Anda di halaman 1dari 3

BILANGAN IODIUM (BI)

I. Maksud dan Tujuan


Maksud : Agar praktika mengetahui dan memahami bagaimana cara menetukan
kadar ikatan tidak jenuh (ikatan rangkap) dalam rantai hidrokarbon
pada lemak / minyak.
Tujuan : Utuk menghitung kadar ikatan tidak jenuh (ikatan rangkap) dalam
rantai hidrokarbon pada lemak / minyak.
II. Alat dan preaksi
Alat dan Pereaksi
Alat alat :
- Neraca digital
- Erlenmeyer asah 250 mL
- Pipet ukur
- Pipet volume 10 mL
- Buret 50 mL
- Pipet tetes
Pereaksi
:
- Larutan Hanus 0,1 N
- Chloroform
- Larutan tio sulfat 0,1 N
- Indikator kanji 0,5 %
- Kalium Iodida 10 %
III.

Reaksi
H
CH=CH + IBr

CH CH
I

Br2 + 2KI

H
Br

KBr + I2

I2 + 2Na2S2O3 2NaI + Na2S2O4

IV.

Cara Kerja
- Timbang teliti kedalam Erlenmeyer bertutup asah contoh minyak /
lemak sebanyak 0,1 0,2 gram untuk minyak / lemak yang
mempunyai Bilangan Iodium tinggi seperti : minyak kacang, minyak
jarak, minyak biji kapas, dan timbangkan 1 2 gram contoh minyak /
lemak yang mempunyai Bilangan Iodium rendah seperti : minyak
kelapa, minyak sawit, dan lemak sapi.

Larutkan dengan 5 mL chloroform.


Tambahkan 10 mL tepat larutan Hanus 0,1 N melalui buret
Erlenmeyer asah segera ditutup, digoyangkan dan disimpan pada
tempat gelap atau lemari selama kira kira 15 menit supaya reaksi

sempurna.
Kemudian kedalam larutan yang berlebih (sisa reaksi), ditambahkan

10 mL larutan KI 10 % dan encerkan dengan air suling,


Iodium yang dibebaskan segera dititar dengan larutan tio sulfat 0,1 N
sampai warna kuning muda, lalu ditambahkan 1 2 mL indikator

kanji.
Titrasi dilanjutkan sampai larutan menjadi tidak berwarna.
Lakukan titrasi blanko terhadap 10 mL larutan Hanus 0,1 N dan 5 mL
chloroform, simpan ditempat gelap / lemari selama 30 menit, titar
dengan larutan tio sulfat 0,1 N.

V.

Hasil dan Perhitungan


Hasil
:
Berat minyak
mL Titrasi
mL Titrasi Blanko

: 1,240 g
: 5 ,4 mL
: 6 mL

Perhitungan

Bilangan Iodium=

( mL blankomL titrasi ) x N Tio x BE 100


x
1000
Bobot contohuji(mgram)

Bilangan Iodium=

( 6,0 mL5,4 mL ) x 0,1 N x 127 100


x
1,240 g
1000

= 0,61407
VI. Diskusi
Pada praktikum penetapan bilangan iodium dilakukan dengan cara titrasi
iodometri. Titrari iodometri adalah titrasi secara tidak langsung dengan cara
donor iodium dari KI dengan zat penitar yaitu tiosulfat. BiIangan Iodium
merupakan ukuran terhadap banyaknya ikatan rangkap atau bilangan Iodium
(BI) adalah bilangan yang menunjukkan jumlah mg halogen yang dapat diikat
oleh 100 mg minyak/lemak atau jumlah % halogen yang dapat diikat oleh
minyak/lemak.

Penetapan minyak dalam bilangan iodium

harus diketahui jenuh atau tidak

jenuh. Karena hal ini akan berpengaruh terhadap penimbangan. Pada praktikum
yang dilakukan pertama minyak ditambang sebanyak 1 gram lalu dilarutkan
menggunakan 5 ml chloroform. Lalu ditambahakan 10 ml tepat larutan hanus 0,1
N melalui buret. Penambahan larutan hanus berfungsi sebagai pengadisi ikatan
rangkap dalam hidrokarbon dengan halogen pada lemak dan dapat
membebaskan I2 setelah bereaksi dengan KI sehingga preaksi KI lebih mudah
untuk bereaksi dalam reaksi yang berlangsung. Erlenmeyer harus segera ditutup
dan disimpan ditempat yang gelap karena Iodium mempunyai sifat yang akan
mudah menguap dan akan rusak jika terkena cahaya matahari. Setelah
ditambahkan KI dan diencerkan dengan air, pengenceran ini berfungsi untuk
mengurangi kepekatan Iodium sehingga titik akhir mudah diperoleh. Iodium
yang terbebaskan dititrasi dengan larutan Natrium Tiosulfat hingga warna
kuning muda untuk menunjukan adanya kanji maka tetesi dengan indikator kanji
warna biru menunjukan Iodium masih terdapat dalam larutan.

VII. Kesimpulan
1. Bilangan Iodium (BI) adalah bilangan yang menunjukkan jumlah mg
halogen yang dapat diikat oleh 100 mg minyak/lemak atau jumlah %
halogen yang dapat diikat oleh minyak/lemak.
2. Dari percobaan praktikum kali ini hasil Bilangan Iodium yang saya
dapatkan adalah 1,1838.