Anda di halaman 1dari 26

Difraksi

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas


Belum Diperiksa

Prinsip Huygens.

Difraksi

Difraksi cahaya diterangkangkan oleh prinsip Huygens.

Difraksi pada dua celah berjarak

. Fraksigelombang putih terjadi pada perpotongan antara garis-garis

putih. Fraksi gelombang hitam terjadi pada perpotongan garis-garis berwarna hitam. Fraksifraksi gelombang terpisah sejauh sudut dan dirunut dengan urutan

Difraksi iyalah penyebaran gelombang, contohnya cahaya, karena adanya halangan. Semakin kecil halangan,
penyebaran gelombangsemakin besar. Hal ini bisa diterangkan oleh prinsip Huygens. Pada animasi pada
gambar sebelah kanan atas terlihat adanya pola gelap dan terang, hal itu disebabkan wavelet-wavelet baru
yang terbentuk di dalam celah sempit tersebut saling berinterferensi satu sama lain.
Untuk menganalisa atau mensimulasikan pola-pola tersebut, dapat digunakan Transformasi Fourier atau
disebut juga dengan Fourier Optik.
Difraksi cahaya berturut-turut dipelajari antara lain oleh:

Isaac Newton dan Robert Hooke pada tahun 1660, sebagaiinflexion dari partikel cahaya yang
sekarang dikenal sebagaicincin Newton.[1]

Francesco Maria Grimaldi pada tahun 1665 dan didefinisikan sebagai hamburan fraksi gelombang
cahaya ke arah yang berbeda-beda. Istilah yang digunakan saat itu mengambil bahasa
Latin diffringere yang berarti to break into pieces.[2][3][4]

James Gregory pada tahun 1673 dengan mengamati pola difraksi pada bulu burung [5] yang kemudian
didefinisikan sebagai diffraction grating.[6]

Thomas Young pada tahun 1803 dan sebagai fenomenainterferensi gelombang cahaya. Dari
percobaan yang mengamati pola interferensi pada dua celah kecil yang berdekatan,[7] Thomas
Young menyimpulkan bahwa kedua celah tersebut lebih merupakan dua sumber gelombang yang berbeda
daripada partikel (en:corpuscles).[8]

Augustin Jean Fresnel pada tahun 1815[9] dan tahun 1818[10], dan menghasilkan perhitungan

matematis yang membenarkanteori gelombang cahaya yang dikemukakan sebelumnya olehChristiaan


Huygens[11] pada tahun 1690 hingga teori partikelNewton mendapatkan banyak
sanggahan. Fresnelmendefinisikan difraksi dari eksperimen celah
ganda Youngsebagai interferensi gelombang[12] dengan persamaan:

dimana

adalah jarak antara dua sumber muka gelombang, adalah sudut yang dibentuk

antara fraksi muka gelombang urutan keyang mempunyai urutan maksimum

dengan sumbu normal muka gelombang fraksi mula-mula


.[13]. Difraksi Fresnelkemudian dikenal sebagai near-field

diffraction, yaitu difraksi yang terjadi dengan nilai

relatif kecil.

Richard C. MacLaurin pada tahun 1909, dalam monographnya yang berjudul Light[14], menjelaskan
proses perambatangelombang cahaya yang terjadi pada difraksi Fresnel jika celah difraksi disoroti
dengan sinar dari jarak jauh.

Joseph von Fraunhofer dengan mengamati bentuk gelombangdifraksi yang perubahan ukuran akibat
jauhnya bidang pengamatan.[15][16] Difraksi Fraunhofer kemudian dikenal sebagai far-field diffraction.

Francis Weston Sears pada tahun 1948 untuk menentukan pola difraksi dengan menggunakan
pendekatan matematisFresnel[17]. Dari jarak tegak lurus antara celah pada bidang
halangan dan bidang pengamatan serta dengan mengetahui besaran panjang
gelombang sinar insiden, sejumlah area yang disebut zona Fresnel (en:Fresnel zone) atau half-period
elements dapat dihitung.

