Anda di halaman 1dari 27

Mengenal Zat Kimia dalam Kosmetik

Pasti sudah banyak yang mengetahui zat-zat kimia berbahaya yang mungkin ada dalam produk
kosmetik. Akan tetapi, terkadang masih ada kesulitan dalam mengenalinya ketika kita membaca
komposisi yang tertera pada label produk. Jadi, penting bagi kita untuk mengetahui apa saja zat
tersebut, nama lain zat itu, macam bentuk, bahaya dan guna zat tersebut.
Pertama...
Biasakanlah untuk selalu membaca komposisi dari setiap produk kosmetik yang kamu beli.
Produsen yang baik akan menuliskan komposisi (ingredients) dengan huruf yang tidak terlalu
kecil ataupun tidak terlalu rapat. Walau begitu, tetap saja ada yang menuliskannya dengan huruf
yang kurang jelas. Yang bisa kita lakukan adalah berusaha untuk tetap membacanya, carilah
tempat dengan pencahayaan yang cukup.

Produsen yang baik, menulis semuanya dengan jelas!

Kedua...
Ketahui maksud dari cara penulisan komposisi.
Walaupun dalam komposisi tidak tertera sebanyak apa zat tertentu dimasukkan, tetapi itu bisa
kita reka-reka dengan melihat urutan zat tersebut dalam komposisi. Ada aturan yang
mengharuskan penulisan komposisi haruslah berurut dari yang terbanyak hingga yang paling
sedikit. Jadi, misalnya dan komposisi produk kosmetik ini:
Komposisi/Ingredients: Water - Cyclopentasiloxane - Isohexadecane - Isopropyl Palmitate Pathenol - Poloxamer 184 - Dipotassium Phosphate - Potassium Phosphate - Green 6 - Sodium
Chloride - Polyaminopropyl Biguanide
(Ingredients of Maybelline Makeup Remover Eye & Lip)

Nah, dari urutan penulisan seperti itu kita dapat mengambil kesimpulan bahwa kandungan air di
dalam produk tersebut lebih tinggi ketimbang Cyclopentasiloxane (silikon) dan Pathenol
(alkohol).
Ketiga...
Pelajari bermacam-maca bentuk zat kimia yang biasa ada dalam produk kosmetik. Berikut ini
adalah beberapa produk kosmetik yang biasa ada dalam produk kosmetik:
1. PARABEN
Paraben bukanlah nama satu zat kimia melainkan nama kelompok suatu zat kimia yang biasa
digunakan sebagai pengawet. Paraben ini sangat murah, sehingga membuat beberapa produsen
kosmetik tetap menggunakannya. Paraben biasanya digunakan untuk mengawetkan bahan-bahan
alami dalam produk kosmetik.
Bentuk-bentuk paraben yang biasa kita temui dalam produk kosmetik antara lain:
- Methylparaben
-Propylparaben
-Ethylparaben
-Butylparaben

Methylparaben dalam bentuk naturalnya bisa ditemui di dalam buah blueberry, di mana paraben
berguna sebagai antimicrobial.
Meski begitu, paraben menimbulkan beberapa masalah bagi kesehatan manusia, di antaranya
adalah:
-Alergi. Bagi banyak orang, paraben tidaklah menimbulkan alergi. Tetapi untuk sebagian orang,
paraben menimbulkan masalah pada kulit. Kulit menjadi iritasi dan bisa timbul dermatitis.
-Kanker payudara. Dalam kasus kanker payudara, sering ditemukan zat paraben dalam jumlah
besar di jaringan kanker. Ini mengindikasikan bahwa paraben mungkin saja juga salah penyebab
dari kanker payudara.
-Mengganggu hormon, terutama hormon estrogen. Dalam penilitian yang menggunakan hewan,
hormon estrogen menurun drastis ketika hewan yang bersangkutan terpapar paraben setelah
beberapa lama.
2. ALKOHOL
Alkohol biasa digunakan untuk mencampur atau mengencerkan senyawa kimia. Alkohol pun
berguna sebagai pengawet, menggantikan paraben yang berbahaya bagi kesehatan. Alkohol atau
alkanon memiliki beberapa bentuk, sehingga dalam penulisan komposisi suatu produk mungkin
saja kita tidak menemukan alkohol di dalamnya tetapi bentuk lain dari alkohol. Dalam bahasa
kimia, senyawa alkohol ditulis dengan akhiran -nol. Jadi, jika kamu menemukan suatu zat kimia
berakhiran -nol sudah dapat dipastika itu adalah alkohol.

