Anda di halaman 1dari 3

MARIA G.

YUDITH TALLO (67A)


CH 1 OPERASI DAN PRODUKTIVITAS
OM : aktivitas yang berhubungan dengan penciptaan barang dan jasa melalui proses transformasi dari input (masukan) ke output (hasil). cakupan OM: 1) pemasaran:
yang menghasilkan permintaan atau paling tidak menerima pesanan untuk sebuah produk/jasa; 2) produksi/operasi: yang menciptakan produk; 3) financial/akuntansi:
yang melacak seberapa baik kinerja organisasi, pembayaran tagihan, dan pengumpulan uang. rantai pasokan: sebuah jaringan global organisasi dan aktivitas yang
memasok sebuah perusahaan dengan barang dan jasa. Sepuluh keputusan strategis majemen Operasi: 1) desain barang dan jasa: menjelaskan apa yang diperlukan
dari kegiatan operasi dari masing2 keputusan OM; 2) pengelolaan kualitas: menentukan ekspektasi kualitas dari pelanggan dan membuat kebijakan serta prosedur
untuk mengidentifikasi serta mencapai kualitas tersebut; 3) desain proses dan kapasitas: menentukan seberapa baik barang dan jasa dihasilkan dan menjalankan
manajemen terhadap teknologi, kualitas, SDM dan investasi mosal yang spesifik yang menentukan struktur biaya dasar perusahaan; 4) strategi lokasi: memerlukan
penilaian terkait kedekatan dengan pelanggan, pemasok dan bakat sementara mempertimbangkan mengenai biaya, infrasturktur, logistic dan pemerintah; 5) strategi
tata ruang: memerlukan penyatuan kebutuhan kapasitas, tingkat personel, teknologi, dan kebutuhan persediaan untuk menentukan arus bahan baku, orang, dan
informasi yang efisien; 6) SDM dan desain pekerjaan: menentukan bagaimana cara untuk merekrut, memotivasi dan mempertahankan personel dengan bakat dan
kemampuan yang dibutuhkan; 7) manajemen rantai pasokan: menentukan bagaimana mengintegrasikan rantai pasokan ke dalam strategi perusahaan termasuk
keputusan2 yang menentukan apa yang akan dibeli, dari siapa, dan dengan syarat seperti apa; 8) manajeen persediaan: mempertimbangkan keputusan pemesanan dan
penyimpanan persediaan dan bagaimana mengoptimalisasinya sebagai kepuasaan pelanggan, kapabilitas pemasok, dan mempertimbangkan jadwal produksi; 9)
penentuan jadwal: menentukan dan menerapkan jadwal jangka waktu menengah dan pendek yang secara efektif dan efisien menggunakan, baik personel maupun
fasilitas sementara memenuhi permintaan pelanggan; 10) pemeliharaan: memerlukan keputusan yang mempertimbangkan kapasitas, fasilitas, permintaan produksi,
dan kebutuhan akan personel untuk menjaga sebuah proses yang dapat diandalkan dan stabil.
Produktivitas: rasio dari output (barang dan jasa) dibagi satu atau lebih input (buruh, modal, ataupun manajemen).
produktivitas faktor tunggal= unit yang dihasilkan/masukan yang digunakan | produktivitas multifaktor = hasil/ buruh+bahan+energy+modal+lain2
variable produktivitas: 1) buruh (yang berkontribusi sekitar 10% dari peningkatan tahunan; 2) modal (yang berkontribusi sekitar 38% dari peningkatan tahunan; 3)
manajemen (yang berkontribusi sekitar 52% dari peningkatan tahunan)
CH 2 STRATEGI OPERASI DALAM LINGKUNGAN GLOBAL
Alasan operasi bisnis berubah menjadi bisnis internasional: 1) meningkatkan rantai pasokan; 2) mengurangi biaya (buruh, pajak, tariff, dll); 3) meningkatkan
