Anda di halaman 1dari 3

HASIL WAWANCARA DENGAN

AGUS NI’AMILAH

(Mantan Ketua KMM STKS Bandung 2008-2010)

Data Diri :

Agus Ni’amilah, lahir di Temanggung, 4 Oktober 1989. Merupakan anak pertama dari 3
bersaudara. Dahulu bersekolah di SMA N 1 Temanggung Jurusan Bahasa(Konsentrasi Bahasa
Inggris, Jerman, dan Perancis). Saat ini Agus duduk di kelas 3B PSM(Pengembangan Sosial
Masyarakat) STKS Bandung.

Pengalaman Kegiatan(Event) dan Organisasi di Sekolah : Pernah menjadi Ketua Rohis


SMA N 1 Temanggung periode 2005/2006; Juara 3 lomba Qiro’ah Al Qur’an pada tingkat
Kabupaten; Duta Bahasa(bersama satu orang teman) dari Kabupaten Temanggung untuk
mengikuti kegiatan di Propinsi Jawa Tengah; Juara 3 lomba band se Jateng dan DIY dalam
acara Dies Natalis AKRAM; Juara 2 Festival Band Karisidenan; Juara 1 Lomba Band yang
digelar oleh Gudang Garam di Temanggung.

Dahulu, Agus Ni’amilah menggeluti kegemaran bermain band nya dimulai sejak kelas 3 SMP,
saat orang tuanya bisa membelikan sebuah Keyboard, jadi sejak awal hingga akhir sekolah di
SMA N 1 Temanggung, Agus berperan sebagai pemain Keyboard dalam band nya tersebut.
Aliran musik yang dianut pun beragam, mulai dari POP, POR Rock, Rock Jepang, hingga
Progressive Rock. Nama Band sebagai tempat bernaungnya adalah Scratch Funk. Nah,
memang kenyataannya sekarang Agus adalah satu anggota band tersebut yang berada jauh
dari daerah, yakni di Bandung, sedangkan teman-teman satu band nya kebanyakan kuliah di
Jogja. Mereka masih bisa sering berkumpul dan bermain bersama, namun Agus hanya bisa
bermain saat ada kesempatan untuk pulang saja. Meski begitu, hubungan mereka masih bisa
berjalan baik.

Perjalanan Hidup Agus dan Keluarga :

Awal Cerita Masuk STKS Bandung : Ada selebaran di sekolahnya, yang ternyata itu
dibawa oleh seorang kakak kelasnya yang sudah menjalani kuliah di STKS Bandung, beliau
biasa disebut Mas Huda, menjadi mahasiswa STKS Bandung angkatan 2006. Nah, dari
selebaran itu, akhirnya Agus bersama dengan Agil mencoba-coba juga untuk mengikuti ujian
STKS Bandung di BPPKS Jogja, kebetulan memang waktunya tidak jauh dengan ujian tes
masuk STAN, jadi semuanya bisa diambil bersama-sama. Dan ternyata, STKS lah tempat yang
paling pantas untuk Agus dan Agil.

Kegiatan Organisasi di Kampus STKS Bandung : Awal mula saat di STKS Bandung, Agus
mengikuti UKM Garnida, pernah berperan sebagai Penari Laki-laki, namun setelah ramadhan
tahun 2007, Agus sudah mulai tinggal di DKM Al Ikhsan dan aktif di KMM STKS Bandung, di
KMM setelah berproses dari posisi anggota biasa, Agus diamanahi sebagai Sekretaris Panitia
Kader Da’wah pada semester II, kemudian sejak tahun 2008, Agus diamanahi sebagai Kepala
KMM STKS Bandung, bahkan saat seharusnya kepemimpinannya diganti pada tahun 2009,
ternyata dia terpilih kembali sebagai Kepala KMM. Jadi Agus Ni’amilah adalah satu-satunya
orang yang menduduki jabatan Kepala KMM selama 2 peiode, 2008-2010. Amanah ini
merupakan amanah tertinggi dan termulia yang pernah ia emban, karena menjadi seorang
Kepala KMM, berarti menjadi seorang pemimpin untuk menyebarkan da’wah Islam serta
mengintegrasikan nilai-nilai Islam dalam setiap sendi kehidupan. Selain sebagai kepala KMM,
Agus juga pernah diamanahi sebagai Ketua Ad Hoc yang menjembatani keadaan kurang
kondusif antara BEM dan DPM, dengan tugas utamanya adalah menyelenggarakan kegiatan
PPI(Program Pengenalan Institusi) Mahasiswa baru STKS Bandung tahun 2009.

