Anda di halaman 1dari 19

Lampiran

Tentang
Nomor
Tanggal

: Keputusan Direktur Jenderal Prasarana dan Sarana Pertanian


Selaku Kuasa Pengguna Anggaran.
: Pedoman Penilaian Kinerja Perkumpulan Petani Pemakai Air dan
Gabungan/Induk Perkumpulan Petani Pemakai Air
: 51/Kpts/OT.160/B/KPA/05/2013
: 6 Mei 2013

PEDOMAN PENILAIAN KINERJA


PERKUMPULAN PETANI PEMAKAI AIR DAN
GABUNGAN/INDUK PERKUMPULAN PETANI PEMAKAI AIR BERPRESTASI
BAB I
PENDAHULUAN
A.

Latar Belakang
Untuk mewujudkan pengembangan dan pengelolaan sistem irigasi
partisipatif yang efisien dan efektif serta dapat dimanfaatkan sebesar
besarnya untuk kepentingan petani sebagai pemakai air irigasi dalam
melaksanakan produksi pangan, maka fungsi kelembagaan petani
pemakai air sangat berperan dominan. pemerintah berperan dalam
penyusunan dan pelaksana kebijakan yang diharapkan petani sesuai
dengan kebutuhan pelayanan pengelolaan irigasi.
Pembangunan pertanian merupakan salah satu program yang
diprioritaskan dalam rangka mewujudkan ketahanan pangan nasional,
dan Pemerintah telah berusaha meningkatkan produksi pangan baik di
lahan beririgasi maupun tadah hujan melalui berbagai program usaha
tani padi. Berdasarkan data, bahwa untuk produksi padi secara umum
dilakukan pada lahan beririgasi, untuk itu pengelolaan irigasi yang baik
merupakan komponen utama mendukung produktivitas usaha tani guna
meningkatkan produksi pertanian dalam rangka ketahanan pangan
nasional dan kesejahteraan masyarakat.
Untuk pencapaian tujuan pembangunan pertanian dilahan beririgasi,
pemerintah telah berupaya untuk: a) membangun, merehabilitasi dan
mengelola prasarana irigasi ditingkat usaha tani melalui kelembagaan
Perkumpulan Petani Pemakai Air dengan mengedepankan pola partisipatif
sesuai dengan kearifan lokal; b) melakukan upaya penyediaan air irigasi
yang terukur sesuai dengan kebutuhan petani baik jumlah, waktu
maupun mutunya; c) melaksanakan pembinaan dan pemberdayaan
kelembagaan pengelolaan irigasi sebagai organisasi pembelajar dengan
kekuatan modal sosial yang sesuai dengan pengetahuan dan kearifan
lokal.
Peningkatan produksi pangan di lahan beririgasi dilaksanakan salah
satunya adalah melalui pengelolaan dan koordinasi kelembagaan
Perkumpulan Petani Pemakai Air. Pembinaan dan pemberdayaan
Perkumpulan Petani Pemakai Air oleh pemerintah difokuskan pada
kelembagaan yang sudah ada melalui peningkatan kemampuan belajar
masyarakat tani melalui kegiatan penyuluhan, pelatihan dan
pendampingan, yang difokuskan pada pengembangan sosial ekonomi
1

petani, manajemen pengelolaan air irigasi, dan pengendalian konflik


dalam pemanfaatan sumberdaya lahan dan air. Proses pembinaan dan
pemberdayaan P3A, dilakukan melalui upaya : a) peningkatan
kemampuan sumberdaya manusia dan kelembagaannya, sehingga
mampu mengelola sumberdaya air secara berkelanjutan dan berkeadilan;
b) memfasilitasi pembangunan jaringan irigasi baru, rehabilitasi jaringan
untuk efisiensi pemanfaatan air dengan harapan dapat mengurangi laju
alih fungsi lahan di daerah produksi pangan yang saat ini masih cukup
tinggi. Seluruh upaya pemerintah ini adalah untuk menunjang
peningkatan produksi pangan yang pada akhirnya dapat meningkatkan
pendapatan petani.
Perkumpulan Petani Pemakai Air dan Gabungan/Induk Perkumpulan
Petani Pemakai Air sebagai organisasi petani pada lahan beririgasi,
berperan penting dalam mengatasi permasalahan di lahan beririgasi dan
mampu mengantisipasi setiap perubahan/permasalahan terkait dengan
upaya peningkatan produksi pangan. Dukungan sumberdaya manusia
berkualitas diharapkan dapat membangun keterpaduan sistem
pengelolaan jaringan irigasi dan agribisnis di bidang pangan, serta dapat
menumbuh kembangkan kerja sama yang harmonis baik antar petani
maupun dengan pihak lainnya yang terkait dalam pengelolaan jaringan
irigasi, memecahkan masalah usahatani anggotanya secara lebih efektif,
dan memudahkan dalam mengakses informasi pasar, teknologi,
permodalan dan sumberdaya lainnya.
Kelembagaan Perkumpulan Petani Pemakai Air dan Gabungan/Induk
Perkumpulan Petani Pemakai Air diharapkan dapat membangun
keterpaduan sistem pengelolaan jaringan irigasi dan agribisnis di bidang
pangan, serta dapat menumbuh kembangkan kerja sama yang harmonis
baik antar petani maupun dengan pihak lainnya yang terkait dalam
pengelolaan jaringan irigasi, memecahkan masalah usahatani anggotanya
secara lebih efektif, dan memudahkan dalam mengakses informasi pasar,
teknologi, permodalan dan sumberdaya lainnya. Pembinaan dan
pemberdayaan perkumpulan petani pemakai air tidak terlepas dari
perwujudan terlaksananya fungsi dasar Perkumpulan Petani Pemakai Air
yaitu: a) mendistribusikan air irigasi secara adil dan efisien; b) mengelola
konflik yang terjadi antara pemakai air secara adil; dan c) memelihara
jaringan irigasi tersier, baik irigasi teknis maupun irigasi desa secara baik
dan berkesinambungan.
Sebagai bagian dari proses pembinaan dan pemberdayaan
maka
pemerintah, perlu melakukan evaluasi dan sekaligus memberikan
pengharagaan pada kelembagaan petani pemakai air, baik Perkumpulan
Petani Pemakai Air maupun Gabungan/Induk Perkumpulan Petani
Pemakai Air. Kegiatan evaluasi ini diharapkan dapat menumbuhkan
semangat dan motivasi kepada Perkumpulan Petani Pemakai Air dan
Gabungan/Induk Perkumpulan Petani Pemakai Air agar dapat berprestasi
dan kinerjanya lebih baik dalam pengembangan dan pengelolaannya
sehingga terjadi peningkatan pendapatan dan kesejahteraan petani
anggota.
2

