Anda di halaman 1dari 13

Kisah Kesabaran Nabi Ismail (Sejarah Hari Idul Adha)

by QURANIC EXPLORER (Kamus & Indeks Al-Qur'an) on Thursday, October 14, 2010
at 5:20am
Pada suatu hari, Nabi Ibrahim AS menyembelih kurban fisabilillah berupa 1.000 ekor
domba, 300 ekor sapi, dan 100 ekor unta. Banyak orang mengaguminya, bahkan para
malaikat pun terkagum-kagum atas kurbannya.

Kurban sejumlah itu bagiku belum apa-apa. Demi Allah! Seandainya aku memiliki anak
lelaki, pasti akan aku sembelih karena Allah dan aku kurbankan kepada-Nya, kata Nabi
Ibrahim AS, sebagai ungkapan karena Sarah, istri Nabi Ibrahim belum juga
mengandung.

Kemudian Sarah menyarankan Ibrahim agar menikahi Hajar, budaknya yang negro,
yang diperoleh dari Mesir. Ketika berada di daerah Baitul Maqdis, beliau berdoa kepada
Allah SWT agar dikaruniai seorang anak, dan doa beliau dikabulkan Allah SWT. Ada
yang mengatakan saat itu usia Ibrahim mencapai 99 tahun. Dan karena demikian lamanya
maka anak itu diberi nama Isma'il, artinya "Allah telah mendengar". Sebagai ungkapan
kegembiraan karena akhirnya memiliki putra, seolah Ibrahim berseru: "Allah mendengar
doaku".

Ketika usia Ismail menginjak kira-kira 7 tahun (ada pula yang berpendapat 13 tahun),
pada malam tarwiyah, hari ke-8 di bulan Dzulhijjah, Nabi Ibrahim AS bermimpi ada
seruan, Hai Ibrahim! Penuhilah nazarmu (janjimu).

Pagi harinya, beliau pun berpikir dan merenungkan arti mimpinya semalam. Apakah
mimpi itu dari Allah SWT atau dari setan? Dari sinilah kemudian tanggal 8 Dzulhijah
disebut sebagai hari tarwiyah (artinya, berpikir/merenung).

Pada malam ke-9 di bulan Dzulhijjah, beliau bermimpi sama dengan sebelumnya. Pagi
harinya, beliau tahu dengan yakin mimpinya itu berasal dari Allah SWT. Dari sinilah hari
ke-9 Dzulhijjah disebut dengan hari Arafah (artinya mengetahui), dan bertepatan pula
waktu itu beliau sedang berada di tanah Arafah.

Malam berikutnya lagi, beliau mimpi lagi dengan mimpi yang serupa. Maka, keesokan
harinya, beliau bertekad untuk melaksanakan nazarnya (janjinya) itu. Karena itulah, hari
itu disebut denga hari menyembelih kurban (yaumun nahr). Dalam riwayat lain
dijelaskan, ketika Nabi Ibrahim AS bermimpi untuk yang pertama kalinya, maka beliau
memilih domba-domba gemuk, sejumlah 100 ekor untuk disembelih sebagai kurban.
Tiba-tiba api datang menyantapnya. Beliau mengira bahwa perintah dalam mimpi sudah
terpenuhi. Untuk mimpi yang kedua kalinya, beliau memilih unta-unta gemuk sejumlah
100 ekor untuk disembelih sebagai kurban. Tiba-tiba api datang menyantapnya, dan
beliau mengira perintah dalam mimpinya itu telah terpenuhi.

Pada mimpi untuk ketiga kalinya, seolah-olah ada yang menyeru, Sesungguhnya Allah
SWT memerintahkanmu agar menyembelih putramu, Ismail. Beliau terbangun seketika,
langsung memeluk Ismail dan menangis hingga waktu Shubuh tiba. Untuk melaksanakan
perintah Allah SWT tersebut, beliau menemui istrinya terlebih dahulu, Hajar (ibu Ismail).
Beliau berkata, Dandanilah putramu dengan pakaian yang paling bagus, sebab ia akan
kuajak untuk bertamu kepada Allah. Hajar pun segera mendandani Ismail dengan
pakaian paling bagus serta meminyaki dan menyisir rambutnya.

