Anda di halaman 1dari 26

MAKALAH MPKT B

TANGGUNG JAWAB KITA SEBAGAI MANAJER ALAM

Kelas D
Home Group 3
Cindy Dara Pramestya
Dewi Shinta
Elba Rahma
Fatika Rahma Sanjaya
Luluul Firdausiah
Mery Astuti
Nanda Anzana

1506669583
1506671064
1506669324
1506670194
1506735925
1506670175
1506725533

FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM

UNIVERSITAS INDONESIA
DEPOK
2015

KATA PENGANTAR

Rasa syukur yang dalam kami sampaikan ke hadiran Tuhan Yang Maha Esa,
karena berkat rahmat-Nya makalah ini dapat kami selesaikan sesuai yang diharapkan.
Dalam makalah ini kami membahas Tanggung Jawab Kita sebagai Manajer Alam,
suatu

hal yang sangat penting bagi manusia yang derajatnya lebih tinggi dari

makhluk lain dikarenakan kita dibekali akal yang harus kita gunakan dengan baik
dalam

menjaga dan memanfaatkan alam sebagai tempat kita hidup di Bumi.


Makalah ini dibuat dalam rangka memperdalam pemahaman masalah

manajemen alam oleh manusia dan sekaligus untuk memenuhi tugas mata kuliah
MPKT-B.Dalam proses pendalaman materi manajemen alam ini, tentunya kami
mendapatkan bimbingan, arahan, koreksi dan saran, untuk itu rasa terima kasih kami
sampaikan kepada Ibu Dra. Siswati Setiasih Apt.,M.S. serta semua pihak yang telah
membantu dalam penyelesaian makalah ini.
Kami berharap makalah ini dapat memberikan manfaat bagi para pembaca
dan dapat dijadikan salah satu acuan dalam pembahasan mengenai manajemen
alam.Kami sadar masih banyak kekurangan dalam makalah ini.Untuk itu, kami
berharap kritik dan saran dari dosen pembimbing dan pembaca demi perbaikan.

Depok, 15 Oktober 2015

Tim Penulis

ABSTRAK

Makalah ini membahas tentang manusia sebagai manajer alam. Kita sebagai manusia
yang dibekali Tuhan akal pikiran, mempunyai akhlak mulia dan moral harus
melakukan tugas sebagai pengelola sumber daya alam guna memenuhi segala
kebutuhan sehari-hari. Selain melakukan pemanfaatan alam, manusia juga harus
menjaga serta melestarikan alam agar sumber daya alam tidak habis dan dapat
digunakan secara terus-menerus. Manusia diharapkan dapat menjaga keseimbangan
alam yang telah ada. Namun banyak manusia yang memiliki rasa egoisme yang tinggi
sehingga keseimbangan lingkungan sulit tercapai . Oleh karena itu, diperlukan suatu
upaya agar kita bisa menikmati dan memanfaatkan sumber daya alam yang ada tanpa
harus merusaknya sehingga generasi selanjutnya juga dapat menikmati hasil dari
alam yang kita jaga.
Kata kunci: manusia, lingkungan, pengelolaan, sumber daya alam

DAFTAR ISI

HALAMAN MUKA....................................................................................................i
KATA PENGANTAR.................................................................................................ii
ABSTRAK.................................................................................................................iii
DAFTAR ISI..............................................................................................................iv
BAB I PENDAHULUAN...........................................................................................1
1.1 LATAR BELAKANG MASALAH..............................................................1
1.2 PERUMUSAN MASALAH.........................................................................1
1.3 TUJUAN........................................................................................................2
BAB II ISI...................................................................................................................3
2.1 Kita sebagai Manajer Tubuh Kita Sendiri.....................................................3
2.1.1 Pengertian Hidup Sehat........................................................................3
2.1.2 Upaya Hidup Sehat...............................................................................3
2.2 Kita sebagai Manajer Kesehatan Lingkungan...............................................4
2.2.1 Pengertian Lingkungan Sehat...............................................................4
2.2.2 Cara Mewujudkan Lingkungan Sehat yang Bebas Penyakit................4
2.3 Kita sebagai Manajer Alam Sekitar...............................................................4
2.3.1 Pengertian, Fungsi Air, dan Parameter Kualitas Air............................4
2.3.2 Pengelolaan Sampah.............................................................................5
2.4 Kita sebagai Manajer Alam Global...............................................................5
2.4.1 Kesehatan Lingkungan, Polusi, Dan Toksikologi................................5
2.4.2 Pertambahan Penduduk Bumi..............................................................6
2.5 Kita sebagai Manajer Pembangunan.............................................................6
2.5.1 Lingkungan Hemat Energi...................................................................6
2.5.2 Klasifikasi Material..............................................................................6
2.6 Kita sebagai Manajer dalam Penanggulangan Bencana................................7
2.6.1 Bencana Alam.......................................................................................7
2.6.2 Prinsip-prinsip Penanggulangan Bencana............................................8

