Anda di halaman 1dari 25

PRESENTASI KASUS

PNEUMONIA ASPIRASI
Pembimbing : dr. Nataliandra, Sp.Rad
Disusun Oleh : Julius Tanaca dan Nyoman Aditya Sindunata
Kepaniteraan Klinik Departemen Radiologi dan Radio Nuklir
RSPAD Gatot Soebroto

BAB I
Pendahuluan

Pneumonia aspirasi : peradangan parenkim paru yang

disebabkan oleh masuknya bahan asing berupa cairan


atau padat
Asal : orofaring / isi lambung
2 keadaan berbeda : aspiration pneumonia / pneumonitis
Sering terjadi pada pasien penurunan kesadaran :
Epilepsi, overdosis, trauma kepala, tumor otak, CVD

BAB II
Tinjauan Pustaka

Definisi
Pneumonia : suatu peradangan paru yang disebabkan

oleh mikroorganisme (bakteri, virus, jamur, parasit).


Pneumonitis : peradangan paru yang disebabkan oleh
nonmikroorganisme (bahan kimia, radiasi, aspirasi bahan
toksik, obat-obatan dan lain-lain).
Pneumonia aspirasi : masuknya benda atau zat asing,
padat atau cair ke dalam saluran pernafasan, inhalasi uap
atau asap.

Epidemiologi
Laki-laki > Perempuan
Umur : > anak-anak, > lansia
Penyakit : > PPOK, DM, payah jantung, PJK
Tindakan invasif : IV, intubasi, trakeostomi, ventilator
Riskesdas (2013)
Prevalensi 18,5%
Insidensi tertinggi pada umur 12-23 bulan (21,7%)

Etiologi
Mikroorganisme : bakteri, virus, jamur, protozoa
Komuniti (Gram +), RS (Gram -), aspirasi (anaerob)
Infeksi Bakteri

Infeksi Atipikal

Infeksi Jamur

Streptococcus pneumoniae

Mycoplasma pneumoniae

Aspergillus

Haemphillus influenza

Legionella pneumophillia

Histoplasmosis

Klebsiella pneumoniae

Coxiella burnetii

Candida

Pseudomonas aeruginosa

Chlamydia psittaci

Nocardia

Infeksi Virus

Infeksi Protozoa

Penyebab lain

Influenza

Pneumocytis carinii

Aspirasi

Coxsackie

Toksoplasmosis

Pneumonia lipoid

Adenovirus

Amebiasis

Bronkiektasis

Gram negatif (E. Coli)

Sinsitial respiratori

Fibrosis kistik

Faktor Resiko
Usia >65 tahun / <5 tahun
Aspirasi sekret orofaringeal
Infeksi pernapasan oleh virus
Sakit yang parah yang menyebabkan imunodefisiensi
Penyakit pernapasan kronik (COPD, asma, kistik fibrosis)
Kanker (terutama paru)
Trakeostomi / ETT / ventilator
Bedah abdominal / toraks (pasca operasi)
Fraktur tulang iga
Pengobatan imunosupresif
AIDS
Riwayat merokok

Patofisiologi
Aspirasi : orofaring / isi lambung -> pembentukan infiltrat
Normal : aspirat -> dibersihkan mukosilier & makrofag
Faktor -> keparahan : sifat materi, volume, sistem imun
Transmisi : aspirasi sekret (MO), inhalasi aerosol, hemato
Chemical Pneumonitis / Sindrom Mendelson
Isi lambung (X infeksi) -> reaksi inflamasi parenkim paru
Pd gangguan kesadaran : kejang, CVD, overdosis
Keasaman -> luka bakar kimiawi trakeobronkial
Besar kemungkinan : pH <2,5; volume > 20-25mL

Patofisiologi
Pneumonia Aspirasi
Pasien dg gangguan mekanisme pertahanan saluran

nafas kronis : refleks muntah, batuk, gerakan silia, imun


Patogen : anaerob / (+)aerob
Faktor : aspirat (oral hygiene) & host (refleks & imun)

Patofisiologi
Perjalanan Penyakit
Respon khas setelah patogen mencapai alveoli
Kongesti (4-12 jam) : pembuluh darah dilatasi & bocor

-> eksudat serosa -> alveoli


Hepatisasi merah (48 jam) : paru merah & bergranul
(RBC, fibrin, leukosit PMN -> alveoli)
Hepatisasi kelabu (3-8 hari) : paru kelabu (leukosit & fibrin
-> konsolidasi)
Resolusi (7-11 hari) : eksudat -> lisis & reabsorbsi
(makrofag) -> jaringan kembali (struktur)

Pemeriksaan dan Diagnosis


Gambaran Klinis
Gejala Pneumonia :
Demam & menggigil
Batuk sering produktif, sputum mukoid / purulen
Sputum berwarna merah karat
Rasa lelah & hipoksia (infeksi serius)
PF thoraks :
Pergerakan bagian sakit tertinggal
Palpasi : fremitus dapat mengeras
Perkusi : redup
Auskultasi : SN bronkovesikuler bronkial kadang melemah
(+) ronkhi halus -> kasar

Pemeriksaan dan Diagnosis


Pemeriksaan Laboratorium
Leukositosis : >10.000, 30.000
Hitung jenis : pergeseran ke kiri
LED : meningkat
Diagnosis etiologi : sputum, kultur darah, serologi
AGD : hipoksemia & hiperkarbia, asidosis respiratorik

Gambaran Radiologis Pneumonia Aspirasi

Air bronchogram

CT- SCAN PNEUMONIA ASPIRASI

DIAGNOSA BANDING
Tuberculosis Paru

BAB III
Penutup

Definisi
Pneumonia : suatu peradangan paru yang disebabkan

oleh mikroorganisme (bakteri, virus, jamur, parasit).


Pneumonitis : peradangan paru yang disebabkan oleh
nonmikroorganisme (bahan kimia, radiasi, aspirasi bahan
toksik, obat-obatan dan lain-lain)
Pneumonia aspirasi : masuknya benda atau zat asing,
padat atau cair ke dalam saluran pernafasan, inhalasi uap
atau asap.

Penegakan Diagnosis
Gambaran klinis : demam, menggigil, batuk sering

produktif, sputum mukoid / purulen, sputum warna merah


karat, rasa lelah, dan hipoksia.
Pemeriksaan fisik thoraks : pergerakan bagian sakit
tertinggal saat bernafas, palpasi fremitus dapat
mengeras, redup pada perkusi, pada auskultasi suara
nafas melemah, dan dapat disertai ronkhi halus ataupun
kasar.
Pemeriksaan laboratorium : leukositosis (>10.000/uL),
hitung jenis terdapat pergeseran ke kiri dan peningkatan
LED, pemeriksaan sputum, kultur darah dan serologi
untuk menentukan patogen penyebab.

Penegakan Diagnosis
Radiologis pneumonia
Perselubungan homogen / inhomogen sesuai dengan

lobus atau segmen paru secara anatomis.


Silhoutte sign (+) bermanfaat untuk menentukan lesi paru;
batas paru dengan lesi dengan jantung hilang berarti lesi
tersebut berdampingan dengan jantung atau di lobus
medius kanan.
Pada permulaan sering masih terlihat vaskuler.
Pada masa resolusi sering tampak air bronchogram sign
(terperangkapnya udara pada bronkus karena tiadanya
pertukaran udara pada alveolus).

Terima Kasih