Anda di halaman 1dari 3

Perubahan sosial

Menurut hirschman, 1982 penyebab sebenarnya dari perubahan sosial


adalah sifat kebosanan manusia.
Perubahan sosial merupakan perubahan dalam segi struktur sosial dan
hubungan sosial, perubahan sosial antara lain meliputi perubahan dalam
segi distribusi kelompok usia, tingkat pendidikan rata rata, tingkat
kelahiran penduduk, penurunan kadar rasa kekeluargaan, dan informalitas
antartetangga karena adanya perpindahan orang dari desa ke kota.
TEORI PERUBAHAN SOSIAL
1. TEORI EVOLUSIONER
Semua teori evolusioner menilai bahwa perubahan sosial memiliki
arah yang tetap yang dilalui oleh semua masyarakat. Semua
masyarakat itu melalui urutan tahapan pentahapan yang sama dan
bermula dari tahap perkembangan awal menuju ke tahap
perkembangan terakhir. Di samping itu, teori teori evolusioner
menyatakan bahwa manakala tahap terakhir telah dicapai, maka
pada saat itu perubahan evolusioner pun berakhir.
Semua teori evolusioner memiliki kelemahan tertentu :
1. Data yang menunjang penentuan tahap masyarakat dalam
rangkaian tahap seringkali tidak cermat
2. Urutan tahap tidak sepenuhny tegas, karena beberapa
masyarakat msmpu melangkahi beberapa tahap antara dan
langsung ke tahap industri atau tahap komunis, serta beberapa
masyarakat lainnya bahkan mundur ke tahap terdahulu.
3. Pandangan yang menyatakan bahwa perubahan sosial besar
akan berakhir ketika masyarakat telah mencapai tahap akhir
2. TEORI IKLUS
Semua teori siklus menarik dan diperkuat oleh banyak analisis yang
terperinci. Namun demikian, upaya untuk mengidentifikasi,
menetapkan waktu secara tepat, dan membandingkan beribu gejala
yang menunjukan perubahan dalam bidang seni, sastra, musik,
hukum, moral, perdagangan, agama, dan unsur kebudayaan
lainnya.
3. TEORI FUNGSIONAL DAN TEORI KONFLIK
Teori fungsional da teori konflik memusatkan perhatian pada
pembahasan tentang kondisi dan proses perubahan. Keduanya
memberikan tekanan yang berbeda.
Unsur unsur budaya baru lahir dari penemuan (discovery), invensi
(invention), atau melalui difusi (diffusion) dari masyarakat lain.
Kadar perubahan sosial sangatlah berbeda antara masyarakat yang
satu dengan yang lainnya, dan antara kurun masa yang satu
Sosiologi jilid 2 edisi keenam, Paul B. Horton & Chester L. Hunt

dengan kurun masa yang lainnya., perubahan geografis dapat


melahirkan perubahan sosial besar. Migrasi ke suatu lingkungan
baru sangat sering menimbulkan perubahan dalam segi kehidupan
sosial.
Perubahan dalam segi jumlah dan komposisi pendudu sellu
menimbulkan perubahan sosial. Karena keterpencilan (isolation)
menghalangi perubahan dan kontak lintas budaya mendorong
lahirnya perubahan, maka tentu saja kelompok kelompok yang
secara fisik dan secara sosial terpencil akan mengalami perubahan
yang lebih sedikit. Struktur masyarakat juga mempengaruhi
perubahan: masyarakat yang sangat konformis atau masyarakat
yang kebudayaannya sangat terintegrasi lebih mudah mengalami
perubahan daripada masyarakat individualistis yang permisif dan
berkebudayaan kurang terintegrasi. Sikap dan nilai nilai masyarakat
amat menunjang atau menghambat perubahan.
Kebutuhan yang dirasakan oleh masyarakat mempengaruhi tingkat
kecepatan dan arah perubahan. Di atas segalanya, dasar budaya
memungkinkan adanya dasar bagi pengetahuan dan keterampilan
yang diperlukan untuk penciptaan unsur unsur budaya baru seiring
dengan berkembangnya dasar budaya, kemungkinan lahirnya
kombinasi ciptaan baru pun bertambah berdasarkan prinsip
eksponensial. Di samping itu, perkembangan pengetahuan di suatu
bidang seringkali dapat berguna pada bidang lain.
Tidak semua inovasi dapat diterima. Sikap dan nilai nilai kelompok
menentukan ragam inovasi yang berkemungkinan untuk diterima
oleh kelompok. Jika kegunaan inovasi dapat dibuktikan secara
mudah dengan biaya yang murah, maka bukti tersebut akan sangat
membantu diterimanya inovasi itu, tetapi banyak invensi sosial
tidak dapat diuji coba tanpa menerimanya secara keseluruhan.
Inovasi yang sesuai dengan unsur unsur utama budaya yang
berlaku lebih mudah diterima daripada inovasi yang bertentangan
dengan unsur unsur tersebut.
Kesulitan teknis dalam memasukan suatu perubahan ke suatu
kebudayaan acapkali membawa konsekuensi besar dalam segi
ekonomi dan ketidaknyamanan pribadi. Orang yang memiliki
kepentingan pribadi biasanya menentang perubahan, namun
mereka sesekali menyadari bahwa perubahan yang diusulkan
sebenarnya menguntungkan mereka.
Kepintaran dan kedudukan sosial agen perubahan mempengaruhi
keberhasilannya dalam memperkenalkan perubahan.
Tanpa mengetahui kebudayaan masyarakat secara baik, maka para
agen perubahan akan mengalami kegagalan karena mereka pada
umumnya akan melakukan kesalahan dalam memperhitungkan

Sosiologi jilid 2 edisi keenam, Paul B. Horton & Chester L. Hunt

konsekuensi dan teknik penerapan yang menunjang tercapainya


sasaran perubahan.
Konsekuensi perubahan tidak akan pernah berakhir penemuan dan
invensi dan juga unsur unsur budaya yang dimasukkan ke dalam
suatu masyarakat seringkali menimbulkan reaksi perubahan
berantai yang merusak banyak aspek kebudayaan. Betapapun
berbedanya, berkaitannya, dan saling tergntungnya aspek aspek
kebudayaan, aspek aspek tersebut tidaklah berubah dalam kadar
yang sama. Kesenjangan waktu antara saat penerimaan suatu unsur
budaya baru dengan saat sempurnanya proses penyesuaian disebut
kesenjangan budaya. Semua masyarakat yang berubah secara
cepat memiliki banyak kesenjangan budaya dan agak kacau. Dalam
masyarakat yang kacau para anggota masyarakat yang mengalami
hambatan dalam menemukan sistem perilaku yang cocok, akhirnya
ikut menjadi pribadi yang rapuh. Manakala mereka telah putus
harapan untuk menemukan cara hidup yang baik dan telah berhenti
berupaya, maka mereka dikatakan telah kehilangan semangat
hidup. Meskipun perubahan kadang kala membawa kepahitan,
namun penolakan terhadap perubahan bisa saja mengakibatkan
kepahitan yang lebih parah, karena perubahan tidak terlepas dari
keuntungan dan kerugian. Perencanaan sosial mencoba untuk
mengurangi kerugian perubahan, namun keberhasilannya masih
diperdebatkan.

Sosiologi jilid 2 edisi keenam, Paul B. Horton & Chester L. Hunt