Anda di halaman 1dari 24

GULLAIN BARRE SYNDROM

Chintasih Masnitarini
Sri Wahyuni Sahir

Pendahuluan
Sindrom Gullain Barre suatu diemilinasi
polineuropati akut yang dikenal dengan
beberapa nama lain yaitu : Polineuritis
idiopatik, Paralisis asenden Landry dan
Polineuropati inflamasi akut.

Sindrom ini terlihat di seluruh dunia, timbul


di setiap musim sehingga mirip dengan
penyakit endemik dan menyerang laki-laki
maupun perempuan dalam semua kelompok
usia. Insidensinya sekitar 1 hingga 2 kasus per
100000 orang , per tahun ( 0,001 hingga 0,002
% dari populasi ) usaha untuk memisahkan
agen penyebab infeksi tidak berhasil dan
penyebabnya tetap tidak diketahui. Namun
telah di ketahui bahwa GBS bukan penyakit
herediter atau menular.

Definisi
Sindrom Gullain Barre adalah penyakit
sistem saraf perifer yang ditandai dengan
serangan mendadak paralisis atau paresis
otot. Sindrom ini terjadi akibat proses
autoimun pada mielin yang membungkus
saraf perifer.

Epidemiologi
Data di Indonesia mengenai gambaran
epidemiologi belum banyak, pada beberapa
penelitian menyebutkan bahwa insidensi
terbanyak di Indonesia adalah dekade I, II
dan III ( di bawah usia 35 tahun) dengan
jumlah penderita laki-laki dan wanita hampir
sama. Sedangkan penelitian di bandung
menyebutkan bahwa perbandingan laki-laki
dan wanita adalah 3 : 1 dengan usia ratarata 23,5 tahun. Insiden tertinggi pada bulan
april s/d mei dimana terjadi pergantian
musim hujan dan kemarau.

Etiologi
Penyebab Sindrom Gullain Barre
yang tepat belum diketahui, tetapi
penyakit ini bisa merupakan respon
imun yang diantarai sel terhadap
suatu virus sekitar 50 % pasien
memiliki riwayat demam ringan yang
baru saja terjadi dan biasanya berupa
infeksi saluran nafas atau lebih jarang
lagi gastroenteritis.

Etiopatogenesis
Etiologi GBS sampai saat ini masih belum dapat
diketahui dengan pasti penyebabnya dan masih
menjadi
bahan
perdebatan.
Beberapa
keadaan/penyakit yang mendahului dan mungkin
ada hubungannya dengan terjadinya GBS, antara
lain :
Infeksi
Vaksinasi
Pembedahan
Penyakit sistematik ; Keganasan, Systemic Lupus
Erythematosus, tiroiditis, penyakit Addison
Kehamilan atau dalam masa nifas

Faktor Resiko
GBS dapat mempengaruhi semua
kelompok usia tetapi resiko besar jika
pada dewasa muda dan dewasa yang
lebih tua.

Patogenesis

Gejala Klinis dan Kriteria Diagnosis


Kriteria diagnosia yang umum dipakai adalah kriteria
dari National Institute of neurogical and
Communicative Disorder and Stroke ( NINCDS ), Yaitu :
Ciri-ciri yang perlu untuk diagnosis ; Terjadinya
kelemahan yang progresif, Hiporefleksi
Ciri-ciri yang secara kuat menyokong diagnosis GBS ;
I. Ciri-ciri klinis :
1. Progresifitas : Gejala kelemahan motorik
berlangsung cepat, maksimal dalam 4 minggu, 50 %
mencapai puncak dalam 2 minggu, 80 % dalam 3
minggu dan 90 % dalam 4 minggu.

Relatif simetris
Gejala gangguan sensibilitas ringan
Gejala saraf kranial ; 50 % terjadi parese N VII
dan sering bilateral ; Saraf otak lain dapat
terkena khususnya yang mempersarafi lidah dan
otot-otot menelan, kadang < 5 % kasus
neuropati dimulai dari otot ekstraokuler atau
saraf otak lain.
Pemulihan ; dimulai 2 4 minggu setelah
progresifitas berhenti, dapat memanjang sampai
beberapa bulan.
Disfungsi otonom, takikardi dan aritmia, hipostesi
postura;, hipertensi dan gejala vasomotor.
Tidak ada demam saat onset gejala neurologis.

