Anda di halaman 1dari 3

PENETAPAN KADAR ZAT PEMBERAT / PENGISI (FILTERS)

I. Maksud dan Tujuan


Maksud : praktikan dapat mengetahui dan memahami bagaimana cara
menentukan kadar zat pemberat / pengisi.
Tujuan : untuk mengetahui dan menentukan kadar zat pemberat atau pengisi
yang terkandung dalam 1 gram sabun.
II. Alat dan Preaksi
Alat dan Pelarut
Alat alat :
- Neraca digital
- Erlenmeyer 250 mL
- Pipet volume 25 mL
- Pipet tetes
- Refluks
Pelarut
:
Alkohol
III.
Cara Kerja
-

Ditimbang dengan teliti 1-2 gram contoh sabun, dimasukkan ke dalam


erlenmeyer.

Dilarutkan dalam 50-100 ml alkohol netral/alkohol 95 %.

Dipanaskan/direfluks dengan menggunakan pendingin tegak di atas


penangas air.

Sabun dan hidroksida alkalli pada sabun akan larut, sedangkan karbonat
tidak larut.

Bagian yang tidak larut disaring dengan kertas saringyang sudah


diketahui bobotnya.

Kertas saring dan residu dikeringkan pada

105-110 C selama 30

menit, dimasukkan ke dalam eksikator, lalu ditimbang sampai bobot


tetap.

Hasil dan Perhitungan


Hasil
:
Keterangan
:
a = berat sabun awal
b = berat kertas saring awal
c = berat kertas saring akhir

d = berat residu
a = 1,0089
b = 0,3884
c = 0,5764
d = 0,1870
Perhitungan

Kadar zat pnggisi ( fillers )=

berat residu
x 100
contohuji

atau
Kadar zat pnggisi ( fillers )=

berat residu
x 100
contohuji

Kadar zat penggisi( fillers)=

0,1870
x 100
1,0089

= 18,536%
IV. Diskusi
Dalam pembuatan sabun ditambahkan zat pemberat atau

filler sebagai zat

penambah berat sabun sehingga sabun mundah untuk dibentuk sehingga sabun
dapat berbentuk padat. Zat pemberat/ pengisi tersebut berupa zat semacam
kaolin, batu ambang, asbes, dan kapur. Zat yang biasanya digunakan untuk
mempermudfah proses pencetakan adalah zat pemberat/ pengisi kaolin. hampir
pada setiap sabun mengandung zat pemberat/pengisi. Dengan prinsip uji sabun
dan hidroksida alkali pada sabun akan larut sedangkan Karbonat tidak akan
larut. Pelarutan yang dilakukan harus sempurna karena bila tidak larut sempurna
akan menghambat penyaringan. Penetapan kadar filler juga dapat digunakan
cara pengabuan, sehingga akan didapat zat-zat filler yang benar-benar murni.
Pada praktikum penetapan kadar zat pemberat yang pertama dilakukan adalah
menimbang 1 gram minyak lalu diencerkan dengan dengan 50 ml alkohol 95% .
untuk mempercepat reaksi yang berlangsung dilakukan pemanasan menggunkan
refluks. Pemanasan menggunakan refluks dapat dibiarkan untuk jangka waktu

yang panjang tanpa perlu menambahkan lebih pelarut atau takut bejana reaksi
mendidih kering karena setiap uap akan segera kental dalam kondensor. Selain
itu suhu akan tetap terjaga atau suhu akan konstant pada saat pemanasan
berlangsung. Dalam proses pemanasan sabun dan hidrolisa alkali pada sabun
akan larut, sedangkan karbonat tidak akan larut. Lalu karbonat dipisahkan dari
filtratnya dengan cara penyaringan larutan disaring mengunakan kertas saring.
Karbonat atau endapan yang terdapat pada larutan terpisah dan akan menempel
dapa kertas saring. Untuk mendapatkan karbonat kertas saring di oven selama 30
menit pada suhu 1050 1100 C. Pengovenan bertujan untuk menguapkan sisa
sisa filtrat yang masih menempel pada kertas saring. Setelah 30 menit kertas
saring ditimbang.
Kadar zat pemberat yang diperbolehkan dalam sabun sebesar 10% untukn itu
perlu dilakukan penetapan kadar zat pemberat. Pada praktikum yang telah
dilakukan diketahui kadar zat pemberat yang terdapat pada sabun D adalah
18,536 %. Hal ini berarti sabun D mempunyai kadar zat pemberat yang melebihi
standar yang diperbolehkan.
V. Kesimpulan
Dari percobaan yang telah dilakukan didapat bahwa kadar zat pengisi (fillers)
yang terdapat pada sabun jenis D adalah 18,536 % dari 1,0089 gram berat sabun
yang diuji.