Anda di halaman 1dari 2

DIARE

1. Definisi
Diare akut adalah buang air besar dengan frekuensi yang meningkat lebih dari 3
kali per hari dengan konsistensi tinja cair, bersifat mendadak, dan berlangsung
dalam waktu kurang dari 1 minggu
Etiologi :
- Virus : Rotavirus (penyebab terbanyak)
- Bakteri : E. Coli, Salmonella, Shigella, Vibrio cholerae, Clostridium
perfringens, Staphyllococcus, Bacteroides
- Penyebab lain : Parasit (Entamuba histolitika, Crytosporodium)
2. Kriteria Diagnosis
Diagnosis berdasarkan definisi diatas.
Pada anamnesis perlu ditanyakan :
- lama diare
- frekensi diare dan jumlah diare
- konsistensi tinja , apakah disertai lendir dan darah
- muntah (frekensi dan jumlah)
- buang air kemih 6 jam terakhir
- Riwayat makanan sebelum diare : ASI tidak, PASI diberikan tidak, makanan
lain
- Tindakan yang telah diambil ibu: oralit dan obat
Pada pemeriksaan fisik dilakukan penilaian derajat dehidrasi
1. Diare tanpa dehidrasi
- Diare < 4 kali perhari, muntah tidak/sedikit, tidak tampak haus, kencing
normal
- Anak tampak aktif, masih ada air mata, mata tidak cekung, mulut/lidak tidak
kering, turgor dan elastisitas kulit normal, ubun-ubun tidak cekung, denyut
nadi normal
- Kehilangan BB < 40 g/kg BB
2. Diare dehidrasi sedang
- Diare 4 10 kali perhari, muntah beberapa kali, anak tampak haus bila diberi
minum, air kemih sedikit gelap
- Anak tampka rewel, tidak ada air mata, mata cekung, mulut/lidah kering,
turgor dan elastisitas kembali lambat, denyut nadi agak cepat, ubun-ubun
cekung
- Kehilangan BB 40 100 g/kg BB
3. Diare dehidrasi berat
- Diare > 10 kali perhari, muntah sangat sering, tidak dapat minum, tidak
kencing dalam 6 jam
- Anak lemah/mengantuk/apatis, tidak ada air mata, mata kering dan sangat
cekung, mulut/lidah sangat kering, nafas cepat dan dalam, turgor dan
elastisitas kembali sangat lambat, denyut nadi lemah dan cepat, ubun-ubun
sangat cekung
- Kehilangan BB > 100 g/kg BB

4. Terapi
Rehidrasi :
Dehidrasi sedang :
Cairan oralit 75 ml/kg BB selama 4 jam peroral, bila tidak men\mungkinkan
peroral dapat diberikan per sonde drip atau infus
Dehidrasi berat :
Diberikan cairan perinfus : Ringer Laktat
- < 12 bulan 30 ml/kg BB dalam 1 jam dilanjutkan 70 ml/kg BB dalam 5 jam
- > 12 bulan 30 ml/kg BB dalam jam dilanjutkan 70 ml/kg BB dalam
2 jam berikutnya
Antibiotika hanya diberikan atas indikasi :
- Kolera : Trimetropin sulfametoksasol
- Shigella : Trimetropin sulfametoksasol
- Amoeba : Metronidasol
Probiotik seperti lactobacillus GG, spesies Bifidobacteria dapat
dipertimbangkan karena telah diketahui secara signifikan berperan penting
dalam mengatasi masalah diare pada anak terutama kasus diare yang
disebabkan karena infeksi virus.Selain fungsi imunitas, probiotik dapat
mengatasi infeksi saluran cerna dengan menghambat perlekatan kuman
patogen pada mukosa saluran cerna.
Makanan tetap diberikan sesegera mungkin yang mudah diabsorbsi, tidak
merangsang, dalam porsi kecil dengan frekuensi sering, ASI tetap diberikan.
Daftar Pustaka
1. Komite Medik RSUP Dr. Sardjito, Standar Pelayanan Medis, Edisi 2, Yogyakarta
2000
2. Departemen Kesehatan RI, Buku Ajar Diare, Jakarta, 1999
3. Suharyono, Boediarso A, Halimun EM, Gastrologi Anak Praktis, Jakarta, 1988
4. FK Unair, IDAI jawa Timur, Hot Topics in Pediatrics, Surabaya, 2005