Anda di halaman 1dari 26

1.

Ancylostoma brasiliensis

Ciri-ciri bentuk Cacing Ancylostoma braziliense mempunyai dua pasang gigi yang tidak sama besamya.
Pada cacing jantan panjang badannya antara 4,7 - 6,3 mm, sedangkan cacing Ancylostoma braziliense
betina panjang badannya antara 6,1 - 8,4 mm.
Ciri-ciri bentuk cacing ncylostoma caninum mempunyai tiga pasang gigi; cacing jantan panjang badannya
kira-kira 10 mm dan pada cacing yang betina panjang badannya kira-kira 14 mm.

Strongyloides stercoralis
C. Morfologi strongyloides stercoralis
Larva Rabditiform
Panjangnya 225 mikron, ruang mulut: terbuka, pendek dan lebar. Esophagus
dengan 2 bulbus, ekor runcing.
Larva Filariform
Bentuk infektif, panjangnya 700 mikron, langsing, tanpa sarung, ruang mulut
tertutup, esophagus menempati setengah panjang badan, bagian ekor berujung
tumpul berlekuk.

Cacing dewasa betina yang hidup bebas panjangnya 1 mm, esophagus pendek dengan 2 bulbus,
uterus berisi telur dengan ekor runcing.
Cacing dewasa jantan yang hidup bebas panjangnya 1 mm, esophagus pendek dengan 2 bulbus,
ekor melingkar dengan spikulum

Ascaris Lumbriocides (Cacing Perut)


Penjelasan Ascaris Lumbriocides : Cacing yang berparasit di usus halus manusia. Dengan
ukuran betina lebih panjang dibandingkan dengan cacing jantan. Panjang cacing dapat
mencapai 25 cm, dengan diameter tubuh sekitar 0,5 cm. Setiap hari betina mampu
menghasilkan sampai dengan 200.000 telur.
Daur Hidup Ascaris Lumbriocoides :
Telur keluar bersama feses penderita => termakan oleh manusia => menetas menjadi larva
dalam usus halus => larva menembus dinding usus => ikut aliran darah ke jantung => masuk ke
paru-paru => trakea => tertelan lagi => lambung => kemudian menjadi dewasa di usus halus.
Cacing perut (Ascaris lumbricoides)
Ciri-ciri :

Hidup di usus halus manusia

Gonokoris (organ kelamin jantan dan betina terpisah pada individu berbeda)

Berkembang biak secara seksual

Perbedaan cacing Ascaris jantan dan cacing Ascaris betina

Anclyostoma Duodenale (Cacing Tambang)

Habitat di pertambangan pada daerah tropis

Hidup parasit dengan menyerap darah dan cairan tubuh yang terdapat pada usus halus
manusia

Dapat menimbulkan penyakit acylostoiasis

Penjelasan Anclyostoma Duodenale : Cacing jenis ini banyak ditemukan di daerah


pertambangan. Dengan panjang tubuh sekitar 1-1,5 cm. Bersifat parasit di usus manusia dengan
gigi-gigi kaitnya menghanbatkan diri pada dinding usus dan menghisap darah dari inangnya,
sehingga cacing ini menyebabkan penyakit anemia. Larva cacing ini menginfeksi manusia
melalui kulit telapak kaki yang tidak beralas.
Daur Hidup Ancylostoma Duodenale (Cacing Tambang) :
Telur kelur bersama feses penderita => di tanah menetas menjadi larva => larva menembus kulit
telepak kaki (tanpa alas) => ikut aliran darah ke jantung => masuk ke paru-paru => trakea =>
tertelan => lambung => di usus menjadi cacing dewasa.
3. Oxyuris Vermicularis (Cacing Kremi)

Hidup besar di usus besar manusia

Dapat melakukan autoinfeksi yaitu bagi penderita dapat menularkan infeksinya

Penjelasan Oxyuris Vermicularis : Cacing jenis ini disebut juga Enterobios vermicularis yang
parasit di usus besar manusia. Jika ingin bertelur, cacing betina akan bermigrasi ke daerah pada
sekitar anus sehingga menimbulkan rasa gatal. Jika terdapat kesengajaan menggaruknya, maka
cacing tersebut tertelan kembali jika tanpa mencuci tangan. Cacing betina memiliki panjang
sekitar 1 cm, sedangkan bagi cacing jantang memiliki panjang sekitar 0,5 cm.
4. Wuchereria Bancrofti (Cacing Rambut)

Hidup dalam pembuluh limfa

Dapat menyebabkan penyakit elefantiasis atau kaki gajah

Penjelasan Wuchereria bancrofti : Cacing jenis ini disebut dengan Filaria bancrofti (cacing
filaria). Cacing yang menyebabkan penyakit kaki gajah (filariasis, elefantiasis), dengan tanda
pembengkakan pada daerah kaki atau organ lain seperti skrotum. Terdapat banyak populasi

cacing dalam saluran getah bening yang mengakibatkan penyumbatan di saluran kelenjar getah
bening yang menimbulkan penyumbatan pada cairan getah bening terhadap suatu organ.
Trichinella Spiralis

Hidup dalam otot manusia

Menyebabkan penyakit trikhinosis, yaitu kerusakan pada otot manusia

Penjelasan Trichinella Spiralis : Trichinella spiralis bersifat parasit pada manusia dan hewan
(tikus, anjing, dan babi). Bagi yang terinfeksi cacing jenis ini dinamakan dengan trichinosis.
Trichinella spiralis merupakan cacing dengan sistem pencernaan semurpuna. Sistem
pernapasan secara defusi melalui permukaan tubuh. Alat ekskresi berupa nefridium sistem saraf
tangga tali.
Morfologi dan daur hidup Trichinella Spiralis.
Cacing Trichinella Spiralis dewasa mempunyai bentuk tubuh halus seperti rambut. Pada Trichinella Spiralis
betina mempunyai panjang badan 3-4 mm dan Trichinella Spiralis jantan kira-kira mempunyai panjang
badan kurang lebih 1,5 mm. Ujung bagian depan atau anterior langsing dengan mulut bulat tanpa papel.
Pada ujung bagian belakang atau posterior pada cacing betina membulat dan tumpul, pada cacing jantan
melengkung ke ventral dengan dua buah papel.

Cacing betina bersifat vivipar [berkembang biak dengn melahirkan] dan biasanya masuk ke mukosa vilus
usus, mulai dari duodenum sampai ke sekum. Seekor cacing betina dapat mengeluarkan kira- kira 1500
larva. Larva tersebut dilepaskan di jaringan mukosa, masuk ke dalam kelenjar limfe dan peredaran darah,
dan kemudian dengan adanya bereadanya di pembuluh darah kemudian menyebar ke seluruh tubuh,
terutama otot (dafragma, iga, lidah, laring, mata, perut biseps dan lain-lain, Kira-kira pada awal minggu ke4 larva Trichinella Spiralis yang telah tumbuh hanya menjadi kista dalam jenis otot yang bergaris lintang.
Kista Trichinella Spiralis dapat hidup di otot selama kira-kira 18 bulan, kemudian lerjadi perkapuran dalam
waktu 6 bulan sampai 2 tahun. Infeksi pada manusia terjadi apabila daging babi yang mengandung larva
infektif [bisa menyebabkan infeksi] yang terdapat di dalam kista dimakan oleh manusia.
Ketika berada di usus halus bagian proksimal dinding kista dicernakan dan dalam waktu beberapa jam
larva dari Trichinella Spiralis dilepaskan, dan segera masuk mukosa, kemudian menjadi cacing Trichinella
Spiralis dewasa dalam waktu 1,5 - 2 hari.

