Anda di halaman 1dari 19

RESUME

JENIS JENIS PENYANGGAAN TEROWONGAN


Diajukan Untuk Memenuhi Mata Kuliah Teknologi Terowongan
Semester VII pada Program Studi Teknik Pertambangan Fakultas Teknik
Universitas Islam Bandung Tahun Akademik 2015/2016

Nidaul Ghina
10070112146

PROGRAM STUDI TEKNIK PERTAMBANGAN

FAKULTAS TEKNIK
UNIVERSITAS ISLAM BANDUNG
1436 H / 2015 M
JENIS-JENIS PENYANGGAAN
TEROWONGAN

Berdasarkan

sifatnya

jenis

penyanggan

dapat

dibagi

menjadi

penyangga pasif dan penyangga aktif :

Penyangga Batu
Pemilihan jenis penyangga yang diinstal dalam sebuah penggalian

tambang bawah tanah tentu tergantung pada zona batuan elastis atau patah di
sekitar penggalian itu.

Penyangga batuan aktif


Tambang bawah tanah menggunakan dua jenis penguat batu utama

Rockbolts tanam mekanis dan untensioned grouted or friction anchored dowels.


Hal ini penting untuk dipahami sepenuhnya berbagai cara di mana sistem ini
bekerja untuk memperkuat.

Rockbolts tanam mekanis


Rockbolts tanam mekanis mungkin adalah bentuk tertua untuk jenis

penguatan batuan yang digunakan dalam pertambangan bawah tanah dan masih
bentuk paling umum dari penguatan batuan yang digunakan di tambang Kanada.
Asalkan batu cukup sulit untuk memberikan pegangan yang baik untuk jangkar,
jangkar ekspansi shell yang juga terpasang

biasanya akan memungkinkan

rockbolt dikencangkan secara maksimal. Pada kenyataannya, jika baut


kelebihan beban, biasanya akan gagal pada urutan di salah satu pelat muka atau
ujung jangkar daripada di slip jangkar.
Tekanan dari rockbolts sangat efektif dalam mempertahankan blok
longgar atau sebagai pengganjal batuan dekat permukaan penggalian. Blok ini
mungkin telah dilonggarkan oleh perpotongan kekar dan bidang datar pada
batuan atau mungkin juga terbentuk karena peledakan yang buruk. Dalam kasus
lainnya, jatuhnya batuan lepas akan menciptakan kondisi kerja yang tidak aman
dan membutuhkan beberapa bentuk penyangga pendukung.

Karena jumlah lepasan biasanya tidak menembus jauh hingga ke massa


batuan, dukungan ini hanya diperlukan untuk menahan beban mutlak dari
material lepas. Rockbolts mekanis dipasang, dengan penambahan mesh karena
potongan-potongan batu kecil cenderung rontok di antara baut, kondisi ini akan
memberikan dukungan yang sangat efektif. Tekanan dari baut, biasanya sekitar
70% dari beban utamanya,ini diperlukan dalam rangka agar memperkeras blok
yang lepas dan terpotong dan untuk memberikan sebanyak mungkin sambungan
antara blok. Hal ini akan membantu batuan untuk menyangga dirinya sendiri dan
dengan mencegah terurai lebih lanjut dan kerusakan massa batuan tekanan
rockbolts akan memberikan dukungan yang efektif.
Namun,

rockbolts

mekanis

mengalami

beberapa

masalah.

Ada

kecenderungan jangkar slip secara bertahap terhadap waktu, mungkin sebagai


akibat dari getaran yang diinduksi oleh peledakan di dekatnya. Oleh karena itu,
rockbolts tua yang telah jelas kehilangan semua takanannya sering terlihat di
tambang bawah tanah. Masalah lain berkaitan dengan karat dari baut-baut dalam
massa batuan dengan air tanah yang agresif, misalnya, dalam sulfida masif.
Kadang-kadang, umur baut yang tak terlindungi akan kurang dari satu tahun
dalam keadaan tersebut dan jika menginginkan umur yang lebih panjang, baut
harus digrout di tempat.