Daftar isi
[sembunyikan]

1 Difraksi Fresnel
2 Difraksi Fraunhofer
3 Difraksi celah tunggal
4 Difraksi celah ganda
5 Difraksi celah majemuk
6 Referensi

7 Pranala luar
[sunting]Difraksi

Fresnel

Geometri difraksi dengan sistem koordinat antara celah pada bidang halangan dan citra
pada bidang pengamatan.
Difraksi Fresnel adalah pola gelombang pada titik (x,y,z)dengan persamaan:

dimana:
, dan
is the satuan imajiner.

[sunting]Difraksi

Fraunhofer

Dalam teori difraksi skalar (en:scalar diffraction theory),Difraksi Fraunhofer adalah


pola gelombang yang terjadi pada jarak jauh (en:far field) menurut persamaan
integraldifraksi Fresnel sebagai berikut:

[18]

Persamaan di atas menunjukkan bahwa pola gelombang pada difraksi


Fresnel yang skalar menjadi planar pada difraksi Fraunhofer akibat jauhnya bidang
pengamatan dari bidang halangan.

[sunting]Difraksi

celah tunggal

Pendekatan numerik dari pola difraksi pada sebuah celah dengan lebar empat
kali panjanggelombang planar insidennya.

Grafik dan citra dari sebuah difraksi celah tunggal


Sebuah celah panjang dengan lebar infinitesimal akan mendifraksisinar cahaya insiden
menjadi deretan gelombang circular, danmuka gelombang yang lepas dari celah
tersebut akan berupagelombang silinder dengan intensitas yang uniform.
Secara umum, pada sebuah gelombang planar kompleks yang monokromatik
dengan panjang gelombang &lambda yang melewati celah tunggal dengan lebar d yang
terletak pada bidang x-y, difraksi yang terjadi pada arah radial r dapat dihitung dengan
persamaan:

dengan asumsi sumbu koordinaat tepat berada di tengah celah, x akan bernilai
dari

hingga

, dan y dari 0 hingga

Jarak r dari celah berupa:

Sebuah celah dengan lebar melebihi panjang gelombang akan


mempunyai banyak sumber titik (en:point source) yang tersebar merata
sepanjang lebar celah. Cahaya difraksi pada sudut tertentu adalah
hasil interferensi dari setiap sumber titik dan jika fase relatif
dari interferensi ini bervariasi lebih dari 2, maka akan
terlihatminima dan maksima pada cahaya difraksi
tersebut. Maksima danminima adalah
hasil interferensi gelombang konstruktif dan destruktif
pada interferensi maksimal.
Difraksi Fresnel/difraksi jarak pendek yang terjadi pada celah dengan
lebar empat kali panjang gelombang, cahaya dari sumber titik pada ujung
atas celah akan berinterferensi destruktif dengansumber titik yang berada
di tengah celah. Jarak antara dua sumber titik tersebut adalah

Deduksi persamaan dari pengamatan jarak antara tiap sumber


titik destruktif adalah:

Minima pertama yang terjadi pada sudut &theta minimum adalah:

Difraksi jarak jauh untuk pengamatan ini dapat dihitung


berdasarkan persamaan integral difraksi Fraunhofer menjadi:

dimana fungsi sinc berupa sinc(x) = sin(px)/(px) if x ? 0, and


sinc(0) = 1.