Bentuk alkohol yang biasa ditemukan dalam produk kosmetik adalah:


-Cetyl alcohol (emollient)
-Panthenol (emollient)
-Benzyl alcohol (emollient)
-Etanol
Bentuk alkohol yang dilabeli emollient adalah bentuk alkohol yang "ramah", dalam arti, ia tidak
bertindak sebagai pengencer melainkan sebagai moisturizer. Sedangkan etanol, ia adalah jenis
alkohol untuk mengencerkan, bagi beberapa orang ketika kulitnya terpapar etanol akan terasa
panas. Ini salah satu masalah yang bisa ditimbulkan dari alkohol pengencer. Tidak heran, karena
zat-zat ini bisa juga jadi bahan bakar kendaraan ramah lingkungan lho...
3. ACID
Acid, atau asam dalam Bahasa Indonesia. Ini adalah salah satu zat yang paling sering ditemukan
dalam produk kosmetik. Berikut ini adalah beberapa bentuk acid yang sering kita temui:
- Stearic acid
Gunanya adalah untuk membersihkan dan menciptakan tekstur yang greasy.
- Sorbic acid
Ini adalah antimicrobial agent.
- Citric acid
Untuk mengontrol pH dalam produk yang berbentuk krim atau gel.
4. SILICONE
Silikon adalah salah satu zat yang berguna untuk melindungi kulit dari terpaan sinar matahari. Ia
juga membantu kulit atau rambut kita terasa tetap lembut. Zat silikon biasanya berakhiran
-siloxane. Ada beberapa jenis silikon yang biasa kita temui dalam produk kosmetik.
- Cyclopentasiloxane
The best one. Banyak produk kecantikan dan perawatan rambut yang menggunkan silikon
jenis ini)

1.Air
Air ini menguntungkan produk kosmetik dengan cara membantu menyebarkan
produk dan menyampurkan bahan dasar lain ke dalam larutan. Hal tsb juga mengisi
ulang kelembaban ke dalam kulit,air juga penting untuk sebagian besar sel-sel
dalam kulit kita.
2.Emolients (Bahan Berlemak)

Emolien membantu dalam penyebaran produk dan membantu melumasi kulit dan
mengisi kekosongan untuk memberikan penampilan kulit yang halus.
3.Surfaktan
Fungsi surfaktan adalah mengurangi tegangan permukaan antara kulit dan
produk,hal tsb memungkinkan kinerja kosmetik menjadi lebih baik. Surfaktan
menjadi 2 : Deterjen yang menagngkat kotoran dan minyak dari kulit,Dan
Emulfisier yang menyimpan air dan minyak dicampur dalam produk.
4.Texturizers/thickeners
Pengental dan Texturizers berfungsi untuk memberikan konsistensi kepada produk
seperti gel,memungkinkan penyebaran lebih mudah dan konsisten.
5.Fragrance
Wewangian yang digunakan dalam kosmetik sebagian besar untuk efek sensorik
mereka daripada fungsinya. Wewangian tidak diperlukan untuk efektivitas produk
dan merupakan penyebab paling umum dari reaksi alergi.
6.Preservatives
Pengawet menjaga bakteri keluar dari produk dan menghentikan perubahan kimi
dari terjadi yang menghambat efektivitas kosmetik.
7.Colour Agents
Colour Agents menambah warna produk dan menimbulkan efek kosmetik.
Contoh : warna spesifik eyeshadow,blush,dll.
8.Humectants(Hydrators/Moisturizers)
Humektan mengambil air ke permukaan kulit,membantu untuk memastikan hidrasi
kulit yang sehat. Kebanyakan pelembab adalah kombinasi antara humektan dan
emolien.
- See more at: http://sukasukastore.com/berita/detail/fungsi-dan-penggunaan-bahan-kosmetik4479.html#sthash.Oyu1HNRx.dpuf