Yang di butuhkan dari rockbolts mekanis agar tidak berkurang secara


signifikan adalah dengan peledakan yang baik dan dengan skala yang
benar. Teknik ini mengurangi jumlah batuan lepas yang harus didukung
dan kebutuhan untuk baut dan mesh.
A. Penyangga Pasif
Bersifat mendukung / menahan batuan yang akan runtuh dan tidak
melakukan reaksi langsung terhadap beban yang diterima (rigid). Berdasarkan
Bahan materialnya penyangga pasif dibagi menjadi :
1. Penyangga Kayu
Jenis jenis penyangga kayu ialah :
- Cribbing (Pack)
Dengan bentuk penampang yang lebar umumnya digunakan
didaerah yang memerlukan pemerkuatan tinggi, seperti di lubang
produksi dan perempatan (junction).

Gambar 1
Cribbing

Pada pemasangan dilubang produksi (longwall) susunan cribbing


tersebut dikombinasikan dengan batang besi yang dilepas yang disebut
Chock Release .
- Three Piece Set
Digunakan pada lubang bukaan yang berbentuk persegi panjang dan
terdiri dari tiga bagian utama, yaitu bagian atas (cap) dan bagian
samping/tiang (post).

Gambar 2
Three Piece Set

- Square Set

Penyangga ini umumnya digunakan pada lubang vertical (raise /


winze)

Gambar 2
Square Set

- Five Piece Set

Gambar 3
Five Piece Set

Kelebihan penyangga kayu ialah :


-

Ringan, mudah dibawa, mudah dipotong dan dibentuk serta

dipasang sebagai penyangga terowongan tambang.


Kayu akan terbelah menurut struktur serat tertentu, sehingga ada
tanda tanda visual dan suara yang dikeluarkannya sebelum
benar benar patah. Hal ini membuat kayu lebih disukai secara
psikologis oleh para pekerja tambang dibandingkan baja.

Kayu yang patah menjadi potongan masih bisa digunakan sebagai


pasak, pengisi dan sebagainya.

Kekurangan penyangga kayu ialah :


-

Karakteristik mekanisnya (kekuatannya) akan bergantung kepada


struktur seratnya, sementara defect (cacat produk) secara alami

dapat terjadi di dalam struktur kayu itu sendiri.


Faktor kelembaban sangat mempengaruhi nilai kekuatannya.
Banyak jamur yang hidup dalam lingkungan lembab akan

menyebabkan kayu menjadi hilang kekuatannya.


Kayu merupakan material yang mudah terbakar. Bila terjadi
kebakaran,

api

akan

cepat

menyebar

dengan

membakar

penyangga dan menghasilkan gas beracun.


Hal Penting dalam Pemasangan Penyangga Kayu ialah :
-

Jangan menggunakan kayu yang banyak cabang (dahan) dan urat

untuk cap
Kayu yang bengkok digunakan pada bagian luar (sisi dinding)
Kalau terpaksa harus memotong kayu, potong bagian ujung yang

penampangnya ebih kecil


Penguat (bracing) untuk menjaga jarak penyangga dipasang
dengan pasti pada posisi yang benar, apabila penguat bergeser

atau lepas segera dipasang kembali


Pada waktu melakukan pemasangan tiang, terutama sekali di
tempat yang baru saja selesai peledakan, dilakukan pemeriksaan
teliti terhadap atap dan dinding, serta untuk mencegah batuan
runtuh dipasang penahan sementara atau bila diperlukan
memasang penyangga sementara, setelah itu baru melakukan

pekerjaan.
2. Penyangga Besi Baja
Jenis jenis penyangga besi ialah :
- Two Piece Arch dan Three Piece Arch
Penyangga ini bentuknya seperti busur dan umumnya digunakan
didaerah lubang-lubang utama.

Gambar 4
Two Piece Arch dan Three Piece Arch

- Rolled Steel Joist (I beam)


Penyangga ini biasanya dipasang untuk lubang yang bentuknya
empat persegi panjang dan umumnya digunakan didaerah lubang-lubang
produksi.

Gambar 5
I-Beam

Karakteristik dasar Penyangga Baja :


-

Baja merupakan material homogen yang dibuat melalui proses


metalurgi, dan bebas dari cacat (defect) secara alami, sehingga

penggunaan nilai safety factor yang lebih rendah pada proses


-

design masih dimungkinkan.