2.6.3 Jenis-jenis Bencana Alam.....................................................................9


2.6.4 Mitigasi Bencana................................................................................10
2.6.5 Tugas Badan Mitigasi dan Masyarakat..............................................10
BAB III KETERKAITAN MATERI LSPB DENGAN WACANA CL-2................12
3.1

Wacana Cl-2............................................................................................12

3.2

Keterkaitan Materi dengan Wacana........................................................14


3.2.1

Keterkaitan LSPB 1 : Kita sebagai Manajer Tubuh Kita Sendiri....14

3.2.2

Keterkaitan Materi LSPB 2 : Kita sebagai Manajer Kesehatan


Lingkungan......................................................................................14

3.2.3

Keterkaitan LSPB 3 : Kita sebagai Manajer Alam Sekitar.............15

3.2.4

Keterkaitan LSPB 4 : Kita sebagai Manajer Alam Global..............15

3.2.5 Keterkaitan LSPB 5 : Kita sebagai Manajer Pembangunan...............15


3.2.6

Keterkaitan LSPB 6 : Kita sebagai Manajer dalamPenanggulangan


Bencana...........................................................................................16

BAB IV PENUTUP..................................................................................................17
4.1 KESIMPULAN...........................................................................................17
4.2 SARAN.......................................................................................................17
DAFTAR PUSTAKA................................................................................................18

BAB I
PENDAHULUAN

1.1 LATAR BELAKANG MASALAH

Manusia sebagai makhluk ciptaan Tuhan yang memiliki akal pikiran, bertugas
dalam menjaga dan mengelola alam tempat hidupnya dengan baik. Dengan kata
lain, manusia adalah manajer alam. Dalam memenuhi kebutuhan hidupnya,
manusia memanfaatkan alam sekitarnya dan saling membutuhkan antarmanusia.
Namun, dalam pemanfaatan alam, khususnya di Indonesia, belum berjalan
dengan maksimal.Sebaliknya, alam Indonesia semakin lama semakin rusak akibat
ulah manusia yang egois dan tidak bertanggungjawab. Mulai dari pembabatan
hutan, polusi, perburuan liar, pembukaan lahan dengan cara yang tidak
memperhatikan lingkungan, dan lain sebagainya.
1.2 PERUMUSAN MASALAH

1. Bagaimana peranan kita sebagai manajer alam?


2. Apa saja dampak negatif dari kerusakan alam?
3. Apa saja upaya yang dapat kita lakukan untuk mengatasi kerusakan alam?
4. Bagaimana kaitan pembahasan materi kita sebagai manajer alam degan
wacana CL-2 yang berjudul Mengelola Bumi Indonesia?

1.3 TUJUAN

a. Memberikan informasi kepada masyarakat tentang peranan kita sebagai


manajer alam
b. Memberikan informasi kepada masyarakat tentang dampak negatif dari
kerusakan alam
c. Memberikan solusi mengenai perbaikan alam yang rusak
d. Memberikan informasi tentang keterkaitan materi dengan wacana CL-2

BAB II

ISI

2.1 Kita sebagai Manajer Tubuh Kita Sendiri


2.1.1 Pengertian Hidup Sehat
Hidup sehat adalah hidup dimana seseorang terbebas dari gangguangangguan yang bersifat fisik maupun non fisik.Hidup sehat dilakukan
dengan menjalani pola hidup sehat sesuai dengan kondisi dan ketentuan
yang berlaku. Hidup sehat akan memengaruhi kondisi diri kita ke
depannya. Apabila seseorang menjaga dan merawat tubuhnya dengan baik,
maka orang tersebut akan sehat rohani dan jasmaninya serta terhindar dari
gangguan-gangguan fisik maupun non-fisik lainnya.
2.1.2 Upaya Hidup Sehat
Terdapat beberapa cara untuk menjalani pola hidup sehat guna
menjaga dan merawat tubuh ;
1. Diet sehat
Diet sehat adalah kegiatan mengurangi asupan makanan yang tidak
dibutuhkan oleh tubuh. Diet sehat dilakukan dengan cara ;

Menambahkan serat dalam makanan yang dikonsumsi setiap hari.