Cacing tambang (Ancylostoma duodenale)


Ciri-ciri :

Ditemukan di pertambangan daerah tropis

Parasit pada usus halus manusia

Memiliki unung anterior dengan mulut yang mempunyai 1-4 pasang kait kitin

Kait kitin (berfungsi untuk menempel pada usus inangnya)

pada ujung proseterior terdapat bursa kopulasi

bursa kopulasi (berfungsi untuk menangkap cacing betina saat kawin)

cacing betina memiliki vulva (organ kelamin luar)

Cacing kremi (Oxyuris vermicularis)

Ciri-ciri :

Hidup di usus besar manusia

Infeksi cacing kremi tidak memerlukan inang perantara

Cacing ini bertelur pada anus manusia sehingga menyebabkan gatal pada daerah tersebut

Infeksi cacing ini dengan cara autoinfeksi (dilakukan oleh penderita sendiri)

Cacing rambut (Wuchereria bancrofti)


Ciri-ciri :

hidup di dalam pembuluh limfa

inang perantaranya adalah nyamuk culex

Cacing otot (Trichinella spiralis)


Ciri-ciri :

hidup pada otot manusia

terinfeksi karena memakan daging yang kurang masak

Ciri-ciri cacing Filaria

1.

Cacing dewasa (makrofilaria), bentuknya seperti benang berwarna putih

kekuningan. Sedangkan larva cacing filaria (mikrofilaria) berbentuk seperti


benang berwarna putih susu.

2.

Makrofilaria yang betina memiliki panjang kurang lebih 65 100 mm,

ekornya berujung tumpul, untuk makrofilarial yang jantan memiliki panjang


kurang lebih 40 mm, ekor melingkar. Sedangkan mikrofilaria berukuran panjang
kurang lebih 250 mikron, bersarung pucat.

3.

Tempat hidup Makrofilaria jantan dan betina di saluran limfe dan kelenjar

limfe. Sedangkan pada malam hari mikrofilaria terdapat di dalam pembuluh darah
tepi, dan pada siang hari mikrofilaria terdapat di kapiler alat-alat dalam, misalnya:
paru-paru, jantung, dan hati

B.

Siklus hidup cacing Filaria terjadi melalui dua tahap, yaitu:

1.

Daur Hidup Cacing Filaria ( Wuchereria bancrofti)

Tahap pertama, perkembangan cacing Filaria dalam tubuh nyamuk sebagai

vector yang masa pertumbuhannya kurang lebih 2 minggu.

2.

Tahap kedua, perkembangan cacing Filaria dalam tubuh manusia (hospes)

kurang lebih 7 bulan.

Siklus hidup cacing filaria dapat terjadi dalam tubuh nyamuk apabila nyamuk
tersebut menggigit dan menghisap darah orang yang terserang filariasis,
sehingga mikrofilaria yang terdapat ditubuh penderita ikut terhisap kedalam
tubuh nyamuk. Mikrofilaria tersebut masuk kedalam paskan pembungkus pada
tubuh nyamuk, kemudian menembus dinding lambung dan bersarang diantara

otot-otot dada (toraks). Bentuk mikrofilaria menyerupai sosis yang disebut larva
stadium I. Dalam waktu kurang lebih satu minggu larva ini berganti kulit, tumbuh
menjadi lebih gemuk dan panjang yang disebut larva stadium II. Pada hari ke
sepuluh dan seterusnya larva berganti kulit untuk kedua kalinya, sehingga
tumbuh menjadi lebih panjang dan kurus, ini adalah larva stadium III. Gerak larva
stadium III ini sangat aktif, sehingga larva mulai bermigrasi mula-mula ke rongga
perut (abdomen) kemudian pindah ke kepala dan alat tusuk nyamuk.

Apabila nyamuk yang mengandung mikrofilaria ini menggigit manusia. Maka


mikrofilaria yang sudah berbentuk larva infektif (larva stadium III) secara aktif ikut
masuk kedalam tubuh manusia (hospes). Bersama-sama dengan aliran darah
dalam tubuh manusia, larva keluar dari pembuluh kapiler dan masuk ke pembuluh
limfe. Didalam pembuluh limfe larva mengalami dua kali pergantian kulit dan
tumbuh menjadi cacing dewasa yang sering disebut larva stadium IV dan larva
stadium V. Cacing filaria yang sudah dewasa bertempat di pembuluh limfe,
sehingga akan menyumbat pembuluh limfe dan akan terjadi
pembengkakan. Siklus hidup pada tubuh nyamuk terjadi apabila nyamuk tersebut
menggigit dan menghisap darah orang yang
terkena filariasais,sehingga mikrofilaria yang terdapat di tubuh penderita ikut
terhisap ke dalam tubuh nyamuk. Cacing yang diisap nyamuk tidak begitu saja
dipindahkan, tetapi sebelumnya tumbuh di dalam tubuh nyamuk. Makhluk mini itu
berkembang dalam otot nyamuk. Sekitar 3 minggu, pada stadium 3, larva mulai
bergerak aktif dan berpindah ke alat tusuk nyamuk.Nyamuk pembawa mikrofilaria
itu lalu gentayangan menggigit manusia dan memindahkan larva infektif
tersebut. Bersama aliran darah, larva keluar dari pembuluh kapiler dan masuk ke
pembuluh limfe.

Uniknya, cacing terdeteksi dalam darah tepi pada malam hari, sedangkan pada
siang hari dia berada didalam kapiler alat-alat dalam seperti pada paru-paru,
jantung dan hati, selebihnya bersembunyi di organ dalam tubuh.Pemeriksaan
darah ada-tidaknya cacing biasa dilakukan malam hari. Setelah dewasa
(Makrofilaria) cacing menyumbat pembuluh limfe dan menghalangi cairan limfe
sehingga terjadi pembengkakan. Selain di kaki, pembengkakan bisa terjadi di
tangan, payudara, atau buah zakar. Ketika menyumbat pembuluh limfe di
selangkangan, misalnya, cairan limfe dari bawah tubuh tidak bisa mengalir
sehingga kaki membesar. Dapat terjadi penyumbatan di ketiak, mengakibatkan
pembesaran tangan.

Pada saat dewasa (Makrofilaria) inilah, cacing ini menghasilkan telur kemudian
akan menetas menjadi anak cacing berukuran kecil yang disebut mikrofilaria.
Selanjutnya, mikrofilaria beredar di dalam darah. Larva ini dapat berpindah ke
peredaran darah kecil di bawah kulit. Jika pada waktu itu ada nyamuk yang
menggigit, maka larva tersebut dapat menembus dinding usus nyamuk lalu
masuk ke dalam otot dada nyamuk, kemudian setelah mengalami pertumbuhan,
larva ini akan masuk ke alat penusuk. Jika nyamuk itu menggigit orang, maka
orang itu akan tertular penyakit ini.

Onchocera volvulus
Oncocherca volvulus dewasa berwarna putih dengan garis transversal pada
kutikula, berbentuk seperti filamen dengan kedua ujung tumpul. Pada bagian
anterior terdapat 8 buah papilla kecil yang tersusun dalam 2 buah cincin dan
ada sepasang papilla lateral yang besar. Cacing dewasa dapat mencapai
panjang 60 cm dan bergelung di dalam nodul. 19-42 cm x 130-210 m.
Cacing jantan Ujung posterior cacing jantan melengkung ke ventral serta
dapat ditemukan papilla kaudal dan perianal yang bervariasi jumlah dan
ukurannya. 33,5-50 cm x 270-420 m. Cacing betina Cacing betina memiliki
vulva yang terbuka di belakang esofagus bagian posterior. Dalam esofagus
dapat ditemukan larva yang berbentuk oval sebelum akhirnya memanjang dan
dilahirkan.
Mikrofilaria O.volvulus tidak memiliki sarung 285-368 m x 6-9 m dan 150-287
m x 5-7 m. Jarang ditemukan dalam peredaran darah perifer, umumnya
didapat di kelenjar limfe dan lapisan kulit dekat dengan nodul. Dapat juga
ditemukan pada stratum germinativum dan konjungtiva. MORFOLOGI

Cacing dewasa
Ukuran cacing jantan 200 40 mm x 0,13 0,21 mm
Ukuran cacing betina 330 500 mm x 0,27 0,4 mm
Berwarna keputih putihan
Ujung anterior : bulat tumpul dan terdapat papilla 1 lateral dan 4 submedian. Tidak terdapat
appendages.
Ujung posterior :
Bentuk jantan melengkung ke ventral, berakhir dalam bentuk bulbus
Bentuk betina melengkung ke ventral
Papilla jumlahnya variable ( perianal dan caudal)
Tidak terdapat alae

