Anda di halaman 1dari 7

BAB III

PEMBAHASAN TUGAS KHUSUS


A. Pembuatan Protokol Validasi Pembersihan di Departemen Quality Control
(QC)
Oleh : Jessica Christy Sitio, S.Farm. (158115019)
1. Latar Belakang
2. Tujuan dan Manfaat
a. Tujuan
Agar mahasiswa memahami proses pembuatan dan mampu menyusun
protokol validasi pembersihan yang efektif untuk mencapai batas residu
zat aktif, sisa deterjen, dan cemaran mikroba yang telah ditetapkan.
b. Manfaat
Mahasiswa

memahawi

prosedur

penyusunan

protokol

validasi

pembersihan.
3. Pelaksanaan Tugas
Praktek

Kerja

Profesi

Apoteker

(PKPA)

dilaksanakan

di

departemen Quality Control (QC) PT. Pertiwi Agung Pharmaceutical


Industry, Cibitung, Cikarang Barat, Bekasi, Jawa Barat. Mahasiswa
mendapatkan tugas khusus membuat protokol validasi pembersihan. Tugas
tersebut dilaksanakan pada 3 Maret 22 April 2016.
4. Tinjauan Pustaka
a. Kualifikasi dan Validasi
Kualifikasi adalah proses pembuktian secara tertulis berdasarkan
data yang menunjukan kelayakan suatu peralatan, fasilitas, sistem
penunjang sesuai dengan spesifikasi yang telah ditetapkan. Sehingga
secara konsisten dapat menghasilkan produk dengan standar mutu yang
yang telah ditetapkan. Validasi adalah suatu tindakan pembuktian dengan
cara yang sesuai bahwa tiap bahan, proses, prosedur, kegiatan, sistem,
perlengkapan, atau mekanisme yang digunakan dalam produksi dan
pengawasan akan senantiasa mencapai hasil yang diinginkan. Validasi

meliputi validasi proses, validasi prosedur pemeriksaan dan validasi


pembersihan. Sebelum melakukan sistem validasi maka terlebih dahulu
dilakukan kualifikasi jadi validasi dapat dilakukan jika semua kualifikasi
sudah dilaksanakan. Ada 3 jenis validasi, yaitu validasi proses,
validasi., dan validasi pembersihan (BPOM, 2006).
Langkah-langkah pelaksanaan validasi menurut Priyambodo
(2007) adalah sebagai berikut:
1) Membentuk komite validasi yang bertanggung jawab terhadap
pelaksanaan validasi di industri farmasi yang bersangkutan.
2) Menyusun Rencana Validasi (RIV), yaitu dokumen yang menguraikan
secaa garis besar pedoman pelaksanaan validasi.
3) Pelaksanaan validasi.
4) Melaksanakan peninjauan periodic, change control dan revalidasi.
b. Validasi Pembersihan
Validasi pembersihan adalah tindakan pembuktian yang
didokumentasikan bahwa prosedur pembersihan yang disetujui akan
senantiasa menghasilkan peralatan bersih yang sesuai untuk pengolahan
obat. Validasi pembersihan untuk peralatan perlu dilakukan karena proses
pembersihan peralatan harus segera dilaksanakan setelah suatu produk
selesa dibuat atau dikemas. Validasi pembersihan bertujuan untuk
memastikan bahwa prosedur pembersihan sudah tepat dan efektif
menghilangkan sisa produk sebelumnya (termasuk melihat cemaran
mikroba). Agar mendapatkan peralatan yang bersih dan memenuhi
persyaratan yang ditetapkan, maka cara pembersihan dan detergen yang
digunakan harus sesuai dengan protap yang ditetapkan.
Secara umum validasi pembersihan diarahkan pada situasi atau
tahap proses di mana kontaminasi atau pemindahan bahan menyebabkan
risiko tertinggi pada mutu BAO. Sebagai contoh, pada produksi awal
mungkin tidak perlu memvalidasi prosedur pembersihan peralatan jika
residu dihilangkan dengan langkah pemurnian berikutnya.