Contoh :Buah-buahan dan Sayur-sayuran..

Menambahkan porsi protein dibanding lemak dan karbohidrat.


Contohnya :Daging, telur, dan ikan

Variasi makanan

2. Menjaga kebersihan badan

3. Going Green
Going

Green

adalah

upaya

seseorang

untuk

menjaga

dan

menguntungkan lingkungan dengan tujan untuk merawat kelestarian


alam.
2.2 Kita sebagai Manajer Kesehatan Lingkungan
2.2.1 Pengertian Lingkungan Sehat
Lingkungan sehat mempunyai arti lingkungan yang jauh dari kondisi
yang menimbulkan penyakit. Lingkungan yang bersih akan menunjang
terwujudnya hidup sehat. Makna dari lingkungan bersih hidup sehat ialah
Lingkungan yang kita tempati memberikan kesan baik terhadap indra dan
memberikan makna kesehatan.
2.2.2 Cara Mewujudkan Lingkungan Sehat yang Bebas Penyakit
Lingkungan memiliki potensi bahaya yaitu berupa penyakit-penyakit
menular.Untuk menghindari hal tersebut harus diciptakan lingkungan yang
lebih sehat.Salah satu caranaya adalah melakukan intervensi yang tepat
sasaran.Sementara untuk menyehatkan lingkungan hidup manusia terutama
lingkungan fisik dapat dilakukan dengan upaya sanitasi.Sanitasi berfungsi
untuk membendung penyebaran penyakit, membangun kembali pelayanan
dasar dalam komunitas, dan membantu orang-orang kembali ke aktivitas
hariannya. Sanitasi memiliki enam aktivitas inti yaitu manajemen kualitas
air, monitoring suplai air dan sanitasi, pengawasan dan pencegahan kolera,
air dan sanitasi pada keadaan berbeda, manajemen sumber air, dan
beberapa aktivitas lain. Di seluruh dunia, perbaikan kesehatan lingkungan
berhasil mencegah 13 juta kematian setiap tahunnya.

2.3 Kita sebagai Manajer Alam Sekitar


2.3.1 Pengertian, Fungsi Air, dan Parameter Kualitas Air
Air merupakan salah satu dari banyaknya kebutuhan untuk
kelangsungan hidup. Fungsi air terbagi menjadi dua, yaitu fungsi sebagai
cairan tubuh dan fungsi bagi manusia. Air berfungsi sebagai bagian dari
pernafasan, pengatur temperatur tubuh, melancarkan peredaran darah,
membuang racun dan sisa makanan dalam tubuh, serta menjadi pelarut
nutrien. Selain itu, air juga berfungsi sebagai media rekreasi, industri dan
jasa, pertanian, dan juga sebagai sarana transportasi.
Kualitas air secara umum menunjukkan mutu atau kondisi air yang
dikaitkan dengan suatu kegiatan atau keperluan tertentu. Dengan demikian,
kualitas air akan berbeda dari suatu kegiatan ke kegiatan lain, sebagai contoh:
kualitas air untuk keperluan irigasi berbeda dengan kualitas air untuk
keperluan air minum.
Kualitas air dapat diketahui dengan melakukan pengujian tertentu
terhadap air tersebut. Pengujian yang biasa dilakukan adalah uji kimia, fisik,
dan biologi. Biasanya ditentukan dengan Parameter Kualitas Air. Contoh dari
parameter fisik yaitu suhu, kecerahan , warna, dan bau. Sedangkan parameter
kimia yaitu terdapat kadar oksigen, derajat keasaman (pH), dan kandungan zat
lainnya. Dan Parameter Bologi contoh nya yaitu plankton dan bakteri.

2.3.2 Pengolahan Sampah


Sampah adalah sisa barang atau benda yang dibuang karena sudah
tidak dapat digunakan lagi. Tetapi, masih banyak orang yang membuang
sampah sembarangan tanpa menyadari dampak jangka pendek dan panjang
dari pembuangan sampah tersebut. Pengolahan sampah memiliki prinsip
pengelolaan