Tentang DIISOSTEARYL dimer DILINOLEATE: Diisostearyl Dimer Dilinoleate adalah


diester
dari
isostearil
alkohol
dan
asam
Dilinoleic
(q.v.).
Fungsi (s): Skin-Conditioning Agent - oklusif; YG MELUNAKKAN; KULIT CONDITIONING
Sinonim (s): DIISOSTEARYL DILINOLEATE; DIISOSTEARYL dimerat; DIISOSTEARYL
ESTER dimer ACID; Dimer ACID, DIISOSTEARYL ESTER; BIS (16-METIL-1HEPTADECANOL) 9,12-OCTADECADIENOIC ACID dimer ESTER; DIISOSTEARYL
DILINOLEATE; DIISOSTEARYL dimer; DILINOLEIC ACID, DIISOSTEARYL ESTER

Polyethylene Glycol (PEG) -6, -8, dan -20 Sorbitan Beeswax yang teretoksilasi turunan dari
Beeswax yang berfungsi sebagai surfaktan dalam formulasi kosmetik. Hanya PEG-20 sorbitan
Beeswax saat ini dilaporkan untuk digunakan, pada konsentrasi hingga 11%. Sedikit data tentang
bahan PEG Sorbitan Beeswax yang tersedia. penilaian keamanan ini diandalkan data yang
tersedia dari penilaian keselamatan sebelumnya Beeswax, Synthetic Beeswax, Sorbitan Ester,
PEG, dan PEG Sorbitan ester asam lemak, juga dikenal sebagai polisorbat. Ester linkage dari
ester asam lemak PEG Sorbitan dihidrolisis setelah pemberian oral, dan bagian PEG Sorbitan
buruk diserap dari saluran pencernaan. Sorbitan Stearate dihidrolisis menjadi asam stearat dan
anhidrida sorbitol pada tikus. PEG yang mudah diserap melalui kulit yang rusak dan berkaitan
dengan dermatitis kontak dan toksisitas sistemik pada pasien luka bakar. PEG tidak kepekaan
untuk kulit normal. PEG tidak menyebabkan toksisitas reproduksi, atau diuji PEG mutagenik
atau karsinogenik. Sorbitol bukan racun reproduksi atau perkembangan dalam studi
multigenerasi pada tikus. Baik Beeswax atau sintetis Beeswax dihasilkan toksisitas yang
signifikan akut hewan, iritasi mata, iritasi kulit, atau kepekaan kulit. Polisorbat tidak
menghasilkan efek akut atau jangka panjang, umumnya tidak menjengkelkan atau kepekaan, dan
karsinogenik, meskipun penelitian memang menunjukkan peningkatan aktivitas karsinogen
kimia. Sorbitan ester asam lemak yang relatif tidak beracun melalui konsumsi, umumnya tidak
kulit iritasi atau sensitizer, dan tidak mutagenik atau karsinogenik. Sorbitan laurat adalah
cocarcinogen dalam studi tikus kulit-lukisan. PEG-6 Sorbitan Beeswax disampaikan melalui
saluran perut adalah tidak beracun pada tikus dalam studi akut. Murni PEG-6 Sorbitan Beeswax
adalah tidak menimbulkan iritasi mata kelinci dan tidak menyebabkan iritasi pada kulit utuh dan
terkelupas kelinci. PEG-20 sorbitan Beeswax hanya minimal mengiritasi mata kelinci pada
konsentrasi setinggi 30%, dan tidak iritasi kulit yang signifikan pada kelinci terkena produk
dengan PEG-20 sorbitan Beeswax di 2%. Dalam uji klinis, PEG-6 dan -20 Sorbitan Beeswax
pada konsentrasi hingga 3% hanya minimal menjengkelkan dan nonsensitizers. pertimbangan
cermat dibuat dari data pada cocarcinogenesis, tetapi tingkat eksposur yang tinggi, frekuensi
tinggi paparan, dan tidak adanya dosis-respons menyebabkan kesimpulan bahwa tidak ada risiko
cocarcinogenesis dengan penggunaan bahan-bahan ini dalam formulasi kosmetik. Dengan
demikian, bahan ini dianggap aman untuk digunakan dalam formulasi kosmetik di bawah
praktek sekarang digunakan.