operasi; 4) memahami pasar; 5) meningkatkan produk; 6) menarik dan mempertahankan talenta global. Misi: tujuan atau alasan bagi sebuah keberadaan organisasi.
Strategi: bagaimana sebuah organisasi diharapkan mencapai misi dan tujuannya. Cara mencapai misi: 1) diferensiasi: membedakan penawaran dari sebuah
organsisasi dalam sebuah cara yang dianggap oleh pelanggan sebagai penambahan nilai; 2) low cost leadership: mencapai nilai yang maksimum seperti yang dianggap
oleh pelanggan; 3) respon: serangkaian nilai yang terkait dengan kinerja yang cepat, fleksibel, dan dapat diandalkan. Masalah2 dalam strategi Operasi: sebelum
membuat strategi perlu menetapkan suatu panduan yaitu: 1) pandangan berdasarkan pada sumber daya: sebuah metode yang digunakan oleh manajer untuk
mengevaluasi sumber daya yang mereka miliki dan mengatur atau mengubah mereka untuk memperoleh keunggulan kompetitif; 2) analisis rantai nilai: sebuah cara
untuk mengidentifikasi elemen2 dalam rantai produuk/jasa secara unik menambahkan nilai. Five forces model: sebuah metode yang menganalisis 5 kekuatan dalam
lungkungan kompetitif (rival, peserta potensial, pelanggan, pemasok, dan produk2 pengganti). Siklus produk: 1) pengenalan: strategi/masalah perusahaan (periode
terbaik untuk meningkatkan pangsa pasar, teknik R&D penting). Masalah OM: desain dan pengembangan produk penting, produk yang sering dan perubahan desain
proses, periode produk yang pendek, biaya produksi yang tinggi, model yang terbatas, memperhatikan kualitas); 2) pertumbuhan: strategi/masalah perusahaan
(praktis terhadap perubahan harga atau citra kualitas, penguatan ceruk pasar). Masalah OM: peramalan, keandalan produk dan proses, peningkatan dan pilihan produk
kompetitif, meningkatkan kapasitas, perubahan terhadap focus produk, meningkatkan distribusi); 3) kematangan: strategi/masalah perusahaan (waktu yang buruk
untuk mengubah citra, harga atau kualitas). Masalah OM: standarisasi, lambatnya perubahan produk, lebih banyak perubahan minor, kapasitas optimal, meningkatkan
stabilitas proses, periode produksi yang panjang, peningkatan produk dan pemotongan biaya); 4) penurunan: strategi/masalah perusahaan (pengendalian biaya
yangpenting). Masalah OM (diferensiasi produk kecil, minimalisasi biaya, kelebihan kapasitas dalam industry, penghentian untuk mengeliminasi item yang tidak
memberikan margin yang bagus, pengurangan kapasitas). Proses pengembangan strategi: menganlisis lingkungan menentukan misi korporasi membentuk
sebuah strategi (setelah perusahaan memahami dirinya dan lingkungan, kemudian melakukan analisis SWOT). Analisis SWOT: sebuah metode menentukan kekuatan
dan kelemahan internal, kesempatan eksternal dan ancaman). Strategi2 global: 1) stretgis internasional: sebuah strategi dimana pasar global dipenetrasi menggunakan
ekspor dan lisesnsi; 2) strategi multidomesti: sebuah strategi dimana keputusan operasi didesentralisasikan ke masing2 negara untuk meningkatkan reaksi lokal; 3)
strategi global: sebuah strategi dimana keputusan operasi didesentralisasi dan kantor pusat mengkoordinasi standarisasi dan pembelajaran antara fasilitas; $) strategi
transnasional: sebuah strategi yang mengkombinasikan manfaat dari efisiensi berskala global dengan manfaat dari kemampuan lokal untuk merespon.