Dalam kaitan kinerja penilaian Perkumpulan Petani Pemakai Air dan


Gabungan/Induk Perkumpulan Petani Pemakai Air berprestasi,
diperlukan adanya pedoman penilaian kinerja Perkumpulan Petani
Pemakai Air dan Gabungan/Induk Perkumpulan Petani Pemakai Air,
sebagai acuan bagi petugas dalam melaksanakan penilaian dan
pemberian penghargaan.
B.

Maksud dan Tujuan


Pedoman Penilaian Kinerja Perkumpulan Petani Pemakai Air dan
Gabungan/Induk Perkumpulan Petani Pemakai Air Berprestasi
dimaksudkan untuk memberikan acuan bagi Tim Penilai baik tingkat
Pusat, Provinsi dan Kabupaten/Kota untuk melaksanakan penilaian dan
penetapan Perkumpulan Petani Pemakai Air dan Gabungan/Induk
Perkumpulan Petani Pemakai Air berprestasi.
Tujuan pelaksanaan penilaian kinerja Perkumpulan Petani Pemakai Air
dan Gabungan/Induk Perkumpulan Petani Pemakai Air adalah dalam
rangka pembinaan dan pemberian penghargaan bagi Perkumpulan Petani
Pemakai Air dan Gabungan/Induk Perkumpulan Petani Pemakai Air
Berprestasi mulai dari tingkat Kabupaten/Kota, Provinsi dan Nasional.
Perkumpulan Petani Pemakai Air dan Gabungan/Induk Perkumpulan
Petani Pemakai Air yang terpilih sebagai pemenang di tingkat
Kabupaten/Kota, Provinsi dan Nasional, diharapkan dapat menjadi
pengungkit dan memotivasi Perkumpulan Petani Pemakai Air dan
Gabungan/Induk Perkumpulan Petani Pemakai Air lainnya untuk
meningkatkan kinerjanya dalam pengelolaan jaringan irigasi tersier /
tingkat usaha tani baik dari aspek kelembagaan/organisasi, aspek teknis
irigasi dan pertanian, maupun aspek sosial ekonomi keuangan.

C.

Sasaran
Sasaran Pedoman Penilaian Kinerja Perkumpulan Petani Pemakai Air dan
Gabungan/Induk Perkumpulan Petani Pemakai Air Berprestasi adalah
pejabat/petugas pengambil kebijakan lingkup Kementerian Pertanian dan
melibatkan instansi lain yang bertanggungjawab terhadap pemberdayaan
Perkumpulan Petani Pemakai Air dan Gabungan/Induk Perkumpulan
Petani Pemakai Air di daerah pada tingkat Pusat, Provinsi dan
Kabupaten/Kota yang melaksanakan penilaian terhadap kinerja
Perkumpulan Petani Pemakai Air dan Gabungan/Induk Perkumpulan
Petani Pemakai Air.

D.

Ruang Lingkup
Ruang lingkup Pedoman Penilaian Kinerja Perkumpulan Petani Pemakai
Air dan Gabungan Perkumpulan Petani Pemakai Air berprestasi meliputi :
1.
2.
3.
4.

Pendahuluan;
Mekanisme Penilaian dan Lomba;
Metode dan Aspek Penilaian;
Jadwal Pengusulan dan Penilaian;
3

5. Pembiayaan dan Penghargaan;


6. Penutup
E.

Pengertian
1. Petani adalah orang yang mata pencaharian pokoknya mengusahakan
lahan untuk budidaya tanaman pangan/usaha tani padi. Petani
pemakai air sasaran dalam Peraturan ini adalah semua petani yang
mendapat manfaat secara langsung dari pengelolaan air dan jaringan
irigasi yang meliputi pemilik sawah, pemilik penggarap sawah,
penggarap/penyakap, yang mendapat air dari jaringan irigasi, dan
pemakai air irigasi lainnya;
2. Perkumpulan Petani Pemakai Air yang selanjutnya disingkat P3A
adalah kelembagaan yang ditumbuhkan oleh petani yang mendapat
manfaat secara langsung dari pengelolaan air dan jaringan irigasi, air
permukaan, embung/dam parit dan air tanah. P3A yang dimaksud
dalam Peraturan ini juga termasuk kelembagaan Kelompok tani
ternak, perkebunan dan hortikultura
yang memanfaatkan air
irigasi/air tanah dangkal/air permukaan
dan air hasil
konservasi/embung;
3. Gabungan Perkumpulan Petani Pemakai Air yang selanjutnya
disingkat GP3A adalah gabungan beberapa kelembagaan P3A yang
bersepakat bekerjasama memanfaatkan air irigasi dan jaringan irigasi
pada daerah layanan blok sekunder, gabungan beberapa blok
sekunder, atau satu daerah irigasi yang bertujuan untuk
mempermudah pola koordinasi dan penyelenggaraan irigasi sekunder
serta memperkuat posisi tawar petani pada usaha pertaniannya;
4. Induk Perkumpulan Petani Pemakai Air yang selanjutnya disingkat
IP3A adalah gabungan beberapa kelembagaan GP3A yang bersepakat
bekerjasama untuk memanfaatkan air irigasi dan jaringan irigasi pada
daerah layanan blok primer, gabungan beberapa blok primer, atau
satu daerah irigasi yang bertujuan untuk mempermudah pola
koordinasi dan penyelenggaraan irigasi primer serta memperkuat
posisi tawar petani pada usaha pertaniannya;
5. P3A dan GP3A berprestasi adalah P3A dan GP3A yang berhasil dalam
hal pengelolaan jaringan irigasi baik dari aspek sosial, ekonomi,
teknik irigasi dan usaha tani serta organisasi.
6. Jaringan irigasi adalah saluran, bangunan, dan bangunan pelengkap
yang merupakan satu kesatuan yang diperlukan untuk penyediaan,
pembagian, pemberian, penggunaan, dan pembuangan air irigasi;
7. Pengelolaan jaringan irigasi adalah kegiatan yang meliputi operasi,
pemeliharaan, dan rehabilitasi jaringan irigasi di daerah irigasi;
8. Sistem irigasi meliputi prasarana irigasi, air irigasi, manajemen irigasi,
kelembagaan pengelolaan irigasi dan sumber daya manusia, yang
terkait satu sama lain untuk mewujudkan pengelolaan air yang efisien
dan adil.