Validasi pembersihan dilakukan dengan konfirmasi efektivitas


prosedur pembersihan. Penentuan batas kandungan residu suatu produk,
bahan pembersih dan pencemaran mikroba, secara rasional didasarkan
pada bahan yang terkait dengan proses pembersihan. Metode analisis
yang digunakan harus tervalidasi dan memiliki kepekaan untuk
mendeteksi residu atau cemaran. Batas deteksi masing-masing metode
analisis harus cukup peka untuk mendeteksi tingkat residu atau cemaran
yang dapat diterima. Biasanya validasi prosedur pembersihan dilakukan
hanya untuk permukaan alat/mesin yang bersentuhan langsung dengan
produk (zat aktif)
Prosedur pembersihan untuk produk dan proses yang serupa,
dapat dipertimbangkan untuk memilih suatu rentang yang mewakili
produk dan proses yang serupa. Studi validasi tunggal dapat dilakukan
menggunakan pendekatan kondisi terburuk (worst case) dengan
memerhatikan isu kritis. Validasi prosedur pembersihan menggambarkan
pola penggunaan peralatan aktual. Jika beragam BAO atau produk antara
dibuat dengan peralatan yang sama dan peralatan tersebut dibersihkan
dengan proses yang sama, produk antara atau BAO yang representatif
dapat dipilih untuk validasi pembersihan. Pemilihan ini hendaklah
berdasarkan pada kelarutan dan tingkat kesulitan pembersihan serta
kalkulasi batas residu berdasarkan potensi, toksisitas dan stabilitas.
Validasi prosedur pembersihan hendaklah dilakukan tiga kali
berurutan untuk produk dengan bahan aktif obat penanda sesuai jadwal
yang ditentukan pada rencana induk validasi pembersihan dan mengikuti
protokol. Hasil ketiganya memenuhi syarat untuk membuktikan bahwa
prosedur pembersihan tersebut telah tervalidasi. Untuk produk yang
beracun atau berbahaya dalam keadaan tertentu dapat disimulasikan
dengan produk lain yang mempunyai sifat fisika-kimia yang sama.
Validasi pembersihan dilakukan sebanyak tiga kali berurutan
Metode analisis tervalidasi, yang sensitif untuk mendeteksi
residu atau kontaminan. Batas deteksi masing-masing metode analisis

hendaklah cukup sensitif untuk mendeteksi tingkat residu atau


kontaminan yang dapat diterima yang telah ditetapkan. Batas residu
dapat

ditetapkan

berdasarkan

aktivitas

minimum

farmakologis,

toksikologis atau fisiologis yang diketahui dari BAO atau komponennya


yang paling mudah terlepas.
Validasi prosedur pembersihan dan kriteria keberterimaan residu
produk dapat dilakukan terhadap tiap produk atau kelompok produk
berdasarkan pertimbangan sifat dan dosis terapetik produk. Batas residu
ditetapkan dengan memerhatikan kondisi terburuk dari prosedur
pembersihan dan analisis risiko. Pengelompokan dapat dilakukan dengan
menggunakan metode matriks dan pengkajian risiko sebagai berikut:.
1) Tiap batas residu dari suatu produk ditetapkan sesuai sifat produk
berkaitan yang spesifik;
2) Dari kelompok produk sejenis dapat dipilih satu produk yang
mewakili kelompok tersebut;
3) Kelompok produk yang disusun menurut nilai risiko, misal
kelompok produk dengan kelarutan tinggi;
kelompok produk berkekuatan (potensi atau dosis) pada tingkat

yang relatif sama;


kelompok produk dengan toksisitas tinggi;
kelompok produk yang tingkat residunya sulit terdeteksi.

c. Protokol validasi pembersihan


Protokol validasi pembersihan menjelaskan peralatan yang akan
dibersihkan, prosedur, bahan, tingkat kebersihan yang dapat diterima,
parameter yang dipantau dan dikendalikan, serta metode analisis.
Protokol juga menunjukkan tipe sampel yang akan diperoleh dan
bagaimana sampel tersebut dikumpulkan dan diberi label.
Protokol validasi prosedur pembersihan, memuat paling sedikit:
1)
2)
3)
4)
5)

Tujuan
Ruang lingkup
Tim yang terlibat
Kriteria keberterimaan
Metode analisis yang tervalidasi

6) Metode pengambilan sampel dan pengujian


d. Laporan validasi prosedur pembersihan
-

Hasil pengujian yang dilaksanakan sesuai protokol


Evaluasi dan perbandingan terhadap hasil uji yang diharapkan dari

kriteria keberterimaan
Evaluasi terhadap adanya penyimpangan dari protokol serta tindakan

koreksi yang diambil.