CH 4 PERAMALAN
Peramalan: seni dan ilmu pengetahuan dalam memprediksi peristiwa pada masa mendatang. Peramalan horizon: 1) peramalan jangka pendek: peramalan dengan
rentang waktu kurang dari 3 bulan; 2) peramalan jangka menengah: peramalan dengan rentang 3 bulan-3 tahun; 3) peramalan dengan rentang waktu 3 tahun atau
lebih. Tipe peramalan: 1) peramalan ekonomi: menangani siklus bisnis dengan memprediksi tingkat inflasi, uang yang beredar, pembangunan perumahan, dan
indikator perencanaan lainnya; 2) peramalan teknologi: berkaitan dengan tingkat perkembangan teknologi, dimana dapat menghasilkan terciptanya produk baru yang
lebih menarik, yang memerlukan pabrik dan perlengkapan yang baru. 3) peramalan permintaan: proyeksi atas permintaan untuk produksi atau jasa dari perusahaan.
Dapak peramalan: 1) manajemen rantai pasoka: apple membangun sistem global yang efektif diama dia mengendalikan hamper setiap hal dari rantai pasokan, dari
desain produk, hingga gerai pengecer; 2) SDM: perekrutan, pelatihan dan peramalan, dan penempatan para pekerja semuanya bergantung pada permintaan yang
diantisipasi; 3) kapasitas: ketika kapasita tidak memadai, menghasilkan kekurangan yang dapat mengarahkan pada kehilangan para konsumen dan pangsa pasar.
Tujuh langkah dalam sistem peramalan: menentukan penggunaan dari peramalan, memilih barang yang akan diramalkan, menentukan horizon waktu dari
peramalan, memilih model peramalan, mengumpulkan data yang diperlukan untuk membuat peramalan, membuat peramalan, memvalidasi dan mengimplementasikan
hasilnya. Pendekatan peramalan: 1) peramalan kuantitatif: menggunakan bermacam-macam model matematika yang bergantung pada data historis dan atau variable
asosiatif untuk meramalkan permintaan; 2) peramalan kualitatif: menggabungkan faktor2 misalnya intuisi dari si pengambil keputusan, emosi, pengalaman pribadi,
dan sistem nilai dalam mencapai peramalan. Ikhtisar metode kualitatif: 1) opini dari dewan eksekutif: sebuah teknik peramalan yang menggunakan opini
sekelompok dari para manajer mumpuni untuk membentuk sekumpulan estimasi permintaan; 2) metode Delphi: sebuah teknik yang menggunakan sekelompok proses
yang memperbolehkan para ahli untuk membuat peramalan; 3) gabungan karyawan bagian penjualan: sebuah teknik peramalan yang berdasarkan pada estimasi
wiraniaga terhadap penjualan yang diharapkan; 4) survey pasar: sebuah metode peramalan yang meminta input dari para pelanggan atau pelanggan potensial yang
memperhatikan rencana pembelian pada masa depan. Time series: memiliki empat komponen 1) kecendrungan: pergerakan data secara bertahap ke atas atau ke
bawah selama bertahun-tahun; 2) musiman: pola data yang mengulang dengan sendirinya setelah satu periode hari, minggu, bulan atau kuartalan; 3) siklus: pola dalam
data yang terjadi setiap beberapa tahun; 4) variasi secara acak: blip di dalam data yang disebabkan oleh adanya peluang dan situasi yang tidak seperti biasanya.
Naive approach (pendekatan awam): sebuah teknik peramalan yang mengasumsikan bahwa permintaan pada periode selanjutnya adalah sama untuk permintaan
pada periode yang terkini. Moving average: sebuah metode peramalan yang menggunakan rata2 dari periode yang terkini n terhadap data untuk meramal periode