Cacing dewasa ini dapat ditemukan di jaringan kulit. Karena begitu panjang cacing betina
ini, sehingga melingkar- lingkar di kulit dan membentuk nodul
Mikrofilaria
Ukuran panjang 150 370 mikron dan lebar 5 9 mikron ( rata-rata panjang 290 mikron dan
lebar 7 mikron )
Ujung anterior tumpul membulat, tidak terdapat stylet
Ujung posterior mengecil secara mendadak dan ujungnya membengkok ( ekor runcing dan
bebas inti)
Inti sel pada ujung posterior not terminal ( ekor tidak berinti)
Gerakan lambat, berputar
Tidak bersarung
onchocerca volvulus
Mikrofilaria
Ukuran panjang 150 370 mikron dan lebar 5 9 mikron ( rata-rata panjang 290 mikron
dan lebar 7 mikron )
Ujung anterior tumpul membulat, tidak terdapat stylet
Ujung posterior mengecil secara mendadak dan ujungnya membengkok
( ekor runcing dan bebas inti)
Inti sel pada ujung posterior not terminal ( ekor tidak berinti)
Gerakan lambat, berputar
Tidak bersarung

Mansonella ozzardi adalah cacing silinder dan bilateral simetris. Ini adalah
organisme dengan pseudocoel, atau rongga tubuh palsu. Bagian luar parasit
disebut kutikula. Kutikula adalah lapisan pelindung yang dapat menahan
lingkungan yang keras di saluran pencernaan dari host manusia.
M. ozzardi dan nematoda lainnya memiliki otot memanjang yang berjalan di
sepanjang dinding tubuh. Mereka juga memiliki tali saraf dorsal, ventral, dan
longitudinal terhubung ke otot-otot longitudinal. Pada tahap dewasa Mansonella
ozzardi, betina lebih besar dari laki-laki. M. ozzardi adalah silinder dan cacing
bilateral simetris, dengan pseudocoel , atau rongga tubuh palsu. Eksterior

parasit, kutikula, adalah lapisan pelindung yang dapat menahan lingkungan yang
keras di saluran pencernaan dari host manusia. M. ozzardi dan nematoda lainnya
memiliki otot longitudinal yang berjalan sepanjang dinding tubuh. Mereka juga
memiliki dorsal, ventral, dan tali saraf longitudinal yang terhubung ke otot-otot
longitudinal.
Pada tahap dewasa M. ozzardi, perempuan lebih besar dari laki-laki.
d.latum
Cacing memiliki ukuran 2-12 m warna abu-abu kekuningan dengan bagian tengah berwarna
gelap (berisi uterusdan telur). Testis dan gld. Vitellaria terletak di lateral, ovarium di tengah
berlobus 2. Uterus berbentuk bunga di tengah dan membuka di ventral. Porus uterus terletak
disebelah porus genitalis. Telur keluar terus menerus di tinja dengan ukuran 67-71 x 40-51 .
Cacing dewasa memiliki beribu-ribu proglotid (bagian yang mengandung telur) dan
panjangnya sampai 450-900 cm. Telurnya dikeluarkan dari proglotid di dalam usus dan dibuang
melalui tinja. Telur akan mengeram dalam air tawar dan menghasilkan embrio, yang akan
termakan oleh krustasea (binatang berkulit keras seperti udang, kepiting). Selanjutnya krustasea
dimakan oleh ikan. Manusia terinfeksi bila memakan ikan air tawar terinfeksi yang mentah atau
yang dimasak belum sampai matang.
Ciri-ciri
Merupakan jenis cacing pita yang hidup sebagai parasit pada manusia, anjing, kucing

dan serigala.
Sebagai inang perantaranya adalah katak sawah (Rana cancrivora), ikan dan Cyclops.
Menyebabkan Diphyllobothriasis.
Daerah penyebarannya meliputi wilayah eropa, afrika, amerika utara dan jepang.

CacingDewasa :

a) Berwarnagading

b) Panjangsampai 10m

c) Terdiridari

3000-4000

prologtid;

tiapproogtidterdiridarialatkelaminjantandanbetina yang lengkap

Telur

a) Mempunyaioperculum

b) Berukuran 7045 mikron

Cacingdewasamemilikiberibu-ribuproglotid

(bagian

yang

mengandungtelur)

danpanjangnyasampai10

meter,

menempelpadadindingintestinumdenganscolex.Panjangscolexdenganlehernya

5-10

mm jumlahproglottidnyabisamencapai 3.000 ataulebih.Satucacingbisamengeluarkan


1.000.000

(satujuta)

telursetiapharinya.Telurnyadikeluarkandariproglotid

di

dalamususdandibuangmelaluitinja.Telurakanmengeramdalam
tawardanmenghasilkanembrio,

yang

air

akantermakanolehkrustasea

(binatangberkulitkerassepertiudang,

kepiting).

Selanjutnyakrustaseadimakanolehikan.Manusiaterinfeksibilamemakanikan

air

tawarterinfeksi yang mentahatau yang dimasakbelumsampaimatang.


Hymenolepis nana
1. A.

Morfologi

Telur Hymenolepis nana berbentuk oval atau bulat dengan ukuran 47 x 37 mikron,
memiliki dinding berupa dua lapis membran yang melindungi embrio heksakan di
dalamnya. Pada kedua kutub membran sebelah dalam, terdapat dua buah
penebalan dimana keluar 4-8 filamen halus. Adanya filamen inilah yang dapat
membedakan telur Hymenolepis nana dari Hymenolepis diminuta.

Hymenolepiasis nana disebabkan oleh Hymenolepis nana yang merupakan cacing


pita yang sangat pendek dengan ukuran panjang 25 40 mm dan lebar 0,1 0,5
mm, dengan jumlah proglotidnya mencapai 200 buah. Skoleks bulat dengan 4 batil
isap seperti mangkok, memiliki rostelum yang pendek dan refraktil, berkait kecil
dalam satu baris. Bagian lehernya panjang dan permukaannya halus. Strobila
dimulai dari proglotid muda yang sangat pendek dan sempit, belum terbentuk organ
genital, kearah distal semakin lebar dan pada ujung distal strobila membulat.
Proglotid dewasa berbentuk trapezium dengan lebar proglotid kira-kira 4 kali
panjangnya, mempunyai ovarium sebuah dan berlobus, mempunyai testis bulat
berjumlah 3 buah dengan porus genitalis unilateral. Pada proglotid gravid yang
berbentuk trapezium, mempunyai lebar 4 kali panjangnya serta uterus berbentuk
kantung yang berisi 80 180 butir telur. (Neva A and Brown HW, 1994 ;
Natadisastra D dan Agoes R, 2009). Hymenolepiasis nana merupakan penyakit
cacing pita yang disebabkan oleh Hymenolepis nana stadium dewasa maupun
stadium larva yang menginfeksi saluran usus manusia.
Hymenolepis nana
Cacing ini mempunyai ukuran terkecil jika dibandingkan dari golongan cestoda yang
ditemukan pada manusia,. Panjangnya kira-kira 25-40 mm dan lebarnya 1 mm. Ukuran
strobila biasanya berbanding terbalik dengan jumlah cacing yang ada dalam hospes.
Skoleks berbentuk bulat kecil, mempunyai 4 batil isap dan rostelum yang pendek dan berkaitkait. Bagian leher panjang dan halus. Strobila dimulai dengan proglotid imatur yang sangat

pendek dan sempit, lebih ke distal menjadi lebih lebar dan luas. Pada ujung distal strobila
membulat. Didalam proglotid gravid uterus membentuk kantong mengandung 80-180 telur.
Telur keluar dari proglotid paling distal yang hancur. Bentuknya lonjong, ukurannya 3047 mikron, mempunyai lapisan yang jernih dan lapisan dalam yang mengelilingi sebuah
onkosfer dengan penebalan pada kedua kutub, dari masing-masing kutub keluar 4-8 filamen.
Dalam onkosfer terdapat 3 pasang duri (kait) yang berbentuk lanset.