Kemudian beliau bersama putranya berangkat menuju ke suatu lembah di daerah Mina
dengan membawa tali dan sebilah pedang. Pada saat itu, Iblis terkutuk sangat luar biasa
sibuknya dan belum pernah sesibuk itu. Mondar-mandir ke sana ke mari. Ismail yang
melihatnya segera mendekati ayahnya.

Hai Ibrahim! Tidakkah kau perhatikan anakmu yang tampan dan lucu itu? seru Iblis.

Benar, namun aku diperintahkan untuk itu (menyembelihnya), jawab Nabi Ibrahim AS.

Setelah gagal membujuk ayahnya, Iblsi pun datang menemui ibunya, Hajar. Mengapa
kau hanya duduk-duduk tenang saja, padahal suamimu membawa anakmu untuk
disembelih? goda Iblis.

Kau jangan berdusta padaku, mana mungkin seorang ayah membunuh anaknya? jawab
Hajar.

Mengapa ia membawa tali dan sebilah pedang, kalau bukan untuk menyembelih
putranya? rayu Iblis lagi.

Untuk apa seorang ayah membunuh anaknya? jawab Hajar balik bertanya.

Ia menyangka bahwa Allah memerintahkannya untuk itu, goda Iblis meyakinkannya.

Seorang Nabi tidak akan ditugasi untuk berbuat kebatilan. Seandainya itu benar,
nyawaku sendiri pun siap dikorbankan demi tugasnya yang mulia itu, apalagi hanya
dengan mengurbankan nyawa anaku, hal itu belum berarti apa-apa! jawab Hajar dengan
mantap.

Iblis gagal untuk kedua kalinya, namun ia tetap berusaha untuk menggagalkan upaya
penyembelihan Ismail itu. Maka, ia pun menghampiri Ismail seraya membujuknya, Hai
Ismail! Mengapa kau hanya bermain-main dan bersenang-senang saja, padahal ayahmu
mengajakmu ketempat ini hanya untk menyembelihmu. Lihat, ia membawa tali dan
sebilah pedang,

Kau dusta, memangnya kenapa ayah harus menyembelih diriku? jawab Ismail dengan
heran. Ayahmu menyangka bahwa Allah memerintahkannya untuk itu kata Iblis
meyakinkannya.

Demi perintah Allah! Aku siap mendengar, patuh, dan melaksanakan dengan sepenuh
jiwa ragaku, jawab Ismail dengan mantap.

Ketika Iblis hendak merayu dan menggodanya dengan kata-kata lain, mendadak Ismail
memungut sejumlah kerikil ditanah, dan langsung melemparkannya ke arah Iblis hingga

butalah matanya sebelah kiri. Maka, Iblis pun pergi dengan tangan hampa. Dari sinilah
kemudian dikenal dengan kewajiban untuk melempar kerikil (jumrah) dalam ritual
ibadah haji.

Sesampainya di Mina, Nabi Ibrahim AS berterus terang kepada putranya, Wahai anakku!
Sesungguhnya aku melihat dalam mimpi bahwa aku menyembelihmu. Maka pikirkanlah
apa pendapatmu? (QS. Ash-Shfft, [37]: 102).

Ia (Ismail) menjawab, Hai bapakku! Kerjakanlah apa yang diperintahkan kepadamu,


Insya Allah! Kamu mendapatiku termasuk orang-orang yang sabar (QS. Ash-Shfft,
[37]: 102).

Mendengar jawaban putranya, legalah Nabi Ibrahim AS dan langsung ber-tahmid


(mengucapkan Alhamdulillh) sebanyak-banyaknya.

Untuk melaksanakan tugas ayahnya itu Ismail berpesan kepada ayahnya, Wahai
ayahanda! Ikatlah tanganku agar aku tidak bergerak-gerak sehingga merepotkan.
Telungkupkanlah wajahku agar tidak terlihat oleh ayah, sehingga tidak timbul rasa iba.
Singsingkanlah lengan baju ayah agar tidak terkena percikan darah sedikitpun sehingga
bisa mengurangi pahalaku, dan jika ibu melihatnya tentu akan turut berduka.