[sunting]Difraksi

celah ganda

Sketsa interferensi Thomas Young pada difraksi celah


ganda yang diamati pada gelombangair.[19]
Pada mekanika kuantum, eksperimen celah ganda yang
dilakukan oleh Thomas Young menunjukkan sifat yang tidak
terpisahkan daricahaya sebagai gelombang dan partikel.
Sebuah sumber cahayakoheren yang menyinari bidang
halangan dengan dua celah akan membentuk
pola interferensi gelombang berupa pita cahaya yang terang
dan gelap pada bidang pengamatan, walaupun demikian,
pada bidang pengamatan, cahaya ditemukan terserap
sebagaipartikel diskrit yang disebut foton.[20][21]
Pita cahaya yang terang pada bidang pengamatan terjadi
karenainterferensi konstruktif, saat
puncak gelombang (en:crest) berinterferensi dengan
puncak gelombang yang lain, dan membentuk maksima.
Pita cahaya yang gelap terjadi saat
puncakgelombang berinterferensi dengan

landasan gelombang(en:trough) dan


menjadi minima. Interferensi konstruktif terjadi saat:

dimana
adalah panjang gelombang cahaya
a adalah jarak antar celah, jarak antara titik A dan B pada diagram di samping kanan
n is the order of maximum observed (central maximum is n = 0),
x adalah jarak antara pita cahaya dan central maximum (disebut juga fringe distance) pada bidang
pengamatan
L adalah jarak antara celah dengan titik tengah bidang pengamatan
Persamaan ini adalah
pendekatan untuk kondisi
tertentu.[22] Persamaan matemati
ka yang lebih rinci
dari interferensicelah ganda
dalam konteks mekanika
kuantum dijelaskan pada dualitas
Englert-Greenberger.

[sunting]Difraksi

celah

majemuk

Difraksi celah ganda (atas)


dan difraksi celah 5
dari sinar laser

Difraksi sinar laser pada celah


majemuk

Pola difraksi
dari sinar laser denganpanj
ang gelombang 633 nm
laser melalui 150 celah

Diagram dari difraksi


dengan jarak antar celah
setara setengah panjang
gelombang yang

menyebabkaninterferensi d
estruktif
Difraksi celah
majemuk(en:Diffraction
grating) secara matematis dapat
dilihat
sebagaiinterferensi banyak titik
sumbercahaya, pada kondisi
yang paling sederhana, yaitu
yang terjadi pada dua celah
dengan pendekatan Fraunhofer,
perbedaan jarak antara dua
celah dapat dilihat pada bidang
pengamatan sebagai berikut:

Dengan
perhitungan maksima:

dimana
adalah urutan maksima
adalah panjang gelombang
adalah jarak antar celah
and

adalah sudut terjadinya interferensikonstruktif


Dan
persamaan minima:

.
Pada sinar insiden
yang membentuk
sudut
i terhadap bidang
halangan,
perhitungan
maksima menjadi:

Cahaya yang
terdifraksi dari
celah majemuk
dapat dihitung
dengan
penjumlahan
difraksi yang
terjadi pada
setiap celah
berupa konvol
usi dari pola
difraksi
dan interferens
i.

(d) Difraksi Gelombang


Di dalam suatu medium yang sama, gelombang merambat lurus. Oleh karena itu, gelombang lurus akan merambat
ke seluruh medium dalam bentuk gelombang lurus juga. Hal ini tidak berlaku bila pada medium diberi penghalang
atau rintangan berupa celah. Untuk ukuran celah yang tepat, gelombang yang datang dapat melentur setelah melalui
celah tersebut. Lenturan gelombang yang disebabkan oleh adanya penghalang berupa celah dinamakan difraksi
gelombang.
Jika penghalang celah yang diberikan oleh lebar, maka difraksi tidak begitu jelas terlihat. Muka gelombang yang
melalui celah hanya melentur di bagian tepi celah, seperti ditunjukkan pada gambar 1.22. Jika penghalang celah

sempit, yaitu berukuran dekat dengan orde panjang gelombang, maka difraksi gelombang sangat jelas. Celah
bertindak sebagai sumber gelombang berupa titik, dan muka gelombang yang melalui celah dipancarkan berbentuk
lingkaran-lingkaran dengan celah tersebut sebagai pusatnya seperti ditunjukkan pada gambar 1.23.