Organisasi dan Prestasi Akademis : Meski diamanahi sebagai Ketua KMM yang botabene
harus meng handle banyak sekali kegiatan, toh nyatanya prestasi akademis Agus masih
sangat baik, paling tidak masih berada di 5 besar di dalam kelas. Hal ini sudah dapat
menunjukkan bahwa Organisasi dan Akademis adalah tidak dapat dipisahkan serta saling
melengkapi, bersimbiosis mutualisme.

Alasan kuat untuk totalitas di organisasi keagamaan : a)Minat. Dari SMP sudah mulai
aktif berkecimpung di bidang keagamaan, kemudian memang criteria orangnya, Agus lebih
senang dan nyaman bergaul dengan orang-orang yang dirasa nilai kegamaannya kuat.
b)Termotivasi. Agus juga termotivasi atas apa yang disampaikan oleh ketua OSIS di
sekolahnya dahulu, yakni harus bisa menjadi orang yang banyak teman dan berpengaruh,
tidak kuper, serta cerdas yang dilandasi akhlakul karimah(Akhlak yang mulia). c)Dukungan.
Yang berasal dari teman dekat, saudara, dan keluarga. d)Kontribusi bagi Islam. Di samping
dapat lebih mendekatkan diri kepada Sang Pencipta, menghapuskan/mengurangi dosa-dosa,
juga sebagai lading da’wah untuk menyeru umat manusia kepada jalan terang benderang
yang telah dibukakan oleh Nabi Muhammad SAW.

Hasil yang dirasakan selama berorganisasi di KMM: Dapat mengetahui arah-arah


pergerakan Islam secara modern; mempunyai kemampuan manajemen yang unggul; dapat
memberikan instruksi kepada banyak orang dari latar belakang berbeda; belajar meresolusi
konflik dalam organisasi; dikenal banyak orang-orang penting; disegani banyak orang;
menjadi teladan bagi teman-teman; menjalin lebih banyak lagi teman dari berbagai macam
profesi dan latar belakang berbeda; wawasan bertambah luas; belajar memanage emosi; dan
belajar berkomunikasi yang efektif.

Sosok yang menjadi Motivasi bagi Agus Ni’amilah : a)Ayah dan Ibu: Beliau adalah dua
sosok yang amat begitu menjadi motivasi luar biasa, jasanya tidak akan dapat pernah
terbalaskan kecuali dengan amal bhakti hingga ajal menjemput nanti. b)Mas Wawan. Beliau
ini yang memberikan kontribusi jasa untuk membantu masalah finansial hingga memberikan
motivasi untuk menjadi orang yang selalu lebih baik dari sebelumnya.

Tips dan Trik agar dapat menjadi sosok teladan :

- Dimulai dengan kegemaran membaca, banyak baca, banyak ilmu.

- Semangat dari ajaran agama. a)Belajar; b)Diskusi dengan orang; c)Mengajarkan


ilmu yang dimiliki, semakin diajarkan, semakin bertambah banyak; d)Bisa
menempatkan suatu perbedaan pendapat pada tempatnya.

- Mau melihat prioritas

- Segi Kepemimpinan : a)Tidak nyaman bagi diri kita, jangan laksanakan pada orang
lain; b)Jangan bertele-tele dalam menjelaskan suatu hal; c)Pengalaman pahit, jangan
biarkan terjadi pada orang lain; d)Terapkan 3 T: Titu, Terapkan, Tambahkan;
e)Sesuaikan dengan karakter orang yang dihadapi; f)Mau berkorban untuk organisasi
yang dipimpin; g)Mau dikritik dan memperbaiki diri.

Something Special : Agus Ni’amilah sudah menyusun pengalaman-pengalaman hidup yang


telah dilaluinya dalam bentuk sebuah Novel. Hal ini sudah dilakukan sejak awal masuk
kampus STKS Bandung.

Pesan untuk Warga dan Organisasi JOCO :


- JOCO ini bisa menjadi miniatur Budaya Jawa di lingkungan Kampus STKS Bandung

- Budaya Jawa harus tetap dipertahankan terutama harus dilestarikan oleh para
pemudanya, khususnya yang sedang menjalani kuliah di Kampus STKS Bandung

- Mencintai dan mengembangkan kebudayaan Jawa

- Menggali berbagai macam budaya Jawa yang sebagian besar sudah banyak
ditinggalkan

- Terdapat mini culture diantara warga JOCO

- Tidak menjadi warga yang Eksklusif di dalam beragamnya budaya yang ada di kampus
STKS Bandung

Anda mungkin juga menyukai