9. Tim Penilai adalah tim yang dibentuk oleh Pusat, Provinsi dan
Kabupaten/Kota untuk melakukan penilaian kinerja kelembagaan
P3A dan GP3A dalam pengelolaan jaringan irigasi untuk pertanian;
10. Jaringan irigasi tersier adalah jaringan irigasi yang berfungsi sebagai
prasarana pelayanan air irigasi dalam petak tersier yang terdiri atas
saluran tersier, saluran kuarter dan saluran pembuang, boks tersier,
boks kuarter, serta bangunan pelengkapnya;
11. Rehabilitasi jaringan irigasi adalah kegiatan perbaikan jaringan irigasi
guna mengembalikan fungsi dan pelayanan irigasi seperti semula;
12. Profil sosial ekonomi, teknik, dan kelembagaan yang selanjutnya
disebut PSETK adalah analisis dan gambaran keadaan sosial ekonomi,
teknis, dan kelembagaan yang terdapat pada satu atau sebagian
daerah irigasi dalam kurun waktu tertentu;
BAB II
MEKANISME PENILAIAN DAN LOMBA
A.

Mekanisme Penilaian
Penilaian terhadap P3A dan GP3A dapat dilakukan, apabila diusulkan
dan atau dicalonkan secara resmi oleh pejabat yang berwenang, mulai
dari tingkat Kabupaten/Kota, Provinsi dan seterusnya secara berjenjang
diusulkan sampai tingkat Pusat.
Calon P3A dan GP3A/IP3A yang dapat diusulkan untuk dinilai dan
dilombakan adalah P3A dan GP3A/IP3A berbasis desa maupun
hidrologis/Daerah Irigasi yang telah berdiri minimal 1 (satu) tahun dan
mempunyai kinerja dalam pengelolaan jaringan irigasi, mampu dalam
peningkatan produksi dan produktifitas pangan mendukung ketahanan
pangan nasional, serta mampu mengembangkan usaha agribisnis di
pedesaan atau wilayahnya.
Penilaian P3A dan GP3A/IP3A yang dilakukan pada tingkat Pusat
merupakan usulan calon P3A dan GP3A/IP3A pemenang dari tingkat
Provinsi (hasil lomba tingkat Provinsi).
Calon P3A dan GP3A/IP3A, diusulkan secara resmi oleh Gubernur atau
Pejabat yang ditunjuk di Provinsi ke Kementerian Pertanian, Direktorat
Jenderal Prasarana dan Sarana Pertanian cq Direktorat Pengelolaan Air
Irigasi, dengan melampirkan persyaratan yang dipersyaratkan.
Penilaian calon yang diusulkan oleh Provinsi dilakukan oleh Tim Penilai
Pusat yang ditetapkan oleh Direktur Jenderal Prasarana dan Sarana
Pertanian.
Tim penilai pusat melakukan penilaian, dengan tahapan:
1. Seleksi administratif
Berkas usulan calon P3A dan GP3A/IP3A dari Provinsi diseleksi
administratif dengan melakukan pengecekan terhadap kelengkapan
berkas sesuai dengan persyaratan yang dipersyaratkan.
5

2. Seleksi nasional
Seleksi nasional terhadap usulan P3A dan GP3A/IP3A dari Provinsi,
dilakukan melalui tahapan penyisihan (sarasehan/presentasi)
Tahap penyisihan dilakukan melalui pemaparan profil dan kinerja
oleh setiap peserta, kemudian dilanjutkan diskusi dengan peserta
lainnya untuk pembelajaran.
Pada tahap seleksi nasional ini akan ditetapkan nominasi 5 (lima) P3A
dan 5 (lima) GP3A/IP3A terbaik yang akan dilakukan seleksi kondisi
di lapangan/kunjungan lapang.
3. Seleksi kondisi lapangan/kunjungan lapang
Untuk penentuan nilai realita/visual/kondisi fisik di lapangan, tim
penilai pusat melakukan pendalaman dengan melakukan kunjungan
ke P3A dan GP3A/IP3A yang telah lolos seleksi nasional.
Seleksi kondisi lapangan/kunjungan lapang dilakukan untuk
menentukan juara nasional (juara I, II, III dan harapan I, II).
Kesepuluh nominator mempunyai kesempatan yang sama untuk
menjadi juara, Apabila di dalam kunjungan lapangan terjadi hal-hal
yang menyimpang (kecurangan) maka nominator tersebut akan
digugurkan/diskalifikasi.
Penghargaan diberikan kepada masing masing 5 (lima) P3A dan
GP3A/IP3A yang mempunyai kinerja terbaik sebagai bagian dari
proses pembinaan dan pemberdayaan P3A dan GP3A/IP3A.
B.

Persyaratan
Sesuai dengan tujuan pembinaan dan pemberdayaan P3A dan GP3A/IP3A
adalah meningkatkan kemampuan kelembagaan dalam melaksanakan
fungsi pengelolaan jaringan irigasi secara partisipatif, di bidang teknik
irigasi, sosial dan ekonomi kelembagaan P3A dan GP3A/IP3A, maka
persyaratan dan ketentuan penilaian kinerja harus memenuhi prasyarat
sebagai berikut:
1. Kelembagaan P3A dan GP3A/IP3A yang diusulkan adalah P3A dan
GP3A/IP3A tumbuh dan terbentuk secara alami oleh petani, dan atau
yang dibentuk secara demokrasi sesuai dengan kebutuhan petani;
2. Telah melaksanakan fungsi pelayanan jasa air irigasi untuk anggota
dan melaksanakan pengelolaan prasarana irigasi yang dimiliki secara
partisipatif;
3. Mempunyai kelengkapan kelembagaan antara lain memiliki
kepengurusan minimal terdiri dari Ketua, Sekretaris, dan Bendahara;
4. Memiliki status hukum baik berdasarkan Surat Keputusan Pengadilan
Negeri dan atau Akta Notaris, dan atau pendiriannya tercatat dan
dikukuhkan oleh Bupati/Walikota atau pejabat yang berwenang;
5. Memiliki Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART);
6. Sebagai kelembagaan P3A dan GP3A/IP3A yang sudah berkembang
harus mempunyai kelengkapan administrasi (peta ikhtisar/skema

