Anda di halaman 1dari 4

MATERI BELAJAR SABLON

JENIS JENIS SABLON


1. Sablon Rubber
lebih di kenal dengan nama sablon karet, sifatnya elastis
2. Sablon Pigment
sablon menyatu dengan bahan
3. Sablon Superwhite
mirip dengan sablon pigment, tetapi superwhite sedikit lebih tebal
4. Sablon GL
bersifat elastis dan paling banyak di gunakan
5. Sablon Flocking Beludru
sablon timbul yang di lapisi beludru
6. Sablon Foam/Timbul
bisa dari pasta GL, Rubber, atau plastisol
7. Sablon Foil
jenis sablon yang menggunakan kertas berbahan logam
8. Sablon Gliter
sablon denganmenggunakan tinta yang di campur serbuk
9. Sablon GLITER,
Sablonan yang memakai tinta berupa campuran serbuk, ada yg halus ada yg
kasar, makin kasar makin renggang pula jenis screen yg digunakan.
10. Sablon FOIL,
Sablonan dengan menggunakan bahan kertas logam, hmm kaya foil yg ada di
undangan2 gitulah.
11. Sablon High Density, Sablonan timbul dari jenis plastisol. Kalo dirubber
disebutnya Foam (timbul busa) Kalo high density timbulnya bener2 kotak
presisi sedang foam timbulnya melengkung
12. Sablon High Frequency tuch apa? Ha, apa pla ini bah? gw belon tau, tapi
kalo dari namanya mungkin sablon dengan cat plastisol yg memakai raster2
kecil, makanya disebut high frequency abis rasternya rapat banget (plastisol
bisa 55 sampe 60 pdi (dot per inch))
13. Sablon Aspal, Salah satu jenis plastisol. Bentuk jadinya ya kaya aspal, item
(warna laen ada ga yaa) dan rada2 kasar dan agak mengkilat gitu,.

PILIH PASTA SABLON MU


1. Pigmen.
Jenis pasta ini mempunyai sifat cair dan mudah meresap ke serat bahan, dan
hanya dipakai untuk bahan kaos warna terang alias tidak bisa di pakai untuk
bahan berwarna gelap.
2. Rubber / GL.
pasta jenis ruber dipakai untuk
bahan kaos berwarna gelap maupun terang, sering disebut pasta karet karena
terbuat dari karet dan cairan khusus lainnya,sifat dari pasta ini adalah lentur
dan mengkilap.
3. Pasta Plastisol.
pasta Plastisol ini banyak dipakai para pengusaha sablon khususnya untuk
jenis High Density dan jenis sablon raster yang membutuhkan hasil warna yang
sangat detail. Plastisol akan menghasilkan sablon yang optimal dan memiliki

daya rekat yang sangat baik. pasta ini sering digunakan untuk menciptakan
efek-efek yang menakjubkan seperti high density. Dan t-shirt yang
menggunakan tinta plastisol selalu diberi peringatan "Do not iron on design",
sebab tinta ini akan meleleh jika terkena panas secara langsung dari setrika.
4. Super White.
Jenis tinta super white sifatnya hampir sama dengan tinta rubber (GL), dimana
handfeel dari tinta super white lebih lembut dibandingkan rubber. Tinta Super
White sangat baik digunakan untuk tehnik sablon di kain berwarna gelap,
mampu menghasilkan warna putih yang cemerlang dan dengan daya tutup
yang baik.
5. Pasta Gliters.
Pasta gliters ini terdiri dari partikel partikel kecil dengan ukuran micron
tersedia dengan berbagai jenis warna dan efek (metalik, hologram, pelangi).
6. Pasta Discharge / cabut warna.
Tehnik sablon dengan menggunakan pasta yang satu ini hanya untuk jenis
bahan kaos cotton, karena jenis tinta ini berfungsi untuk melunturkan atau
merontokan warna hasil dari pencelupan kain kaos, sehingga akan
memunculkan kembali warna dasar dari bahan atau lebih ekstrimnya warna
benang kaos yang sebenarnya.
7. Pasta Glow in the Dark.
pasta jenis ini terdiri dari dua komponen, yaitu serbuk fosfor & medium. Serbuk
fosfor ini yang ngebuat tinta ini bisa nyala di kegelapan, untuk hasil yang
maksimal sebaiknya bahan kaos dengan warna dasar berwarna terang untuk
menghasilkan warna glow.
8. Pasta reflektif
Pasta jenis ini dapat memantulkan cahaya jika terkena sinar
9. Foaming
Pasta ini dapat memberikan efek timbul, timbul yang dihasilkan bundar dengan
efek warna kusam. seperti busa yang menempel pada baju.
10. Plastisol timbul
Pasta ini juga memberikan efek timbul, timbul yang dihasilkan persegi dengan
efek warna yang mengkilap. Seperti lembaran karet di baju.
11. Pasta Track Top
Pasta ini akan merekah ketika dikeringkan, memberikan efek unik pada kaos
12. Naturade Suade
Pasta ini memberikan efek mirip seperti lempengan kulit, solid dan berbahan
solvent base (minyak/plastisol)
13. Bludru
Bulu-bulu halus yang direkatkan pada permukaan baju
14. Foil
Lempengan paper dengan warna-warna chrome, seperti emas, silver, pelangi
dll..