II. Ciri-ciri kelainan cairan serebrospinal yang


menyokong diagnosa :
Protein CSS ; Meningkat setelah gejala 1
minggu atau terjadi peningkatan pada LP
serial.
Jumlah sel CSS < 10 MN/mm3
Varian ; tidak ada peningkatan protein CSS
setelah 1 minggu gejala, peningkatan Sel
CSS 11 50 MN/mm3
Gambaran
elektrodiagnostik
yang
mendukung
diagnose
:
perlambatan
konduksi saraf bahkan blok pada 80 %
kasus biasanya kecepatan hantar kurang 60
% dari normal.

Klasifikasi
1. Acute Inflamatory Demyelinating
polyradiculoneuropathy
2. Acute Motor Axonal Neuropathy
3. Acute Motor Sensory Axonal
Neuropathy
4. Miller Fisher Syndrome

Diagnosa Banding
1. Miastenia Gravis
Suatu
penyakit
autoimun
yang
disebabkan oleh adanya gangguan dari
synaptic
transmission
atau
pada
neuromuscular junction. Ditandai dengan
suatu kelemahan abnormal dan progresif
pada otot rangka yang dipergunakan secara
terus-menerus dan disertai kelelahan saat
beraktifitas.

2. Paralisis Periodik
Suatu kelainan yang ditandai dengan
terjadinya suatu episode kelemahan tiba
tiba yang disertai gangguan pada kadar
kalium serum. Penyakit ini sebagian besar
bersifat herediter dan diturunkan secara
autosomal dominan.

3. Poliomielitis
Penyakit ini menular, disebabkan oleh
virus yang predileksinya merusak sel anterior
sumsum tulang belakang ( anterior horn cells
of the spinal cord) dan batang otak ( Brain
steem). Penyakit ini kebanyakan menyerang
anak-anak, timbul mendadak, kelumpuhan
otot-otot dengan distribusi dan tingkat yang
bervariasi serta bersifat permanen.

4. Myelitis transversalis Akut


Penyakit ini suatu sindrom yang jarang,
ditandai dengan adanya inflamasi dalam
medula spinalis dan mempunyai manifestasi
klinis dengan hasil terjadinya disfungsi
neural dari jaras jaras motorik, sensoris
dan otonom.

Penatalaksanaan
Sampai saat ini belum ada pengobatan
spesifik untuk GBS, Pengobatan diberikan
secara
simptomatis.
Tujuan
utama
penatalaksanaan adalah mengurangi gejala,
mengobati komplikasi dan memperbaiki
prognosis.
1. Sistem Pernapasan ; Jika terjadi gagal
napas diperlukan tindakan supportif dan
fisioterapi. Penggunaan alat bantu napas,
ventilator bila vital capacity turun di bawah
50 %.

2. Fisioterapi
3. Imunoterapi :
- Plasma Exchange Theraphy
- ImunoGlobulin IV
- Kortikosteroid
- Prophylaxis for Deep Vein Thrombosis

Komplikasi
Komplikasi yang dapat terjadi
adalah gagal napas, aspirasi makanan
atau cairan ke dalam paru, pnemonia,
meningkatkan resiko terjadinya infeksi,
trombosis
vena
dalam,
paralisis
permanen pada bagian tubuh tertentu
dan kontraktur pada sendi.

Prognosis
Pasien GBS 75% diantaranya sembuh
total. 15% kelemahan ringan atau gejala
sisa, 5-7% meninggal akibat gagal napas
dan aritmia, 3% mengalami relaps.

Kesimpulan
Sindrom Gullain Barre adalah suatu penyakit
pada susunan saraf pusat yang terjadi secara
akut dan menyeluruh, terutama mengenai
radiks dan saraf tepi, kadang kadang
mengenai saraf otak yang didahului oleh
infeksi akut non spesifik seperti infeksi saluran
nafas dan saluran cerna. Adapun gejala utama
dari Sindrom Gullain Barre adalah kelemahan
yang bersifat progresif pada satu atau lebih
ekstremitas dengan atau tanpa di sertai
arefleksia atau hiporefleksia yang bersifat
general.

Sampai saat ini belum ada pengobatan


spesifik untuk SGB, pengobatan terutama
secara
simptomatis.
Pada
umumnya
penderita mempunyai prognosis yang baik,
tetapi pada sebagian kecil penderita dapat
meninggal atau mempunyai gejala sisa.
Kematian pada SGB disebabkan oleh gagal
nafas dan aritmia.

TERIMA KASIH