Anda di halaman 1dari 6

Pembahasan

Pada praktikum ini digunakan larva instar 3 Drosophila meanogaster. Hal


ini karena beberapa alasan. Pertama, tubuh larva transparan sehingga mudah
mengisolasi DNAnya. Kedua, organ tubuh larva instar 3 sudah lengkap dan
ukurannya paling besar, dan yang ketiga adalah karena larva instar 3 Drosophila
meanogaster memiliki banyak kromosom politen. ( Wilkins. 1993) Pada
pengamatan ini digunakan kelenjar ludah dari larva Drosophila meanogaster
karena pada oragan ini memiliki sejumlah sel yang aktif melakukan metabolisme.
Hal ini dibuktikan dengan terdapatnya hingga paling tidak 1024 untai kromatin
atau 512 pada tiap homolognya. (Broody.1996)
Pada saat pengisolasian sampel, beberapa laruta digunakan, seperti Nacl
dan acetokarin. Fungsi Nacl disini adalah sebagai pengganti larutan ringer yang
berfungsi mempertahankan suatu sel atau organ pengamatan secara in vitro agar
tidak mengalami dehidrasi. (King. 2006) sedangkan acetokarmin berfungsi untuk
mengidentifikasi materi genetic pada sel yang sedang diamati. (Sabnis. 2010)
Pada hasil pengamatan terhadap kelenjar ludah Drosophila meanogaster
ditemukan adanya kromosom raksasa. Kromosom ini disebut kromosom raksasa
karena memang ukurannya yang lebih besar dari ukuran kromosom normal.
Namun kromosom yang ditemukan hanya potongan band dan interband saja.
Tidak ditemukan bentukan kromosom politen, kromosom yang memiliki 4 lengan
yang sama panjang, 1 lengan pendek, kromosenter, band, interband dan puff
( Wolfe. 1933) tidak ditemukannya kromosom polite pada pengamatan kelenjar
ludah drosophila yang dilakukan kemungkinan karena pengamatan yang
dilakukan kurang teliti atau pada saat pembuatan preparat terjadi kesalahan.
Kemungkinan saat menekan preparat dilakukan terlalu keras sehingga kromosom
mengalami kerusakan, oelh karena itu tidak ditemukan kromosom yang politen.
Selain itu bisa juga disebabkan karena usia dari larva belum instar 3 sehingga
kromosom politennya masih sedikit.
Pada kromosom politen terdapat beberapa bagian. Bagian yang
terkondensasi yaitu bagian heterokromatin. Pada bagian ini memiliki banyak

salinan sekuen DNA tetapi karena kondisinya terpadatkan atau terlalu memepat,
DNA tidak bisa diakses untuk diekspresikan informasi genetik yang dibawa. Oleh
karena itu pada heterokromatin tidak aktif dalam melakukan transkripsi. Warna
dari heterokromatin lebih gelap dibandigkan bagian yang lainnya karena adanya
pemadatan. (Klug & Cummings. 1994)
Sedangkan bagian lain dari kromosom adalah eukromatin. Pada
eukromatin mimiliki warna yang lebih terang daripada heterokromatin karena
tidak mengalami pemadatan. Sehingga pada bagian eukromatin inilah terjadi
transkripsi gen-gen. karena eukromatin mengandung gen-gen yang aktif. ( Wolfe.
1993)

Kesimpulan
Kromosom politen adalah kromosom raksasa yang ukurannya lebih besar
dari kromosom biasa yang ditemukan pada kelenjar ludah Drosophila
melanogaster. Bagian dari kromosom ini meliputi kromosentormer, band,
interband dan puff.

Diskusi
1. Bagaimana kenampakan kromosom raksasa?
Berupa bentukan linear yang tersisn atas pita gelap dan terang yang saling
berseling.
2. Apa makna pita gelap dan pita terang?
Pada kromosom politen terdapat beberapa bagian. Bagian yang terkondensasi
yaitu bagian heterokromatin. Pada bagian ini memiliki banyak salinan sekuen
DNA tetapi karena kondisinya terpadatkan atau terlalu memepat, DNA tidak
bisa diakses untuk diekspresikan informasi genetik yang dibawa. Oleh karena
itu pada heterokromatin tidak aktif dalam melakukan transkripsi. Warna dari
heterokromatin lebih gelap dibandigkan bagian yang lainnya karena adanya
pemadatan. Sedangkan bagian lain dari kromosom adalah eukromatin. Pada
eukromatin mimiliki warna yang lebih terang daripada heterokromatin karena
tidak mengalami pemadatan. Sehingga pada bagian eukromatin inilah terjadi
transkripsi gen-gen. karena eukromatin mengandung gen-gen yang aktif.
3. Selain pada Drosophila, dimana kromosom raksasa ditemukan?
Pada beberapa spesies dari ordo diptera
4. Apa fungsi kromosom raksasa?
Menyediakan protein yang melimpah pada sel yang aktif melakukan
metabolisme
5. Bagaimana ukuran kromosom raksasa?
Kromosom raksasa berukuran lebih besar daripada kromosom normal. Yaitu
hampir 100 kali lebih besar. Hal ini terlihat pada pengamatan menggunakan
mikroskop menggunakan perbesaran 40 x 10 saja sudah terlihat.
6.

DAFTAR PUSTAKA

Brody, T. B. 1996. Polytene chromosomes, endoreduplication and puffing. 1 hlm.


http://www.sdbonline.org/sites/fly/aimorph/puffing.htm, diakses 19 April
2016.
King, R. C., W. D. Stansfield & P. K. Mulligan. 2006. A Dictionary of Genetics.
7th ed. Oxford University Press, New York: 596 hlm.
Klug, W.S. & M.R. Cummings. 1994. Concepts of Genetics. 4th ed. Prentice Hall
Inc., Engelwood Cliffs: xvi + 779 hlm.
Sabnis, R. W. 2010. Handbook of Biological Dyes and Stains: Synthesis and
Industrial Applications. John Wiley and Sons Inc., New Jersey: xix + 521
hlm.
Wilkins, Adam. 1993. Genetic Analysis of Animal Development, 2nd ed. WilleyLiss, Inc., New York: xv + 546 hlm.
Wolfe, S.L. 1993. Molecular and Cellular Biology. Wadsworth, Inc., California:
xviii + 1145 hlm.

Perbesaran 10 x 40