Tajamkanlah pedang dan goreskan segera dileherku ini agar lebih mudah dan cepat
proses mautnya. Lalu bawalah pulang bajuku dan serahkan kepada agar ibu agar menjadi
kenangan baginya, serta sampaikan pula salamku kepadanya dengan berkata, Wahai ibu!
Bersabarlah dalam melaksanakan perintah Allah. Terakhir, janganlah ayah mengajak
anak-anak lain ke rumah ibu sehingga ibu sehingga semakin menambah belasungkawa
padaku, dan ketika ayah melihat anak lain yang sebaya denganku, janganlah dipandang
seksama sehingga menimbulka rasa sedih di hati ayah, sambung Isma'il.

Setelah mendengar pesan-pesan putranya itu, Nabi Ibrahim AS menjawab, Sebaik-baik


kawan dalam melaksanakan perintah Allah SWT adalah kau, wahai putraku tercinta!

Kemudian Nabi Ibrahim as menggoreskan pedangnya sekuat tenaga ke bagian leher


putranya yang telah diikat tangan dan kakinya, namun beliau tak mampu menggoresnya.

Ismail berkata, Wahai ayahanda! Lepaskan tali pengikat tangan dan kakiku ini agar aku
tidak dinilai terpaksa dalam menjalankan perintah-Nya. Goreskan lagi ke leherku agar
para malaikat megetahui bahwa diriku taat kepada Allah SWT dalam menjalan perintah
semata-mata karena-Nya.

Nabi Ibrahim as melepaskan ikatan tangan dan kaki putranya, lalu beliau hadapkan wajah
anaknya ke bumi dan langsung menggoreskan pedangnya ke leher putranya dengan
sekuat tenaganya, namun beliau masih juga tak mampu melakukannya karena pedangnya
selalu terpental. Tak puas dengan kemampuanya, beliau menghujamkan pedangnya
kearah sebuah batu, dan batu itu pun terbelah menjadi dua bagian. Hai pedang! Kau
dapat membelah batu, tapi mengapa kau tak mampu menembus daging? gerutu beliau.

Atas izin Allah SWT, pedang menjawab, Hai Ibrahim! Kau menghendaki untuk
menyembelih, sedangkan Allah penguasa semesta alam berfirman, jangan disembelih.
Jika begitu, kenapa aku harus menentang perintah Allah?

Allah SWT berfirman, Sesungguhnya ini benar-benar suatu ujian yang nyata (bagimu).
Dan Kami tebus anak itu dengan seekor sembelihan yang besar. (QS. Ash-Shfft, [37]:
106)

Menurut satu riwayat, bahwa Ismail diganti dengan seekor domba kibas yang dulu pernah
dikurbankan oleh Habil dan selama itu domba itu hidup di surga. Malaikat Jibril datang
membawa domba kibas itu dan ia masih sempat melihat Nabi Ibrahim AS menggoreskan
pedangnya ke leher putranya. Dan pada saat itu juga semesta alam beserta seluruh isinya
ber-takbir (Allhu Akbar) mengagungkan kebesaran Allah SWT atas kesabaran kedua
umat-Nya dalam menjalankan perintahnya. Melihat itu, malaikai Jibril terkagum-kagum
lantas mengagungkan asma Allah, Allhu Akbar, Allhu Akbar, Allhu Akbar. Nabi
Ibrahim AS menyahut, L Ilha Illallhu wallhu Akbar. Ismail mengikutinya, Allhu
Akbar wa lillhil hamd. Kemudian bacaan-bacaan tersebut dibaca pada setiap hari raya
kurban (Idul Adha).

Sumber: Nasiruddin, S.Ag, MM, 2007, Kisah Orang-Orang Sabar, Republika, Jakarta

dengan beberapa perubahan

DOWNLOAD TAKBIR HARI RAYA (MP3, TEKS ARAB-TRANSLITERASITERJEMAH (DOC & PDF)
Like Comment Share

Yopie Rasidi, Igede Manuk'e, Kesi Zen and 50 others like this.
19 shares

View all 31 comments

Niken Itu Adil kisah yg menambah keimanan saya kepada Allah... ALLAH
MAHA BESAR..
October 14, 2010 at 5:47am via mobile 1

Andi Samsudin Masya Allah La quwwata illabillaahil 'aliyyil'azhim


October 14, 2010 at 6:36am

AQeelah Zahra Ramadhani kesabaran yg sangat agung....maka tidak heran dari


mereka lahir keturunan manusia yg paling nabi Muhammad saw....sayyidul
anaam.....Allahumma shalli ala sayyidina muhammad wa 'ala aali syyidina
muhammad kama shallaita ala sayyidina Ibrahim wa 'ala aali sayyidina Ibrahim
October 14, 2010 at 6:52am

Mughoffar Achmad subhanallah...


