Anda di halaman 1dari 4

BILANGAN PENYABUNAN (BP)

I. Maksud dan Tujuan


Maksud : Agar praktikan mengetahui dan memahami bagaimana cara menetukan
banyaknya total asam lemak (yang bebas dan teresterkan) di dalam
lemak / minyak.
Tujuan :untuk mengetahui kadar atau banyaknya total asam lemak yang bebas
dan teresterkan di dalma minyak.
II. Alat dan Preaksi
Alat dan Pereaksi
Alat alat :
- Neraca digital
- Erlenmeyer 250 mL
- Pipet volume 10 mL
- Batu didih
- Refluks
- Pipet tetes
- Buret 50 mL

III.

IV.

Pereaksi
:
- KOH Alkohol 0,5 N
- HCl 0,5 N
- Indikator PP
Reaksi
R(COO)3C3H5 + 3 KOH 3 RCOOK + C3H5(OH)3
Cara Kerja
1. Timbang teliti (empat angka dibelakang koma) 1 2 gram contoh
minyak / lemak yang sudah bebas air dan asam mineral.
2. Tambahan 10 mL tepat (pipet) KOH Alkohol 0,5 N dan batu didih,
kemudian direfluks selama 15 30 menit.
3. Pada akhir pendidihan, bubuhi 2 3 tetes indikator PP dan harus
berwarna merah, berarti penambahan KOH Alkohol 0,5 N sudah cukup
/ masih berlebih, jika belum / tidak merah tambahkan lagi 10 mL KOH
Alkohol 0,5 N dan refluks kembali selama 15 30 menit.
4. Angkat dan dinginkan sebentar, lalu dititar dengah HCl 0,5 N sampai
tepat warna larutan merah hilang.
5. Lakukan titrasi blanko terhadap 10 mL KOH Alkohol 0,5 N dengan
pelaksanaan yang sama dengan contoh.

V.

Hasil dan Perhitungan

Hasil

Berat minyak: 1,048 g


mL Titrasi
: 4,6 mL
mL Titrasi Blanko : 8,8 mL
Perhitungan

Bilangan penyabunan=

( mLblankomLtitrasi ) x N HCl x BE
Bobot contoh uji( gram)

Bilangan penyabunan=

( 8,8 mL4,6 mL ) x 0,5 N x 56


1,0166 g

= 112,213
VI. Diskusi
Penetapan bilangan penyabunan cara ini dilakukan dengan cara asidimetri,
yaitu titrasi dilakukan dengan asam. Bilangan penyabunan menunjukan
banyaknya KOH

yang diperlukan untuk menghidrolisa lemak atau

menyabunkan lemak bebas dan teresterkan dalam lemak atau minyak.


Pertama minyak di timbang sebanyak 1 gram lalu diencerkan dengan 10 ml
tepat larutan alcohol KOH 0,5 N. larutan lalu ditambakan batu didih.
Penggunaan batu didih bertujuan agar proses pemanasan berjalan merata dan
proses pemanasan dapat dilihat dari gelembung yang muncul dari batu didih.
Munculnya gelmbung pada batu didih menandakan suhu pada reaksi telah
mencapai 700c. lalu proses dilanjutkan dengan proses pemanasan dengan
refluks. Tujuan dari perefluksan adalah untuk mempercepat reaksi yang terjadi
yaitu reaksi penyabunan. Pemanasan menggunakan refluks juga dapat
dibiarkan untuk jangka waktu yang panjang tanpa perlu menambahkan lebih
pelarut atau takut bejana reaksi mendidih kering karena setiap uap akan segera
kental dalam kondensor. Setelah 30 menit lalu larutan lalu ditetesi indicator
pp. penambahan indicator pp bertujuan untuk menunjukan tititik equivalen
pada akhir titrasi. Larutan selanjutnya di titrasi menggunakan HCL 0,5 N
sampai tepat tidak berwarna.
jumlah alkali yang bereaksi.

Dilakukan titrasi blanko untuk mengetahui

VII. Kesimpulan
1. Bilangan penyabunan menunjukan banyaknya KOH yang diperlukan untuk
menghidrolisa lemak atau menyabunkan lemak bebas dan teresterkan dalam
lemak atau minyak.
2. Dari percobaan praktikum kali ini hasil Bilangan Penyabunan yang saya
dapatkan adalah 112,213.