Baja memiliki nilai elastisitas modulus Young (E=200GPa) yang lebih
besar disbanding material lainnya, sehingga hal ini memberi
keuntungan terhadap deformasi (perubahan bentuk), melengkung,

dsb.
Baja dapat dibuat dalam bentuk alloy (campuran) yang kuat untuk

memenuhi persyaratan yang ketat dalam design.


Baja merupakan material yang mendapat pengaruh paling kecil

terhadap kondisi udara, seperti temperature dan kelembababan.


Sebagai material, baja dapat digunakan kembali dengan
meluruskannya. Penyangga baja yang telah bengkok dengan parah

dapat dijadikan scrap (besi tua).


Di sisi lain, baja merupakan material yang mahal. Terowongan yang
diberi penyangga busur baja akan membutuhkan biaya modal yang
relative besar, yang mungkin akan terlalu mahal bagi tambang
dengan skala kecil.

3. Penyangga Beton
Beton adalah campuran antara semen, pasir dan air yang kadangkadang ditambah CaCl2 (calsium chlorida) yang berfungsi sebagai pemencepat
waktu pengerasan (curring time).
Jenis jenis penyangga beton :
- Shotecete
Shotcrete sendiri secara bahasa adalah beton tembak. Namun lebih
dari

itu

shotcrete

secara

umum

adalah

campuran

antara

semen,aggregate/kerikil,air ,fibre plastic atau baja, dan semua


admiktur/campuran

tambahan.

Yang

disemprotkan

dengan

mengunakan udara bertekanan tinggi. Kata shot/tembak disini berarti


disemprotkan dengan udara bertekanan tinggi sekitar 6000 Psi.
sebuah tekanan udara yang cukup untuk menjebol dinding rumah
biasa. Tekanan tinggi diperlukan untuk dapat menyemprotkan beton
dengan berbagai macam campurannya yang sangat liat,menggumpal
dan keras.Campuran shotcrete dirancang untuk segera bereaksi
sesaat setelah semua bahan dicampur dalam truk pengaduk.ada
begitu banyak keunggulan shotcrete dibanding dengan system
penyangga lain. Shotcrete bisa digunakan di berbagai tipe batuan
kecuali pasir,mudah dioperasikan karena hanya butuh 1 orang
operator,dapat

menggeras

dengan

sangat

cepat.dibeberapa

percobaan shotcrete bahkan dapat mengeras hanya dalam waktu 1


jam,

dengan

penggunaan

campuran

tambahan.

Tinggkat

kekuatannya juga mengagumkan,melebihi campuran beton yang


dikenal oleh orang awam. Dalam waktu 1-6 jam. Sebuah dinding
yang disemprot dengan shotcreteterbukti mampu menahan tabrakan
dari alat berat sejenis wheel loader,dan hanya tergores sedikit di
permukaannya.juga mampu menahan getaran peledakan yang
mempunyai tekanan dari puluhan sampai ratusan ribu Psi per detik.
Kekuatan ini didapat dari campuran yang tepat. Sesaat begitu
shotcrete disemprot, permukaan batuan tambang akan mengalami
hidrasi/naiknya suhu campuran shotrete akibat dari digunakannya
campuran gamping pada semen dan campuran kimia lain. Ketika
hidrasi terjadi semua campuran yang menggumpal akan meleleh
menjadi semacan lem yang akan mengikat kuat satu sama lain
terutama dengan permukaan lubang galian.setelah semua celah di
antara shotcrete dan batuan tertutup terciptalah perkuaatan yang
akan menyangga dinding lunbang bukaan dari potensi bahaya yang
mungkin timbul seperti runtuh. Jadi jika dilihat secara kasat mata,
seolah olah terowongan tersebut tidak disangga oleh penyangga
biasa seperti kayu atau besi yang menahan atap secara virtual.
Dinding terowongan hanya akan terlihat seperti gua biasa. Meskipun
mahal secara biaya, cara ini sangat efektif dan praktis untuk
digunakan di tambang bawah tanah.
Ada dua tipe dasar shotcrete, yaitu :
a. Shotcrete campuran kering (dry mix shotcrete), dimana
campuran semennya kering dan air ditambahkan pada saat
penyemprotan (di nozzle). Cara dry mix adalah suatu cara
dimana aggregate yang telah dibasahi di campur dengan semen
dan kemudian dialirkan melalui selang dengan kecepatan konstan
ke nozzle. Air ditambahkan pada nozzle sebelum
disemprotkan

campurannya

dan akselerator di tambahkan pada campuran

keringnya bila akseleratornya berupa tepung tetapi bila berupa


cairan maka akselerator tersebut di tambahkan pada air, pada
saat air di alirkan ke nozzle.