selanjutnya. rumus: permintaan dalam periode n sebelumnya/n. pergerakan rata2 bobot= ((bobot utk periode n)(permintaan dalam periode n))/bobot. exponential
smoothing (penghalusan eksponensial): metode peramalan rata2 bobot lainnya; rumus: Ft = Ft-1 + (At-1 Ft-1), dimana Ft: Peramalan yang baru, Ft-1 : peramalan
periode sebelumnya, : penghasulan (atau bobot) konstan, At-1: permintaan actual periode sebelumnya. Mengukur kesalahan peramalan: rumus: Kesalahan
peramalan= permintaan actual Nilai peramalan -> At Ft. Mean Absolute Deviation (MAD) = |Aktual Peramalan|/n. Mean squared error (MSE) =
|kesalahan peramalan|2/n. Mean Absolute Percent Error (MAPE) = 100 |actuali Aktuali|/aktuali/n. Penghasulan eksponensial dengan penyesuain
kecendrungan: Ft = (At-1) + (1- )(Ft-1+Tt-1) atau
Tt = (Ft Ft-1) + (1-) Tt-1 dimana: Ft: rata2 peramalan yg dihaluskan secara eksponensial terhadap serangkaian data dalam periode t; Tt: kecendrungan yg dihaluskan
secara eksponensial dalam periode t; At: permintaan actual dalam periode t; : penghalusan konstan utk kecendrungan; : penghalusan konstan utk rata2. Proyeksi
kecendrungan (trend projection) dapat menggambarkan garis dengan persamaan: ?
?= a+bx;
???/x2 - n? 2; a = ?
? ??
b = xy - n??
dimana; b= kemiringan dari garis regresi; = tanda jumlah; x= nilai dari variable independen yang diketahui; y= nilai dari variable dependen yang diketahui; ? =
rata2 dari nilai x; ?
?= rata2 dari nilai y; n= jumlah poin data atau observasi. Kita dapat menghitung perpotongan sumbu y sbb: a= ?
? ??
CH 5 DESAIN BARANG DAN JASA
Penyebaran fungsi kualitas (Quality function deployment-QFD): suatu proses untuk menentukan kebutuhan pelanggan (keinginan pelanggan) dan
menerjemahkankannya ke dalam atribut (bagaimana) yang dapat dimengerti dan dilakukan oleh setiap are fungsional. House of quality: bagian dari proses
penyebaran fungsi kualitas yang mempergunakan matriks perencanaan untuk menghubungkan keinginan pelanggan dan bagaimana perusahaan akan memenuhi
keinginan tersebut. tujuh langkah dasar dari house of quality: mengidentifikasi keinginan pelanggan, mengidentifikasi bagaimana barang/jasa akan memuaskan
keinginan pelanggan, hubungan keinginan pelanggan untuk berapa banyak produk, mengidentifikasi hubungan antara beberapa perusahaan, mengembangkan
peringkat kepentingan, mengevaluasi persaingan produk, menentukan atribut teknis yang diinginkan kinerja Anda, dan kinerja competitor dalam melawan atribut2
tersebut. Peluncuran desain produk: terdapat enam faktor yaitu 1) desain yang baik: sebuah desain yang dapat diproduksi sesuai permintaan bahkan dalam kondisi
yang tidak menguntungkan dalam proses produksi; 2) desain modular: desain dimana bagian2 atau komponen2 sebuah produk dibagi-bagi menjadi modul2 yang dapat
dipertukarkan atau diganti dengan mudah; 3) desain berbantu komputer (computer aided design-CAD): penggunaan komputer yang interaktif utk mengembangkan
dan mendokumentasikan sebuah produk; dan manufacturing berbantu komputer-CAM: penggunaan teknologi informasi utk mengendalikan mesin; 4) teknologi
realitas virtual: bentuk visual dari komunikasi di mana gambar menggantikan bentuk sebenarnya dan biasanya memungkinkan pengguna untuk merespons secara