sampah

terpadu,

yaitu

Reduce

(mengurangi),

Reuse

(menggunakan kembali), Recycle (daur ulang). Di Amerika Serikat, sekitar

80-90% dari sampah, dapat di gunakan kembali dengan proses daur ulang.
Diharapakan, kedepannya Indonesia dapat mengambil contoh dari
Amerika, agar sampah dapat dijadikan salah satu pendapatan negara atau
dapat menciptakan lapangan pekerjaan.
2.4 Kita sebagai Manajer Alam Global
2.4.1 Kesehatan Lingkungan, Polusi, Dan Toksikologi
Polusi merupakan perubahan lingkungan yang tidak dikehendaki dan
disebabkan oleh materi berbahaya. Polusi dapat disebabkan oleh
kebisingan, panas, logam berat, partikel, senyawa organik, dan medan
elektromagnetik yang disebut sebagai polutan. Polutan sangat berbahaya
karena dapat terakumulasi dalam tubuh, mengendap selama ribuan tahun,
mudah tersebar melalui udara, air, dan tanah, serta menimbulakan dampak
negatif terhadap populasi makhluk hidup tertentu.
Untuk menangani resiko polusi dibutuhkan penilaian dengan cara
identifikasi bahaya, penilaian dosis dan respon, penilaian pemajangan, dan
karakterisasi resiko. Dengan penilaian tersebut, diharapkan dapat diketahui
penanganan terbaik untuk mengatasi polusi yang terjadi.
2.4.2 Pertambahan Penduduk Bumi
Bertambahnya penduduk bumi dapat menjadi suatu masalah bagi
lingkungan.Dulu

manusia

hidup

sebagai

pemburu

dan

pemulung.Kemudian, setelah populasinya meningkat, manusia mulai hidup


dengan bertani dan ketika manusia sudah menjadi populasi yang besar,
manusia mulai mengadakan revolusi industri yang mengakibatkan banyak
kerusakan

lingkungan.Selain

itu,

pertambahan

populasi

manusia

mengakibatkan menipisnya persediaan pangan dan sumber daya alam


seperti tanah untuk hutan, air, dan mineral dalam bumi.Oleh karena itu,

dibutuhkan keseimbangan antara jumlah penduduk bumi dan sumber daya


yang ada agar kelestariaan lingkungan dan keberadaan manusia tetap
berlangsung dengan seimbang.
2.5 Kita sebagai Manajer Pembangunan
2.5.1 Lingkungan Hemat Energi
Kemajuan lingkungan sangat sejajar dengan kemajuan teknologi maka
dari itu kita harus memikirkan teknologi yang ramah lingkungan agar
pembangunan yang bersih dan hemat energi dapat dilakukan.
2.5.2 Klasifikasi Material
Logam: logam menempati golongan IA, IIA dan B. Dapat

dijumpai

berbagai pengaplikasian logam dalam kehidupan sehari hari, misalnya


peralatan makan
Keramik: Berbagai cara pembuatan keramik adalah: glass

forming,

particulate forming, dan cementation


Polimer: Polimer Polimer adalah molekul besar yang

tersusun atas
monomer

Material Mutakhir: jenis material yang dirancang khusus

untuk

aplikasi teknologi tinggi. Material mutakhir diaplikasikan ke berbagai


bidang seperti space-craft.

2.6 Kita sebagai Manajer dalam Penanggulangan Bencana


2.6.1 Bencana Alam
Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, bencana mempunyai arti
sesuatu yang menyebabkan atau menimbulkan kesusahan, kerugian atau
penderitaan. Sedangkan bencana alam artinya adalah bencana yang
disebabkan oleh alam (Purwadarminta, 2006)
Menurut Undang-Undang No.24 Tahun 2007, bencana adalah
peristiwa atau rangkaian peristiwa yang mengancam dan mengganggu
kehidupan dan penghidupan masyarakat yang disebabkan, baik oleh faktor
alam dan atau faktor non alam maupun faktor manusia sehingga
mengakibatkan timbulnya korban jiwa manusia, kerusakan lingkungan,
kerugian harta benda, dan dampak psikologis. Bencana merupakan
pertemuan dari tiga unsur, yaitu ancaman bencana, kerentanan, dan
kemampuan yang dipicu oleh suatu kejadian.
Bencana alam adalah bencana yang diakibatkan oleh peristiwa atau
serangkaian peristiwa yang disebabkan oleh gejala-gejala alam yang dapat
mengakibatkan kerusakan lingkungan, kerugian materi, maupun korban
manusia (Kamadhis UGM, 2007). Bencana
Bencna alam merupakan peristiwa luar biasa yang dapat menimbulkan
penderitaan luar biasa pula bagi yang mengalaminya.Bahkan, bencana alam
terterntu menimbulkan banyak korban cedera maupun meninggal dunia.
Bencana alam juga tidak hanya menimbulkan luka atau cedera fisik,
tetapi juga menimbulkan dampak psikologis maupun kejiwaan. Hilangnya
harta benda dan nyawa orang-orang yang dicintainya membuat sebagian
korban bencana alam mengalami stress atau gangguan kejiwaan. Hal
tersebut akan sangat berbahaya tertama bagi anak-anak yang dapat
mengganggu perkembangan jiwanya.
Mengingat dampak yang luar biasa tersebut, maka penanggulangan
bencana alam harus dilakukan dengan menggunakan prinsip dan cara yang

