Anda di halaman 1dari 6

Nama : Muntaufiqoh

NIM

: 4311413058

Prodi : Kimia
Rombel: 2/2013

Soal Latihan Bab III

1. Salah satu metode kimia komputasi yang digunakan untuk enentukan energi dari
suatu senyawa adalah Mekanika Molekular. Persamaan mekanika molekular
dinyatakan sebagai berikut:

a. Jelaskan makna masing-masing suku dalam persamaan di atas sehingga dapat


dijelaskan kontribusi setiap komponen penentu besaran energi tersebut.
b. Jelaskan kekuatan dan kelemahan metode mekanika molekular dalam penentuan
sifat senyawa.
Jawaban:
a. (r-r0)2
= rentangan ikatan dan persamaan energy rentangan
2
( 0)
= energy sebagai fungsi sudut ikat
[1+ cos (n ] = sudut torsi dan persamaan energy torsi
i j +
= suku van der waals
i j
= suku elektrostatik
b. Kelebihan:
1. Membutuhkan waktu relatif singkat
2. Tidak menggunakan komputer kapasitas tinggi
3. Dapat digunakan untuk menganalisis senyawa dengan massa molekul tinggi
4. Lebih sederhana karena metode ini menggunakan dasar hukum-hukum fisika
klasik sebagai perhitungannya
Kekurangan:
1. Mekanika molekuler secara umum tidak dapat digunakan untuk
menggambarkan struktur yang jauh dari kesetimbangan seperti keadaan
transisi
2. Hasil perhitungan kurang tepat apabila dibandingkan dengan metode yang
lain.

2. Kestabilan bentuk kursi dan bentuk perah dari senyawa sikloheksana dapat ditentukan
dengan menentukan struktur yang paling stabil dari bentuk-bentuk tersebut. Dari

perhitungan mekanika molekul dengan medan gaya AMBER, dihasilkan data energi
sebagai berikut:
Konformasi
Energi Single point (kkal/mol) Energi teroptimasi (kkal/mol)
Kursi
3,6094
3,1102
Perahu
14,3245
11,4719
a. Mengapa energi terhitung hasil optimasi selalu lebih rendah dari energi single
point. Jelaskan apa yang terjadi pada proses optimasi.
b. Struktur mana yang lebih stabil dari dua bentuk sikloheksana tersebut. Gambarkan
strukturnya. Seberapa besar (kkal/mol) kestabilan bentuk yang saudara pilih relaif
dari bentuk lainnya.
Jawab:
a. Proses optimasi digunakan untuk mendapatkan struktur dengan tingkat kestabilan
tertinggi. Oleh karena itu perhitungan energinya selalu lebih rendah dibandingkan
perhitungan energi pada saat single point, karena pada single point tidak dilakukan
penstabilan struktur.
b. Struktur yang lebih stabil adalah sikloheksana dengan struktur kursi dengan energi
teroptimasi 3,1102 kkal/mol yang merupakan struktur yang lebih stabil dari
struktur perahu yang mempunyai optimasi lebih besar.

Soal latihan Bab V


3. Perhatikan data perhitungan kimia komputasi dengan program HyperChem
menggunakan metode AM-1 tentang kestabilan termodinamik dari kesetimbangan
bentuk keto-enol berikut. Energi yang dimaksud adalah beda energi antara bentuk
enol dan keto.

a.

b.

c.

d.