1. Lilin
Komponen ini merupakan bahan perekatnya yang akan menghasilkan
struktur kristal yang kuat. Hal ini merupakan unsur utama untuk membuat
lipstik yang baik. Malam yang paling umum digunakan adalah Candelilla,
Carnauba dan Beeswax. Semuanya adalah malam alami. Candelilla dan
Carnauba akan menghasilkan perekatan dan kilau yang kuat. Tetapi jika
terlalu banyak akan membuat lipstik menjadi rapuh, mudah patah. Beeswax
sangat baik untuk mencegah kerutan. Konsentrasi malam dalam produk
dapat bervariasi tergantung pada seberapa padat produk akhirnya dan
berapa harganya. Biasanya berkisar antara 10-25% tergantung pada
kekerasan dan titik lebur malam yang dipilih. Pengurangan jumlah malam
akan membawa produk lebih ke arah jenis lip gloss (Hudayanti, 2009).
Misalnya : carnauba wax, paraffin waxes, ozokerite, beeswax, candelllila
wax, spermaceti, ceresine. Semuanya berperan pada kekerasan lipstik
(Tranggono, 1998).
2. Minyak
Fase minyak dalam lipstik dipilih terutama berdasarkan kemampuannya
melarutkan zat-zat warna oesin. Misalnya, minyak castor, tetrahydrofurfuryl
alcohol, fatty acid alkylolamides, dihydric alcohol beserta monoethers dan
monofatty acid esternya, isopropyl myristate, butyl stearate, paraffin oil.
Pelarut utama dalam lipstik yaitu minyak. Biasanya adalah minyak kastor
yang merupakan minyak nabati. Tetapi tergantung pada jenis produknya,
dapat juga berupa minyak mineral atau minyak lanolin atau juga pelarut lain
yang akan bercampur dengan baik dengan komponen lain serta pewarnanya.
Konsentrasi komponen lain dihitung dari jumlah pelarut utama yang
digunakan. Selain itu yang perlu diketahui juga adalah produk yang
menggunakan minyak mineral akan kurang berkilau dibandingkan dengan
yang menggunakan minyak nabati (Hudayanti, 2009).
3. Lemak
Misalnya:krim kakao, minyak tumbuhan yang sudah dihidrogenasi (misalnya
hydrogenated castor oil), cetyl alcohol, lanolin (Tranggono, 1998).
4. Acetoglycerides
Direkomendasikan untuk memperbaiki sifat thixotropik batang lipstik
sehingga meskipun temperatur berfluktuasi, kepadatan lipstik konstan
(Tranggono, 1998).
5. Zat-zat pewarna (Coloring agents)
Zat pewarna yang dipakai secara universal di dalam lipstik adalah zat warna
eosin yang memenuhi dua persyaratan sebagai zat warna untuk lipstik, yaitu
kelekatan pada kulit dan kelarutannya dalam minyak. Pelarut terbaik untuk
eosin adalah castor oil. Tetapi furfuryl alcohol besrta ester-esternya, terutama
stearat dan ricinoleat, memiliki daya melarutkan eosin yang lebih besar. Fatty
acid alkylolamides, jika dipakai sebagai pelarut eosin, akan memberikan
warna yang sangat intensif pada bibir (Tranggono, 1998).
Umumnya suatu sediaan dapat memiliki warna karena :