Gambar 6
Shotcrete campuran kering

b. Shotcrete campuran basah (wet mix shotcrete), pada dasarnya


memiliki komponen yang sama dengan campuran kering, tetapi
airnya telah dicampurkan di dalam mixer. Cara Wet Mix adalah
suatu cara dimana air, agregat dan semen yang telah ditakar,
dicampur dan dialirkan melalui selang ke suatu tabung untuk
kemudian dipompa secara mekanis melalui nozzle kepermukaan
batuan. Akselerator ditambahkan pada saat campuran dialirkan
ke tabung.

Gambar 7
Shotcrete campuran

Keuntungan cara Wet Mix Proses adalah sebagai berikut :


1) Rebound 10 15 %, jauh lebih sedikit dari cara dry mix
2) Lingkungan kerja lebih nyaman, terutama di dalam tunnel
3) Dengan menggunakan jenis accelerator yang tepat, kuat tekan
beton menjadi lebih tinggi dan bounding strenght menjadi lebih
baik.
4) Biaya perawatan (spare part) lebih murah
Sedangkan kelemahan-kelemahannya adalah sebagai berikut :

1)
2)
3)
4)

Biaya investasi untuk mesin dan peralatannya mahal


Jarak jangkau pompa lebih pendek dari dry mix
Dimensi agregat terbatas dan kualitasnya harus lebih baik
Pembersihan mesin dan peralatannya memakan waktu dan

tenaga
5) Kontinuitas

spraying

harus

tetap

terjaga,

kecuali

menggunakan delvocrete stabilizer.


Dalam dunia pertambangan dikenal dua system operasi standart
penambangan yaitu tambang terbuka dan tambang bawah tanah.
Tambang bawah tanahtidak seperti apa yang dipikirkan oleh orang
awam, membuat lubang galian dari permukaan ,menuju ke daerah
kaya deposit dan tinggal menambangnya.Tidak semudah itu.
Sebuah operasi tambang bawah tanah memerlukan begitu banyak
parameter. Salah satu yang paling utama adalah system
penyanggan.bahkan tanpa adanya system penyanggaan,sebuah
tambang bawah tanah tidak akan bisa beroperasi.
Tujuan utama dari sebuah system penyanggan adalah membuat
lubang bukaan/semacan terowongan untuk tetap stabil dalam
semua fase tambang bawah tanah, menjamin keamanan para
pekerja tambang dari berbagai kemungkinan yang berhubungan
dengan tambang bawah tanah.termasuk yang paling diketahui
orang awam sebagai runtuhnya terowongan tambang. Ada begitu
banyak system penyanggaan bawah tanah salah satunya adalah
shotcrete. Dikembangkan untuk menjawab tuntutan mendesak
tentang

kebutuhan

adanya

system

penyanggan

yang

efisien,bersih, cepat dioperasikan,tingkat keamanan yang tinggi


dan bisa dioperasikan dengan hanya 2 5 orang tanpa
membutuhkan banyak tenaga juga area cover yang jauh lebih luas
dari sistem penyanggan apapun yang dikenal manusia.
Shotcrete sendiri secara bahasa adalah beton tembak. Namun
lebih dari itu shotcrete secara umum adalah campuran antara
semen,aggregate/kerikil,air ,fibre plastic atau baja, dan semua
admiktur/campuran

tambahan.

Yang

disemprotkan

dengan

mengunakan udara bertekanan tinggi. Kata shot/tembak disini


berarti disemprotkan dengan udara bertekanan tinggi sekitar 6000

Psi. sebuah tekanan udara yang cukup untuk menjebol dinding


rumah

biasa.

