Anda di halaman 1dari 2

Bahasa (dari bahasa Sanskerta , bh) adalah kemampuan yang dimiliki

manusia untuk dipergunakan bertutur dengan manusia lainnya dengan tanda,


misalnya kata dan gerakan. Kajian ilmiah terhadap bahasa disebut dengan
linguistik.
Perkiraan jumlah dari bahasa-bahasa di dunia beragam antara 6.000-7.000 bahasa.
Namun, perkiraan tepatnya bergantung kepada suatu perubahan sembarang antara
perbedaan bahasa, dan dialek. Bahasa alami adalah bicara atau bahasa isyarat, tapi
setiap bahasa dapat disandikan ke dalam media kedua menggunakan stimulus
audio, visual, atau taktil, sebagai contohnya, dalam tulisan grafis, braille, atau
siulan. Hal ini karena bahasa manusia adalah modalitas-independen. Bila digunakan
sebagai konsep umum, "bahasa" bisa mengacu pada kemampuan kognitif untuk
dapat belajar, dan menggunakan sistem komunikasi yang kompleks, atau untuk
menjelaskan sekumpulan aturan yang membentuk sistem tersebut, atau
sekumpulan pengucapan yang dapat dihasilkan dari aturan-aturan tersebut. Semua
bahasa bergantung pada proses semiosis untuk menghubungkan isyarat dengan
makna tertentu.
Menurut ahli
Menurut Mc. Carthy, bahasa adalah praktik yang paling tepat untuk
mengembangkan kemampuan berpikir.
Menurut William A. Haviland, Bahasa adalah suatu sistem bunyi yang jika
digabungkan menurut aturan tertentu menimbulkan arti yang dapat ditangkap oleh
semua orang yang berbicara dalam bahasa itu.
Menurut Wibowo (2001), Bahasa adalah sistem simbol bunyi yang bermakna dan
berartikulasi (dihasilkan oleh alat ucap) yang bersifat arbitrer dan konvensional,
yang dipakai sebagai alat berkomunikasi oleh sekelompok manusia untuk
melahirkan perasaan dan pikiran.
Menurut Keraf Smarapradhipa (2005), ia memberikan dua pengertian mengani
bahasa, yakni 1) menyatakan bahasa sebagai alat komunikasi antara anggota
masyarakat berupa simbol bunyi yang dihasilkan oleh alat ucap manusia; 2) Bahasa
adalah sistem komunikasi yang mempergunakan simbol-simbol vokal (bunyi ujaran)
yang bersifat arbitrer.
Menurut Mackey (1986), bahasa adalah suatu bentuk dan bukan suatu keadaan
(lenguage may be form and not matter) atau sesuatu sistem lambang bunyi yang
arbitrer, atau juga suatu sistem dari sekian banyak sistem-sistem, suatu sistem dari
suatu tatanan atau suatu tatanan dalam sistem-sistem.
Menurut Walija (1996), bahasa ialah komunikasi yang paling lengkap dan efektif
untuk menyampaikan ide, pesan, maksud, perasaan dan pendapat kepada orang
lain.

Syamsuddin (1986), memberi dua pengertian terhadap istilah bahasa, 1) bahasa


adalah alat yang dipakai untuk membentuk pikiran dan perasaan, keinginan dan
perbuatan-perbuatan, alat yang dipakai untuk mempengaruhi dan dipengaruhi; 2)
bahasa adalah tanda yang jelas dari kepribadian yang baik maupun yang buruk,
tanda yang jelas dari keluarga dan bangsa, tanda yang jelas dari budi kemanusiaan.
Menurut Pengabean (1981), bahasa adalah suatu sistem yang mengutarakan dan
melaporkan apa yang terjadi pada sistem saraf.
Menurut Soejono (1983), bahasa adalah suatu sarana perhubungan rohani yang
amat penting dalam hidup bersama.
Menurut Bill Adams, bahasa adalah sebuah sistem pengembangan psikologi individu
dalam sebuah konteks inter-subjektif.
Menurut Wittgenstein, bahasa merupakan bentuk pemikiran yang dapat dipahami,
berhubungan dengan realitas, dan memiliki bentuk dan struktur yang logis.
Menurut Plato, bahasa pada dasarnya adalah pernyataan pikiran seseorang dengan
perantaraan onomata (nama benda atau sesuatu) dan rhemata (ucapan) yang
merupakan cermin dari ide seseorang dalam arus udara lewat mulut.
Menurut Block & Trager, bahasa adalah sebuah sistem simbol yang bersifat
manasuka dan dengan sistem itu suatu kelompok sosial bekerja sama.