Hymenolepis nana

Ciri-ciri:
- Proglotid gravid punya banyak telur dan lubang kelamin di pinggir
- Proglotid matang punya 3 testis
- Bentuk proglotid trapesium
- Skoleks punya batil isap dan rostellum dengan kait

Hymenolepis nana
merupakan ukuran terkecil dari species cestoda.Cacing dewasa berukutan 24-40 mm dengan
scolex dapat ditemukan 4 buah alat penghisap berbentuk hemispheris serta rosetelum yang
terinvaginasi disekelilingi oleh saut baris kait-kait yang terdiri dari 20-30 buah.Scolex
berbentuk rhomboid dengan diameter 0,32 mm
Leher cacing ini panjang dan ramping diikuti strobila yang panjang yang biasanya
berbanding terbalik dengan jumlah cacing yang ada dalam hospesnya.strobils immature
segment pendek dan tidak lebar sedangkan mautr segment lebar.Mature segment memiliki
3 buah testes yang tersusun dalam saut garis dan genital pore nya terbuka
disebelah lateral strobilo terakhir mem bulat pada bagian posteriornya
Telur hymenolepis nana berukuran 30-47 u,dan berbentuk bulat ,dibagian dalam telur
terdapat 4 buah penebalan yang berlanjut sebagai 4 buah filament,nampak pula pada
oncosphere yang memilki 3 buah pasang kait-kait.Telur cacing ini keluar dari segment
terakhir yang mengalami disintegrasi.Telur hymenolepis nana bentuk lonjong
,mempunyai lapisan yang jernih dan lapisan dalm yang mengelilingi sebuah onkosfer
dengan penebalan pada kedua kutub,dari masing-masign kutub keluar 4-8 filamen.Dalam
onkosfer terdapat 3 pasang duri(kait) yang berbentuk lanset
Skoleks berbentuk bulat kecil, mempunyai 4 batil isap dan rostellum yang pendek dilengkapi
dengan satu deret kait berjumlah 20-30 kait yang berfungsi untuk melekatkan diri pada
permukaan mukosa intestin inang. Dibelakang kepala terdapat leher yang merupakan bagian
yang bersifat poliferatif untuk membentuk segmen-segmen baru. Strobila terdiri atas proglotidproglotid immature (segmen muda) mature (segmen dewasa) dan gravid, kurang lebih 200
segmen. Segmen dewasa (segmen mature) memiliki satu set alat reproduksi sendiri. Lubang
genital terletak unilateral, terdapat 3 testis dan 1 ovarium.

Ukuran strobila biasanya berbanding terbalik dengan jumlah cacing yang ada dalam
hospes.Strobila dimulai dengan proglotid imatur yang sangat pendek dan sempit, lebih ke distal
menjadi lebih lebar dan luas. Pada ujung distal strobila membulat. Didalam proglotid gravid
uterus membentuk kantong mengandung 80-180 telur.
Telur keluar dari proglotid paling distal (proglotid gravid) yang hancur. Bentuknya lonjong, mirip
buah lemon (ovoid) berukuran 30-47 mikron, mempunyai lapisan kulit yang terdiri dari dua
membran sebelah dalam dengan penebalan pada kedua kutub, dari masing-masing kutub keluar
4-8 filamen. Telur berisi embrio heksakan atau embrio dengan 3 pasang kait (onkosfer).
Penyerapan makanan melalui tegumen (bagian luar tubuh cestoda yang berfungsi absortif dan
metabolit) dan alat ekskresinya berupa sel api (flame cell)

Hymenolepis diminuta
A. Morfologi
1.

Telur

Bentuk relatif lebih bulat daripada telur Hymenolepis nana.

Ukuran 60 x 79 mikron

Dinding telur agak tebal, pada kutub-kutub menebal

Tidak memiliki filamen dari kutub-kutubnya

Berisi embrio heksakan (embrio dengan 3 pasang kait)

1. Dewasa

Panjang badan dapat mencapai 30 60 cm, lebar 3 5 mm.

Terbagi atas kepala (skolek), leher dan proglotid-proglotid.

Skolek memiliki 4 batil isap tanpa rostelum.

Proglotid terdiri atas proglotid immature mature dan gravid, kurang lebih

800 1000 segmen.


Hymenolepis diminuta
Cacing dewasa berukuran 20-60 cm mempunyai 800-1000 buah proglotid. Skoleks
kecil bulat, mempunyai 4 batil isap, dan rosteum tanpa kait-kait. Proglotid matang berukuran

0,8 x 2,5 mm. Proglotid gravid mengandung uterus yang berbentu kantong dan berisi
kelompok-kelompok telur. Apabila proglotid gravid lepas dari strobila, menjadi hancur dan
telurnya keluar bersama tinja. Telurnya agak bulat berukuran 60-79 mikron, mempunyai
lapisan luar yang jernih dan lapisan yang dalam yang mengeliilingi onkosfer dengan
penebalan pada 2 kutub, tetapi tanpa filamen. Onkosfer mempunyai 6 buah kait.
Cacing dewasa hidup di rongga usus halus. Hospes perantaranya adalah serangga
berupa pinjal dan kumbang tepung. Dalam pinjal, telur berubah menjadi larva sistiserkoid.
Bila serangga dengan sistiserkoid tertelan oleh hospes definitif maka larva menjadi cacing
dewasa di rongga usus halus.

Morfologi
Telur

: Ukuran 70-80m (lebih besar dari

H.nana).
Bentuk bulat, kulit sangat tebal bag luar
tipis degan garis siang dan bag dalam
sangat tebal berisi filamen.
Berisi embrio bulat degan 6 kait yang
tersusun seperti kipas.
Cacing dewasa : P = 10-60cm
L =3-5cm
Terdapat 800-900 segmen
Skoleks
: Bentuk seperti gada
Rostelum mengalami kemunduran dan
tidak berkait.
Dilengkapi alat isap berukuran kecil.
Progolotig : Bentuk matur segmen mirip dengan
segmen matur H.nana dengan P= 2,5
mm.
Segmen garnula terdapat uterus berbentuk
kantung yang dipenuhi oleh telur
Hymenolepis diminuta

Ciri-ciri:
- Proglotid matang punya 3 testis
- Bentuk proglotid trapesium
- Proglotid gravid mempunyai uterus dan telur
- Skoleks bulat

Diphyllobothrium latum

1. C.

Morfologi

1.

Telur
1.

Mempunyai overkulum

2.

Sel-sel telur

3.

Menetas dalam air korasidium

4.

Memerlukan 2 hospes perantara

5.

Hospes perantara I : Cyclops dan Diaptomus (golongan


udang)

6.

Berisi larva PROCERCOID

7.

Hospes Perantara II : ikan air tawar

8.

Berisi larva PLEROCERCOID atau SPARGANUM

Cacing dewasa
Panjang sampai 10 mm, 3000-4000 proglotid.
1. Skolek : seperti sendok, mempunyai dua lekuk isap

1. Proglotid
Lebar lebih panjang dari panjangnya
Lubang uterus di bagian tengah proglotid
Mempunyai lubang uterus
Uterus panjang berkelok-kelok membentuk roset.
Diphyllobothrium latum
A.2 Morfologi
Cacing dewasa yang keluar dari usus manusia berwarna gading atau kuning keabuan
merupakan cacing pita yang terpanjang pada manusia. Ukuran panjangnya 3 sampai
10 m dan terdiri dari 3000-4000 buah proglotid dengan tiap proglotid mempunyai alat
kelamin jantan dan betina yang lengkap. Alat kelamin jantan berakhir di cirrus yang
berotot pada lubang kelamin tunggal. Alat kelammin betina terdiri dari ovarium yang
simetris, berlobus dua, sebuah vagina yang berjalan dari lubang kelamin tunggal dan
sebuah uterus yang bermuara di lubang uterus di garis tengah ventral pada jarak
pendek di belakang lubang kelamin tunggal. Uterus yang hitam berkelok-kelok dan
menyerupai roset di tengah-tengah proglotid matang, adalah tanda yang khas yang
digunakan untuk diagnosis. Dari uterus yang melebar di proglotid gravid tiap hari
dikeluarkan 1 juta telur yang berwarna kuning tengguli ke dalam rongga usus.
Proglotid ini akan mengalami disintegrasi bila sudah selesai mengeluarkan telurtelurnya.
Scoleks yang kecil dan berbentuk buah badan (almond), dengan ukuran 2-3 x 1 mm,
mempunyai dua lekuk isap yang dalam dan letaknya dorsoventral. Telur cacing ini berukuran
55-76 x 41-56 mikron, mempunyai selapis kulit telur dengan operkulum yang tidak tampak

jelas pada satu kutub dan sering terdapat sebuah penebalan pada kutub lain seperti benjolan
kecil.