Tekanan

tinggi

diperlukan

untuk

dapat

menyemprotkan beton dengan berbagai macam campurannya


yang sangat liat,menggumpal dan keras.Campuran shotcrete
dirancang untuk segera bereaksi sesaat setelah semua bahan
dicampur dalam truk pengaduk.ada begitu banyak keunggulan
shotcrete dibanding dengan system penyangga lain.
Shotcrete bisa digunakan di berbagai tipe batuan kecuali
pasir,mudah

dioperasikan

operator,dapat

menggeras

karena

hanya

dengan

sangat

butuh

orang

cepat.dibeberapa

percobaan shotcrete bahkan dapat mengeras hanya dalam waktu 1


jam,

dengan

penggunaan

campuran

tambahan.

Tinggkat

kekuatannya juga mengagumkan,melebihi campuran beton yang


dikenal oleh orang awam. Dalam waktu 1-6 jam. Sebuah dinding
yang

disemprot

dengan

shotcreteterbukti

mampu

menahan

tabrakan dari alat berat sejenis wheel loader,dan hanya tergores


sedikit di permukaannya.juga mampu menahan getaran peledakan
yang mempunyai tekanan dari puluhan sampai ratusan ribu Psi per
detik. Kekuatan ini didapat dari campuran yang tepat. Sesaat
begitu shotcrete disemprot, permukaan batuan tambang akan
mengalami hidrasi/naiknya suhu campuran shotrete akibat dari
digunakannya campuran gamping pada semen dan campuran
kimia

lain.

Ketika

hidrasi

terjadi

semua

campuran

yang

menggumpal akan meleleh menjadi semacan lem yang akan


mengikat kuat satu sama lain terutama dengan permukaan lubang
galian.setelah semua celah di antara shotcrete dan batuan tertutup
terciptalah perkuaatan yang akan menyangga dinding lunbang
bukaan dari potensi bahaya yang mungkin timbul seperti runtuh.
Jadi jika dilihat secara kasat mata, seolah olah terowongan
tersebut tidak disangga oleh penyangga biasa seperti kayu atau
besi yang menahan atap secara virtual.
Dinding terowongan hanya akan terlihat seperti gua biasa.
Meskipun mahal secara biaya, cara ini sangat efektif dan praktis

untuk digunakan di tambang bawah tanah. Keuntungan lainya


adalah dampak psikologis dari para pekerja bawah tanah. Karena
shotcrete tidak punya kecenderungan untuk runtuh secara
massal,terutama jika pada proses penyemprotannya benar, yaitu
disemprot secara merata dan memutar, tanpa adanya penumpukan
terutama pada bagian dinding. Ini akan membuah para pekewrja
merasa aman, sehingga mereka lebih produktif. Tapi shotcrete
selain mahal juga punya kelemahan sebagaimana beton biasa.
Tidak bisa digunakan lagi jika pecah atau runtuh, berbeda dengan
penyangga kayu. Shotcrete juga tidak memberikantanda-tanda
jika akan runtuh yang pada penyangga kayu akan terlihat patahan
dan indikasi runtuh seperti melengkung.selain itu shotcrete cukup
efektif jika digunakan pada konstruksi yang membutuhkan
perkuatan secara cepat, selama bidang yang bisa di semprot
cukup luas. Jika diaplikasikan pada konstruksi sipil, seperti
bangunan shotcrete akan sangat cocok untuk memperkuat lapisan
luar dinding, cocok untuk bungker militer,ruang operasi medis,
gudang bahan peledak/bahan yang mudah terbakar. Karena sifat
shotcrete yang akan semakin mengeras seiring dengan naiknya
temperature. Tapi shotcrete tidak cocok pada terowongan tanah
biasa, karena shotcrete tidak bisa memperkuat dinding tanah
biasa.diperlukan permukaan yang lebih stabil dan keras. Shotcrete
punya ketahanan yang kuat terhadap air, setelah shotcrete
mengeras/mengalami
gunakan

pada

hidrasi.

konsruksi

Meskipun

sipil,

karena

shotcrete
biaya

jarang

yang

di

mahal.