jaringan irigasi, buku anggota dan memiliki program kerja) serta


PSETK (Form 1);
7. Memiliki sistem pengumpulan iuran/dana keswadayaan sebagai dana
operasi dan pemeliharaan serta pengembangan usaha.
8. Memiliki catatan proses pemberdayaan anggota (rapat/pertemuan
dan/atau pelatihan) untuk meningkatkan dan mengembangkan
kapasitas serta kemampuan kelembagaan dan anggota P3A dan
GP3A/IP3A.
BAB III
METODE DAN ASPEK PENILAIAN
A.

Metode Penilaian
Penilaian kinerja P3A dan GP3A/IP3A dilakukan secara berjenjang oleh
tim penilai, melalui tahapan:
1. Seleksi administrasi
Seleksi administrasi dilakukan melalui pengecekan terhadap berkas
usulan sesuai dengan persyaratan yang dipersyaratkan.
2. Seleksi nasional
Sistem penilaian pada tahap seleksi nasional menggunakan sistem
pembobotan. Pembobotan Penilaian meliputi 40% untuk sarasehan
(presentasi) dan 60% untuk tahap diskusi. Penilaian pada masingmasing aspek tersebut menggunakan besaran angka 60 s/d 100.
Penilaian pada tahap sarasehan (presentasi) dan diskusi meliputi
aspek: (1) Penilaian Cara Penyajian/Cara Menjawab Pertanyaan;
(2) Penilaian Substansi dan (3) Penguasaan Materi. Penilaian
dilakukan terhadap materi yang disampaikan, terdiri atas:
(1) Cara Penyajian/Cara Menjawab Pertanyaan
Cara penyajian yang dinilai adalah penyajian yang informatif, tidak
keluar dari konteks (subtansi materi), mudah dipahami, jelas
penyampaiannya dan tepat waktu sesuai dengan ketentuan waktu
yang diberikan.
(2) Substansi
Substansi yang dinilai adalah: aspek organisasi dan managemen
kelembagaan; aspek teknis irigasi; aspek teknis pertanian; aspek
sosial ekonomi, keuangan dan bidang usaha.
(3) Penguasaan Materi
Penguasaan yang dinilai menyangkut pembelajaran, penguasaan
materi, ketepatan dan kecermatan dalam menjawab pertanyaan.
3. Seleksi kunjungan lapang
Dalam kunjungan lapang yang dilakukan oleh Tim Penilai P3A
maupun GP3A/IP3A adalah untuk memverifikasi data yang telah
disampaikan pada waktu presentasi dengan kondisi yang sebenarnya.
7

Penilaian selama visitasi meliputi aspek-aspek sebagai berikut: (1)


aspek organisasi dan managemen kelembagaan; (2) aspek teknis
irigasi; (3) aspek teknis pertanian; (4) aspek sosial ekonomi, keuangan
dan bidang usaha.
Kinerja kelembagaan diukur dari peningkatan kapasitas organisasi P3A
dan GP3A/IP3A dari waktu ke waktu sesuai dengan tujuan pembentukan
P3A dan GP3A/IP3A.
Setiap Provinsi hanya dapat mengajukan 1 (satu) P3A dan 1 (satu)
GP3A/IP3A yang berprestasi di tingkat provinsi (juara provinsi). Dengan
mempertimbangkan bahwa maksud diadakannya lomba ini adalah untuk
pembinaan dan motivasi, maka P3A atau GP3A/IP3A yang pernah
menjadi juara nasional Lomba P3A dan GP3A/IP3A Tingkat Nasional tidak
diperkenankan mengikuti lomba pada tahun 2013.
Penentuan pemenang diputuskan secara independen oleh tim penilai
(tidak dapat diganggu gugat), selanjutnya ditetapkan melalui Surat
Keputusan Direktur Jenderal Prasarana dan Sarana Pertanian,
Kementerian Pertanian.
B.

Aspek Penilaian
Penilaian terhadap P3A dan GP3A/IP3A
berdasarkan aspek aspek sebagai berikut :
1.

berprestasi

dilakukan

Organisasi dan Manajemen Kelembagaan


a. Identitas dan Profil calon P3A/GP3A Berprestasi
1) Daftar Isian Profil P3A/GP3A Berprestasi (Form 2);
2) Identitas Pengurus (Ketua, Sekretaris, Bendahara) yang
dilengkapi dengan pas photo (Form 3), serta rekomendasi
tertulis dari Dinas Pertanian Kabupaten/Kota (Form 4);
3) Fotocopy Berita Acara pendirian P3A/GP3A;
4) Fotocopy Kartu Keluarga (KK) dan Kartu Tanda Penduduk
(KTP) Ketua, Sekretaris, dan Bendahara;
5) Foto kantor/Sekretariat P3A/GP3A yang tertera papan
nama/plang P3A/GP3A.
b. Organisasi dan Manajemen Kelembagaan
1) Struktur organisasi;
2) Tata cara pemilihan pengurus:
3) Rapat pengurus dan pola pengambilan keputusan;
4) Legalisasi/status hukum/berbadan hukum P3A/GP3A;
5) Memiliki AD/ART atau aturan lainnya yang mengikat
anggota: tata cara penyusunan, isi dan materi, sanksi;
6) Rencana Kerja P3A/GP3A (secara tertulis),
7) Pelaksanaan dan evaluasi program P3A/GP3A;
8) Cara untuk mengakses informasi dari luar (informasi
tentang berusaha tani dan pengelolaan irigasi);
9) Pola Penyelesaian permasalahan dan konflik; dan
10) Data petani yang tergabung dalam P3A dan merupakan
anggota aktif.
8

2.

