Anda di halaman 1dari 21

Apa saja faktor-faktor yang dapat

menyebabkan dehidrasi pada anak balita


yang diare?

TUJUAN UMUM
mengetahui faktor-faktor yang menyebabkan
dehidrasi pada anak balita yang diare
TUJUAN KHUSUS
mengetahui secara spesifik mengenai
hubungan antara faktor-faktor penyebab
dehidrasi pada anak balita yang diare.

menjadi dasar untuk mengintervensi masalah

dehidrasi pada kejadian diare pada anak


balita
menjadi dasar bagi peneliti lain yang ingin
melakukan penelitian lebih lanjut mengenai
faktor-faktor yang dibahas, yaitu status gizi,
sosial ekonomi, pendidikan, umur balita,
pemberian ASI, adanya komorbiditas dan
status imunisasi.

WHO-diare adalah suatu penyakit yang

ditandai dengan perubahan bentuk dan


konsistensi tinja yang lembek sampai mencair
dan bertambahnya frekuensi buang air besar
yang lebih dari biasa, yaitu 3 kali atau lebih
dalam sehari yang mungkin dapat disertai
dengan muntah atau tinja yang berdarah.
paling sering dijumpai pada anak balita,
terutama pada 3 tahun pertama kehidupan,
dimana seorang anak bisa mengalami 1-3
episode diare berat.

DEPKES (2003)-insidensi diare di Indonesia

pada tahun 2000 adalah 301 per 1000


penduduk untuk semua golongan umur & 1.5
episod setiap tahunnya untuk golongan balita.
Penularan: fecal-oral
Jenis diare: akut,persisten,kronik
Selama anak diare-peningkatan kehilangan
cairan & elektrolit
Jika cairan tidak diganti dengan adekuat
dehidrasi.

STATUS GIZI
Gizi kurang memperberat diare
Anak dengan gizi kurang-kehilangan lebih banyak
cairan dan menyebabkan dehidrasi berat
kematian
SOSIAL EKONOMI
Kebanyakan anak yang mudah terkena diare berasal
dari keluarga berpendapatan & berpendidikan
rendah serta sikap yang tidak menguntungkan.
Ibu bapa kurang tahu cara mengatasi diare pada
anak
dehidrasi
fatal.

PENDIDIKAN IBU BAPA


Penelitian: kelompok ibu dengan status
pendidikan SLTP ke atas mempunyai
kemungkinan 1.6 kali memberikan cairan
rehidrasi oral dengan baik pada balita
dibanding dengan kelompok ibu dengan status
pendidikan SD ke bawah.
Pemberian cairan adekuat
cegah dehidrasi.
UMUR BALITA
Balita 12-24 bulan:resiko 2.23 kali terkena diare
dibanding anak 25-59 bulan (sistem imun).

PEMBERIAN ASI
Pemberian ASI penuh-beri perlindungan 4 kali
daripada bayi dengan ASI + susu botol.
Bayi dengan susu botol sahaja-30 kali resiko
terkena diare.
Pemberian ASI mengurangkan resiko
dehidrasi.

KOMORBIDITAS
Anak balita yang diare + demam : resiko
dehidrasi lebih besar.
STATUS IMUNISASI
Imunisasi-mencegah diare & dehidrasi daripada
berlaku karena menguatkan daya tahan tubuh.
Contoh: diare sering timbul menyertai campak,
sehingga pemberian imunisasi campak juga
dapat mencegah diare.

Faktor- faktor predisposisi


1.Status gizi
2.Sosial ekonomi
3.Pendidikan
4.Umur balita
5.Pemberian ASI
6.Komorbiditas
7.Status imunisasi

Dehidrasi pada
diare pada anak
Balita

Cross-sectional
Case control *
Cohort

Primer : hasil pengukuran sendiri


Sekunder : dari data yang sudah ada
Tersier : data dari textbook

Univariat : analisis untuk 1 variabel


Bivariat : analisis untuk mengetahui

hubungan antara 2 variabel


Multivariat : analisis untuk mengetahui
hubungan lebih dari 2 variabel
Uji Anova & Chi Square

Dari populasi dipilih sejumlah subjek

sampel
Populasi: seluruh anak balita (1- < 5) yang
diare di sesebuah kecamatan tertentu.
Sampel :
- anak balita yang dehidrasi ketika diare(case)
-anak balita yang tidak dehidrasi
ketika
diare(control)
*teknik:random sampling

Dependent: Dehidrasi pada anak balita yang

diare
Independent : Status gizi, sosial ekonomi,
pendidikan ibu bapa, umur balita, pemberian
ASI, komorbiditas dan status imunisasi.

VARIABEL

KATEGORI

Status Gizi

(1)Gizi baik
(2) Gizi cukup
(3) Gizi kurang
-skala ordinal

Sosial Ekonomi

(1)Lebih
(2) Cukup
(3) Kurang
-skala ordinal

Pendidikan Ibu Bapa

(1)Rendah
(2) Sedang
(3) Tinggi

Umur Balita

(1)Balita > 3 tahun


(2) Balita < 3 tahun
-skala interval

Pemberian ASI

(1)ASI penuh
(2) ASI ditambah susu botol
(3) Susu botol sahaja

Komorbiditas

(1)Demam : suhu tubuh > 37.2C


(2)Tidak demam : suhu tubuh < 37.2C
-skala interval

Status Imunisasi

(1)Lebih
(2)Cukup
(3)Kurang
-skala ordinal