1. Taenia solium (cacing pita babi)


2. B.

Morfologi

Taenia solium
4. Cacing pita Taenia solium berukuran panjang kira-kira 2-4 meter dan kadng-kadang
sampai 8 meter. Cacing ini seperti cacing Taenia saginata, terdiri dari skoleks, leher
dan strobila, yang terdiri dari 800-1000 ruas proglotid. Skoleks yang bulat berukuran
kira-kira 1 milimeter, mempunyai 4 buah batil isap dengan rostelum yang mempunyai
2 baris kait-kait, masing-masing sebanyak 25-30 buah. Seperti Taenia saginata,
strobila terdiri dari rangkaian proglotid yang belum dewasa (imatur), dewasa (matur)
dan mengandung telur (gravid). Gambaran alat kelamin pada proglotid dewasa sama
dengan Taenia saginata kecuali jumlah folikel testisnya lebih sedikit, yaitu 150-200
buah. Bentuk proglotid gravid mempunyai ukuran panjang hampir sama dengan
lebarnya. Jumlah cabang uterus pada proglotid gravid adalah 7-12 buah pada satu sisi.
Lubang kelamin letaknya bergantian selang-seling pada sisi kanan atau kiri strobila
secara tidak beraturan. Proglotid gravid berisi kira-kira 30.000-50.000 buah telur.
3.

1.

Telur

Embriofor yang bergaris radial


Terdapat embrio heksakan
1. Skoleks
Cacing pita Taenia solium berukuran panjang kira-kira 2-4 meter dan kadang-kadang
sampai 8 meter. Cacing ini seperti cacing Taenia saginata, terdiri dari skoleks, leher
dan strobila, yang terdiri dari 800-1000 ruas proglotid. Skoleks yang bulat berukuran
kira-kira 1 milimeter, mempunyai 4 buah batil isap dengan rostelum yang mempunyai
2 baris kait-kait, masing-masing sebanyak 25-30 buah. Seperti Taenia saginata,
strobila terdiri dari rangkaian proglotid yang belum dewasa (imatur), dewasa (matur)
dan mengandung telur (gravid). Gambaran alat kelamin pada proglotid dewasa sama
dengan Taenia saginata kecuali jumlah folikel testisnya lebih sedikit, yaitu 150-200
buah. Bentuk proglotid gravid mempunyai ukuran panjang hampir sama dengan
lebarnya. Jumlah cabang uterus pada proglotid gravid adalah 7-12 buah pada satu
sisi. Lubang kelamin letaknya bergantian selang-seling pada sisi kanan atau kiri
strobila secara tidak beraturan. Proglotid gravid berisi kira-kira 30.000-50.000 buah
telur.
Taenia solium
(Pork tapeworm, Cacing pita babi)
Hospes definitif : Manusia
Hospes perantara : Babi dan manusia
Penyakit : - Cacing dewasa teniasis solium

- Larva sistiserkosis
Habitat : - Cacing dewasa dalam usus halus
- Larva dalam otot, otak, mata, hati
Distribusi geografik : Kosmopolit, terutama pada negara-negara yang penduduknya suka makan
daging babi kurang matang
Morfologi
1.Cacing dewasa :
- berbentuk pita terdiri atas :
- Kepala (skoleks)
- Leher (collum)
- Badan (strobila) : - proglotid immature
- proglotid mature
- proglotid gravida
- Panjang 2-4 m kadang-kadang 8 m
- Jumlah proglotid < 1000
2. Skoleks :
- Bulat, kecil 1 mm
- Mempunyai 4 batil isap dan
rostelum dengan 2 baris kait-kait

3. Proglotid gravida :
- Berbentuk segi empat, panjang > lebar
- Uterus mempunyai 7 12 cabang lateral
- Lubang genital di bagian lateral (unilateral)
- Lubang uterus tidak ada
4. Telur :
- Bentuk agak bulat
- (30 40) x (20 30) m
- Dinding bergaris radial
- Isi heksakan embrio
(embrio dengan 6 kait-kait)
5. Larva (sistiserkus selulose) :
- Gelembung
- - 1 cm
- Berisi cairan dan
skoleks dengan kait-kait

Taenia solium proglotid gravid


Ciri-ciri:
- Uterus 7-12 cabang
- Lubang kelamin di pinggir
- Tidak punya lubang uterus
Taenia solium merupakan cacing pita yang hidup dalam usus manusia (endoparasit). Secara umum, cacing
yang diklasifikasikan kedalam kelas cescota ini memiiki ciri-ciri umum sebagai berikut:

1.

Tubuh cacing ini pipih (Platy) seperti pita yang terdiri atas tiga bagian yaitu skoleks, leher, dan strobila

2.

Pada bagian skoleks Taenia solium terdiri atas sebuah rostelum yang dilengkapi kait-kait (hooks) dan
empat buah batil hisap (sucker)

3.

Strobila Taenia solium tersusun atas 800 sampai 1000 segmen (proglotida)

4.

Cacing ini tergolong sebagai hemaprodit yaitu individu yang berkelamin ganda (jantan dan betina)
dimana kedua organ kelaminnya berada pada setiap segmen.

5.

Taenia solium tidak memiliki organ pencernaan sehingga untuk memperoleh nutrisi yang dibutuhkannya
cacing ini mengambil dari inangnya dengan menggunakan bagian tubuhnya yang bernama tugumen.

6.

Sistem ekskresinya menggunakan terdiri dari collecting canal dan flame cell

7.

Babi merupakan inang antara dari Taenia solium dan manusia bertindak sebagai inang definitifnya

8.

Nama larva cacing Taeinia solium disebut Cysticercus cellulosae

9.

Sistiserkosis dan taeniasis merupakan penyakit yang disebabkan oleh infeksi Taenia solium

proglotid imatur bentuknya lebih melebar daripada memanjang, yang matur berbentuk mirip segi
empat dengan lubang kelamin terletak di bagian lateral secara berselang seling di bagian kiri dan
kanan proglotid berikutnya, sedang segmen gravid bentuknya lebih memanjang daripada melebar.
Proglotid gravid panjangnya 10-12 x 5-6 mm, dan uterus mempunyai cabang pada masing
masing sisi sebanyak 7 12 pasang. Segmen yang gravid biasanya dilepas secara berkelompok 56 segmen tetapi tidak aktif keluar dari anus. Proglotid gravid dapat mengeluarkan telur 30.000
50.000 butir telur. Telurnya berbentuk bulat atau sedikit oval (31 -43 mikro meter),mempunyai
dinding yang tebal, bergaris garis, dan berisi embrio heksakan berkait enam atau onkosfer. Telur
telur ini dapat tetap bertahan hidup di dalam tanah untuk berminggu minggu.

MORFOLOGI
Ciri-ciri telur

Bentuk agak bulat (30 40) x (20 30) m

Dinding bergaris radialIsi heksakan embrio


(embrio dengan 6 kait-kait)
Ciri-ciri cacing dewasa

berbentuk pita terdiri atas :


o Kepala (skoleks)
o Leher (collum)
strobila) :
proglotid immature,proglotid mature,proglotid gravida
o Panjang 2-4 m kadang-kadang 8 m
o Jumlah proglotid < 1000
Ciri-ciri larva

Gelembung
- 1 cm
Berisi cairan dan skoleks dengan kait-kait.