Sebenarnya shotcrete bisa memperkuat dinding rumahdari potensi


gempa bumi. Dengan catatan dinding rumah dibuat berlubanglubang untuk memperkuat daya ikat shotcrete dan dinding.
Shotcrete telah berkembang menjadi sistem pendukung serbaguna
dengan penambahan tulangan baja microsilica dan serat untuk
campuran mortar / agregat. Instalasi kompleks lapisan tipis
shotcrete, diperkuat dengan kain weldmesh sekarang dapat diganti
dengan cepat dan ekonomis oleh single pass dari serat baja
diperkuat microsilica shotcrete. Penelitian yang memadai yang

sekarang telah pergi ke dalam desain campuran shotcrete dan


bahan konstituen yang digunakan, bahwa kualitas shotcrete
sekarang terletak hampir seluruhnya dengan operator peralatan.
Shotcrete aplikasi membutuhkan perhatian konstan untuk tekanan
pasokan dan volume air, campuran dan udara untuk memastikan
bahwa bahan daun nosel dalam aliran terganggu terus menerus
yang dapat diterapkan oleh nozzleman sedemikian rupa untuk
memaksimalkan pemadatan dan kualitas sambil meminimalkan
Rebound dan overspray.
Sebagai shotcrete mengembangkan kekuatan dengan waktu
setelah aplikasi, hal itu dapat digunakan secara efektif segera
setelah penggalian. Penyesuaian lokal di medan tegangan in situ
akibat pertambangan tidak mungkin untuk menginduksi pemuatan
berlebihan pada shotcrete hijau, dan shotcrete telah menunjukkan
ketahanan yang baik dan daya tahan untuk peledakan di dekatnya.
Seperti loading ditransfer ke sistem pendukung, itu adalah
mendapatkan kekuatan dan menghasilkan dukungan anggota
kaku. Sebagian besar produk yang ditembak dengan sampai
akselerator 5% jika kekuatan awal tinggi diperlukan. Hal ini jelas
mengarah pada pengembangan anggota mendukung lebih cepat,
tetapi perawatan harus dilakukan dalam desain untuk memastikan
bahwa dukungan tersebut tidak akan menjadi tertekan oleh beban
ditransfer dari tanah bersantai di lingkungan stress tinggi.
Penggunaan aditif silika mikro berarti rebound yang berkurang
jauh, ketebalan aplikasi dapat ditingkatkan, zona lemah batuan
dengan air dapat ditutup dan void dapat diisi secara efektif. Silika
tidak muncul untuk mempengaruhi kekuatan jangka panjang dari
produk.
Penambahan aspek rasio tinggi, serat baja cacat, biasanya 30-38
mm dan 0,5 mm setara, meningkatkan retak pasca daya dukung
beban dari sistem pendukung, meskipun tidak memberikan
perbaikan yang ditandai dengan kekuatan lentur awal yang
shotcrete lapisan. Masalah awal dengan balling dari serat baja dan

memakai

alat

yang

berlebihan

telah

banyak

diatasi

dan

penambahan serat baja biasanya tidak menimbulkan masalah


operasional yang signifikan.
Jenis-jenis campuran shotcrete

- Concrete
Biasa digunakan sebagai bahan penyangga di tempat yang
dipertahankan

dalam

waktu

lama,

seperti

mulut terowongan,

lubang bukaan vertikal dan ruang mesin. Untuk mengatasi kuat tarik
yang rendah, sehingga ditempat yang tekanan batuannya kuat, beton
dipasang tulangan baja yang ditanam/dipasang di dalam konstruksi
beton sehingga membentuk satu kesatuan yang disebut beton
bertulang (reinforced concrete). Ditempat yang mudah terjadi swelling
karena lantainya mengandung air adakalanya dilakukan pengerjaan
inverted yaitu membeton dengan menggali bagian lantai.

Gambar 8
Concrete

Kelebihan :
Sebagai material kompresif, beton memiliki kekuatan yang tinggi

dan relative ekonomis


Komponen yang membuat beton (semen, agregat, air) mudah

didapat dalam berbagai kualitas


Sifat dari komponen-komponen tersebut sangat straightforward

Beton dapat dengan mudah dilakukan dihampir semua tempat


Penggunaannya (mencampur, mengangkut, menuang) dapat

dilakukan secara mekanis dan menghemat biaya


Merupakan material paling aman dalam hal ketahanan terhadap

api
Karena pembetonan menghasilkan permukaan yang halus,
maka

tahanan

terhadap

aliran

udara

ventilasi

dapat

diminimalkan
Kekurangan :
Memiliki sifat ketahanan terhadap gaya tarik yang lemah,
sehingga tidak cocok bila didesain untuk kondisi dengan
tegangan (tension), atau bila harus digunakan dalam kondisi

seperti ini, maka harus diperkuat dengan baja.