Senyawa
Energi
2,4-pentanadion
-3,36
3-metil-2,4-pentanadion
-3,27
3-etil-2,4-pentanadion
-1,25
3-propil-2,4-pentanadion
-1.32
3-n-butil-2,4-pentanadion
-1,36
3-t-butil-2,4-pentanadion
+12,44
3-fenil-2,4-pentanadion
+17,91
Untuk memprediksi sifat senyawa berdasar perhitungan kimia komputasi selalu
didahului dengan proses optimisasi geometri. Mengapa demikian? Apa yang
terjadi selama proses optimisasi geometri? Kapan optimisasi geometri dinyatakan
selesai?
Jawab:
karena dengan melakukan optimisasi geometri maka dapat diperoleh bentuk
geometri paling optimal. Yang terjadi pada proses optimisasi geometri adalah
gerakan molekul dan perhitungan energi, momen dipol serta yang lainnya
berdasarkan iterasi tertentu. Optimasi geometri selesai ketika diperoleh bentuk
geometri optimal dimana komputer akan menghentikan perhitungan dan didapat
data energi yang stabil.
Jika saudara mendapatkan data perhitungan dengan dua metode yang berbeda
(AM1 vs PM3) apakah saudara dapat secara langsung membandingkan energi
hasil perhitungan tersebut dan menyimpulkan bahwa yang berharga negatif lebih
akurat jelaskn jawaban saudara.
Jawab :
Jika mendapatkan data perhitungan dengan 2 metode yang berbeda maka tidak
langsung dapat menentukan yang lebih negatif lebih akurat. Kita harus
menentukan hasil perhitungan yang lain seperti momen dipol dan
membandingkannya dengan data eksperimen yang telah ada yang paling
mendekati data eksperimen adalah yang paling tepat.
Pada umumnnya bentuk enol dari senyawa diketon lebih stabil daripada bentuk
keto. Mengapa demikian?
Jawab:
Karena, oksigen lebih elektronegatif daripada karbon sehingga oksigen
membentuk energi ikatan yang lebih kuat. Ikatan ganda karbon-oksigen (karbonil)
lebih kuat dua kali lipat daripada ikatan tunggal karbon-oksigen, namun ikatan
ganda karbon-karbon lebih lemah daripada dua ikatan tunggal karbon-karbon.
Jelaskan kaitan antara ukuran dari substituen pada C-3 senyawa 2,4-pentanadion
dengan pergeseran keseimbangan ke arah bentuk keto.
Jawab:

Kaitannya yaitu ukuran substituen C-3 pentanadion terpengaruh dengan posisi


gugus keton.
e. Jelaskan adanya perubahan kestabilan ekstrem yang dapat terjadi jika gugus yang
besar (seperti fenil) tersubstitusi pada C-3 untuk bentu diketo? Gambarkan
struktur tersebut berdasarkan hasil optimasi
Jawab:
Perubahan yang terjadi pada substituen adalah bentuknya, yaitu:

Bentuk Optimalisasi AM1


E=-718.4483 kcal/mol Grad=0.093 Conv=YES(36 cycles 87 points) [Iter=1
Diff=0.00000]
Energies And Gradient
Total Energy
=-29228.3013899 (kcal/mol)
Total Energy
=-46.578257361 (a.u.)
Binding Energy
=-718.4483099 (kcal/mol)
Isolated Atomic Energy =
-28509.8530800 (kcal/mol)
Electronic Energy =-87080.5679638 (kcal/mol)
Core-Core Interaction =
57852.2665738 (kcal/mol)
Heat of Formation =255.1196901 (kcal/mol)
Gradient
=0.0928276 (kcal/mol/Ang)

Bentuk optimalisasi PM3


Energies And Gradient
Total Energy
=-26911.6046898 (kcal/mol)
Total Energ
=-42.886366625 (a.u.)
Binding Energy =-741.1978158 (kcal/mol)
Isolated Atomic Energy =
-26170.4068740 (kcal/mol)
Electronic Energy =-83850.4334497 (kcal/mol)
Core-Core Interaction =
56938.8287599 (kcal/mol)
Heat of Formation=232.3701842 (kcal/mol)
Gradient
=0.0944459 (kcal/mol/Ang)
f. Gambarkan bentuk keto dan enol dari senyawa 3-phenyl-2,4-pentanadion
Jawab:

3-fenil-2,4-pentanadion

3-fenil-2,4-pentanadiol

4. Berdasarkan tabel hasil eksperimen,maka:


a. Jelaskan fakta bahwa metode MM+ tidak mampu menentukan secara tepat momen
dipol dari metanol.
Jawab:
Perhitungan momen dipol menggunakan MM+ sebesar 1,069 sedangkan
berdasarkan data eksperimen 1,70 . Hal ini tentu saja sangat jauh antara
perhitungan secara teoritik dan eksperimen sehingga dapat disimpulkan metode
MM+ tidak dapat menghitung momen dipol dengan tepat.
b. Jelaskan apa yang disebut dengan notasi himpunan basis yang terdapat pada
metode ab initio (STO-3G, 3-21G, 6,31G, 6,31G*, 6,32G**
Jawab:
1) STO-3G : basis set minimal yang mengandung jumlah minimum fungsi
dasar yang dibutuhkan untuk setiap atom. Basis set ini menggunakan
orbital tipe atomik ukuran tertentu. Basis set ini menggunakan 3 primitif
gaussian setiap fungsi dasar , sesuai namanya 3G. STO bermaksud
Slate-Type Orbital, dan basis set STO-3G memperkirakan orbital Slater
dengan fungsi Gaussian.
2) Basis set 3-21G : basis set split valence yaitu basis set yang mempunyai
dua atau lebih fungsi dasar untuk setiap orbital valensi. Dimana orbital
utama dan bukan utama dalam ukuran.
3) Basis set 6-31G : polarized basis yang menambah orbital dengan
momentum angular di luar apa yang diperlukan untuk keadaan dasar untuk
gambaran setiap atom. Sebagai contoh dnegan basis set ini menambah
fungsi d ke atom karbon dan fungsi f ke atom transisi, beberapa yang lain
menambah fungsi p ke atom hidrogen.
4) Basis set 6-31G* : basis set 6-31G dengan fungsi difusi ditambahkan ke
atom berat. Basis set ini disebut fungsi difusi yaitu versi ukuran dari funsi
tipe s- dan p- (sumbu lawan fungsi ukuran valensi standar). Fungsi ini
membolehkan orbital menempati bagian ruang yang lebih besar . Basis set
dengan fungsi difusi penting untuk siste dimana elektron relatif jauh dari
inti : molekul dengan pasangan elektron bebas, anino dan sistem lainnya
dengan potensi ionisasi rendah, deskripsi absolut dan sebagainya.

5) Basis set 6-31** yaitu high angular momentum basis set yang berguna
untuk banyak sistem. Basis set ini menambahkan multipel fungsi polarisasi
per atom ke basis set tripel zeta.
c. Pilih himpunan mana yang tepat untuk penentuan sifat metanol, jelaskan alasan
saudara
Jawab:
Berdasarkan tabel maka basis set yang saya pilih adalah AM1 karena basis set ini
menghitung dengan tepat momen dipol dan sudut COH. Berdasarkan hasil
perhitungan dengan metode Am-1 momen dipolnya adalah 1,621 mendekati data
eksperimen 1,70 sedangkan sudut COH berdasarkan data eksperimen yaitu
108,50o sedangkan dengan AM-1 mendekati hasil tersebut yaitu 107,161o.
d. Apakah saudara dapat menggunakan parameter energi total (kolom ke-2) untuk
menentukan ketepatan metode kimia komputasi dalam penentuan sifat metanol.
Jelaskan.
Jawab:
Tidak menggunakan parameter kolom ke-2 karena tidak ada pembanding dengan
data eksperimen sehinga tidak dpat menentukan metode kimia komputasi yang
tepat.
e. Dengan melihat hasil perhitungan di atas, tentukan metode mana yang paling tepat
untuk menentukan sifat dari metanol. Jelaskan jawaban saudara.
Jawab:
Dengan melihat perhitungan di atas maka basis set yang dipilih adalah basis set
AM-1 karena basis set ini menghitung dengan tepat momen dipol dan sudut COH.
Berdasarkan hasil perhitungan dengan metode AM-1 momen dipolnya adalah
1,621 mendekati data eksperimen 1,70 sedangkan sudut COH berdasarkan data
eksperimen yaitu 108,50o sedangkan dengan AM-1 mendekati hasil tersebut yaitu
107,161o.