Taenia saginata (cacing pita sapi)


Taenia saginata proglotid gravid

Ciri-ciri:
- Percabangan uterus 15-20 per sisi
- Ada lubang kelamin di pinggir

2. Taenia saginata proglotid matang

Ciri-ciri:
- Ada glandula vitellaria di bagian bawah
- Struktur alat kelamin jantan dan betina lengkap
- Ovarium 2 lobus

Morfologi
Ciri Cacing Taenia Saginata
Serupa dengan jenis cacing lainnya, cacing ini memiliki ciri yaitu:
1. Panjang taenia saginata bisa mencapai 8 meter, hampir sepanjang saluran pencernaan manusia
dewasa. 2. Cacing pita ini berwarna putih pucat, tanpa mulut, tanpa anus dan tanpa saluran
pencernaan.
3. Badannya tidak berongga dan terdiri dari segmen-segmen berukuran 1X1,5 cm.
4. Taenia saginata bisa hidup sampai 25 tahun di dalam usus inangnya.
5. Jumlah telur lebih darilebih dari 100.000 di setiap segmen

Cacing pita Taenia saginata adalah salah satu cacing pita yang berukuran besar dan
panjang, terdiri dari kepala yang disebut skoleks, leher dan strobila yang merupakan
rangkaian ruas-ruas proglotid, sebanyak 1000-2000 buah. Panjang cacing 4-12 meter atau
lebih. Bentuk leher sempit, ruas-ruas tidak jelas dan didalamnya tidak terlihat struktur
tertentu.

1. Telur

Telur dibungkus embriofor, yang bergaris-garis radial, berukuran 30-40 x 20-30


mikron, berisi suatu embrio heksakan yang disebut onkosfer. Telur yang baru keluar
dari uterus masih diseliputi selaput tipis yang disebut lapisan luar telur. Sebuah
proglotid gravid berisi kira-kira 100.000 buah telur. Waktu proglotid terlepas dari
rangkaiannya dan menjadi koyak, cairan putih susu mengandung banyak telur
mengalir keluar dari sisi anterior proglotid tersebut, terutama bila proglotid
berkontraksi waktu gerak.
Skoleks
Skoleks hanya berukuran 1-2 milimeter, mempunyai empat batil isap dengan otototot yang kuat, tanpa kait-kait. Strobila terdiri dari rangkaian proglotid yang belum
dewasa (imatur) yang dewasa (matur) dan yang mengandung telur atau disebut
gravid. Pada proglotid yang belum dewasa, belum terlihat struktur alat kelamin yang
jelas. Pada proglotid yang dewasa terlihat struktur alat kelamin seperti folikel testis
yang berjumlah 300-400 buah, tersebar di bidang dorsal. Vasa eferensnya
bergabung untuk masuk ke rongga kelamin (genital atrium), yang berakhir di lubang
kelamin (genital pore). Lubang kelamin ini letaknya selang-seling pada sisi kanan
atau kiri strobila. Di bagian posterior lubang kelamin, dekat vas deferens, terdapat
tabung vagina yang berpangkal pada ootip.
Ovarium terdiri dari 2 lobus, berbentuk kipas, besarnya hampir sama. Letak ovarium
di sepertiga bagian posterior dari proglotid. Vitelaria letaknya di belakang ovarium
dan merupakan kumpulan folikel yang eliptik. Uterus tumbuh dari bagian anterior
ootip dan menjulur kebagian anterior proglotid. Setelah uterus ini penuh dengan
telur, maka cabang-cabangnya akan tumbuh, yang berjumlah 15-30 buah pada satu
sisinya dan tidak memiliki lubang uterus (porus uterinus). Proglotid yang sudah
gravid letaknya terminal dan sering terlepas dari strobila. Proglotid ini dapat
bergerak aktif, keluar dengan tinja atau keluar sendiri dari lubang dubur (spontan).
Setiap harinya kira-kira 9 buah proglotid dilepas. Proglotid ini bentuknya lebih
panjang dari pada lebar.

Taenia saginata memiliki Proglotid dengan Jumlah segmen mencapai 2000.


Dan Segmen matur panjangnya 3-4 kali lebarnya. Segmen gravida paling ujung
panjangnya 2 cm dan lebarnya 0,5cm. cacing ini juga mempunyai Lubang genital
berada didekat ujung posterior. Uterus pada segmen gravida berupa batang
memanjang ditengah segmen, bercabang lateral 15-30 di setiap sisi yang

memenuhi ruang segmen. Segmen gravida dilepaskan satu persatu dan dengan
kekuatan sendiri mampu bergerak keluar anus (Heru, 2002).
Morfologi dari telur cacing Taenia saginata yaitu berbentuk bulat, memiliki
ukuran 30-40 m. kulit sangat tebal, halus, dengan garis-garis silang. warna kulit
kuning gelap-coklat. isi terang abu-abu. Berisi masa bulat bergranula yang diliputi
dengan membran yang halus, dengan tiga pasang kait berbentuk lanset yang
membias, kadang-kadang telur berada mengambang didalam kantung yang
transparan (Heru, 2002).
Taenia saginata
Morfologi
1. Cacing dewasa :
- bentuk pita terdiri atas :
- Kepala (skoleks)
- Leher (collum)
- Badan (strobila) : - proglotid immature
- proglotid mature
- proglotid gravida
- Panjang 4 12 m, kadang-kadang 20 m
- Mempunyai 1.000 2.000 proglotid
2. Skoleks : - Bulat 1 2 mm
- Mempunyai 4 batil isap,
tanpa rostelum dan kait-kait
3. Proglotid gravida:
- Berbentuk segi empat, panjang > lebar
- Uterus mempunyai 15 30 cabang lateral
- Lubang genital di bagian lateral (unilateral)
- Lubang uterus tidak ada
4. Telur :
- Bentuk agak bulat
- (30 40) x (20 30) m
- Dinding bergaris radial
- Isi heksakan embrio (embrio dengan 6 kait-kait)
5. Larva (sistiserkus bovis) :
- Gelembung
- - 1 cm
- Berisi cairan dan skoleks tanpa kait-kait

Fasciola hepatica
Ciri-ciri:
- Bahu jelas
- Batil isap perut ukurannya sama dengan batil isap kepala
- Kepala bentuk kerucut
- Sekum, testis, vitellaria bercabang-cabang
Fasciola hepatica

Bersifat hermaprodit.

Sistem reproduksinya ovivar.


Bentuknya menyerupai daun berukuran 20 30 mm x 8 13 mm.

Mempunyai tonjolan konus (cephalis cone) pada bagian anteriornya.

Memiliki batil isap mulut dan batil isap perut.

Uterus pendek berkelok-kelok.

Testis bercabang banyak, letaknya di pertengahan badan berjumlah 2 buah


Cacing hati adalah Cacing sangat besar, dengan beberapa mencapai panjang sampai 30
milimeter dan lebar 13 milimeter. Cacing hati berbentuk seperti tombak atau berbentuk daun
dan memiliki duri di seluruh tubuh mereka. Mereka bervariasi dalam warna dan masingmasing cacing memiliki mulut kecil di salah satu ujung tubuhnya.
Cacing hati mempunyai ukuran panjang 2,5 3 cm dan lebar 1 - 1,5 cm. Pada bagian depan
terdapat mulut meruncing yang dikelilingi oleh alat pengisap, dan ada sebuah alat pengisap
yang terdapat di sebelah ventral sedikit di belakang mulut, juga terdapat alat kelamin. Bagian
tubuhnya ditutupi oleh sisik kecil dari kutikula sebagai pelindung tubuhnya dan membantu
saat bergerak
Fasciola hepatica dewasa dapat mencapai ukuran 3 x 1,3 cm dan tubuhnya di
tutupi dengan sisik. Cacing ini memiliki ujung posterior yang tumpul, tetapi
ujung anteriornya membentuk bangunan yang dinamakan conicle projection.
Dapat di temukan dua buah super. System pencernannya terdiri dari faring
yang berlanjut dengan esofagus yang pendek akhir yang menjadi ceca yang
bercabang 2 di dekat acetabulum. Cacing ini hemaprodit dengan alat
reproduksi jantang terdiri dari dua buah testes yang bercabang-cabang di
bagian anterior dan pterior tubuh. Sedangkan alat reproduksi betina terdiri
dari satu ovarium yang terletak di anterior tubuh berbentuk lobus yang di
kelilingi viterallia dan uterus, bermuara di genita pore .
Pada spesies Fasciola hepatica, cacing dewasa berwarna coklat abu-abu dengan bentuk seperti
daun, pipih, melebar dan lebih melebar keanterior dan berakhir dengan tonjolan berbentuk conus.
Ukuran tubuh cacing dewasa dapat mencapai panjang 30 mm dan lebarnya 13 mm. Mempunyai
batil isap mulut (oral sucker) dan batil isap perut (ventral sucker) yang besarnya hampir sama.
Ciri-ciri Fasciola Hepatica Fasciola Hepatica hidup pada saluran empedu hewan
ternak. Tubuh berbentuk seperti daun yang membulat pada ujung depan dan
lancip pada ujung belakang. Panjang tubuh sekitar 30 mm. alat hisap depan
dikelilingi oleh mulut. Mulut dilengkapi dengan faring dan esophagus. Cacing
ini memiliki saluran pencernaan yang hanya memiliki satu lubang sebagai
mulut dan sekaligus sebagai anus.