tepat. Selain itu, penanggulangan bencana alam juga haru menyeluruh tidak
hanya pada saat terjadi bencana tetapi pencegahan sebelum terjadi bencana
dan

rehabilitasi

serta

rekontruksi

setelah

terjadi

bencana.

2.6.2 Prinsip-prinsip Penanggulangan Bencana


Dalam UU No. 44 Tahun 2007 tentang penanggulangan bencana,
disebutkan sejumlah prinsip penanggulangan :
1. Cepat dan tepat
Artinya dalam penanggulangan bencana harus dilakukan secara cepat,
apabilaterdapat keterlambatan akan berdampak pada tingginya
kerugian
2. Prioritas
Artinya diutamakan pada penyelamatan jiwa manusia
3.

Koordinasi dan keterpaduan

4.

Berdaya guna dan berhasil guna


Artinya dalam mengatasi kesulitan masayarakat tidak membuang
waktu, tenaga, dan biaya yang berlebihan

5.

Transparansi dan akuntabilitas


Artinya dilakukan secara terbuka dan dapat dipertanggungjawabkan

6.

Kemitraan
Hal ini diperlukan karena tidak bisa hanya bergantung pada
pemerintah saja

7.

Pemberdayaan
Upaya meningkatkan kemampuan masyarakat untuk mengetahui,
memahami, dan melakukan tindakan antisipasi , penyelamatan,
pemulihan bencana

8.

Nondiskriminatif

9.

Nonproletisi

Dilarang menyebarkan agama/keyakinan pada saat keadaan darurat


bencana

2.6.3 Jenis-jenis Bencana Alam


Jenis-jenis bencana menurut Undang-Undang No.24 Tahun 2007,
antara lain:
1) Bencana alam adalah bencana yang diakibatkan oleh peristiwa atau
serangkaianperistiwa yang disebabkan oleh alam antara lain berupa
gempa bumi, tsunami, gunung meletus, banjir, kekeringan, angin
topan, dan tanah longsor.
2) Bencana non alam adalah bencana yang diakibatkan oleh peristiwa
atau rangkaian peristiwa non alam yang antara lain berupa gagal
teknologi, gagal modernisasi,epidemi dan wabah penyakit.
3) Bencana sosial adalah bencana yang diakibatkan oleh peristiwa atau
serangkaian peristiwa yang diakibatkan oleh manusia yang meliputi
konflik sosial antarkelompok atau antarkomunitas masyarakat, dan
teror (UU RI, 2007).
Bencana alam dibagi menjadi tiga jenis berdasarkan penyebabnya
yaitu bencana geologis, klimatologis dan ekstra-terestrial seperti terlihat
pada Tabel 2.1.

Tabel 2.1 Jenis Bencana Alam Berdasarkan Penyebabnya

Jenis Penyebab

Beberapa contoh kejadiannya

Bencana Alam
Bencana alam geologis

Gempa bumi, tsunami, letusan


gunung berapi, longsor/gerakan

Bencana alam

tanah, amblesan atau abrasi


Banjir, banjir bandang, angin puting

klimatologis

beliung, kekeringan, hutan (bukan

Bencana alam ekstra-

oleh manusia)
Impact atau hantaman

terestrial

Sumber :Kamadhis UGM, 2007


Bencana alam geologis adalah bencana alam yang disebabkan oleh
gaya-gaya dari dalam bumi.Sedangkan bencana alam klimatologis adalah
bencana alam yang disebabkan oleh perubahan iklim, suhu atau cuaca.
Lain halnya dengan bencana alam ekstra-terestrial, yaitu bencana alam
yang disebabkan oleh gaya atau energi dari luar bumi, bencana alam
geologis dan klimatologis lebih sering berdampak terhadap manusia.

