Anda di halaman 1dari 3

PENETAPAN KADAR LEMAK BEBAS YANG TIDAK TERSABUNKAN

I. Maksud dan Tujuan


Maksud : praktikan dapat mengetahui dan memahami bagaimana cara
menentukan kadar lemak bebas yang tidak tersabunkan yang terdapat
di dalam suatu sabun..
Tujuan : untuk mengetahui dan menentukan kadar lemak bebas yang tidak
tersabunkan yang terkandung dalam 5 gram sabun.
II. Alat dan Preaksi
Alat dan Pereaksi
Alat alat :
- Neraca digital
- Erlenmeyer 250 mL
- Pipet volume 25 mL
- Pipet tetes
- Buret
- Refluks
Pelarut
:
- Eter
- NaHCO3
III.

Cara Kerja
1. Ditimbang dengan teliti 5-10 gram contoh sabun, dilarutkan dengan 100
ml larutan NaHCO3 1 %.
2. Dipanaskan di atas penangas air (jangan dikocok untuk menghindari busa).
3. Didinginkan sampai suhu kamar, dipindahkan seluruh contoh sabun yang
sudah larut ke dalam corong pemisah secara kuantitatif, piala dibilas
dengan NaHCO3 1%.
4. Kedalam corong pemisah dimasukkan 10-20 ml larutan eter, lalu
dikocok/diputar dan dibiarkan beberapa menit

sampai terlihat lapisan

pemisah, kemudian dipisahkan.


5. Lapisan bawah yang terdiri dari larutan NaHCO3 1% dimasukkan kemballi
ke dalam piala gelas semula, sedangkan lapisan eter dimasukkan ke dalam
labu lemak/labu ekstraksi yang telah diketahui bobotnya.
6. Larutan contoh dan NaHCO3 1% dalam piala gelas tersebut dimasukkan
kembali dalam corong pemisah, ditambahkan lagi 10-20 ml eter, dikocook,

dibiarkan, dan dipisahkan lagi seperti tadi. Diiulangi pekerjaan tersebut 3x


berturut-turut.
7. Larutan eter yanng sudah terkumpul diuapkan denga alat soxhlet.
8. Residu yang tinggal kemudian dikeringkan dalam oven 70C selama 30
menit, didinginkan pada eksikator dan ditimbang sampai bobot tetap.
IV.

Hasil dan Perhitungan


Berat sabun A = 5,0059
Berat labu lemak awal =106,2536
Berat labu lemak akhir=106,3548
Berat residu =0,1012

kadar lemak bebas yang tidak tersabunkan =

berat residu
100%
berat contoh uji

0,1012
kadar lemak bebas yang tidak tersabunkan = 5,0059

x 100%

kadar lemak bebas yang tidak tersabunkan = 2,0216 %


V.

Diskusi
Untuk menentukan banyaknya lemak yang tak tersabunkan maka perlu
dilakukan

praktium penetapan

kadar

lemak

bebas

yang

tidak

tersabunkan. Pertama timbang teliti 5 gram contoh sabun, larutkan


dengan NaHCO3. Penambahan NaHCO3 dalam reaksi bertujuan untuk
menghisap alkali bebas yang mungkin ada, hal ini dilakukan agar asam
lemak tidak terikat oleh alkali bebas tersebut dan lemak netral yang ada
tidak disabunkan. . lalu larutan dipanaskan diatas penangas. Pemanasan
bertujuan untuk mempercepat reaksi yang sedang berlangsung sehingga
sabun mudah bereaksi dan terlarutkan oleh NaHCO3. Setelah selesai
proses pemanasan larutan didinginkan sampai mencapai suhu kamar.
Praktikum penetapan kadar lemak bebas yang tidak tersabunkan harus
dilakukan secara hati hati untuk memanimalisir sabun yang telah
dilarutkan menghasilkan busa. Adanya busa yang timbul akan sangat
mempengaruhi dan menggangu jalannya reaksi yang terjadi. Setelah
sabun terlarutkan maka diteruskan dengan memasukan larutan sabun
kedalam corong pemisah secara kwantitatif lalu ditambahkan larutan eter
dan didiamkan beberapa menit sampai terlihat endapan dengan filtratnya

terpisah. Filtrate dan endapan lalu dipisahkan. Endapan yang timbul


terdiri dari larutan NaHCO3 sedangkan filtratnya terdiri dali larutan eter.
endapan di larutkan dengan eter sebanyak 3 x berturut turut. Filtrate hasil
reaksi lalu disulingkan dengan alat soxhlet. Residu yang tertinggal ada
labu lemak dikeringkan kemudian di oven pada suhu 1000C. lalu labu
VI.

lemak didinginkan selama 10 menit lalu ditimbang.


Kesimpulan
Dari percobaan yang telah dilakukan didapat bahwa kadar lemak bebas
yang tak tersabunkan dari sabun jenis A yaitu 2,0216 %