Gambar 1.22 Pada celah lebar, hanya muka gelombang Gambar 1.23 Pada celah sempit, difraksi
pada tepi celah saja melengkung
gelombang tampak jelas.

Difraksi Gelombang
Apa yang terjadi apabila gelombang permukaan air melalui celah yang sempit ?

Pengertian Difraksi
Jika sebuah gelombang permukaan air tiba pada suatu celah sempit, maka gelombang ini akan mengalami
lenturan/pembelokan sehingga terjadi gelombang-gelombang setengah lingkaran yang melebar di daerah belakang
celah tersebut. Gejala ini disebut difraksi.

Cahaya bila di jatuhkan pada celah sempit /penghalang, akan


terjadi peristiwa difraksi
Difraksi Gelombang air Laut/sungai.

Difraksi pada gelombang air dilihat dari atas

Beberapa Peristiwa Difraksi

1. Difraksi Cahaya pada Celah Tunggal

Bila cahaya monokhromatik (satu warna) dijatuhkan pada celah sempit, maka cahaya akan di belokan
/dilenturkan seperti gambar berikut

Difraksi pada celah sempit, bila cahaya yang dijatuhkan polikhromatik (cahaya putih\banyak warna), selain akan
mengalami peristiwa difraksi, juga akan terjadi peristiwa interferensi, hasil interferensi menghasilkan pola warna
pelangi

Gambar peristiwa difraksi pada celah tunggal


Berkas cahaya jatuh pada celah tunggal, seperti pada gambar , akan dibelokan dengan sudut belok . Pada layar akan
terlihat pola gelap dan terang.Pola gelap dan terang akan terjadi bila mengalami peristiwa interferensi

Rumus, hasil interferensi pada celah tunggal dapat dituliskan Sbb :


Interferensi Maksimum (terjadinya pola terang )
d sin n = (2n 1)

atau

d.p/l= (2n 1) ,

n = 1, 2, 3, dst

d = lebar celah, n= sudut belok, n = bilangan asli, = panjang gelombang,


l= jarak celah ke layar, p = jarak antara dua terang atau gelap
Interferensi Minimum (terjadi pola gelap)
d sin n = (2n) = n atau

d p/l = (2n) = n ,

n = 1,2,3 , .dst

Contoh Soal :
Cahaya monokhromatik dari sumber cahaya yang jauh datang pada sebuah celah tunggal yang lebarnya 0,8 mm dan
jarak pusat terang ke gelap kedua adalah 1,80 mm dan panjang gelombang cahaya 4800 A maka jarak celah ke layar
adalah.
1.

2m

d. 0,5 m

2.

1,5 m

3.

1m

e. 0,02 m

Penyelesaian
Diketahui : d = 0,8 mm , p = 1,8 mm, = 4800 A = 4,8 x 10-7 m, n = 2
Ditanyakan : l =.?
Jawaban :
d p/l = (2n) ,

l = d p/ (2n) ,

l = 0,8 x 10-3 ( 1,8 x 10-3) / 2 .2. 1/2. 4,8 x 10 -7 = 1,5 meter

2. Difraksi Cahaya pada Celah Banyak (kisi Difraksi)

Kisi/celah banyak, sering digunakan dalam


kehidupan sehari-hari terutama untuk dinding bangunan.
Kisi difraksi yang ada di laboratorium Fisika adalah Kaca yang digores dengan intan, sehingga
dapat berfungsi sebagai celah banyak.
Jika seberkas sinar monokromatik jatuh pada kisi difraksi, akan terjadi peristiwa difraksi dan
interferensi seperti pada gambar berikut

Skhema, saat berkas sinar jatuh pada kisi difraksi

Disebut kisi difraksi jika jumlah kisi menjadi N buah, pada umumnya:
Ncelah = ~ribuan buah per cm/mm