Pigmen alam
Pigmen alam adalah pigmen warna pada tanah yang memang terdapat
secara alamiah, misalnya alumunium silikat, yang warnanya tergantung pada
kandungan besi oksida atau mangan oksidanya (misalnya kuning oker,
cokelat, merah bata, cokelat tua). Zat warna murni ini, sama sekali tidak
berbahaya, penting untuk mewarnai bedak-krim dan make-up sticks.
Warnanya tidak seragam, tergantung asalnya, dan pada pemanasan kuat
menghasilkan pigmen warna baru (Tranggono, 1998).
Pigmen sintetis
Dewasa ini, besi oksida dan oker sintetis sering menggantiokan zat warna
alam. Warnanya lebih intens dan lebih terang. Pilihan warnanya antara lain
kuning, coklat sampai merah, dan macam-macam violet (Tranggono, 1998).
Pigmen sintetis putih seperti Zinc Oxide dan titanium oxide termasuk dalam
kelompok zat pewarna kosmetik yang terpenting. Zinc oxide tidak hanya
memainkan suatu peran besar dalam pewarnaan kosmetik dekoratif, tetapi
juga dalam preparat kosmetik dan farmasi lainnya (Tranggono, 1998).
Bismuth carbonate kadang-kadang digunakan sebagai pigmen putih,
sedangkan bismuth oxychloride umum digunakan untuk warna putih mutiara.
Sejumlah senyawa cobalt digunakan sebagai pigmen sintetis warna biru,
khususnya warna cobalt dan ultramarine. Cobalt hijau adalah pigmen hijau
yang kebiru-biruan (Tranggono, 1998).
Sejumlah zat warna asal coal-tar juga diklasifikasikan sebagai pigmen
sintetis. Daya larutnya dalam air, alkohol, dan minyak rendah sehingga
umumnya hanya digunakan dalam bentuk bubuk padat yang terdispersi
halus. Satu wakilnya yang penting adalah indanthrene blue (Tranggono,
1998).
Banyak pigmen sintetis yang tidak boleh dipakai dalam preparat kosmetika
karena toksis, misalnya cadmium sulfide dan prussian blue (Tranggono,
1998).
Reaksi karamelisasi
Reaksi karamelisasi yang timbul bila gula dipanaskan. Reaksi ini akan
memberikan warna cokelat sampai kehitaman, contohnya pada kembang
gula karamel, atau pada roti bakar.
Reaksi Maillard
Reaksi Maillard, yaitu reaksi antara gugus amino protein dengan gugus
karbonil gula pereduksi, reaksi ini memberikan warna gelap misalnya pada
susu bubuk yang disimpan lama.
Reaksi senyawa organik dengan udara (oksidasi) yang menghasilkan warna
hitam, misalnya warna gelap atau hitam pada permukaan buah-buahan yang
telah dipotong dan dibiarkan di udara terbuka beberapa waktu. Reaksi ini
dipercepat oleh adanya kontak dengan oksigen (Tranggono, 1998).
Di Indonesia peraturan peggunaan zat pewarna sintetik baru dibuat pada
tanggal 22 Oktober 1973 melalui SK Menkes RI No. 11332/A/SK/73,

sedangkan di Amerika Serikat aturan pemakaian pewarna sintetis sudah


dikeluarkan sejak tahun 1906. Peraturan ini dikenal dengan Food and Drug
Act (FDA) yang mengizinkan penggunaan tujuh macam zat pewarna sintetis,
yaitu orange no. 1, erythrosin, ponceau 3R, amaranth, indigotine, naptholyellow, dan light green (Tisafitrira, 2009).
Sejak itu banyak pewarna lain yang mendapat izin untuk digunakan pada
bahan makanan setelah mengalami berbagai pengujian fisiologis. Pada tahun
1938 FDA disempurnakan menjadi Food, Drug, and Cosmetic Act (FD & C).
Sejak itu zat pewarna sintetis dibagi menjadi tiga kelompok :
FD & C color, untuk makanan, obat-obatan, dan kosmetik;
D & C, untuk obat-obatan dan kosmetik (tidak dapat digunakan untuk
makanan;
Ext D & C yang diizinkan untuk dipakai pada obat-obatan dan kosmetik
dalam jumlah yang dibatasi.
Sistem penomoran zat pewarna sintetis pun mulai diterapkan, misalnya
amaranth menjadi FD & C Red no. 2. Contoh pewarna sintetis yang bisa
digunakan pada bahan makanan : FD & C Red No. 2, FD & C Yellow No. 5
(Tartrazine), FD & C Yellow No 6 (Sunset Yellow), FD & C Red No 4 (Panceau
SX), FD & C Blue No. 1 (Brilliant Blue), FD & C Green No. 3 (Fast Green), dll.
(Handri/berbagai sumber) (Tisafitrira, 2009).
Perundangan FDA mengenai pengaturan pewarna buatan tercantum dalam
The FD&C Act Section 721(c) [21 U.S. C. 379e(c)] and color additive
regulations [21 CFR Parts 70 and 80] dalam peraturan tersebut pewarna
sintesis terbagi menjadi dua kategori : warna dasar dan lake.
Warna warna subjek yang di sertifikasi, warna-warna ini adalah turunan dari
petroleum yang biasa disebut sebagai pewarna coal-tar atau pewarna sintetik
organic. (catatan: warna-warna coal-tar adalah senyawa yang mengandung
satu atau lebih senyawa yang berasal dari turunan coal-tar. (See Federal
Register, May 9, 1939, page 1922.).
Sekarang kebanyakan senyawa pewarna beerasal dari golongan ini.
Pengecualian dalam kasus penggunaan pewarna coal-tar dalam pewarna
rambut, warna tersebut tidak boleh digunakan jika tidak memiliki sertifikat
analisis FDA dalam tiap batch-nya. Analisis komposisi dan kemurnian
pewarna ini harus dilakukan dalam lab FDA. Jika tidak memiliki sertifikat FDA,
jangan digunakan (Tisafitrira, 2009)

