Anda di halaman 1dari 6

LAPORAN UPAYA KESEHATAN MASYARAKAT

Laporan F1. Upaya Promosi Kesehatan dan Pemberdayaan Masyarakat


Topik : Penyuluhan Anemia

Diajukan dalam rangka praktek klinis Dokter Internsip sekaligus sebagai bagian dari
persyaratan menyelesaikan Program Internsip Dokter Indonesia di Puskesmas Rawat
Inap Lempake Samarinda

Disusun oleh :
dr. Dika Maharani Rahma P.

Program Dokter Internsip Indonesia


Samarinda
Kalimantan Timur

HALAMAN PENGESAHAN

LAPORAN KEGIATAN INTERNSIP


LAPORAN UPAYA KESEHATAN MASYARAKAT
LAPORAN F1. PROMOSI KESEHATAN DAN PEMBERDAYAAN
MASYARAKAT

TOPIK : PENYULUHAN ANEMIA

Diajukan dalam rangka praktek klinis Dokter Internsip sekaligus sebagai bagian dari
persyaratan menyelesaikan Program Internsip Dokter Indonesia di Puskesmas Lempake
Kota Samarinda.

Disusun Oleh:
dr. Dika Maharani Rahma P.

Telah diperiksa dan disetujui pada tanggal 14 September 2015

Oleh:
Pendamping Dokter Internsip Puskesmas Lempake

dr. Deni Wardani


NIP. 198310062011011001

LATAR
BELAKANG

Anemia adalah kondisi dimana sel darah merah menurun


atau menurunnya hemoglobin, sehingga kapasitas daya angkut
oksigen untuk kebutuhan organ-organ vital menjadi berkurang.
Anemia dalam kehamilan adalah kondisi ibu dengan kadar
hemoglobin dibawah 11 gr% pada trimester I dan III atau kadar
hemoglobin < 10,5 gr% pada trimester II.
Diketahui bahwa 10% - 20% ibu hamil di dunia menderita
anemia pada kehamilannya. Di dunia 34 % terjadi anemia pada
ibu hamil dimana 75 % berada di negara sedang berkembang.
Prevalensi anemia pada ibu hamil di negara berkembang 43 %
dan 12 % pada wanita hamil di daerah kaya atau negara maju.
Di Indonesia prevalensi anemia pada kehamilan relatif tinggi,
yaitu 38% -71.5% dengan rata-rata 63,5%, sedangkan di
Amerika Serikat hanya 6% . Kematian ibu akibat anemia di
beberapa Negara berkembang berkisar 27 per kelahiran hidup
( KH ) di India, dan 194 per 100 000 kelahiran hidup di
Pakistan. Menurut WHO 40% kematian ibu di negara
berkembang berkaitan dengan anemia dalam kehamilan.
Tingginya prevalensi anemia pada ibu hamil sebagian
besar penyebabnya adalah kekurangan zat besi yang diperlukan
untuk pembentukan hemoglobin. Ibu hamil aterm cenderung
menderita anemia karena pada masa tersebut janin menimbun
cadangan besi untuk dirinya dalam rangka persediaan segera
setelah lahir. Pada ibu hamil dengan anemia terjadi gangguan
penyaluran oksigen dan zat makanan dari ibu ke plasenta dan
janin, yang mempengaruhi fungsi plasenta.
Anemia pada ibu hamil dapat mengakibatkan gangguan
tumbuh kembang janin, abortus, partus lama, sepsis puerperalis,
kematian ibu dan janin, meningkatkan risiko berat badan lahir
rendah, asfiksia neonatorum, serta prematuritas. Selain dampak
tumbuh kembang janin, anemia pada ibu hamil juga
mengakibatkan terjadinya gangguan plasenta seperti hipertropi,
kalsifikasi, dan infark, sehingga terjadi gangguan fungsinya.

Gangguan pertumbuhan dan fungsi plasenta pada ibu hamil


dengan anemia terkait kuat dengan kelangsungan hidup janin.
Hal ini dapat mengakibatkan gangguan pertumbuhan janin.
Berbagai

upaya

telah

dilakukan

untuk

mencegah

terjadinya anemia pada ibu hamil seperti perbaikan asupan gizi,


program pemberian besi, dan pemberian preparat besi jauh
sebelum merencanakan kehamilan. Akan tetapi upaya-upaya
tersebut belum memuaskan. Hal ini berarti bahwa selama
beberapa warsa ke depan kita masih tetap akan berhadapan
dengan anemia pada ibu hamil.
PERMASALAHA
N

Masalah yang dihadapi pemerintah Indonesia adalah


masih tingginya prevalensi anemia pada ibu hamil dan sebagian
besar

penyebabnya

adalah

kekurangan

zat

besi

untuk

pembentukan hemoglobin. Anemia dalam kehamilan memberi


pengaruh kurang baik bagi ibu, baik dalam kehamilan,
persalinan, maupun nifas dan masa selanjutnya. Penyulitpenyulit yang dapat timbul akibat anemia antara lain keguguran
(abortus), kelahiran prematurs, persalinan yang lama akibat
kelelahan otot rahim di dalam berkontraksi (inersia uteri),
perdarahan pasca melahirkan karena tidak adanya kontraksi otot
rahim (atonia uteri), syok, infeksi baik saat bersalin maupun
pasca bersalin, serta anemia yang berat (<4 gr%) dapat
menyebabkan dekompensasi kordis. Hipoksia akibat anemia
dapat menyebabkan syok dan kematian ibu pada persalinan.
Anemia pada ibu hamil merupakan masalah kesehatan
terkait dengan insidennya yang tinggi dan komplikasi yang
dapat timbul baik pada ibu maupun pada janin. Dibutuhkan
upaya yang optimal dalam mencegah terjadinya anemia
khususnya pada kehamilan agar tidak terjadi penyulit dan
masalah kesehatan lain yang mempengaruhi kehamilan dan
janin.
PERENCANAAN
DAN PEMILIHAN

Intervensi dilakukan melalui penyuluhan di Kelas Ibu


hamil dengan metode penyampaian materi mengenai anemia,

INTERVENSI

faktor risiko, pencegahan, penatalaksanaan, hingga diet yang


tepat bagi penderita anemia, dilanjutkan diskusi interaktif

PELAKSANAAN

dengan ibu-ibu yang hadir di Kelas Ibu hamil.


Telah dilakukan penyuluhan di Kelas Ibu hamil Teratai di
Kelurahan Lempake pada Jumat, 13 Agustus 2015, pukul 09.00
s.d. 11.00 WITA. Penyuluhan diikuti oleh 16 ibu yang hadir di
Kelas Ibu hamil.
Penyuluhan dilakukan dengan menyampaikan materi
singkat sekitar 10 menit dilanjutkan dengan kegiatan diskusi dan
tanya jawab mengenai anemia. Ibu yang mengikuti penyuluhan
juga diberikan pamflet yang berisi informasi mengenai anemia,
faktor risiko, pencegahan, penatalaksanaan, dan pola makan
yang baik untuk penderita anemia.

MONITORING
DAN EVALUASI

Selain pelaksanaan program pemberian preparat besi,


diperlukan upaya promosi yang berkelanjutan dari tenaga
kesehatan beserta kader yang terkait. Dari hasil pre tes,
diketahui masih banyak ibu yang tidak mengetahui informasi
mengenai anemia khususnya dalam kehamilan.

Komentar/Umpan Balik Pendamping:

Samarinda,14September 2015
Pendamping

Peserta

dr. Deni Wardani

Dokumentasi Kegiatan

dr. Dika Maharani R.P.

Anda mungkin juga menyukai