Fasciola hepatica mempunyai ukuran panjang tubuh antara 20 dan 30 mm.


Bentuk cacing dewasa pipih seperti daun yang mempunyai tonjolan khas
didaerah anterior (chepalic alae), sehingga memberi gambaran seperti bahu.
f.hepatica panjang tubuh cacing dewasa antara 20-30 mm dan lebar badan
antara 8-13 mm. Cacing berbentuk pipih seperti daun, mempunyai tonjolan khas
di daerah anterior ( Cephalia cone ) dan gambaran seperti bahu (Shoulder); Telur
berbentuk lonjong, berukuran panjang 130-150 mikron dan lebar 63-90 mikron,
mempunyai operkulum; Cacing dewasa berwarna coklat abu-abu
Fasciolopsis buski
Morfologi
Cacing dewasa :

- Bentuk ovoid berwarna kemerahan


- Ukuran (20 75) x ( 8 20) x (1 3) mm
- Mempunyai dua batil isap
- Batil isap mulut < batil isap perut
- Testes bercabang-cabang, atas bawah
- Ovarium bercabang-cabang di atas testis
- Kelenjar vitalaria di bagian lateral
- Sekum tidak bercabang
- Uterus berkelok kelok
- Anus tidak ada
Telur :
- Bentuk lonjong
- Mempunyai operkulum
- Dinding transparant
- Ukuran (130 140) x (80 85) m
- Isi sel telur (unembryonated)

Cacing dewasa berukuran 2,0 - 7,5 x 0,8 - 20 cm, memiliki oral sucker yang
kecil dan duri-duri kecil. Ovariumnya bercabang di pertengahan tubuh dan
testesnya bercabang di bagian tengah posterior tubuh.

Schistosoma japonicum
Morfologi :
1. Cacing dewasa
- berwarna kelabu atau putih kehitam-hitaman
- kutikula halus (tidak ada tonjolan pada kulit)
- mempunyai batil isap mulut dan batil isap perut
* Cacing jantan
- panjang 0.9 2,2 cm (rata-rata 1,5 cm)
- bentuk seperti daun yang terlipat
- mempunyai canalis gynaecoporus
- mempunyai 6 8 testes (rata-rata 7)
* Cacing betina
- panjang 1,3 2,6 cm (rata-rata 1,9 cm)
- bentuk filariform
- ovarium terletak pada pertengahan badan
- uterus berisi 50 100 butir telur
2. Telur :
- bentuk oval
- (55 85) x (45 75) m
- tidak mempunyai operkulum
- terdapat benjolan kecil
pada bagian lateral
- berisi mirasidium
Patologi dan gejala klinis
Kelainan dan gejala kilnis dapat disebabkan oleh serkaria, cacing dewasa dan telur. Serkaria pada
saat menembus kulit menyebabkan kemerahan kulit dan rasa gatal (urtikaria), di hati terjadi
peradangan akut (stadium I). Cacing dewasa yang meletaktan telurnya menyebabkan trauma dan
perdarahan pembuluh darah dan jaringan sekitarnya (stadium II). Telur yang terdapat di dalam

jaringan/hati menyebabkan terjadinya pseudo-abses disusul dengan pembentukan pseudo-tuberkel


dan jaringan ikat (stadium III).
Gejala klinis
1. Stadium I : Urtikaria, demam, pembesaran hati dan eosinofilia
2. Stadium II ( Stadium akut) :
Sindroma disentri (diare, sakit perut)
3. Stadium III (stadium menahun):

Schistosoma japonicum jantan panjangnya 1,5 cm, tubuhnya lebih


besar atau gemuk,, memiliki 6-8 buah testis, memiliki batil isap kepala
dan batil isap perut, intergumen halus , kanalis ginekoforus.
*
Schistosoma japonicum betina panjangnya 1,9 cm, tubuh lebih
langsing dari jantan, ovarium di tengah, uterus berisi telur, kelnjar
vitelaria di pasterios , terletak dalam kanalis ginekoforus cacing jantan.
*
Telurnya berukuran 90 x 70 mikron, memiliki duri kecil , berisi
mirasidium.
Secara klinis penyakit schistosomiasis japonica dapat dibagi dalam tiga stadium :
Stadium I.
Stadium invasi dan permulaan migrasi; Stadium akut dan stadium toksemia (termasuk
dalam masa tunas biologik).
Stadium II.
Stadium bertelur.
Stadium III.
Stadium menahun dengan terja- dinya perubahan patologis yang menetap yaitu
dengan
terjadinya fibrosis. Kelainan
hati
yang
terdapat
pada
penyakit
schistosomiasis japonica dapat ditemukan pada stadium I, II dan III. Pada stadium akut dan
stadium toksemia, kelainan hepatitis terutama disebabkan oleh karena reaksi
hipersensitif yang terjadi berdasarkan hasil metabolik yang dikeluarkancacing dewasa. Pada
stadium ini hati teraba membesar (hepatomegali) dan terasa nyeri pada penekanaan. Pada
stadium II, dengan diletakannya telur dalam hati maka hepatitis menjadi lebih berat. Mulai
dibentuk granuloma di sekitar telur yang terutama terdiri dari sel eosinofil yang se bagian
telah mengalami nekrosis. Splenomegali yang terdapat pada stadium ini merupakan tipe yang
tidak spesifik, dengan infiltrasi fokal sel eosinofil yang padat.
Pada stadium III, kelainaan patologi hati dan gambaran klinisnya dapat dibagi dalam
tiga tahap, yang berhubungan erat sekali dengan fibrosis serta komplikasi yang timbul.
Tahap hepatosplenik.
Tahap splenomegali.
Tahap akhir dengan adanya ascites.
Cacing dewasa menyerupai Schistosoma mansoni dan S. haematobiumakan tetapi tidak
memiliki integumentary tuberculation. Cacing jantan, panjang 12-20 mm, diameter 0,500,55 mm, integument ditutupi duri-duri sangat halus dan lancip, lebih menonjol pada daerah

batil isap dan kanalis ginekoporik, memiliki (6-8) buah testis. Cacing betina, panjang 26
mm dengan diameter 0,3 mm. Ovarium dibelakang pada pertengahan tubuh, kelenjar
vitellaria terbatas di daerah lateral bagian posterior tubuh. Uterus merupakan saluran yang
panjang dan urus berisi 50-100 butir telur.
Telur berhialin, subsperis atau oval dilihat dari lateral, dekat salah satu kutub
terdapat daerah melekuk tempat tumbuh semacam duri rudimenter (tombol); berukuran (70100) (50-65) m. khas sekali, telur diletakkan dengan memusatkannya pada vena kecil pada
submukosa atau mukosa organ yang berdekatan. Tempat telur s. japonicum biasa pada
percabangan vena mesenterika superior yang mengalirkan darah dari usus halus
(Natadisastra, 2005).
Telur-telur cacing Schistosoma japonicum lebih besar dan lebih bulat disbanding
jenis lainnya, berukuran panjang 70 100 mm dan lebarnya 55 64 mm. Tulang belakang di
telur S. japonicum lebih kecil dan kurang mencolok dibandingkan spesies lainnya.
Cacing dewasa, menyerupai S. mansoni dan S. haematobium akan tetapi tidak memiliki integumentary
tuberculation. Cacing jantan, panjang 12-20 mm, diameter 0,50-0,55 mm. integument ditutupi duri-duri
sangat halus dan lancip, lebih menonjol pada daerah batil isap dan kanalis ginekoporik, memiliki 6-8 buah
testis.
Cacing betina panjang 26 mm dengan diameter 0,3 mm. Ovarium dibelakang pada pertengahan tubuh,
kelenjar vitellaria terbatas si daerah lateral; pada bagian posterior tubuh. Uterus merupakan saluran
panjang dan lurus berisi 50-100 butir telur.
Telur.
Berhialin, subsperis/oval dilihat dari lateral, dekat salah satu kutubnya terdapat daerah melekuk
tempat tumbuh semacam duri rudimenter (tombol) . telur berukuran 70-100 x 50-65 m.
Telur khas diletakkan dipusatkan pada vena kecil pada submukosa atau mukosa organ yang
berdekatan. Tempat telur S. japonicum biasa pada percabangan vena mesentrica superior yang
mengalirkan darah dari usus halus. Telur keluar menembus submukosa dan mukosa, kemudian
dibebaskan ke dalam lumen usus bersama-sama darah. Tebalnya dinding dan jaringan parut pada mukosa
usus merupakan penghambat bagi telur untuk menembus jaringan tersebut sehingga ini merupakan
saringan dari dinding usus.