2.6.4 Mitigasi Bencana


Mitigasi bencana yang merupakan bagian dari manajemen penanganan
bencana, menjadi salah satu tugas pemerintah pusat dan pemerintah
daerah dalam rangka pemberian rasa aman dan perlindungan dari ancaman

bencana yang mungkin dapat terjadi. Ada empat hal penting dalam
mitigasi bencana, yaitu :
1) Tersedianya informasi dan peta kawasan rawan bencana untuk tiap
jenis bencana.
2) Sosialisasi untuk meningkatkan pemahaman dan kesadaran
masyarakat dalam menghadapi bencana, karena bermukim di daerah
rawan bencana.
3) Mengetahui apa yang perlu dilakukan dan dihindari, serta mengetahui
cara penyelamatan diri jika bencana timbul.
4) Pengaturan dan penataan kawasan bencana.
2.6.5 Tugas Badan Mitigasi dan Masyarakat

Badan mitigasi dalam hal ini Badan Nasional Penanggulangan


Bencana (BNPB) harus bijak dalam membuat keputusan dan tindakan
untuk menghadapi bencana-bencana tersebut karena kebijakan ini
melibatkan ketahanan negara dalam berbagai bidang. BNPB seharusnya
lebih cepat tanggap dalam pemecahan masalah pada daerah penghasil
pangan yang rawan bencana. Badan mitigasi ini pun tidak bisa bekerja
tanpa bantuan pemerintah dan masyarakat itu sendiri. Kita juga sebagai
bagian dari anggota masyarakat harusnya turut membantu dalam menjaga
lingkungan. Banyak dari kita hanya menyalahkan pemerintah saja tetapi
kita pun belum tentu bisa untuk bekerja seperti mereka. Hal yang harus
dilakukan sebenarnya harus dari diri sendiri terlebih dahulu baru ke
lingkup yang lebih luas lagi. Hal tersebut bisa kita lakukan dari hal yang
terkecil seperti tidak membuang sampah sembarangan seperti ke sungai
dan kali.

BAB III
KETERKAITAN MATERI LSPB DENGAN WACANA CL-2

3.1

Wacana Cl-2

Bagaimana Menata Indonesia?


Wilayah Indonesia, terbentang dari Pulau Weh sampai Papua, dengan
sejumlah pulau besar maupun pulau-pulau kecil. Kekayaan sumber daya alam, baik
hayati maupun nonhayati, yang melimpah belum mampu menyejahterakan rakyat
secara menyeluruh. Dilihat dari sisi sumber daya manusia, ada banyak masalah yang
harus dihadapi bangsa Indonesia. Salah satunya problem kesehatan. Akhir-akhir ini,
muncul berbagai penyakit, yang dipicu oleh asupan makanan yang tidak sehat seperti
aneka sayuran dan buah yang mengandung residu pestisida, aneka makanan yang
mengandung pengawet berbahaya, aneka makanan yang mengandung pewarna toksik
(pewarna cat, pewarna tekstil yang digunakan untuk pewarna makanan). Contoh,
baru-baru ini diketahui ada pabrik saus yang menggunakan pewarna cat, atau industri
rumah tangga yang mengolah kulit atau kikil menjadi kerupuk kulit,menggunakan
formalin. Penyakit juga dapat muncul akibat penggunaan kosmetik yang mengandung

bahan berbahaya. Persoalan kesehatan pun juga dijumpai di lingkungan. Artinya


lingkungan yang tidak sehat baik tanah, air, maupun udara yang tercemar.
Lingkungan yang tidak sehat akan berdampak pada manusia atau organisme yang lain
dan ujung-ujungnya akan berdampak pada ketidak seimbangan ekosistem.
Krisis lingkungan juga telah terjadi di beberapa wilayah seperti di Pulau jawa.
Pulau Jawa berada di ambang krisis, daya dukung lingkungannya sudah
mengkhawatirkan. Namun, ijin penambangan masih diberikan dengan mengonversi
daerah tangkapan air, hutan, dan kawasan pertanian. Dari 2003 2013, ijin usaha
pertambangan di jawa mencapai 1000an dengan total wilayah yang akan dikonversi
471.378 ha. Jumlah itu belum termasuk lahan yang dikuasai blok minyak, serbuan
baru pabrik semen, ekstraksi perusahaan air, konversi untuk properti dan kawasan
industri baru, serta infrastruktur industri internasional seperti pelabuhan Cilamaya.
Konversi lahan besar-besaran itu,membuat situasi Jawa ke depan dapat dipastikan
makin mengerikan dan sangat rentan konflik. Data Kompas 2014,menunjukkan
sejumlah perusahaan semen dari dalam dan luar negeri telah dan siap masuk di Jawa,
di antaranya Siam Cement (Thailand) di Jawa barat, Semen Merah Putih (Wilmar) di
banten, Ultratech di Wonogiri, dan Jui Shin Indonesia di Jawa Barat. Adapun semen
Puger akan beroperasi di Jember, dan semen Panasia di Jawa tengah. Belum, yang
akan masuk ke Luar Jawa. Padahal, RPJMN (Rencana pembangunan Jangka
Menengah Nasional) 2015-2019 mengatakan pembangunan harus didorong untuk
meningkatkan kedaulatan pangan, tidak boleh merusak daya dukung lingkungan dan
mengganggu keseimbangan ekosistem. Jawa, tidak hanya dibebani industri ekstraktif,
tetapi juga kepadatan penduduk yang mencapai 1.057 jiwa per km dengan bangunan
serta gedung yang semakin tidak teratur dan tidak sehat. Lebih dari 50% penduduk
Indonesia tinggal di Pulau Jawa. Problem batu akik pun, harus dicermati, sebab dapat
berdampak pada overeksploitasi bahan tambang.