A. SCREEN
berbagai macam ukuran screen dan kegunaannya, ukuran screen biasa disebut
Thick disingkat T yaitu kerapatan pada anyaman benang-benang screen.
1. Screen T 48
Screen kasar ini memiliki lubang pori-pori cukup besar, sehingga mampu
menyalurkan tinta dalam jumlah yang cukup banyak dan tebal. Biasa
digunakan untuk media handuk, selimut, karpet, karung, aku sendiri biasa

2.

3.

4.

5.
6.
7.

8.
9.

menggunakan 48 T untuk blok/dasar pasta rubber putih pada kaos warna


gelap.
Screen T 61
Ukuran ini lubang pori-porinya juga lumayan besar maka baik digunakan
untuk sablon pasta rubber/karet pada warna kedua pada kaos, juga biasa
dipakai sablon dengan teknik foaming (sablon untuk mendapatkan ketebalan
tertentu), juga baik untuk sablon lem stiker.
Screen T 77
Digunakan untuk menyablon kaos dengan menggunakan tinta Extender
terutama untuk desain yang besar, baik juga digunakan untuk membuat
spanduk.
Screen T 90
Digunakan untuk menyablon kaos dengan tinta Extender terutama untuk
desain yang kecil atau desain raster, baik juga digunakan untuk kain tekstil
yang bertekstur halus seperti kain saten, peles dan sutera.
Screen T 120
Digunakan untuk menyablon karton, seng, kayu, kulit, dan kayu. karung
plastik (glangsi)
Screen T 150
Digunakan untuk sablon kertas daya serap tinggi, seperti kertas Hammer,
Hawai yang biasa digunakan untuk undangan.
Screen T 165
Screen ini tergolong screen dengan lubang pori-pori halus, biasa untuk sablon
kertas dengan daya serap rendah, baik juga untuk sablon plastik, logam dan
kaca.
Screen T 180
Biasa digunakan untuk mencetak plastik dan bahan-bahan yang bertekstur
sangat halus.
Screen T 200
Biasa digunakan untuk mencetak pada media plastik, kaca dengan teknik
raster.

B. RAKEL
fungsi dari tiap jenis rakel sablon sesuai ilustrasi di atas.
1. Rakel Lancip
Jenis rakel sablon lancip memiliki dua sisi miring yang simetris dengan ujung
rakel yang lancip dan kelihatan tajam. Rakel jenis ini digunakan untuk
menyapu atau menggesut tinta di bahan tekstil dan biasanya digunakan untuk
menghasilkan detail gambar, seperti menyablon foto orang dengan format
raster. Ujung rakel ini dibuat lancip supaya tinta yang digesut bisa masuk
dengan banyak dan tipis. Screen sablon yang biasa menggunakan rakel
lancip adalah screen T24, T32, T36, T40, T48, T54, T61, T77, dan T90.
2. Rakel Lancip dengan ujung datar
Jenis rakel ini bentuknya seperti rakel lancip tapi ujungnya datar alias tidak
runcing, sehingga dapat menyalurkan tinta lebih banyak. Rakel jenis ini
biasanya digunakan untuk menyablon keramik dan kain parasit namun tidak
menutup kemungkinan digunakan di bahan teksil yang lain. Mengingat tinta
yang dihasilkan sangat banyak maka rakel ini cocok digunakan untuk
mendapatkan hasil sablonan yang tebal alias nge-blok. Screen yang umum
dipakai adalah screen T24 - T48.

3. Rakel Kotak
Jenis rakel sablon kotak bentuknya datar dengan kedua sudut lancip 90
derajat persis seperti balok. Biasanya digunakan untuk menyablon diatas
media kertas dengan tekstur kasar, atau juga bisa digunakan dibahan tekstil
dan lainnya seperti plastik, panel listrik dsb yang membutuhkan hasil
sablonan yang tajam. Tinta yang biasa disapu dengan rakel ini adalah jenis
tinta solvent. Adapun jenis screen sablon yang cocok adalah T61, T77,T90,
T100,T120,T150.
4. Rakel Bulat
Jenis rakel sablon bulan mempunyai ujung bulat dan mampu menyapu tinta
dalam jumlah yang cukup banyak dan tebal. Biasa digunakan untuk
menyablon tinta yang berwarna menyala dan kontras, misalnya warna ramburambu jalan
5. Rakel Miring
Jenis rakel sablon miring mempunyai satu permukaan yang miring dengan
ujung yang lancip. Tinta yang disapu atau dipindahkan dari screen ke media
sablon dengan rakel ini biasanya sangat sedikit sehingga sangat cocok
digunakan untuk menyablon plastic. Biasanya digunakan untuk mesin sablon
karena menyapu dengan 1 arah saja makanya dibuatlah lancip 1 sisi,
sedangkan hasil sablonannya tidak jauh beda dengan hasil sablonan
menggunakan rakel lancip biasa.
6. Rakel Tumpul
Jenis rakel sablon tumpul bentuknya hampir sama dengan rakel kotak hanya
saja kedua sudutnya tumpul (bisa dilihat di gambar). Rakel ini mampu
menyapu tinta dalam jumlah yang cukup banyak sehingga baik digunakan
untuk bahan kaos, handuk dan selimut

Anda mungkin juga menyukai