Teknis Irigasi
1) Kondisi jaringan irigasi: saluran tersier, saluran kuarter/cacing
di petakan sawah, saluran sekunder, pintu air dan boks bagi
serta ada tidaknya pengambilan air secara liar langsung dari
saluran induk/sekunder;
2) Perencanaan/Jadwal Operasi Jaringan;
3) Pelaksanaan Operasi irigasi;
4) Mekanisme pembagian air (giliran pembagian air pada saat debit
kecil);
5) Pelaksanaan Pemeliharaan jaringan dan teknik pemeliharaan
jaringan;
6) Realisasi tanam terhadap rencana tata tanam yang disyahkan
oleh Komisi Irigasi;
7) Pemerataan luas tanam (selama MT2);
8) Peran Juru/Pengamat Pengairan;
9) Kepedulian petani dalam masalah kerusakan jaringan; dan
10) Kesigapan untuk segera mencari bantuan teknis apabila terjadi
kerusakan yang tidak mampu diperbaiki sendiri.

3.

Teknis Pertanian
1)
2)
3)
4)

Pola tanam di lahan sawah;


Penentuan mulai tanam/jadwal tanam;
Penerapan usaha tani berdasarkan kondisi iklim (adaptasi iklim);
Melaksanakan usaha tani hemat air (misalnya dengan
SRI/System Rice of Intensification);
5) Produksi tahun ini (ada tidaknya peningkatan produksi) dan
adanya pencatatan usaha tani;
6) Pengelolaan sarana produksi pertanian, yaitu: pengelolaan
bersama bibit/benih; pengelolaan bersama pupuk; dan
pengelolaan bersama pestisida;
7) Pengelolaan Alsintan: Alsin Pra-Panen (traktor, sprayer, pompa
air) dan Alsin Pasca Panen (pengeringan, penggilingan,
perontokan) serta Pengelolaan Bengkel Pertanian;
8) Pengendalian OPT;
9) Cara pemasaran produksi pertanian; dan
10) Peran pembina/penyuluh pertanian.
4.

Aspek Sosial Ekonomi, Keuangan dan Bidang Usaha


1)
2)
3)
4)
5)
6)
7)

Sumber pendanaan;
Cara pengumpulan dana (iuran anggota/IPAIR);
Adanya tabungan/kas;
Alokasi penggunaan dana untuk O & P;
Asset yang dimiliki P3A dan GP3A;
Usaha ekonomi lain;
Kemitraan atau kerjasama dengan lembaga lain (seperti Kios
saprodi, UPJA, kelompok pemasaran, dll);
8) Sistem pelaporan;
9) Pengawasan; dan
10) Penerapan sanksi atas pelanggaran.
9

BAB IV
JADWAL PENGUSULAN DAN PENILAIAN
A.

Tingkat Daerah
Pelaksanaan penilaian/lomba P3A dan GP3A/IP3A di Tingkat Kabupaten
/Kota dan tingkat Provinsi dilaksanakan pada April s/d Mei 2013.
Ditetapkan satu calon P3A dan GP3A/IP3A dari Provinsi untuk diusulkan
secara resmi oleh Gubernur atau Pejabat yang ditunjuk di Provinsi ke
Kementerian Pertanian, Direktorat Jenderal Prasarana dan Sarana
Pertanian cq Direktorat Pengelolaan Air Irigasi dan paling lambat diterima
tanggal 8 Juni 2013, untuk mengikuti proses seleksi Tingkat Nasional.

B.

Tingkat Nasional
1. Pelaksanaan penilaian/lomba P3A dan GP3A/IP3A tingkat nasional
pada bulan Juni 2013.
2. Hasil dari seleksi tingkat nasional akan ditetapkan nominasi
5 (lima) P3A dan 5 (lima) GP3A/IP3A terbaik yang akan dilakukan
seleksi kondisi di lapangan/kunjungan lapang. Pelaksanaan
penilaian/verifikasi di tingkat lapang pada bulan Juli 2013.
3. Penetapan P3A dan GP3A/IP3A berprestasi Tingkat Nasional
dilaksanakan dan ditetapkan pada bulan Juli 2013 oleh Direktur
Jenderal Prasarana dan Sarana Pertanian untuk selanjutnya
disampaikan hasilnya kepada Badan Pengembangan Sumber Daya
Manusia Pertanian, Kementerian Pertanian sebagai Koordinator
Pelaksana Pemberian Penghargaan Tingkat Nasional.
4. Penetapan P3A dan GP3A/IP3A Berprestasi Tingkat Nasional Penerima
Penghargaan Ketahanan Pangan melalui Surat Keputusan Menteri
Pertanian direncanakan dilaksanakan pada bulan Juli 2013.
5. Pemberian penghargaan kepada 5 (lima) P3A dan GP3A/IP3A Tingkat
Nasional direncanakan pada bulan Agustus - September 2013.
BAB V
PEMBIAYAAN DAN PENGHARGAAN

A.

Pembiayaan
Pendanaan dan pembiayaan yang diperlukan untuk kegiatan penilaian
dan penghargaan P3A dan GP3A/IP3A tingkat nasional, dibebankan pada
Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) yang dialokasikan
pada eselonI yang bertanggung jawab dalam melakukan pembinaan dan
pemberdayaan kelembagaan pengelola irigasi tingkat tersier/usaha
tani/P3A dan GP3A/IP3A. Apabila diperlukan, jika pendanaan di tingkat
pusat tidak memungkinkan, maka sebagian pendanaan tersebut akan
dibebankan kepada masing masing daerah peserta Lomba.
10

B.