Sumber: Kompas, Rabu 11 Maret 2015

3.2

Keterkaitan Materi dengan Wacana


3.2.1

Keterkaitan LSPB 1 : Kita sebagai Manajer Tubuh Kita Sendiri


Salah satunya problem kesehatan. Akhir-akhir ini, muncul
berbagai penyakit, yang dipicu oleh asupan makanan yang tidak sehat
seperti aneka sayuran dan buah yang mengandung residu pestisida
menunjukkan keterkaitan terhadap LSPB 1, yaitu kita sebagai manajer
tubuh kita sendiri, maka kita pun harus memperbaiki pola makan serta
memperhatikan kandungan gizinya, agar tidak menimbulkan penyakit
yang disebabkan makanan yang tidak sehat.

3.2.2

Keterkaitan Materi LSPB 2 : Kita sebagai Manajer Kesehatan


Lingkungan
Pada wacana diatas terdapat kalimat yang berbunyi Artinya
lingkungan yang tidak sehat baik tanah, air, maupun udara yang
tercemar. Lingkungan yang tidak sehat akan berdampak pada manusia
atau organisme yang lain dan ujung-ujungnya akan berdampak pada
ketidak seimbangan ekosistem. Kalimat tersebut mempunyai kaitan
dengan pembahasan dalam LSPB 2 mengenai bagaimana itu
lingkungan sehat dan apa saja potensi bahaya lingkungan bagi
kesehatan. Dari kalimat itu pula kita dapat mengetahui bahwa terdapat
beberapa kriteria lingkungan agar bisa dikategorikan sebagai
lingkungan sehat.. Antara lain udara bersih, sampah tidak berserakan,
saluran air bersih dan lancar, dan juga terdapat pula tumbuhan hijau.
Lalu yang kedua masalah potensi bahaya lingkungan bagi kesehatam.
Penyakit utama ialah diare, infeksi saluran napas bawah, berbagai
bentuk perlukaan yang tidak disengaja (unintentional injuries) &
malaria.

3.2.3

Keterkaitan LSPB 3 : Kita sebagai Manajer Alam Sekitar


Persoalan kesehatan pun juga dijumpai di lingkungan. Artinya
lingkungan yang tidak sehat baik tanah, air, maupun udara yang
tercemar.Merupakan kutipan dari wacana yang terkait dengan materi
dalam LSPB 3, yaitu pada sub materi Parameter Kualitas Air , LSPB 3
juga berisi mengenai permasalahan yang ada di alam sekitar kita juga
cara-cara penanggulangannya. Kutipan tersebut berarti kitalah yang
bertanggung jawab pada baik-buruknya keadaan lingkungan disekitar
kita.

3.2.4

Keterkaitan LSPB 4 : Kita sebagai Manajer Alam Global


Pada wacana diatas terdapat kalimat yang berbunyi, aneka makanan

yang mengandung pewarna toksik. Dampak dari penggunaan cat tembok dan
bahan bahan berbahaya lain adalah Jika terhirup dapat menimbulkan iritasi
pada saluran pernafasan. Dapat pula menimbu-kan iritasi pada kulit, iritasi
pada mata (kemerahan) , iritasi pada saluran pencernaan (keracunan, air seni
ber-warna merah, kerusakan ginjal), dll. Akumulasi dalam waktu lama
berakibat gangguan fungsi hati hingga kanker hati . Sehingga penggunaannya
sangat berbahaya. Peraturan tentang penggunaan bahan bahan ini juga telah
diatur dalam Undang undang, antara lain:

Undang-undang Pangan No. 8 Tahun 1999, tentang Perlindungan


Konsumen.