MARIA G. YUDITH TALLO (67A)


interaktif; 5) analisis nilai: suatu tinjauan atas produk sukses yang memberikan andil selama proses produksi; 6) Penilaian siklus hidup (LCA): evaluasi formal atas
dampak lingkungan sebuah produk. Analisis jaringan rantai proses (process chain network-PCN): analisis yang memfokuskan pada cara di mana proses dapat
didesain untuk mengoptimalkan interaksi antara perusahaan dan pelanggan. Rantai proses (process chain) : urutan langkah2 yang menyempurnakan tujuan yang
dapat ditetapkan (dari penyediaan nilai untuk partisipan proses). kegiatan diatur menjadi 3 area : 1) wilayah interaksi langsung mencakup langkah2 proses yang
melibatkan interaksi antarpartisipan; 2) wilayah interaksi pengganti (substitusi) mencakup langkah2 proses dimana satu partisipan berperan dalam sumber daya
partisipan lain, misalnya sebagai informasi, material, atau teknologi mereka; 3) wilayah pemrosesan independen mencakup langkah2 dimana pemasok roti isi dan atau
pelanggan roti isi berperan dalam sumber daya dimana mereka memiliki kendali maksimum. Penerapan pohon keputusan (decision trees)
EMVBeli
= $1,5 X 100.000 = -$150.000
EMVBikin = (0,3)(-$175.000) + (0,7)(-$125.000) = -$140.000
Berdasarkan perhitungan EMV, maka sebaiknya JDI Inc. memproduksi sendiri karena hasil perhitungan EMV lebih kecil
EMV= (%ber berubah)(harga berubah) + (%tetap)(harga tetap)
CH 6 KUALITAS
Peningkatan kualitas akan meningkatkan laba. Dua cara kualitas meningkatkan profitabilitas: 1) keuntungan penjualan via meningkatkan respon, harga yang
flesibel, meningkatkan reputasi; 2) menurunkan biaya via meningkatkan produktivitas, mengurangi pengerjaan kembali dan biaya scrap, mengurangi biaya jaminan.
Kualitas: kemampuan barang atau jasa dalam memenuhi kebutuhan pelanggan. Implikasi dari kualitas: 1) reputasi perusahaan: sebuah organisasi dapat
mengharapkan reputasinya sebagai kualitas u-menjadi baik atau jahat- untuk mengikutinya; 2) kewajiban produk: pengadilan semakin menahan organisasi yang
merancangn, memproduksi, atau mendistribusikan barang dan jasa yang rusak yang bertanggung jawab atas kerusakan atau cedera yang dihasilkan dari penggunanya;
3) implikasi global: kualitas menjadi perhatian internasional. Sand Cones Model (piramida CFSDQ): cost (biaya dapat diatur), fleksibilitas (dapat diatur
kualitas/speknya), speed (kualitas produk yang baik lalu speed produksi ditingkatkan) dependability (dapat dikendalikan), quality ( harus sama sesuai standard dan
stabil). ISO9000 merupakan kumpulan standar kualitas yang dikembangkan oleh internasional organization for Standardization). Biaya kualitas (COQ): 1) biaya
pencegahan: biaya yang terkait dengan pengurangan potensi barang atau jasa cacat; 2) biaya penilaian: biaya yg terkait dengan evaluasi barang, proses, bagian, dan
jasa; 3) biaya kegagalan internal: biaya yang diakibatkna dari produksi barang atau jasa yang cacat sebelum dikirim ke pelanggan; 4) biaya kegagalan eksternal: biaya
yang terjadi setelah pengiriman barang atau jasa yang cacat. TQM: manajemen dari keseluruhan organisasi sehingga unggul disegala aspek dari barang dan jasa yang
penting bagi pelanggan. Tujuh konsep TQM: 1) perbaikan berkelanjutan (PDCA): model rencana perbaikan berkesinambungan dari perencanaan (plan), pelaksanaan
(do), pengecekan (check), tindakan (act); 2) six sigma: suatu program untuk menghemat waktu, memperbaiki kualitas, biaya yang rendah; 3) pemberdayaan karyawan:
memperluas pekerjaan karyawan sehingga penambahan tanggung jawab dan kewenangan dipindahkan ke level yang serendah mungkin dalm organisasi; 4) tolok ukur
(benchmarking): memilih standar kinerja yang mewakili kinerja terbaik untuk proses atau aktivitas; 5) just in time (JIT): menghasilkan atau mengirim barang pada
saat yang dibutuhkan; 6) konsep taguchi: memberikan tiga konsep yang ditunjukkan untuk memperbaiki baik produk maupun prodses kualitas: kekuatan kualitas
(produk yang secara konsisten dibangun untuk memenuhi kebutuhan pelanggan meskipun kondisi yang merugikan dalam proses produksi), fungsi kehilangan kualitas
(fungsi matematis yang mengidentifikasi seluruh biaya yang berkaitan dengan kualitas yang buruk, dan menunjukkan bagaimana biaya ini meningkat, pada saat
kualitas produk bergeser dari apa yang diharapkan pelanggan), dan kualitas yang berorientasi pada sasaran (sebuah filosofi dari perbaikan terus menerus untuk
membawa produk tepat pada sasaran); 7) alat TQM: lembar periksa, diagram pencar, diagram penyebab dan efek, grafik pareto, diagram alur, histogram.Statistical
process control (SPC) : sebuah proses yang digunakan untuk memonitor standar, membuat pengukuran, dan mengambil tindakan perbaikan saat barang atau jasa
dihasilkan. Business Model Osterweilder:
KP
KA
VP
CR
CS
KR
C
Cost structure
Revenue streams
key partners: mitra kerja yang membantu perusahaan dalam bekerja; key activities: hal2 yang dilakukan perusahaan aga bisnis dapat berjalan; key resources:
menjelaskna asset paling penting agar perusahaan terus berjalan/sumber daya; value proposition: nilai yang diberikan kepada segmen yang spesifik; customer
relationship: jenis2 hubungan yang dibangun oleh perusahaan dengan pelanggan; channel: komunikasi untuk menjangkau pelanggan untuk menyampaikan nilai yang
ditawarkan; customer segments: kelompok/individu yang menjadi sasaran pasar; cost structure: seluruh biaya yang timbul dalam proses operasi; revenue streams:
pemasukan kas perusahaan yang dihasilkan.
Menetapkan batas grafik rata2 (grafik ?):
??? = ? + ???|??? = ? ???
Menetapkan batas grafik rata2 dengan tabel:
? + A?R
?|LCL = X
? A?R
?
UCL? = X
Menetapkan batas grafik rata2 kisaran:
? |LCL? = D?R
?
UCL? = D?R|
Grafik kendali atribut (P Chart):
? + Z? |LCL? = P
? Z?
UCL? = P
? = ?