Penghargaan
Pemberian penghargaan bagi P3A dan GP3A/IP3A berprestasi, merupakan
bagian dari proses dan upaya untuk memotivasi/mendorong
perkembangan P3A dan GP3A/IP3A menuju kemandirian dan dapat
dijadikan episentrum pencapaian ketahanan pangan nasional.
Pelaksanaan dan pemberian penghargaan dilakukan secara berjenjang:
Pemberian penghargaan tingkat nasional, bagi P3A dan GP3A/IP3A
mempunyai kinerja baik akan diberikan minimal kepada 3 (tiga) P3A dan
3 (tiga) GP3A/IP3A terpilih.
Mekanisme dan teknis pelaksanaan pemberian penghargaan bagi P3A dan
GP3A/IP3A berkinerja baik tingkat nasional, disesuaikan dengan
kemampuan keuangan Pemerintah.
BAB VI
PENUTUP

Penilaian kinerja kelembagaan pengelola air irigasi yang difokuskan pada


pelayanan air irigasi, aspek organisasi dan manajemen kelembagaan, aspek
teknis irigasi, aspek pertanian serta aspek sosial, ekonomi, keuangan dan
bidang usaha, pada akhirnya dapat memberikan gambaran pada tingkat
efektifitas kelembagaan P3A dan GP3A/IP3A dalam upaya meningkatkan
produksi pangan. Kegiatan ini merupakan rangkaian yang tidak terpisahkan
dari usaha pembinaan dan pemberdayaan kelembagaan P3A dan GP3A/IP3A.
Pola pengelolaan irigasi partisipatif merupakan variabel utama penentuan
kinerja P3A dan GP3A/IP3A, sehingga diharapkan kelembagaan P3A dan
GP3A/IP3A yang mempunyai kinerja yang baik dapat mengurangi beban
pemerintah dalam memperbaiki kerusakan infrastruktur jaringan irigasi di
tingkat usaha tani dalam rangka mengamankan produksi beras nasional
menuju tercapainya ketahanan pangan nasional.
P3A dan GP3A/IP3A yang berprestasi dan mempunyai kinerja yang baik dalam
mengelola infrastruktur irigasi tingkat usaha tani, diharapkan dapat
mempercepat tercapainya salah satu tujuan utama pembangunan pertanian
yaitu Ketahanan Pangan Nasional. Walaupun untuk mencapai ketahanan
pangan nasional tersebut, masih terdapat permasalahan mendasar yaitu
ketersediaan sumberdaya air dan sumberdaya lahan yang semakin terbatas
serta konflik dalam pemanfaatan sumberdaya lahan dan air.
Pedoman penilaian kinerja P3A dan GP3A/IP3A ini disiapkan untuk dapat
menjadi acuan bagi penilaian kinerja P3A dan GP3A/IP3A yang searah dengan
pola pemberdayaan, yaitu P3A dan GP3A/IP3A yang mandiri baik dalam aspek
organisasi, teknis, keuangan dan dapat berpartisipasi dalam mendukung
ketahanan pangan nasional.

11

FORM 1
PROFIL SOSIAL, EKONOMI, TEKNIS, KELEMBAGAAN (PSETK)
I.

PROFIL UMUM DAERAH IRIGASI

Nama P3A/GP3A
Provinsi
Kab/Kota
Kecamatan
Desa
Nama Daerah Irigasi (DI)

:
:
:
:
:
:

........................
........................
........................
........................
........................
........................

II. PROFIL TEKNIK


1. Kondisi Fisik dan Fungsi Jaringan Irigasi
No
1.
2.
3.
4.
5.

Jenis Bangunan Irigasi

Panjang
Bangunan/
Saluran (km)

Bendung
Sal. Sekunder
Sal. Tersier
Sal. Kuarter/Cacingan
Bangunan Lainnya
pada lokasi P3A/GP3A
Keterangan:
B
= Baik

Jml

Kondisi
B

RR

; RR = Rusak Ringan;

RB

Tingkat
Kefungsian
(%)

Mempengaruhi
Aliran Air
Ya
Tidak

RB = Rusak Berat

2. Kegiatan Operasi dan Pemeliharaan (O&P) Jaringan Irigasi


No.
1.
2.
3.

Jenis Kegiatan Operasi dan Pemeliharaan


Rencana Tata Tanam (RTT)
Rencana Pembagian Air (RPA)
Rencana kegiatan pemeliharaan
Jika Ada, kapan dilaksanakan kegiatan
pemeliharaan dan bentuk kegiatannya
* Coret yang tidak perlu

Keterangan
Ada/Tidak*
Ada/Tidak*
Ada/Tidak*
....................................................
....................................................

3. Kondisi Skema Jaringan Irigasi


Gambarkan skema/ikhtisar jaringan yang menjadi tanggung jawab P3A/GP3A

Keterangan:
a. beri garis lebih tebal pada gambar/jaringan (bangunan dan saluran irigasi)
dengan kondisi baik
b. beri garis putus putus pada gambar/jaringan (bangunan dan saluran irigasi)
dengan kondisi rusak/kurang baik

Form 1 -1

III.PROFIL SOSIAL EKONOMI


No.
1.

2.

Profil Sosial Ekonomi


Status Lahan Petani anggota kelembagaan
P3A/GP3A

Keterangan
Pemilik
: .........%
Pemilik Penggarap : .........%
Penggarap
: .........%
Sewa
: .........%
Lainnya
...............bahu/bata/ha per
org*

Rata rata luas kepemilikan lahan pertanian

3.

Hubungan kemasyarakatan
a. Gotong royong
b. Hubungan petani hulu-tengah-hilir jaringan
irigasi
c. Hubungan antarpetani di hulu jaringan irigasi
d. Hubungan antarpetani di tengah jaringan irigasi
e. Hubungan antarpetani di hilir jaringan irigasi
* Pilih sesuai kondisi di lapangan/lokasi

Baik/Cukup/Kurang
Baik/Cukup/Kurang
Baik/Cukup/Kurang
Baik/Cukup/Kurang
Baik/Cukup/Kurang

IV. PROFIL KELEMBAGAAN


No
1.

Profil Kelembagaan
Proses Penumbuhan/Pembentukan P3A

2.
3.

AD/ART organisasi P3A


Status hukum P3A/GP3A baik berdasarkan SK
Pengadilan Negeri dan atau Akta Notaris dan atau
Bupati/Walikota
Jumlah Anggota P3A/GP3A
Rata-rata pendapatan rumah tangga masyarakat
petani pemakai air dalam sebulan

4.
5.