Hasil difraksi dan Interferensi, akan terlihat pola


gelap dan terang pada layar

Rumus Interferensi pada Celah banyak/kisi difraksi kebalikan dari rumus interferensi pada celah
tunggal
Interferensi maksimum (terjadi pola terang)
d sin = (2n) = n atau

d p/l = (2n) = n ,

n = 1,2,3 , .dst

Interferensi Minimum (terjadi pola gelap)


d sin = (2n 1)

atau

d.p/l= (2n 1) ,

n = 1, 2, 3, dst

d = konstanta kisi=lebar celah = 1/N (N = banyak celah/goresan), = sudut belok=sudut difraksi


n = bilangan asli= orde
= panjang gelombang, l= jarak celah ke layar, p = jarak antara dua terang atau gelap
Contoh Soal :
Seberkas sinar monokhromatik dengan panjang gelombang 5000A o, datang tegak lurus pada kisi yang terdiri dari
5000 garis tiap cm, mka sudut belok pada orde terang ke 2 adalah.
A. 0

D. 90

B. 30

E. 120

C. 45
Penyelesaian :
diketahui : = 5000Ao= 5x 10-7 m, d = 1/N = 1 cm/5000, n = 2
Ditanyakan : = .?
Jawab :

d sin = (2n) = n

0,01/5000 sin = 2 . 5.10-7 .. = 30

3. Difraksi Terhadap Perbesaran Alat Optik (Difraksi pada celah berlubang)

Difraksi yang terjadi jika cahaya dilewatkan melalui lubang sempit berbentuk lingkaran. seperti lubang pupil mata
manusia, D = diameter pupil, S1 dan S2 dua sumber cahaya, seperti dua lampu sorot pada mobil.Pola difraksi yang
dihasilkan berbentuk lingkaran pada layar atau retina mata . Pada retina mata ada dua bayangan yang berbentuk
lingkaran di S1 dan S2, Seperti gambar berikut/gambar daya urai suatu lensa mata/daya urai alat optik.

Pada malam hari mobil kita akan menyalakan lampu saat sedang bergerak, pada saat berpapasan dengan mobil lain
ayang arahnya berlawan, juga menyalakan lampu, kita akan silau melihat mobil itu. Apa yang terjadi pada mata kita
melihat silau/ tidak jelas penglihatan. Terjadinya silau karena pada retina mata bayangan dari dua lampu mobil tidak
bisa dipisahkan, seperti pada gambar (a)
Beberapa Kemungkinan Difraksi Cahaya Alat Optik ( Retina mata )
Gambar (a) bayangan berimpit dari dua sumber cahaya/dua benda
(b) hampir dapat dipisahkan dari bayangan dari dua sumber cahaya/dua benda
(c) bayangan dari dua sumber cahaya/dua benda tepat dipisahkan
Daya Urai Lensa (d)

Adalah kemampuan alat optik untuk menghasilkan bayangan yang terpisah dari dua benda yang berdekatan.

Kriteria Rayleigh berbunyi : Dua benda titik tepat dapat dipisahkan jika pusat dari pola difraksi benda pertama
berimpit dengan minimum pertama dari difraksi benda kedua.
Beberapa Persamaan yang didapat dari Gambar daya urai
sin = 1,22 /D,

sin = d/l,

= Panjang gelombang,

d = 1,22 . l/D

d= daya urai= jarak antara dua sumber cahaya

l = jarak antara dua sumber cahaya sampai layar/retina mata


D = lubang pupil/diafragma mata
Contoh Soal
Jarak antara dua lampu depan sebuah lampu mobil 122 cm, diamatai oleh mata yang memiliki diameter pupuil 3
mm, jika panjang gelombang cahaya yang diterima mata 500 nm, maka jarak mobil paling jauh supaya masih dapat
dibedakan sedabagai dua lampu yang terpisah adalah.
A. 6000 m

