Anda di halaman 1dari 14

proudly presents

KEPEMIMPINAN
PARTISIPATIF,
DELEGASI, DAN
PEMBERDAYAAN

Kepemimpinan partisipatif adalah kepemimpinan yang


selalu mendorong dan memudahkan partisipasi orang lain
dalam pengambilan keputusan.
Terdapat tiga istilah yang terkait dengan kepemimpinan
partisipatif, yaitu:
1. Konsultasi, yaitu pimpinan menanyakan opini dan
gagasan bawahan, kemudian pemimpin mengambil
keputusan,
2. Keputusan bersama, yaitu pimpinan bersama-sama
bawahan mengambil sebuah keputusan dan keputusan
tersebut menjadi keputusan final,

JENIS PARTISIPASI
Kepemimpinan partisipatif dapat mewakili berbagai bentuk prosedur
pengambilan keputusan, yaitu:
a. Keputusan otokratis. Manajer membuat keputusan sendiri tanpa
menanyakan pendapat atau saran orang lain, atau dengan kata lain tidak
ada partisipasi.
b. Konsultasi. Manajer menanyakan ide dan gagasan pada orang lain
kemudian membuat keputusan sendiri setelah mempertimbangkan saran
dan pendapat yang berkembang.
c. Keputusan bersama. Manajer bertemu dengan orang lain untuk
mendiskusikan masalah yang dihadapi dan membuat keputusan bersama.
d. Delegasi. Manajer memberikan otoritas dan tanggung jawab untuk
membuat keputusan pada seseorang atau kelompok, dan persetujuan awal
tidak selalu diperlukan sebelum keputusan diimplementasikan.

Gambar: Jajaran (continuum) dari


Prosedur Pengambilan Keputusan
Keputus
an
otokrati
s
Tanpa
pengaruh
orang lain

Konsult
asi

Keputus
an
bersam
a

Pendelega
sian
Pengaruh
besar orang
lain

Sumber: Yukl, Kepemimpinan dalam Organisasi, 2005:99

KONSEKUENSI
DARI PARTISIPASI
PROSEDUR
KEPUTUSAN
Keputusan otokratis
Konsultasi
Keputusan bersama
Pendelegasian

PROSES PENJELASAN
Memahami masalah
Pemecahan masalah
integratif
Identifikasi dengan solusi
Keadilan prosedural

VARIABEL
SITUASIONAL

Pentingnya keputusan
Distribusi pengetahuan
Kesesuaian sasaran
Tekanan waktu
Ciri + nilai anggota

POTENSI
MANFAAT
Keputusan
berkualitas
tinggi
Keputusan dgn
penerimaan tinggi
Kepuasan tinggi
Pengembangan
keterampilan yg baik

POTENSI MANFAAT PARTISIPASI


Kepemimpinan partisipatif menawarkan beragam potensi manfaat, yaitu:
a. Kualitas Keputusan
Melibatkan orang lain dan membuat keputusan akan meningkatkan kualitas
keputusan karena partisipan memiliki informasi dan pengetahuan yg tidak
dimiliki oleh pemimpin.
b. Penerimaan Keputusan
Partisipan akan memandang sebagai keputusan mereka, yang selanjutnya
memotivasi untuk menerapknnya dengan berhasil .
c. Kepuasan terhadap Proses Keputusan
Partisipan merasa diperlakukan secara bermartabat dan terhormat saat dilibatkan dan
akhirnya meningkatkan kepuasan.
d. Pengembangan Keterampilan Partisipan
Pengalaman membantu membuat keputusan rumit dapat meng-hasilkan
pengembangan keterampilan dan kepercayaan yg lebih besar oleh partisipan

Tujuan Konsultasi ke arah atas:


Mengambil keahlian dari
atasan
Mengetahui pandangan
atasan tentang suatu
masalah dan kemungkinan
reaksinya thd berbagai
Konsultasi dengan orang luar
proposal.
Konsultasi lateral, tujuannya:
(klien dan pemasok),
Meningkatkan kualitas
tujuannya:
keputusan,
Meningkatkan pemahaman dan
Merupakan cara untuk
komitmen, jika kerja sama
diperlukan
belajar lebih banyak
mengimplementasikan
tentang keputusan,
keputusan.
Memperkuat jaringan
eksternal,
Konsultasi ke arah bawah tujuannya
Meningkatkan
adalah:
koordinasi.
Meningkatkan kualitas keputusan
Meningkatkan penerimaan bawahan
Meningkatkan keterampilan
pembuatan keputusan

TUJUAN
PARTISIPA
N

MODEL PENGAMBILAN
KEPUTUSAN NORMATIF
Model Vroom dan Yetton (1973)
1. AI -- bentuk pengambilan keputusan yang otokratis
2. AII bentuk pengambilan keputusan yang otokratis
3. CI bentuk pengambilan keputusan dgn konsultasi
4. CII bentuk pengambilan keputusan dgn konsultasi
5. GII bentuk pengambilan keputusan bersama oleh
pemimpin dan bawahan sebagai sebuah
kelompok

Model revisi / Vroom dan Jago


(1988)

Model vroom dan Jago


memasukkan ciri-ciri yang
memungkinkan manajer
menentukan prioritas relatif dari
berbagai kriteria dan mengurangi
kumpulan yang memungkinkan
hingga ke satu prosedur saja
dengan menggunakan kriteria
tersebut.

APA YANG
DIDELEGASIKAN ?
o Tugas yang dapat dilakukan dengan lebih baik oleh bawahan.
o Tugas yang mendesak tetapi bukan yang merupakan prioritas
tinggi.
o Tugas yang relevan bagi karier seorang bawahan.
o Tugas yang memiliki kesulitan yang sesuai.
o Tugas yang menyenangkan maupun yang tidak
menyenangkan.
o Tugas yang tidak sentral bagi peran manajer.

BAGAIMANA
MENDELEGASIKAN ?
1. Spesifikasikan tanggung jawab secara jelas.
2. Berikan otoritas yang cukup dan perinci batas
kebijaksanaannya.
3. Perinci persyaratan pelaporan.
4. Pastikan penerimaan tanggung jawab dari bawahan.
5. Teruskan informasi kepada mereka yang harus
mengetahuinya.
6. Pantaulah kemajuan dengan cara yang sesuai.
7. Usahakan agar bawahan memperoleh informasi yang

PEMBERDAYAAN
Menjelaskan bagaimana motivasi intrinsik
dan kemanjuran-diri (self-efficacy) dari
orang yang terpengaruh oleh perilaku
kepemimpinan, karateristik pekerjaan,
strukstur organisasi, dan kebutuhan serta
nilai-nilai mereka sendiri.

KONSEKUENSI DARI
PEMBERDAYAAN
1. Komitmen tugas yang lebih kuat.
2. Inisiatif yang lebih besar dalam menjalankan tanggung
jawab peran.
3. Ketekunan yang lebih besar di hadapan rintangan dan
kemunduran sementara.
4. Lebih inovasi dan pembelajaran.
5. Optimisme yang lebih kuat tentang keberhasilan akhir
dari pekerjaan itu.
6. Kepuasan kerja yang lebih tinggi.

BAGAIMANA PARA
PEMIMPIN DAPAT
MENINGKATKAN
PEMBERDAYAAN ?