Daftar referensi bila diperlukan.
Laporan dievaluasi dan disetujui oleh Manajer Produksi, Teknik dan
Pemastian Mutu.
Dilakukan pemantauan hasil pembersihan mesin dengan
memeriksa sampel dari titik kritis pengambilan sampel.

5. Hasil dan Pembahasan


Sumber: GMP Manual File 2 poin 8
Validasi pembersihan adalah suatu kegiatan untuk mendapatkan dan
mendokumentasikan bukti secukupnya untuk keyakinan bahwa prosedur
pembersihan yang dilakukan terhadap ruangan, peralatan dan mesin akan
mengurangi resiko kontaminasi terhadap produk (POS QC, 2012)
Supervisor

mikrobiologi

mengumpulkan

data

kemudian

mengkategorikan produk yang diproduksi di PT. Pertiwi Agung sebagai


bahan untuk pembuatan matrik worst case study. Supervisor Mikrobiologi
bertugas untuk:
a) Membuat matrik worst case dari produk, mesin, dan ruangan yang akan
dilakukan validasi pembersihan.
b) Membuat jadwal validasi pembersihan
c) Membuat protokol dan laporan validasi pembersihan.
Kriteria worst case produk berdasarkan perhitungan MAR jika
dengan perhitungan MAR sulit maka dilakukan dengan criteria berikut.
-

Kandungan zat aktif suatu produk: suatu produk yang mempunyai


persentase jumlah zat aktif paling tinggi.

Kelarutan: zat aktif dari suatu produk yang mempunyai sifat kelarutan
paling rendah.

Dosis terapi: zat aktif dari suatu produk yang mempunyai dosis terapi
paling rendah.

Formulasi produk: produk yang mempunya formula mengandung zat


aktif yang berwarna dan sulit untuk dibersihkan atau suatu produk
mengandung suatu bahan pewarna (dye) yang sulit dibersihkan.

Data yang diperlukan dalam pembuatan matrik antara lain nama produk,
nama zat aktif, besar batch size, kelarutan, therapeutic daily dose (TDD),
Lethal Dose (LD50), kesulitan pencucian, data mesin yang digunakan
untuk proses produksi dan ruangan yang digunakan untuk proses
produksi. (Penilaian di Excel)
Dari data yang terkumpul, kemudian dihitung dan dipilih angka

yang tertinggi/ tinggi dari sekian produk itu yang dilakukan validasi
pembersihan.
Penggolongan Peralatan dibedakan menjadi:
-

Major Equpment: peralatan yang critical yang biasanya digunakan dalam


proses produksi, biasanya punya nomor identitas yang jelas.

Minor Equipment :peralatan pendukung, seperti sekop stainless steel,


beaker, gelas ukut, gayung stainless steel, wadah stainless steel, kafe
stainless steel, dll.

Dedicated equipment or non-dedicated equipment: apakah peralatan yang


digunakan untuk proses produksi hanya digunakan untuk produk tertentu
saja atau tidak.
Dari kategori tersebut, maka perlu dilakukan urutan prioritas

peralatan mana yang harus dilakukan validasi pembersihan terlebih dahulu.


Untuk peralatan mayor dan non dedicated harus diprioritaskan untuk
dilakukan validasi pembersihan.
Type cleaning, dibedakan menjadi:
a) Manual cleaning: cleaning dilakukan secara manual yaitu disikat, dilap,
secara manual untuk membersihkan sisa residu pada mesin.
b) Automated cleaning: cleaning dilakukan tanpa bantuan operator dengan
cara melakukan setting di peralatan/ mesin.

c) Semi-automated cleaning: cleaning dilakukan dengan melakukan setting


pada alat tetapi masih ada campur tangan dari operator.
Cara pembersihan di PT. Pertiwi Agung secara umum dilakukan
secara manual, teteapi terdapat beberapa mesin yang dilakukan secara semiautomated.
Proses cleaning tergantung dari:
-

Time: Waktu kontak dengan desinfektan atau pembersih

Action: Cara pembersihan

Konsentrasi: konsentrasi desinfektan yang digunakan

Temperature: suhu air yanfg digunakan untuk cleaning

Air: pH air

Individual Performing Cleaning: cara setiap orang (operator) dalam


melakukan cleaning.

Nature of soil: sifat dari kotoran yang di cleaning.

Surface: permukaan yang dicleaning.

6. Kesimpulan dan Saran


a. Kesimpulan
b. Saran

Priyambodo, B., 2007. Manajemen Industri Farmasi, Global Pustaka


Utama,: Yogyakarta.