Peraturan

Menteri

Kesehatan

(Permenkes)

RI

No.

208/Menkes/Per/IV/85, tentang Pemanis Buatan.

Peraturan Pemerintah No. 72 Tahun 1998, tentang Pengamanan


Sediaan Farmasi dan Alat Kesehatan),

Peraturam Pemerintah No. 69 Tahun 1999, tentang Label dan Iklan


Pangan.

3.2.5

Keterkaitan LSPB 5 : Kita sebagai Manajer Pembangunan


Dalam wacana paragraf kedua baris ke tiga yang berbunyi
"Dari 2003-2013, ijin usaha pertambangan di Jawa mencapai 1000an
dengan total wilayah yang akan dikonversi 471.378ha. Jumlah itu
belum termasuk yang dikuasai blok minyak, serbuan pabrik semen,..."
dalam kalimat tersebut kita bisa simpulkan bahwa terjadi banyak
sekali pertambangan yang ada di pulau Jawa. materi LSPB 5 yang

akan saya bahas di sini adalah tentang bahan yang ditambang oleh
perusahaan-perusahaan

yaitu

"Material

Baru

dan

Terbarukan". material baru dan terbarukan itu terdiri dari logam,


keramik, komposit, dan polimer. dari sini, kita bisa melihat kalau
objek tambang terbesar adalah logam. logam bisa bervariasi
bentuknya, namun dibagi menjadi dua bagian besar yaitu besi dan non
besi.
3.2.6

Keterkaitan LSPB 6 : Kita sebagai Manajer dalam


Penanggulangan Bencana
Dalam wacana CL2 paragraf 2 kalimat 10 berbunyi, Problem
batu akik pun, harus dicermati, sebab dampak pada overeksploitasi
bahan tambang. Kalimat tersebut mempunyai keterkaitan dengan
LSPB ini karena overeksploitasi bahan tambang merupakan sisi
negatif dari proses penambangan yang berdampak pada kerusakan
lahan bekas tambang sehingga dapatmenyebabkan bencana longsor.
Mitigasi dari bencana tersebut salah satunya dengan penutupan areal
tambang bekas galian.

BAB IV

PENUTUP

4.1 KESIMPULAN

Manusia sebagai manajer alam yang seharusnya mengatur, menjaga, dan


membenahi alam ini agar lebih baik justru melakukan hal-hal yang membuat alam
ini menjadi rusak.Maka dari itu manusia harus mempunyai berbagai solusi untuk
menangani permasalahan ini.Bioteknologi pangan, menggunakan bahan ramah
lingkungan, penanggulanan bencana dengan baik merupakan sedikit dari sekian
banyak hal yang bisa dilakukan umat manusia untuk menyelamatkan bumi
ini.Tidak pernah ada kata terlambat untuk berubah. Sekecil apapun hal yang kita
lakukan untuk melindungi bumi ini, akan bermanfaat besar dikemudian hari.
4.2 SARAN
Kepada pemerintah agar menegaskan peraturan mengenai standardisasi
keamanan industri dan pembuangan limbah industri agar industri tidak
menyebabkan kerusakan pada lingkungan dan tidak mengganggu kesehatan
masyarakat.kepada para pendidik supaya memberi pendidikan sedini mungkin
mengenai perilaku hidup bersih dan sehat serta menanamkan cinta lingkungan
kepada para peserta didiknya. kepada masyarakat agar menerapkan disiplin
dalam hidup sehat serta menjaga kelestarian alam sekitar.

DAFTAR PUSTAKA

Sinha, P. K. Composites materials and structure. Composite Centre of Excellence,


AR & DB, Department of Aerospace Engineering,I.I.T. Kharagpur
Wultram I. Ervianto, 2012, Selamatkan Bumi Melalui Konstruksi Hijau, Jogjakarta : Andi
Offset
Undang-undang dan Peraturan terkait, seperti UU No. 24/2007, Peraturan
Pemerintah, Peraturan Daerah dan Peraturan Menteri.
Charles A. Wentz, Safety, Health and Environmental Protection, McGraw Hill, 1998.
Keller EA, Botkin DB. Waste Management, in Essential Environmental Science.John
Wiley & Sons, Inc. USA. 2008; p 332-403
http://www.sehat.info/tips-sehat/19/pola-hidup-sehat/