B. 5000 m

C. 4000 m D. 3000 m

E. 2000 m

Penyelesaian :
Diketahui : d = 122 cm = 1,22 m, D = 3 mm = 0,003 m, .= 500 nm = 5.10-7 m
Ditanyakan : l=..? jarak antara dua lampu sampai retina mata kita
Jawab :
d = 1,22 . l/D
1,22 = 1,22 . 5.10-7. l/0,003

l = 6000 m

Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Pertumbuhan Dan Perkembangan


Biologi Kelas 2 > Pertumbuhan Dan Perkembangan

< Sebelum

55

Sesudah >

A. Faktor Luar
1. Air dan Mineral berpengaruh pada pertumbuhan tajuk 2 akar. Diferensiasi salah
satu unsur hara atau lebih akan menghambat atau menyebabkan pertumbuhan tak
normal.
2. Kelembaban.

3. Suhu di antaranya mempengaruhi kerja enzim. Suhu ideal yang diperlukan untuk
pertumbuhan yang paling baik adalah suhu optimum, yang berbeda untuk tiap jenis
tumbuhan.
4. Cahaya mempengaruhi fotosintesis. Secara umum merupakan faktor penghambat.
Etiolasi adalah pertumbuhan yang sangat cepat di tempat yang gelap
Fotoperiodisme adalah respon tumbuhan terhadap intensitas cahaya dan panjang
penyinaran.
B. Faktor Dalam
1. Faktor hereditas.
2.
Hormon.
a. Auksin
adalah senyawa asam indol asetat (IAA) yang dihasilkan di ujung meristem
apikal (ujung akar dan batang). F.W. Went (1928) pertama kali menemukan
auksin pada ujung koleoptil kecambah gandum Avena sativa.
- membantu perkecambahan
- dominasi apikal
b. Giberelin
Senyawa ini dihasilkan oleh jamur Giberella fujikuroiatau Fusarium
moniliformae, ditemukan oleh F. Kurusawa.
Fungsi giberelin :
- pemanjangan tumbuhan
- berperan dalam partenokarpi
c. Sitokinin
Pertama kali ditemukan pada tembakau. Hormon ini merangsang pembelahan
sel.
d. Gas etilen
Banyak ditemukan pada buah yang sudah tua
e. Asam absiat
f. Florigen
g. Kalin
Hormon pertumbuhan organ, terdiri dari :
- Rhizokalin
- Kaulokali
- Filokalin
- Antokalin
h. Asam traumalin atau kambium luka
Merangsang pembelahan sel di daerah luka sebagai mekanisme untuk menutupi
luka

Gbr. a. Distribusi Auksin pada Kecambah

b. Pertumbuhan Ujung Akar dan Ujung Batang

Giberelin
Giberelin (GA) merupakan hormon yang dapat ditemukan pada hampir semua seluruh siklus hidup tanaman.
Hormon ini mempengaruhi perkecambahan biji, batang perpanjangan, induksi bunga, pengembangan anter,
perkembangan biji dan pertumbuhan pericarp. Selain itu, hormon ini juga berperan dalam respon menanggapi
rangsang dari melalui regulasi fisiologis berkaitan dengan mekanisme biosntesis GA.
Giberelin pada tumbuhan dapat ditemukan dalam dua fase utama yaitu giberelin aktif (GA Bioaktif) dan
giberelin nonaktif. Giberelin yang aktif secara biologis (GA bioaktif) mengontrol beragam aspek pertumbuhan
dan perkembangan tanaman, termasuk perkecambahan biji, batang perpanjangan, perluasan daun, dan bunga
dan pengembangan benih. Hingga tahun 2008 terdapat lebih lebih dari seratus GA telah diidentifikasi dari
tanaman dan hanya sejumlah kecil dari mereka, seperti GA1 dan GA4, diperkirakan berfungsi sebagai bioaktif
hormon.
Giberelin pertama kali dikenal pada tahun 1926 oleh seorang ilmuwan Jepang, Eiichi Kurosawa, yang meneliti
tentang penyakit padi "bakanae" [2]. Hormon ini pertama kali diisolasi pada tahun 1935 oleh Teijiro Yabuta, dari
strain jamur (Gibberella fujikuroi). oleh Kurosawa [1] Yabuta disebut isolat giberelin. [1]