?)
?(???
?

Sampel
size
n
2
3
4
5
6
7
8
9
10
12

Mean
factor,
A2
1.880
1.023
0.729
0.577
0.483
0.419
0.373
0.337
0.308
0.266

Upper
Range, D4
3.268
2.574
2.282
2.115
2.004
1.924
1.864
1.816
1.777
1.716

Lower
range,
D3
0
0
0
0
0
0.076
0.136
0.184
0.223
0.284

Bel
i

$1,5 x 100.000 = -$150.000


0,3

-$75.000 Mfg. cost ($0,75 x 100.000)


-$50.000Design Investment
-$50.000 Redesign
-$175.000
Produ
ksi
0,7

-$75.000 Mfg. cost ($0,75 x 100.000)


-$50.000 Redesign
-$125.000

CH 7 STRATEGI PROSES
Lima peralatan dalam analisis dan desain proses:
a. Flowchart
Sebuah gambar yang digunakan untuk menganalisis perpindahan dari orang atau bahan materi
b. Time function mapping or process mapping
Sebuah diagram alur dengan waktu yang ditambahkan pada sumbu horizontal
c. Value Stream Mapping (VSM)
Sebuah proses yang membantu manajer memahami bagaimana menambahkan nilai dalam arus bahan material dan informasi melalui keseluruhan proses produksi
d. Process Chart
Grafik yang menggunakan symbol-simbol untuk menganalisis pergerakan orang atau material
e. Blueprinting Services
Sebuah teknik analisis proses yang berfokus pada pelanggan dan hubungan yang terjadi dengan pelanggan
AIRBUS A380
1. Desain produk: ruang bertingkat, interior mewah
2. Manajemen kualitas: rantai pasokan dari garmen, perancis, inggris dan Spanyol
3. Desain proses: memilih memasok bahan material melalui jalur air dan darat
4. Lokasi:toulouse, perancis, temap luas, compatible, transportasi mudah karena dekat dengan pelabuhan
5. Desain layout: desain pabrik menyesuaikan produk
6. SDM: Para ahli mendukung proses terciptanya maskapai
7. Manajemen rantai pasokan: Just In Time
8. Persediaan: karena dengan JIT, jadi tidak tersedia persediaan
9. Penentuan jadwal: tidak ada delay
10. Pemeliharaan: ada di setiap bandara internasional

MARIA G. YUDITH TALLO (67A)