Gambar 1 kombinasi Warna


(Tisafitrira, 2009)
6. Surfaktan
Surfaktan kadang-kadang ditambahkan dalam pembuatan lipstik untuk
memudahkan pembasahan dan dispersi partikel-partikel pigmen warna yang

padat
7. Antioksidan
8. Bahan pengawet
Pengawet yang berupa senyawa larut dalam minyak misalnya propil paraben
atau fenoksietanol. Ada juga senyawa larut dalam minyak seperti vitamin A,
E, B, dan C yang berfungsi sebagai antioksidan dan senyawa penjerap radikal
bebas. Senyawa-senyawa ini digunakan masing-masing sekitar 0,5%
tergantung pada sifat produk yang tertulis pada labelnya. Terdapat juga
pewangi yang bisa sebagai karakteristik mereknya atau digunakan pada
tingkat rendah hanya untuk menutupi rasa dan bau malamnya. Ada lagi
aroma yang membuat produk lebih disukai ketika digunakan. Bisa bermacammacam tergantung pada jenis, harga, dan kualitas aroma yang dipilih
(Hudayanti, 2009).
9. Bahan pewangi (Fragrance) atau lebih tepat bahan pemberi rasa segar
(flavoring), harus menutupi bau dan rasa kurangs edap dari lemak-lemak
dalam lipstik dan menggantinya dengan bau dan rasa yang menyenangkan
(Trianggono, 1998).
Tiga contoh formulasi :
Formulasi I II III
Carnauba wax 4 4,2 Spermaceti - - 9,4
Ozokerite 12 8 22,5
Beeswax 14 4 2,1
Castor oil 14 - Fatty acid monoethanolamides - 30 Pelarut zat warna 5 - Eutanol G atau satol - - 12,6
Paraffin oil - 29,3 Cocoa butter - 5,5 Cetyl alkohol - - 0,15
Oleyl alkohol - 7 Lanolin, anhydrous - 10 1,57
Cholesterol - - 0,15
Petrolatum, white, short fiber - - 23,8
Glyceryl monostearate SE - - 3,15
Acetoglyceride (-7OC) 16 - Acetoglyceride (-31OC) 19 - Lakes 14 11,5 15,7
Carmin nacarate - - 1
Eosin acid 3 4 2,4
Oil soluble dye - - 1,57
Perfume oil - 0,5 0,8