Musyawarah/Voting/Penunjukan
langsung
Ada/Tidak Ada
Sudah/Proses/Belum

Pertanian : Rp ............../bln
Non Pertanian : Rp........./bln

V. KONDISI USAHA TANI


Jenis
Usahatani

Tanam
(Ha)

Musim Tanam I
Panen Produktivitas
(Ha)
(ton/ha GKP)

Tanam
(Ha)

Musim Tanam II
Panen Produktivitas
(Ha)
(ton/ha GKP)

Tanam
(Ha)

Musim Tanam III


Panen
Produktivitas
(Ha)
(ton/ha GKP)

- Padi
- Palawija/...
- Lainnya

Form 1 -2

FORM 2
IDENTITAS DAN PROFIL PERKUMPULAN PETANI PEMAKAI AIR (P3A) /
GABUNGAN PERKUMPULAN PETANI PEMAKAI AIR (GP3A) BERPRESTASI
(PENCALONAN)
1. Nama P3A/GP3A
: ..............................................................
2. Tempat, Tanggal Pendirian
: ..............................................................
3. Alamat
: ..............................................................
a. Provinsi
: ..............................................................
b. Kabupaten/Kota
: ..............................................................
c. Kecamatan
: ..............................................................
d. Desa
: ..............................................................
e. Daerah Irigasi/Sungai
: ..............................................................
4. Telepon Sekretariat P3A/GP3A : .............................................................
5. Daftar Isian Profil P3A/GP3A
Profil
Luas Layanan (Ha)

Isian

Basis Kerja
Status

Prestasi
Pengurus P3A/GP3A
Jumlah anggota

Terdaftar :.. orang


Aktif
:. Orang

1. P3A : ..
Luas . Ha
Anggota Terdaftar :..
orang
Aktif
:.
orang

Keterangan
Diisi luas layanan wilayah kerja P3A
/GP3A
Diisi basis kerja P3A/GP3A
Diisi
apakah
P3A/GP3A sudah
berbadan hukum atau belum, kapan
diperoleh dan sebutkan pula manfaat
apa yang telah diperoleh dengan
adanya status badan hukum tersebut
Sebutkan prestasi yang telah dicapai,
baik di bidang irigasi, pertanian atau
pembangunan pedesaan lainnya
Nama Ketua; Sekretaris; Bendahara
dan seksi-seksi yang ada pada
struktur organisasi
Sebutkan jumlah anggota yang
terdaftar
dan yang
aktif
dan
bagaimana cara untuk mengaktifkan
anggota dalam seluruh kegiatan P3A
jika GP3A Sebutkan jumlah anggota
P3A beserta anggota yang terdaftar
dan yang aktif dan bagaimana cara
untuk mengaktifkan anggota dalam
seluruh kegiatan P3A

2. P3A : ..
Luas . Ha
Anggota Terdaftar :..
orang
Aktif
:.
orang
dst
Pelaksanaan
Rapat
Anggota
Masukan manajemen
a. pelatihan :

Diisi berapa kali rapat anggota dalam


satu minggu atau dalam satu bulan
Diisi uraian singkat macam pelatihan
yang pernah diterima, siapa yang
memberikan, berapa lama pelatihan
dilakukan, proses pelatihan, apakah
diberikan
secara
klasikal
atau
praktek atau kedua-duanya,apakah
pelatihan dilakukan secara rutin
dalam periode tertentu, misalnya

Form 2 -1

b. subsidi/bantuan
dalam
bentuk
pendanaan
c. Subsidi/bantuan
dalam
bentuk
kegiatan

d. SAPRODI
e. Air irigasi

f. Tenaga kerja dan


peralatan
yang
digunakan

g. Finansial/pendanaan

Proses manajemen dan


produksi
a. Proses
pemilihan
pengurus,
pengkaderan
pemimpin,
penetapan AD/ART
dan implementasinya
b. Proses
berbagi
pengetahuan

c. Proses pengumpulan
dan
pemanfaatan
iuran

d. Proses

operasi

dan

tahunan, setiap 3 bulan dsb.


Manfaat
yang
diperoleh
dari
pelatihan, apakah dipraktekkan atau
tidak dan sebagainya
Diisi
uraian
singkat
bentuk
subsidi/bantuan yang telah pernah
diterima dan untuk apa bantuan
tersebut digunakan
Diisi
uraian
singkat
bentuk
subsidi/bantuan yang telah pernah
diterima, untuk apa bantuan tersebut
digunakan dan dari siapa bantuan
tersebut diperoleh, apakah bantuan
tersebut rutin diberikan
Diisi uraian singkat darimana Saprodi
diperoleh, kesulitan yang dihadapi
dan bagaimana cara mengatasinya
Diisi uraian singkat bagaimana air
irigasi
diperoleh,
apakah
dari
sungai/bendung, air tanah, suplesi
ada tidak, kesulitan/kendala yang
dihadapi
Diisi uraian singkat
bagaimana
perolehan tenaga kerja dan peralatan
untuk proses produksi, misalnya
traktor,
cangkul,
alat
perontok,
pengering, kesulitan/kendala yang
dihadap dalam pelaksanaan
Diisi uraian singkat darimana sumber
finansial/pendanaan
organisasi
diperoleh,
jumlah
iuran
yang
ditetapkan
Diisi uraian singkat bagaimana
proses
pemilihan
pengurus,
penetapan
AD/ART
dan
implementasinya,
peran
pemerintah/fasilitator,
bagaimana
cara pengkaderan kepemimpinan,
penetapan
tugas
masing-masing
pengurus
Diisi bagaimana proses berbagi
pengetahuan antar warga yang
dilakukan, misalnya setelah anggota
memperoleh pelatihan bagaimana
cara
menyebarkannya
kepada
anggota lain, bagaimana sosialisasi
informasi tentang teknologi, pasar
dan
lain-lain
yang
diperoleh,
bagaimana cara penyebaran rencana
kerja organisasi kepada anggota,
apakah melalui rapat, pertemuan
sosial keagaamaan, saung meeting
dll,
bagaimana
berbagi
pengetahuan
dengan P3A/GP3A terdekat
dan sebagainya
Diisi secara singkat bagaimana iuran
dikumpulkan,
siapa
pelaku
pengumpulan,
kesulitan/kendala
yang dihadapi dan bagaimana cara
mengatasinya, proses pertanggung
jawaban dan pelaporan, proses
penetapan sanksi yang melanggar
Diisi uraian singkat bagaimana