BOEING 787 (TQM)
1. Perbaikan berkesinambungan: perbaikan baterai lithium
2. Pemberdayaan karyawan: perekrutan karyawan, memiliki kualifikasi yang rendah
3. Tolok ukur: tidak menerapkan standar produk tertentu
4. Tepat Waktu: tidak ada persediaan
5. Konsep Taguchi: pemilihan bahan dan produk

CH 8 STRATEGI LOKASI
Tujuan strategi lokasi: memaksimalkan keuntungan dari lokasi bagi perusahaan. Memilih lokasi tempat fasilitas menjadi jauh lebih rumit dengan adanya globalisasi.
Globalisasi telah ikut ambil bagian karena perkembangan: ekonomi pasar, komunikasi internasional yang lebih baik, perjalanan dan pengiriman yang lebih cepat
dan dapat diandalkan, kemudahan aliran modal antara negara2 dan perbedaan yang besar dalam biaya tenaga kerja. Faktor yang mempengaruhi keputusan lokasi
Selain faktor globalisasi: produktivitas tenaga kerja, nilai tukar mata uang, budaya, perubahan perilaku menuju industry, dan kedekatan dengan pangsa pasar, para
pemasok, dan para pesaing. Metode pemeringkatan faktor: 1) kembangkan daftar faktor yang relevan yang dinamakan kunci keberhasilan; 2) berikan bobot pada
masing2 faktor untuk mencerminkan pentingnya dalam tujuan perusahaan secara relative; 3) kembangkan skala untuk tiap2 faktor; 4) memiliki skor manajemen pada
masing2 lokasi untuk tiap2 faktor dengan menggunakan skala dalam langkah 3; 5) gandakan skor oleh bobot untuk tiap2 faktor dan total skor untuk tiap2 lokasi; 6)
buatlah rekomendasi didasarkan pada skor poin maksimum, mempertimbangkan hasil dari pendekatan kuantitatif lainnya pula. Analisis biaya-volume lokasi: metode
membuat perbandingan ekonomi dari alternative lokasi. Terdapat 3 langkah untuk melakukan analisis biaya-volume lokasi: 1) menentukan biaya tetap dan
variable utk tiap lokasi; 2) memplot biaya untuk tiap2 lokasi dengan biaya pada sumbu vertical dari grafik dan volume tahunan pada sumbu horizontal; 3) memilih
lokasi yang memiliki total biaya terendah untuk volume produksi yang diharapkan. Metode pusat gravitasi: teknik matematika yang digunakan untuk menemukan
lokasi pusat distribusi yang akan meminimalkan biaya distribusi.
? d??Q ?
koordinat x pusat gravitasi =
? Q ?
? d??Q ?
koordinat y pusat gravitasi =
? Q ?
Model transportasi: untuk menentukan pola pengiriman terbaik dari beberapa poin penawaran (sumber daya) kepada beberapa poin permintaan (tujuan) dengan
demikian dapat meminimalkan total produksi dan biaya transportasi.Terdapat 8 faktor dalam menentukan volume dan pendapatan bagi perusahaan jasa:
terdapat 8 faktor 1) daya beli konsumen pada area yang dituju, 2) jasa dan gambaran sesuai dengan demografis konsumen pada area yang dituju, 3) persaingan
didalam area, 4) kualitas persaingan, 5) keunikan dari lokasi perusahaan dan para pesaingnya, 6) kualitas fisik dari tempat fasilitas dan bisnis di sekitarnya, 7)
kebijakan operasional perusahaan, 8) kualitas dari manajemen. Sistem Informasi Geografis: menyimpan dan memperlihatkan informasi yang didapat dihubungkan
dengan lokasi geografis.Beberapa basis data geografis yang tersedia dalam banyak GIS: 1) data sensus dengan blok, daerah, kota, daerah wilayah, distrik
kongresional, area metropolitan, Negara bagian, dank ode pos; 2) peta seluruh jalan, jalan tol, jembatan, dan terowongan; 3) utilitas misalnya listrik, air, dan saluran
gas; 4) semua sungai, gunung, danau dan hutan; 5) seluruh bandar udara utama, kampus, dan rumah sakit.