October 14, 2010 at 7:52am via mobile

Ainul Fithriyah Bagus..


October 14, 2010 at 7:41pm via mobile

Dion Ahmad Allohu Akbar...........


October 14, 2010 at 11:01pm

Yuyun Ziefaza Subhaanallah...

October 15, 2010 at 6:07am via mobile

Riho avinci Kesimpulan:


bhw qt sbg umt islm wjb mnjlnkn prnth Allah dgn pnuh kikhlasn n kykinn. Kt sbg
umt islm wjb brkurbn kpd allh sbg rs sykur ats nkmat'a. Kt sbg umt islm jgn prnh
mikuti gdaan setan. Dn msh bnyk lg pesan yg bs kta dptkn dr crt dats, klw qt mw
untk mndalami'a.
Terima ksh. Smg qt trmsk org" yg sbr. Amin.
October 16, 2010 at 4:52pm via mobile

Cazter D'majid
November 14, 2010 at 12:05am via mobile

Parsimin Firmansyah yaa akhi ana mita izin kopas artikelnya...... semoga
bermanfaat... amiin
October 27, 2011 at 3:56pm

Dewi Siswaningsih Amiiin!!!semoga kita bisa menjadi manusia yg senantiasa


beresabar dan ikhlas...

November 3, 2011 at 9:58pm

Srie Rahayu Al-Hindawy subhaNALLAH....... sungguh luar biasa...


November 4, 2011 at 8:20pm

Jalal Nkri tak terpikirkan oleh manusia,....


November 5, 2011 at 1:05am

Uzy Cyx GunArtikel Calamina subhanawlahhhhhhhh


November 5, 2011 at 1:42am

Ali D Samakan Budi Allahu akbar,


November 5, 2011 at 1:50am

Adi Hadiyanto allahhu akbar , allahu akbar


November 5, 2011 at 2:27pm

Indri Yani subahana allah


November 5, 2011 at 9:14pm

Melin Ingiendzlalubhagyabrzma Dri'y GsAloveyou sungguh mulia hati nabi


ismail,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,allahu akbar 3x,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,walilla ilham
November 7, 2011 at 5:38am

Sandi Ajda Ajdazoom allahuakbar


January 26 at 11:09pm

Gabriella Lazim allahuakbar


February 2 at 3:51am

Riifqqi The'bluees Gunzzat masyaallah........


March 1 at 4:11am

Husain Sandrhy Potabuga allah akbar allah akbar


March 4 at 4:32am

Absurditas Malka Alhamdulillah saya menemukan artikel yang cukup jelas


membahas peristiwa Ibrahim menyembelih Ismail.
ada yang mau saya tanyakan nih: "Atas izin Allah SWT, pedang menjawab, Hai
Ibrahim! Kau menghendaki untuk menyembelih, sedangkan Allah penguasa
sem...See More
April 10 at 12:03am

Yudi Ahmad Mulyadi maha suci ALLAH SWT dengan segala firmannya...
June 22 at 8:59pm

Soddieq Bocah Pantez allahu akbar.


October 17 at 6:42pm via mobile

Andisastro Aja allahu.. AKBAR... MOGA AKU DJADIKAN KAYAK NABI


ISMAIL SABARNYA DAN
October 17 at 9:01pm

Basri Masse Saya boleh menyambutnya hari raya aidil adha ketika waktunya.tapi
kalau mau di ikut peristiwanya yg terjadi kepada nabi ismail.gak bolelah seorang
pun tiada yg sanggup begitu saman sekarang
19 hours ago via mobile

Ricka Dita Agata Ricka Subhanallah


15 hours ago via mobile

Igede Manuk'e Kisah yg patut jadi suri tauladan bagi anak cucu
adam,,,,,,,Allahu,,,akbar.
11 hours ago

Riza Dona @basri masse : Tidak akan ada perintah untuk menyembelih anak
selain kepada nabi Ibrahim, kalau ada itu bisikan setan
8 hours ago via mobile
Facebook 2012 English (US)
Mobile Find Friends Badges People Pages Apps Games Music About Create
an Ad Create a Page Developers Careers Privacy Cookies Terms Help