Anda di halaman 1dari 4

Zulfikar Rizky

12030112150004

Teori Akuntansi Bab 7 Pengambilan Keputusan


Checkpoint 1
1. Give three examples of partial decision analysis.
2. Explain why the models used are called partial models
Answer
1. Contoh analisis keputusan parsial yaitu, cost volume profit analysis,relevant cost
analysis, regression analysis. (halaman 200)
2. Model-model tersebut disebut model parsial karena model-model tersebut
mencoba menganalisis sepotong-sepotong dari masalah yang lebih besar.
(halaman 200)
Checkpoint 2
1. Define risk premiums. How might one used the concept?
2. Define fineness and explain when and how finer information sets are preferable.
3. What makes predecisional information valuable?
Answer
1. Yang dimaksud dengan premi risiko adalah selisih antara nilai yang diharapkan
dari sebuah investasi dan harga yang bersedia kita bayarkan untuk investasi
tersebut. (Hal 205). Seseorang dapat menggunakan konsep premi risiko ini
dengan cara memberi penilaian pada informasi-informasi yang ada (keandalan,
kualitas,relevansi, dan ketepatan waktu dari informasi tersebut). Setelah itu
barulah kemudian kita menimbang risiko yang mungkin diderita apabila
perkiraan awal kita salah atau tindakan yang kita ambil tidak tepat.
2. Yang dimaksud dengan fineness disini berarti jika informasi bisa didapatkan
tanpa harus melakukan pengorbanan, ketersediaan informasi yang lebih rinci
akan lebih disukai daripada kurang informasi. Sebuah perangkat dikatakan lebih
baik daripada perangkat lainnya ketika mengandung seluruh informasi yang
terkandung dalam perangkat lain tersebut. Perangkat yang lebih baik ini lebih
disukai hanya jika informasi tersebut bebas (tanpa membayar) yang bisa
disingkirkan jika tidak berguna.(Hal 206)
3. Informasi sebelum pengambilan keputusan menjadi bernilai jika terdapat
kemungkinan bahwa dengan adanya informasi tersebut mengubah atau dapat
mengubah pilihan seseorang (hal 206).

Checkpoint 3
1. Give an example of a principal-agent setting. Explain how the principal might
select an information system for use by the agent
2. Define moral hazard and adverse selection. What is their significance for
accountants?
3. In what ways does agency analysis extend the work of information economics?
4. Explain why an agent might want to be audited

Answer
1. Contoh principal-agent yaitu pemilik modal (bisnis) sebagai prinsipal dan
manajemen sebagai agent. Pemilik perusahaan bertanggung jawab untuk
menentukan sistem informasi. Pilihan mereka harus dibuat sebaik mungkin
sehingga para pengambil keputusan dapat membuat keputusan terbaik demi
kepentingan pemilik berdasarkan informasi yang tersedia bagi mereka. (halaman
207)
2. Kekacauan moral: tindakan yang dilakukan oleh agen, berbeda dengan tindakan
yang diinginkan oleh principal.
Seleksi yang merugikan: kesalahan dalam pengambilan keputusan yang
disebabkan oleh asimetri informasi, yaitu informasi yang tidak lengkap, keadaan
ketika tidak semua kondisi diketahui oleh kedua belah pihak.
Signifikansi kedua hal tersebut bagi seorang akuntan adalah profesi akuntansi
memerlukan pengaturan yang ketat, muncul tugas akuntan antara lain akuntan
berfungsi untuk mengaudit.
3. Dalam hal berbagi risiko dan informasi. Kedua belah pihak saling memengaruhi
secara relatif dalam penolakan risiko, informasi berarti mengurangi
ketidakpastian, memberikan akuntan peran penting dalam pembagian risiko
antara manajer dengan pemilik modal (halaman 207 paragarf 3).
4. Seorang agen mungkin ingin di audit ketika terjadi masalah di dalam tubuh
perusahaan. Karena ia tidak melakukan kecurangan, maka ia ingin
membersihkan namanya dengan cara tersebut. (pendapat)

Checkpoint 4
1. Briefly describe what information processing characteristic of users have been
found by behavioral accounting researchers.
2. Explain the interrelationship betwen fineness and information overload.
3. Explain he significance of satisficing in the light of what we know about human
decision making.
Answer

1. Pendekatan pemrosesan informasi oleh manusia dan teori kognitif: pendekatan


ini cenderung menangani individu-individu secara keseluruhan, lebih
memerhatikan keputusan organisasi daripada keputusan pemakai tertentu, dan
pendekatan ini biasanya disebut akuntansi positif.
2. Suatu keputusan menjadi lebih baik dengan bertambahnya informasi sampai
tercapai suatu titik dimana informasi yang tersedia menjadi terlalu banyak untuk
dianalisis individu tersebut. Pada titik itulah individu mulai mengalami apa yang
disebut kelebihan informasi, dan pengambilan keputusan mulai memburuk lagi.
3. Siginifikansi pemenuhan kebutuhan pada pengambilan keputusan, manusia
menjadi rasional yang memiliki kekuatan komputasi yang super, kemudian
mempertimbangkan biaya untuk melakukan perhitungan tersebut (Hal 219
paragraf 3).

Checkpoint 5
1. Distinguish teleological from deontological approaches to ethics. Is agency
theory teleological or deontological?
2. Define Pareto optimality in your own words. Why does the concept lack
usefulness for accounting?
3. List some of the rights that you as a student have. What gives you those rights?
Fot instance, does the universityhave a right to enter your dorm room at any
time of the day or night wihtout warning?
4. What does the term fair mean when used by children on a playground? What
does th term fair mean when accountants use it in an auditors report?
Answer
1. Etika Teleologi: fokus pada akhir (halaman 220). berfokus pada tujuan dan
akibat. Segala sesuatu dipandang pada hasil akhirnya, meskipun proses salah
menurut hukum namun tujuan dan akibatnya baik maka perbuatan tersebut
dinilai baik (wikipedia).
Etika Deontologi: fokus pada motif untuk mencapai tujuan akhir (halaman 220).
suatu tindakan dinilai baik atau buruk berdasarkan apakah tindakan itu sesuai
atau tidak dengan kewajiban (wikipedia).
Menurut saya, teori keagenan bersifat deontology. Manajer dinilai baik karena
dia menjalankan motif baik yaitu, kewajiban sesuai dengan kepentingan dari
pemilik modal.
2. Optimalitas pareto yaitu keadaan yang menunjukkan tidak mungkin lagi
memperbaiki keadaan individu tertentu tanpa membahayakan individu lainnya
(hal 221). Konsep ini tidak berguna untuk akuntansi karena dalam akuntansi,
semua hal harus dilakukan sebaik-baiknya dan sebisa mungkin tanpa membuat
satu hal menjadi lebih buruk (hal 221 paragraf terakhir).
3. Sebagai mahasiswa, saya mempunyai hak untuk:
Mendapatkan pelajaran
Meminjam buku yang ada di perpustakaan

Memanfaatkan fasilitas-fasilitas yang tersedia di kampus (computer lab, ruang


kelas, meja, kursi, hotspot, dll)
Saya mempunyai hak tersebut karena universitas mempunyai kewajiban
terhadap saya tentang itu.
Universitas tidak berhak untuk memasuki kamar saya tanpa pemberitahuan
karena universitas tidak berkewajiban untuk itu.
4. Istilah fair yang digunakan oleh anak-anak di tempat bermain adalah tidak
bermain curang.
Istilah fair yang digunakan oleh akuntan dalam laporan keuangan berarti laporan
keuangan berarti laporan keuangan disajikan menurut prinsip-prinsip akuntansi
yang berterima umum.