Anda di halaman 1dari 23

Cara Dual Boot Windows 8.

1 Update
dengan Ubuntu 14.04 LTS

Tidak lama setelah Microsoft merilis Windows 8.1 Update, Canonical ternyata juga merilis
Ubuntu 14.04 LTS (Trusty Tahr). Bagi kamu yang ingin menginstall Windows 8.1 Update
dengan Ubuntu 14.04 LTS secara dual boot, berikut ini WinPoin berikan caranya.
Ada beberapa metode dalam menginstall dual boot Windows dan Ubuntu, bahkan Ubuntu
sendiri sudah menyediakan opsi dual boot di media instalasinya. Tetapi WinPoin lebih suka
menginstall keduanya secara terpisah dan tak berhubungan. Artinya, boot manager
Ubuntu kita pisahkan dari boot manager Windows. Tujuannya adalah ketika kita melakukan
install ulang Windows, maka boot manager Ubuntu tidak ikut hilang tereplace dengan boot
manager Windows yang baru.
Dengan memisahkan keduanya, kita tidak perlu khawatir ada masalah di Ubuntu jika
Windowsnya bermasalah, dan begitu juga sebaliknya. Oleh karena itu kita memerlukan
tambahan minimal 3 partisi baru untuk melakukan dual-boot ini.

Partisi Boot: Kita tidak meletakkan GRUB di MBR bersamaan dengan Windows
boot manager. Oleh karena itu di partisi inilah kita akan meletakkan GRUB.

Partisi Root: Di partisi inilah Ubuntu akan terinstall.

partisi Swap: Partisi ini dibutuhkan untuk swap file dan akan digunakan jika Ubuntu
membutuhkan tambahan memory (Swap File ini semacam Page File jika di
Windows).

Partisi Home: Partisi ini bersifat opsional, kamu bisa menambahkannya atau
menjadikannya satu dengan Root. Home adalah lokasi tempat file kamu tersimpan
(music, pictures, documents, dsb).

Jika sudah paham, maka kamu tinggal memasukkan media instalasi Ubuntu 14.04 dan boot
dari media tersebut.
Saat pertama kali booting, kamu akan disuguhi dengan opsi Try Ubuntu dan Install Ubuntu.
Jika kamu belum menyiapkan beberapa partisi diatas, maka kamu bisa memilih Try Ubuntu
dan menjalankan Gparted didalamnya.
Setelah Gparted terbuka, silahkan buat partisi yang diperlukan. Kecuali partisi Swap, partisi
lainnya harus kamu buat dengan file system ext4.
Partisi Boot: Partisi ini sebenarnya 500mb saja sudah cukup, tetapi WinPoin menggunakan
2GB space untuk memberikan ruang yang cukup jika ada update GRUB kedepannya.

Partisi Swap: WinPoin menggunakan 4096 MB (4GB) space sebagai ruang bagi swap file
(virtual memory) Ubuntu.

Partisi Root: Besar partisi ini bisa kamu sesuaikan dengan kebutuhan, hanya saja pastikan
besar partisi tidak kurang dari 10GB. WinPoin menggunakan 70GB space untuk menginstall
Ubuntu.

Partisi Home: Besar partisi ini bisa kamu sesuaikan dengan kebutuhan. WinPoin tidak
menggunakan partisi Home karena file dokumen WinPoin jadikan satu di partisi Root.

Jika partisi sudah dibuat, maka selanjutnya klik saja Install Ubuntu 14.04 LTS yang ada di
dekstop.

Pada bagian Installation type, pilih saja Something Else untuk memilih partisi yang sudah
kita buat tadi.

Di masing-masing partisi yang sudah kita buat, pilih Change.

Setelah itu mount point partisi boot ke /boot dan centang format the partition.

Untuk partisi Swap pilih Use as Swap area

Dan untuk partisi Root silahkan di mount point ke /

Ubah Device for boot loader installation ke partisi boot, dalam contoh WinPoin ini partisi
boot adalah /dev/sda5.

Setelah itu klik Install Now.

Lakukan proses instalasi seperti biasa dan restart jika proses instalasi sudah selesai.

Setelah restart, kamu masih belum bisa masuk ke Ubuntu 14.04 karena belum ada opsi boot
loader Ubuntu di MBR. Oleh karena itu langsung saja masuk ke Windows 8.1 Update terlebih
dahulu, lalu download dan install EasyBCD (gunakan versi gratisnya).
Setelah itu buka EasyBCD dan buat entry baru untuk menambahkan opsi Ubuntu 14.04 LTS.
Caranya klik saja Add New Entry -> Linux/BSD -> Pilih GRUB (Legacy) di bagian Type ->
Isikan Ubuntu 14.04 di bagian Name -> dan pada bagian drive, pilih partisi Boot tempat boot
loader Ubuntu telah terinstall. Jika sudah, klik Add Entry.

Di menu view settings, pastikan hasilnya seperti ini

Dan di menu Advanced Settings, pastikan hasilnya seperti ini

Setelah itu restart PC, dan kamu akan disuguhi opsi booting ke Windows 8.1 atau Ubuntu
14.04 seperti ini

Pilih Ubuntu 14.04 untuk masuk ke Ubuntu. Dan inilah hasilnya.

Bagaimana, mudah bukan?


Jangan tertipu dengan banyaknya langkah yang harus dilakukan hingga seolah-olah terlihat
rumit. Jika kamu sudah mencoba dan memahaminya, cara diatas sangatlah mudah. Selamat
mencoba ;)