Dapat hancur atau patah secara tiba-tiba tanpa adanya
peringatan seperti misalnya penyeratan pada kayu atau

deformasi pada baja.


Beton yang patah atau hancur tidak lagi memiliki nilai. Tidak
seperti kayu yang masih bisa digunakan lagi potongan hasil
patahannya, potongan dari hancuran beton tak bisa lagi

digunakan dan harus disingkirkan.


Karena kuat tekan (compressive strength) dari beton akan
dipengaruhi

oleh

pembuatannya,

jumlah

kandungan

dan

komposisinya, lama waktu curing dsb, yang semuanya harus


dikontrol secara hati-hati. Karena itu, penggunaan beton akan
membutuhkan sepervisi yang ekstra bila dibandingkan dengan
penggunaan material lainnya.
4. Rockbolt
Kelebihan dari penggunaan baut batuan (rock bolting)
- Baut dapat segera dipasang segera setelah

penggalian

dilakukan, sebelum deformasi yang cukup besar terjadi. Hal ini


merupakan faktor penting dalam roof-bolting (pembautan atap),
untuk membanu pengendalian kondisi atap dan meningkatkan
-

keselamatan.
Baut, terutama baut-resin, tidak dipengaruhi oleh gelombang

kejut dari peledakan serta korosi dan karat.


Tidak ada tiang dan palang yang mengganggu diterowongan.
Peralatan angkut dapat lewat dengan mudah. Luas penampang

terowongan tetap terjaga.


Tahanan terhadap aliran angina adalah rendah, Kualitas ventilasi
jadi meningkat.

Baut dapat menjadi gantungan alami bagi pipa dsb, sehingga


lalu-lintas dapat dengan lancer karena lantai bersih dari benda-

benda penghalang.
Terjadinya pecahan-pecahan kecil dapat ditekan, sehingga dilusi

batubara dari batuan atap yang jatuh dapat dikurangi.


Roof bolting lebih ekonomis bila dibandingkan sistem lainnya.
Dibanyak tambang, dimana kayu tidak dapat diperoleh dengan
bebas dan murah, baut-atap merupakan alternative yang lebih
murah, dan tidak memerlukan biaya modal seperti halnya
penyangga busur baja.

5. Mesh
Aturan umum yang dapat digunakan memutus jarak rockbolts adalah
bahwa jarak antara faceplates harus kira-kira sama dengan tiga kali jarak ratarata pesawat kelemahan dalam massa batuan. Oleh karena itu, jika satu set
sendi berpotongan dan pesawat tempat tidur membuat wedges atau blok dengan
panjang sisi rata-rata 0.5m, jarak baut yang ideal harus sekitar 1.5m dan panjang
baut harus dua kali jarak baut, yaitu 3m. Contoh ini memberikan panjang baut
yang wajar dan jarak tetapi, apa solusinya jika jarak sendi rata-rata sekitar
100mm? Jelas, akan tidak praktis untuk menempatkan baut di pusat 300mm dan,
dalam situasi seperti ini, mesh digunakan untuk menjaga blok kecil antara
faceplates di tempat.
Mesh dapat berupa chainlink atau weldmesh. Chainlink mesh yang
fleksibel dan memiliki kapasitas beban bantalan yang sangat tinggi. Namun
demikian, agak sulit untuk menangani selama instalasi dan juga benar-benar
tidak cocok untuk digunakan dengan shotcrete karena kesulitan menghilangkan
kantong-kantong udara yang terjebak di belakang link di mesh. Weldmesh, dibuat
dengan pengelasan grid persilangan kabel pada titik-titik persimpangan mereka,
adalah lebih kaku dan lebih mudah untuk menginstal dari chainlink mesh. Hal ini
juga cocok untuk digunakan dengan shotcrete karena persimpangan kawat kecil
di daerah dan mudah untuk shotcrete untuk menembus belakang persimpangan
ini.
B. Penyangga Aktif
Bersifat melakukan reaksi langsung (yield) dan memperkuat batuan tersebut
secara langsung (reinforcement).
Jenis jenis Penyangga Aktif :

