Anda di halaman 1dari 4

CARA PENGUJIAN KADAR MINYAK / LEMAK DALAM BAHAN

TEKSTIL CARA SOXHLET (OPU)

I. Maksud dan Tujuan


Maksud : Agar praktikan

mengetahui dan memahami bagaimana cara

menentukan kadar lemak / minyak dalam bahan tekstil dengan cara


soxhlet (OPU).
Tujuan : untuk mengetahui berapa kadar lemak/ minyak dalam bahan tekstil
dengan cara soxhlet
II. Alat dan Preaksi
Alat dan Pelarut
Alat alat :
- Pengekstrak soxhlet lengkap terdiri dari :
Labu lemak / labu ekstraksi 250 mL
Tabung / labu soxhlet
Pendingin gondok / pendingin spiral
- Penangas listrik / elektrik heating plate
- Oven / pengering plastik
- Eksikator
- Kertas saring tabung / kertas saring biasa bebas lemak
- Neraca digital
Pelarut
:
- Benzena
- Ethanol
- Karbon Tetra Khlorida
- Trikhloro Etilena
- Campuran Benzena : Ethanol = 1 : 1
III.

Cara Kerja
- Contoh uji ditimbang teliti (empat angka dibelakang koma), misalnya
-

berat contoh uji = a gram.


Keringkan labu lemak / labu ekstraksi yang telah diisi batu didih,
dalam oven pengering suhu 105 - 110C selama 1 jam, kemudian
pindahkan / dinginkan pada eksikator, dan timbang teliti (empat
angka dibelakang koma). Misalnya berat labu lemak / ekstraksi = b
gram.

Contoh uji dimasukkan kedalam kertas saring tabung, atau dibungkus


dengan kertas saring biasa (yang telah diketahui beratnya), dibungkus
sesuai dengan aturan sehingga tinggi kertas saring tabung / kertas

saring biasa tidak menggaggu sirkulasi zat pelarut minyak / lemak.


Contoh uji tersebut dimasukkan kedalam labu soxhlet.
Masukkan zat pelarut minyak / lemak sebanyak 1,5 2 kali volume
labu soxhlet yang telah dilengkapi labu lemak / labu ekstraksi,

kemudian pegang dan hubungkan dengan alat pendingin.


Letakkan pengekstrak soxhlet lengkap diatas pemanas listrik, alirkan

air pendingin.
Lakukan ekstraksi selama kurang lebih 2 jam, atau sekurang

kurangnya 6 kali putaran / sirkulasi pelarut.


Setelah ekstraksi selesai, keluarkan contoh uji dari labu soxhlet,
untuk menghilangkan pelarut pada contoh uji tersebut dalam oven
pada suhu 105 - 110C selama 1 2 jam, dinginkan eksikator,

kemudian timbang. Misalnya berat contoh uji = c gram.


Pisahkan minyak / lemak dari pelarut dalam labu ekstraksi dengan
cara penyulingan sampai pelarut hamper habis.
Hilangkan sisa pelarut dalam labu lemak / labu ekstraksi pada oven
pengering pada suhu 105 - 110C selama 30 menit (sampai kering),
dinginkan pada eksikator selama 15 20 menit dan timbang sampai
bobot tetap.
Ulangi pekerjaan tersebut sampai bobot tetap dan terakhir
penimbangan

dengan

perbedaan

maksimal

0,1

mg

dengan

penimbangan sebelumnya.
Misalnya berat labu lemak / labu ekstraksi dan minyak / lemak = d
gram.
IV.

Hasil dan Perhitungan


Hasil
:
Keterangan
:
a = berat sampel awal
b = berat labu lemak awal
c = berat labu lemak akhir
d = berat sampel akhir

a = 0,9861
b = 103,8228
c = 0,9008
d = 103,8428
Perhitungan

Kadar minyak =

ac
x 100
contohuji

atau
Kadar minyak =

d b
x 100
contohuji

Kadar minyak =

0,98610,9008
x 100
0,9861

= 8,6502 %
atau
Kadar minyak =

103,8428103,8228
x 100
103,8428

= 0,019 %
V. Diskusi
Praktikum ini berprinsip pada pemisahan kadar lemak dengan cara soxhlet
sehingga didapat berat murni dari lemak yang terkandung dalam kain/bahan
yang dapat dicaring dari perbandingan berat tabung kosong dengan berat
tabung tambah lemak, ataupun dengan menggunakan perbandingan berat
kertas saring yang mengandung lemak. Dalam penetapan kadar lemak/minyak,
kebersihan dari alat alat yang di gunakan harus terjamin karena minyak yang
terkontaminasi akan sangat mempengaruhi ketapatan hasil akhirnya.
Penimbangan alat alat harus tepat dan alat alat harus benar-benar dalam
keadaan kering untuk mendapatkan berat yang teliti. Pada proses ekstraksi
kain

harus

benar-benar

dalam

keadaan

terendam

semuanya

untuk

mendapatkan filtratnya. Ekstraksi dilakukan selama 2 jam atau sekurang


kurangnya 6 kali sirkulasi agar lemak dalam kain dapat larut sempurna.

Pelarut yang digunakan diusahakan pelarut yang rendah titik didihnya agar
proses berjalan cepat dan larutan tersebut sebanyak 1-5 2 kali volume tabung
soxhlet. Lemak yang diekstraksi yang terdapat dalam labu lemak jumlahnya
harus sama dengan minyak yang hilang dari kain. Didiskusikan pula bahwa
penggunaan CCl4 sebagai pelarut lemak lebih efektif dibanding menggunakan
alkohol karena CCl4 memiliki titik uap lebih rendah dibanding alkohol,
sehingga dapat mempercepat proses praktikum.

VI. Kesimpulan
Berdasarkan praktikum yang telah dilakukan didapat bahwa kadar lemak dalam
contoh uji (kain) dengan cara soxhlet yang saya dapatkan adalah 8,6502 %, dan
kadar lemak dalam labu lemak yang saya dapatkan adalah 0,019 %.