Form 2 -2

proses
O&P
irigasi
dilakukan,
penetapan RTTD, penetapan rencana
pemberian
air,
pelaksanaan
pemberian air, kemerataan pemberian
air irigasi hulu - hilir pelaksanaan
pemeliharaan
dan
pembangunan
infrastruktur, waktu pelaksanaan,
penyelesaian konflk,
apakah ada
kegiatan pelaksanaan O&P di aras
sekunder/prime, kalau ada siapa
yang mengorganisir
Diisi
uraian
singkat
tentang
pelaksanaan
budidaya pertanian
yang dilakukan, misalnya pemberian
pupuk,
penggunaan
pestisida,
pengimplementasian budidaya tanam
baru, misal SRI, pertanian organik,
dan lain-lain, penanaman komoditi
yang mengacu pasar dan lain-lain
Diisi uraian singkat bagaimana
organisasi
dapat
mengakses
informasi misalnya tentang adanya
pelatihan, subsidi, budidaya tanam
baru, teknologi baru, pasar dan lain
sebagainya, apakah dari media surat
khabar, TV, radio, PPL, dll
Diisi
uraian
singkat
tentang
bagaimana organisasi membentuk
jejaring kerja dengan mitra, apa
keuntungannya
bagi
organisasi,
misalnya hubungan dengan koperasi,
bengkel, untuk pemasaran, bantuan
teknis,
tambahan
modal
dan
sebagainya
Diisi uraian singkat bagaimana petani
melakukan pemasaran hasil, apakah
secara individual atau bersamasama, bagaimana petani memperoleh
harga
pasar,
apakah
harga
ditentukan
pedagang
atau
mempunyai pilihan
Diisi
uraian
singkat
apakah
organisasi mempunyai kegiatan lain
di luar O&P serta budidaya, misalnya
mengusahakan
ikan,
koperasi,
simpan pinjam dan lain-lain, jangan
memasukkan aktifitas anggota yang
tidak
ada
kaitannya
dengan
organisasi
Diisi uraian singkat apakah peran
pemerintah
dalam
mengatasi
permasalahan dan kendala yang
dihadapi
petani,
apakah peran
pemerintah tersebut diharapkan atau
organisasi dapat mengatasi masalah
secara mandiri

pemeliharaan irigasi

e. Proses
tanaman

budidaya

f. Proses
mengakses
informasi

g. Proses
perluasan
jejaring kerja

h. Pemasaran

i. Aktivitas lain

j. Peran
untuk
kendala

pemerintah
mengatasi

Keluaran Proses
a. Produksi

b. Modal yang dimiliki


saat ini

Padi :
Palawija :
Jagung
Kedelai
Kacang tanah
Sayuran
:
Ikan
:
Lainnya :

Diisi berapa produksi semua komoditi


yang
dihasilkan,
dan
tingkat
kemerataannya antara hulu dan hilir
selama paling tidak 2 tahun terakhir

Diisi uraian singkat berapa modal


organisasi yang dimiliki saat ini,

Form 2 -3

misalnya jumlah nominal uang yang


dimiliki baik secara tunai ataupun
dalam rekening bank, alat dan mesin,
kantor, peta/skhema jaringan saluran
dan kepemilikan, bagaimana cara
pemupukan modal, yaitu cara untuk
menambah modal yang ada, dan lainlain
Efek dan Dampak
a. keinginan organisasi
pasca lomba

b. Peran
Pembina
dalam
Pemberdayaan
P3A/GP3A/IP3A
Dokumentasi/foto foto
hasil kinerja

Diisi
uraian
singkat
rencana
organisasi pasca lomba, apakah ingin
berbagi
pengetahuan
dengan
organisasi lain, bagaimana upaya
untuk menjaga keberlanjutan kinerja
dan sebagainya
Diisi dengan kegiatan pembinaan
yang telah dilaksanakan
setiap
dokumentasi/foto
diberi
penjelasan secara singkat dan tepat

................................, 2013
Diketahui,
Ketua Tim Pelaksana Teknis
Pembinaan dan Pemberdayaan P3A
Kabupaten/Kota.......................

(......................................)

Ketua P3A/GP3A,

(........................................)

Form 2 -4

FORM 3
Pas
Photo
4x6
(2 buah)

IDENTITAS PENGURUS P3A/GP3A BERPRESTASI

1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.
8.

9.
10.

Nama
: ................................................................
Kedudukan dalam P3A/GP3A : Ketua/Sekretaris/Bendaharawan*)
Tempat, Tanggal Lahir (Usia) : ................................................................
Jenis Kelamin
: Laki laki/Perempuan*)
Pekerjaan Utama
: Petani Pemilik Penggarap/Petani Pemilik/
Petani Penggarap/Penggarap*)
Status Perkawinan
: Belum Menikah/ Menikah/ Janda/ Duda*)
Pendidikan Terakhir
: SD/ SMP/ SMA/ Perguruan Tinggi*)
Alamat
: ................................................................
a. Desa/Kelurahan
: ................................................................
b. Kecamatan
: ................................................................
c. Kabupaten/Kota
: ................................................................
d. Provinsi
: ................................................................
Telepon Rumah/HP
: ................................................................
Pengalaman Organisasi
: 1. ............................................................
2. ............................................................
3. ............................................................
4. dst.
..............................................
Yang Bersangkutan,

(...............................................)
Keterangan :
*) Coret yang tidak perlu

Form 3 -1

FORM 4
REKOMENDASI DINAS PERTANIAN KABUPATEN/KOTA
Yang bertandatangan di bawah ini :
1. Nama Lengkap
: ..............................................................................
2. Jabatan
: ..............................................................................
3. Alamat
: ..............................................................................
4. Menerangkan bahwa : ..............................................................................
5. Nama P3A/GP3A
: ..............................................................................
6. Alamat
: ..............................................................................
a. Desa/ Kelurahan : ..............................................................................
b. Kecamatan
: ..............................................................................
c. Kabupaten/Kota : ..............................................................................
d. Provinsi
: ..............................................................................
Setelah dilakukan pengamatan, P3A/GP3A di
persyaratan sebagai calon P3A/GP3A Berprestasi.

Mengetahui,
Ketua Tim Penilai
Kabupaten....................

(.....................................)

atas

telah

memenuhi

.............................................
Kepala Dinas Pertanian
Kabupaten...............

(...........................................)

Form 4 -1

Anda mungkin juga menyukai