s.haematobium
Cacing dewasa jantan berukuran kira-kira 1,3 cm dan yang betina kira-kira 2,0 cm. Hidupnya di
vena panggul kecil, terutama di vena kandung kemih.
Telur ditemukan di urin dan alat-alat dalam lainnya, juga di alat kelamin dan rektum.

1.
1.

Telur

Telur berukuran 145 x 60 mikron, duri di ujung, berisi mirasidium, telur berwarna
coklat kekuningan.

1. Serkaria
Bentuk badan ovoid memanjang
Memiliki ekor bercabang

1. Cacing dewasa
Cacing jantan panjang 1,3 cm, gemuk, memiliki 3-4 buah testis,
memiliki kanalis ginekoporus, memiliki 2 batil isap berotot yang
ventral lebih besar.
Cacing betina panjang 2 cm, langsing, batil isap kecil, ovarium
terletak posterior dari pertengahan tubuh, uterus panjang berisi 2030 telur.
Cacing jantan gemuk, berukuran 10-15 x 0,8-1 mm, ditutupi integument tuberkulasi kecil, memiliki dua
batil isap berotot, yang ventral lebih besar. Di belakang batil isap ventral, melipat ke arah ventral sampai
ekstremitas kaudal, membentuk kanalis ginekoporik. Persis di balakang batil isap ventral terdapat 4-5 buah
testis besar. Porus genitalis tepat dibawah batil isap ventral.
Cacing betina panjang silindris, ukuran 20 x 0,25 mm, batil isap kecil, ovarium terletak posterior dari
permukaan tubuh. Uterus panjang sekitar 20-30 telur berkembang pada satu saat dalam uterus. Oviposisi
biasa terjadi dalam venule kecil pada vesica urinaria dan pelvicus seperti venule rectalis. Tempat-tempat
ektopik ditemukan pada kelenjar prostat dan jaringan subkutan lipat paha dan scrotum, jaringan kulit
sekitar umbilicus, conjunctiva dan kelenjar lakrimalis. Telur dapat menembus dinding pembuluh darah
menembus mukosa sampai ke lumen bersama darah yang keluar dari luka, keluar bersama urine terutama
pada akhir miksi atau pada tinja disentri.
Morfologi telur Schistosoma haematobium
Berwarna coklat kekuningan, memiliki duri terminal, transparan, berukuran 112-170 x 40-70 m. pada siput
yang sesuai dalam 4-8 minggu terbentuk sporokista generasi pertama dan kedua, akhirnya akan menjadi
serkaria yang setiap hari akan lolos dari tubuh siput secara berkelompok selama beberapa minggu atau
bulan, setelah meninggalkan siput serkaria berenang aktif mencari hospes. Serkaria kontak dengan kulit,
air menguap, menembus kulit, ekornya dilepaskan. Keadaan hidup bebas ini tidak lebih dari 3 hari
(biasanya 24 jam atau kurang), selama dapat bertahan tidak makan. Kemudian menembus ke bawah
permukaan epidermis dengan lincah dalam waktu kurang dari 30 menit. Biasanya dalam 1-2 hari, larva
telah sampai venule perifer, terbawa ke jantung kanan, masuk ke dalam pembuluh darah pulmoner.
Menjelang dewasa memerlukan waktu 20 hari sejak penetrasi ke dalam kulit. Mereka masuk ke dalam
vena mesentrica inferior, tinggal dan matang dalam vena rektalis, akan tetapi biasanya bermigrasi melalui
vena haemorroidalis dan vena pudendalis menuju vena vesicalis dan plexus pelvicus, mereka sampai
dalam waktu 3 bulan setelah menembus kulit. Periode prepaten biasanya memerlukan waktu 10-12
minggu.

Schistosoma mansoni
Ciri-ciri:
- Ada oral dan ventral sucker
- Testis 8-9 jelas di belakang ventral sucker
- Jantan ada duri-duri besar/kasar
- Betina berada di dalam jantan, berisi telur

1.
1.

Telur

Ukuran 150 m
Bentuknya oval , dengan salah satu kutubnya membulat dan yang
lain lebih meruncing
Spina lateral terletak dekat dengan bagian yang membulat besar
dan berbentuk segitiga
Kulit tipis sangat halus
Berwarna kuning pucat
Berisi embrio besar bersilia, diliputi membran (kulit dalam)

1. Serkaria
Bentuk badan ovoid memanjang
Memiliki ekor bercabang
1. Cacing dewasa
Cacing jantan panjang 1 cm, gemuk, memiliki 6-9 buah testis,
pinggir lateral saling mengunci oleh duri acuminate, dimana pada
tempat ini lebih panjang dari tempat lain, memiliki kanalis
ginekoporus
Cacing betina panjang 1,4 cm, langsing, integumen terdapat duriduri terutama pada ujung tubuh, letak ovariumdi anterior
pertengahan tubuh, kelenjar vitellaria memenuhi pinggir lateral dari
pertenganhan tubuh, uterus merupakan saluran yang pendek berisi
1-4 butir telur
Morfologi cacing jantan panjangnya 6,4-12 mm, tuberkulasi jelas, duri kasar, testis 6-9 buah, pinggir lateral
saling mengunci oleh duri acuminate, pada tempat ini lebih panjang dari tepat lain. Cacing betina
panjangnya 7,2-17 mm, letak ovarium di anterior pertengahan tubuh, kelenjar vitellaria memenuhi pinggiran
lateral dan pertengahan tubuh, uterus pendek diisi beberapa butir telur (1-4 butir)
Gambar 7. Cacing dewasa Schistosoma mansoni
Telur

Berukuran 114-175 x 45-68 m, berwarna coklat kekuningan, transparan, dekat salah satu kutubnya
terdapat duri lateral yang spesifik. Telur menghasilkan enzim untuk memudahkan keluar melewati jaringan
masuk ke dalam lumen usus. Telur sudah matang, akan segera pecah setelah kontak dengan air karena
sifatnya yang menyerap air.

Toxoplasma gondii
Takizoit
Ciri-ciri
: Bentuk takizoit menyerupai bulan sabit dengan ujung yang runcing dan ujung lain agak membulat
. Ukuran panjang 4-8 mikron, lebar 2-4 mikron dan mempunyai selaput sel, satu inti yang terletakdi
tengah bulan sabit dan beberapa organel lain seperti mitokondria dan badan golgi .
Tidak mempunyai kinetoplas dan sentrosom serta tidak berpigmen. Bentuk ini terdapat di dalam
tubuh hospes perantara seperti burung dan mamalia termasuk manusia dan kucing sebagai hospes
definitif.
Takizoit ditemukan pada infeksi akut dalam berbagai jaringan tubuh.
Kista
Di otak bentuk kista lonjong atau bulat, tetapi di dalam otot bentuk kista mengikuti bentuk selotot.Kista
ini merupakan stadium istirahat dari T. gondii.Menurut Levine (1990), pada infeksi kronis kista dapat
ditemukan dalam jaringan organ tubuh dan terutama di otak.