SEJARAH SINGKAT GIBERELIN


Sejarah giberelin sedikit unik. Awal mulanya giberelin ditemukan oleh Eiichi Kurowasa, orang
Jepang, pada tahun 1926. Pada tahun itu Pagerang Diponegoro sedang giat-giatnya berperang
melawan penjajah londo. Kurosawa sebenarnya sedang meneliti tentang penyakit aneh pada padi

yang disebut bakane. Padi yang terserang penyakit ini tumbuh membesar tidak normal. Batang dan
daunnya membesar dan memanjang. Kurosawa berhasil mengisolasi jamur penyebab penyakit ini
yang dinamakan Giberrella fujikori. Ketika jamur ini
diinfeksikan ke tanaman yang sehat, tanaman yang sehat
memperlihatkan gejala itu. Yamengikuti postulat Koch yang
terkenal itu.
Kurang lebih satu dasawarsa kemudian penelitian ini dilanjutkan
oleh Yabuta dan Hayashi tahun 1939. Kedua orang jepang ini
melangkah lebih maju dan berhasil mengisolasi kristal protein
yang dihasilkan olehGiberrella fujikori. Kristal ini bisa
menstimulasi pertumbuhan akar kecambah.
Setelah perang dunia ke dua, pada tahun 1951 Stodola dan temantemannya melanjutkan penelitian ini dan menemukan Giberelin
A dan Giberelin X. Hasil penelitian selanjutnya ditemukan
varian dari giberelin, yaitu GA1, GA2, dan GA3. Pada saat yang hampir bersamaan dilakukan
penelitian juga di Laboratory of the Imperial Chemical Industries di Inggris. Dari penelitian ini juga
ditemukan GA3. Selanjutnya nama Gibberellic acid disepakati oleh kelompok peneliti itu dan
populer hingga jaman sekarang.
Saat ini telah ditemukan tidak kurang dari 126 macam giberelin. Giberelin diberi nama dengan
GAn.., diurutkan berdasarkan urutan ditemukannya senyawa giberlin tersebut. Giberelin yang
ditemukan pertama kali adalah GA3.

KARAKTERISTIK KIMIA GIBERELIN


Semua giberelin yang ditemukan adalah senyawa diterpenoid. Semua kelompok terpinoid terbentuk
dari unit isoprene yang memiliki 5 atom karbon (C). Unit-unit isoprene ini dapat bergabung
menghasilkan monoterpene (C-10), sesqueterpene (C-15), diterpene (C-20), dan triterpene (C-30).
Asam diterpenoid disintesis melalui jalur terpenoid dan dimodifikasi di dalam retikulum
endoplasma dan sitosol sampai menjadi senyawa yang aktif.
Semua molekul giberelin mengandung Gibban Skeleton. Giberelin dapat dikelompokkan mejadi
dua kelompok berdasarkan jumlah atom C, yaitu yang mengandung 19 atom C dan 20 atom C.
Sedangkan berdasarkan posisi gugus hydroksil dapat dibedakan menjadi gugu hidroksil yang berada
di atom C nomor 3 dan nomor 13.

Penelitian lebih lanjut juga menemukan beberapa senyawa lain yang memiliki fungsi seperti
giberelin tetapi tidak memiliki Gibban Skeleton.

Struktur GA1 (sumber: wikipedia)

Struktur GA3 (sumber: wikipedia)

Struktur Ent-Gibberellane (gibbal skeleton) (sumber: wikipedia)

FUNGSI FISIOLOGIS GIBERELIN


Fungsi giberelin pada tanaman sangat banyak dan tergantung pada jenis giberelin yang ada di dalam
tanaman tersebut. Beberapa proses fisiologi yang dirangsang oleh giberelin antara lain adalah
seperti di bawah ini(Davies, 1995; Mauseth, 1991; Raven, 1992; Salisbury dan Ross, 1992).