1. Roof Bolts (Rock bolt system)


Rockbolts tanam mekanis mungkin adalah bentuk tertua untuk jenis
penguatan batuan yang digunakan dalam pertambangan bawah tanah dan masih
bentuk paling umum dari penguatan batuan yang digunakan di tambang Kanada.
Asalkan batu cukup sulit untuk memberikan pegangan yang baik untuk jangkar,
jangkar ekspansi shell yang juga terpasang

biasanya akan memungkinkan

rockbolt dikencangkan secara maksimal. Pada kenyataannya, jika baut


kelebihan beban, biasanya akan gagal pada urutan di salah satu pelat muka atau
ujung jangkar daripada di slip jangkar.
Tekanan dari rockbolts sangat efektif dalam mempertahankan blok
longgar atau sebagai pengganjal batuan dekat permukaan penggalian. Blok ini
mungkin telah dilonggarkan oleh perpotongan kekar dan bidang datar pada
batuan atau mungkin juga terbentuk karena peledakan yang buruk. Dalam kasus
lainnya, jatuhnya batuan lepas akan menciptakan kondisi kerja yang tidak aman
dan membutuhkan beberapa bentuk penyangga pendukung.
Karena jumlah lepasan biasanya tidak menembus jauh hingga ke massa
batuan, dukungan ini hanya diperlukan untuk menahan beban mutlak dari
material lepas. Rockbolts mekanis dipasang, dengan penambahan mesh karena
potongan-potongan batu kecil cenderung rontok di antara baut, kondisi ini akan
memberikan dukungan yang sangat efektif. Tekanan dari baut, biasanya sekitar
70% dari beban utamanya,ini diperlukan dalam rangka agar memperkeras blok
yang lepas dan terpotong dan untuk memberikan sebanyak mungkin sambungan
antara blok. Hal ini akan membantu batuan untuk menyangga dirinya sendiri dan
dengan mencegah terurai lebih lanjut dan kerusakan massa batuan tekanan
rockbolts akan memberikan dukungan yang efektif.
Sayangnya, rockbolts mekanis mengalami beberapa masalah. Ada
kecenderungan jangkar slip secara bertahap terhadap waktu, mungkin sebagai
akibat dari getaran yang diinduksi oleh peledakan di dekatnya. Oleh karena itu,
rockbolts tua yang telah jelas kehilangan semua takanannya sering terlihat di
tambang bawah tanah. Masalah lain berkaitan dengan karat dari baut-baut dalam
massa batuan dengan air tanah yang agresif, misalnya, dalam sulfida masif.
Kadang-kadang, umur baut yang tak terlindungi akan kurang dari satu tahun
dalam keadaan tersebut dan jika menginginkan umur yang lebih panjang, baut
harus digrout di tempat.
Yang di butuhkan dari rockbolts mekanis agar tidak berkurang secara
signifikan adalah dengan peledakan yang baik dan dengan skala yang benar.

Teknik ini mengurangi jumlah batuan lepas yang harus didukung dan kebutuhan
untuk baut dan mesh.
Salah satu kelemahan utama dari rockbolts mekanis adalah bahwa, jika
jangkar tergelincir atau baut yang rusak, kapasitas baut turun ke nol dan batu
yang didukung bisa jatuh. Masalah ini kurang parah dalam kasus dowel penuh
digrout atau gesekan berlabuh karena, bahkan jika tergelincir tidak terjadi atau
jika pelat muka terdiam, sisa panjang dowel masih berlabuh dan akan terus
memberikan dukungan.
2. Hydraulic Props
Hidraulic Prop adalah tiang penyangga yang pada dasarnya
terdiri dari dua silinder dimana silinder yang satu bergerak didalam
silinder yang lainnya dengan mekanismenya menggunakan sistem
hidraulic.
sementara

Penyangga
pada

ini

umumnya

lubang-lubang

digunakan

produksi,

untuk penyangga

lubang

bukaan

untuk

pelayanan dan penambangan.


3. Powered Roof Support (PRS)
Powered Roof Support (PRS) adalah suatu bentuk penyangga
yang diterapkan disuatu tambang batubara dipenambangan Long Wall
. Penyangga ini tidak hanya berfungsi menyangga atap, tetapi juga
untuk mendorong conveyor bergerak maju dengan tenaga hidrolik