
tentang diri mereka sendiri, perubahan kondisi tubuh, menstruasi dan
manajemen di rumah dan di sekolah secara higienis. Hal ini tidak hanya
berupa pengetahuan manajemen menstruasi tetapi juga dapat
meningkatkan harga diri mereka dan prestasi akademik.
Buku pedoman ini membahas: Tumbuh dengan cara biasa, Berurusan
dengan menstruasi, Mengelola menstruasi, Pembuangan serbet serta
fakta tentang HIV / AIDS.
PRINSIP ISI:
1. Membantu remaja putri memahami perubahan tubuh mereka dan
mengetahui kondisi fisik dan emosional selama masa pubertas.
Menghalau mitos dan kesalahpahaman tentang kesehatan
reproduksi dan membuat mereka siap menjadi dewasa yang lebih
baik.
2. Dianjurkan supaya mandi setidaknya sekali sehari di air hangat
untuk menjaga tubuh bersih dan menghindari bau yang tidak
sedap.
3. Fakta bahwa perempuan sering berhenti melakukan kegiatan rutin
mereka karena malu yang terkait dengan pengelolaan aliran darah
menstruasi.
4. Setengah dari semua infeksi HIV-AIDS yang terjadi di kalangan
anak muda antara 15-24 tahun. Anak perempuan lebih rentan
daripada anak laki-laki terhadap infeksi HIV karena, perempuan
memiliki lebih sedikit kesempatan untuk pendidikan, karir dan
kebebasan untuk berbicara dan bergerak.

Judul Jurnal

Nama Peneliti
Judul Tulisan

: Menstrual hygiene management amongst


schoolgirls in the Rukungiri district of Uganda and
the impact on their education: a cross-sectional
study
: Robyn Boosey, Georgina Prestwich, Toity Deave
: Manajemen Kebersihan Menstruasi di siswi
sekolah sekolah dasar negeri Kabupaten Rukungiri
di Uganda
: 2014

Tahun

: 1-13. Pan African Medical Journal

Halaman
PRINSIP ISI:
Robyn Boosey mengeksplorasi praktik kebersihan menstruasi dan
pengetahuan perempuan di pedesaan sekolah dasar negeri di
Kabupaten Rukungiri di Uganda dan menilai sejauh mana manajemen
kebersihan
menstruasi
mempengaruhi
pendidikan
mereka.
Mengungkakan :
1. Kurangnya akses ke sumber daya yang memadai
2. Fasilitas dan informasi yang akurat untuk mengelola
kebersihan menstruasi secara efektif di sekolah
3. Selama menstruasi mereka sering bolos sekolah .

Judul Jurnal

: A Community Based Study on Menstrual Hygiene


among Reproductive Age Group Women in a Rural
Area, Tamil Nadu.

Nama Peneliti

: S Sangeetha Balamurugan, SS Shilpa, Sheethal


Shaji

Judul Tulisan

: Studi Berbasis Komunitas di Menstrual Hygiene


antara Reproduksi Kelompok Umur Wanita di
Perdesaan, Tamil Nadu

Tahun

: 2014

Halaman

: 83-87. Journal of Basic and Clinical Reproductive


Sciences

PRINSIP ISI:
:Sangeetha Balamurungan menelitian dengan cross-sectional study
untuk menilai praktek-praktek higienis saat menstruasi dan pengaruh
sosio-demografis pada wanita dari kelompok usia reproduksi.
Mengungkapkan :
1. Rata-rata usia menarche antara perempuan kelompok usia
reproduksi adalah 13,15 tahun
2. Mayoritas perempuan 51,8% (104/200) menggunakan kain saat
menstruasi.
3. Ada signifikan pengaruh faktor sosiodemografi dan praktekpraktek higienis saat menstruasi (p <0,001)