Merangsang batang dengan merangsang pembelahan sel dan perpanjangan.

Merangsang lari / berbunga dalam menanggapi hari panjang.

Breaks dormansi benih di beberapa tanaman yang memerlukan stratifikasi atau


cahaya untuk menginduksi perkecambahan.

Merangsang produksi enzim (a-amilase) di germinating butir serealia untuk


mobilisasi cadangan benih.

Menginduksi maleness di bunga dioecious (ekspresi seksual).

Dapat menyebabkan parthenocarpic (tanpa biji) pengembangan buah.

Dapatkah penundaan penuaan dalam daun dan buah jeruk.

Genetik Dwarsfism

Penjelasan singkat dari masing-masing fungsi fisiologis tersebut.


Pembungaan
Peranan giberelin terhadap pembungaan telah dibuktikan oleh banyak penelitian. Misalnya
penelitian yang dilakukan oleh Henny (1981), pemberian GA3 pada tanaman Spathiphyllum mauna.
Ternyata pemberian GA3 meningkatkan pembungaan setelah beberapa minggu perlakuan.
Genetik Dwarsfism
Genetik Dwarsfism adalah suatu gejala kerdil yang disebabkan oleh adanya mutasi genetik.
Penyemprotan giberelin pada tanaman yang kerdil bisa mengubah tanaman kerdil menjadi tinggi.
Sel-sel pada tanaman keril mengalami perpanjangan (elongation) karena pengaruh giberelin.
Giberelin mendukung perkembangan dinding sel menjadi memanjang. Penelitian lain juga
menemukan bahwa pemberian giberelin merangsang pembentukan enzim proteolitik yang akan
membebaskan tryptophan (senyawa asal auksin). Hal ini menjelaskan fonomena peningkatan
kandungan auksik karena pemberian giberelin.
Pematangan Buah
Proses pematangan ditandai dengan perubahan tekture, warna, rasa, dan aroma. Pemberian
giberelin dapat memperlambat pematangan buah. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa aplikasi
giberelin pada buah tomat dapat memperlambat pematangan buah. Pengaruh ini juga terlihat pada
buah pisang matang yang diberi aplikasi giberelin.
Perkecambahan
Biji/benih tanaman terdiri dari embrio dan endosperm. Di dalam endoperm terdapat pati yang
dikelilingi oleh lapisan yang dinamakan aleuron. Pertumbuhan embrio tergantung pada
ketersediaan nutrisi untuk tumbuh. Giberelin meningkatkan/merangsang aktivitas enzim amilase
yang akan merubah pati menjadi gula sehingga dapat dimanfaatkan oleh embrio.
Stimulasi aktivitas kambium dan xylem
Beberapa penelitian membuktikan bahwa aplikasi giberelin mempengaruhi aktivitas kambium dan
xylem. Pemberian giberelin memicu terjadinya differensiasi xylem pada pucuk tanaman. Kombinasi

pemberian giberelin + auksin menunjukkan pengaruh sinergistik pada xylem. sedangkan pemberian
auksin saja tidak memberikan pengaruh pad xylem.
Dormansi
Dormansi dapat diistilahkan sebagai masa istirahan pada tanaman. Proses dormansi merupakan
proses yang komplek dan dipengaruhi banyak faktor. Penelitian yang dilakukan oleh Warner
menunjukkan bahwa aplikasi giberelin menstimulasi sintesis ribonuklease, amulase, dan proteasi
pada endosperm biji. Fase akhir dormansi adalah fase perkecambahan, giberelin perperan dalam
fase perkecambahan ini seperti yang telah dijelaskan di atas.