PEG-40 terhidrogenasi Castor Oil


Apa itu?
PEG-30 Castor Oil, PEG-33 Castor Oil, PEG-35 Castor Oil, PEG-36 Castor Oil dan PEG40 Castor Oil adalah polietilen glikol turunan dari minyak jarak. PEG-30
terhidrogenasi Castor Oil dan PEG-40 terhidrogenasi Castor Oil adalah polietilen
glikol turunan dari minyak jarak terhidrogenasi. PEG-36 Castor Oil adalah cairan
kuning dan sedikit kental ringan dengan bau lemak ringan. PEG-40 Castor Oil adalah
cairan kuning berwarna. PEG Castor Minyak dan Minyak PEG terhidrogenasi Castor
digunakan dalam perumusan berbagai kosmetik dan produk perawatan pribadi.
Mengapa digunakan dalam kosmetik dan produk perawatan pribadi?
PEG Castor Minyak dan Minyak PEG terhidrogenasi Castor membantu untuk
membentuk emulsi dengan mengurangi tegangan permukaan zat untuk emulsi.
Mereka juga membantu bahan-bahan lain untuk larut dalam pelarut di mana
mereka biasanya tidak akan larut.
Fakta Ilmiah:
PEG Castor Minyak dan PEG terhidrogenasi Castor Minyak yang dihasilkan dari
minyak jarak dan minyak jarak terhidrogenasi, masing-masing. Minyak jarak
diperoleh dengan dingin menekan benih tanaman Ricinus communis diikuti oleh
klarifikasi minyak dengan panas.
- Lihat lebih lanjut di: http://www.cosmeticsinfo.org/ingredient/peg-40-hydrogenatedcastor-oil#sthash.uB7KJrvU.dpuf
Ceresin
Apa itu?
Ozokerite, Ceresin dan Montan Wax adalah lilin mineral, yang berasal dari batu bara
dan shale. Parafin dan mikrokristalin Wax berasal dari minyak bumi. Pengemulsi
Wax, Wax Sintetis dan Beeswax sintetis yang diproduksi lilin. Dalam kosmetik dan
produk perawatan pribadi, lilin ini digunakan dalam berbagai jenis produk termasuk
lipstik, produk bayi, mata dan riasan wajah, serta perawatan kuku, perawatan kulit,
berjemur, tabir surya, aroma, dan noncoloring persiapan rambut.
Mengapa digunakan dalam kosmetik dan produk perawatan pribadi?
Ozokerite dan lilin lainnya menebal lipid (minyak) sebagian dari kosmetik dan
produk perawatan pribadi dan membantu menjaga emulsi dari memisahkan
menjadi minyak dan komponen cair. lilin ini mengurangi kerapuhan produk tongkat

dan menambah kekuatan dan stabilitas untuk lipstik. lilin ini juga terus bersamasama bahan kue terkompresi.
Fakta Ilmiah:
Ozokerite adalah lilin fosil alami yang ditemukan di dekat shale lembut. Sebagian
besar Ozokerite digunakan dalam aplikasi komersial ditambang di Eropa Timur.
Minyak mentah Ozokerite hitam; setelah penyulingan, warnanya bervariasi dari
kuning ke putih. Mengeras pada penuaan dan kekerasan bervariasi sesuai dengan
sumber dan penyempurnaan. Ceresin adalah putih untuk campuran lilin kuning
hidrokarbon yang diperoleh pemurnian Ozokerite. Montan Wax adalah lilin yang
diperoleh dengan ekstraksi lignit (kayu arang). Lilin mentah berwarna coklat, tetapi
menjadi putih setelah pemurnian. Parafin dan mikrokristalin Wax adalah produk
penyulingan minyak bumi. Parafin membeku dalam piring, sementara
Microcrystalline Wax membeku menjadi kecil, jarum buruk didefinisikan. Pengemulsi
Wax terbuat dari campuran cetyl dan stearil alkohol dan polioksietilen turunan ester
asam lemak dari sorbitan. Pengemulsi Wax digunakan dalam beberapa obat dan
tercantum dalam formularium Nasional (N.F.). Ketika Emulsifying Wax digunakan
dalam produk perawatan kosmetik atau pribadi sesuai dengan standar yang
tercantum dalam formularium Nasional, mungkin diberi label sebagai pengemulsi
Wax N.F. Wax sintetis adalah campuran dari polimer berat molekul rendah etilena.
Sintetis Beeswax adalah campuran dari ester lemak, asam lemak, alkohol lemak,
dan hidrokarbon berat molekul tinggi. Sifat Beeswax Synthetic menyerupai lilin
lebah.
- Lihat lebih lanjut di:
http://www.cosmeticsinfo.org/ingredient/ceresin#sthash.aSeXhCPl.dpuf
tokoferol
Apa itu?
Tokoferol, atau vitamin E, vitamin yang larut dalam lemak adalah antioksidan yang
terjadi secara alami yang dapat diisolasi dari minyak sayur. Ketika terisolasi
Tokoferol, adalah minyak kental yang bervariasi dalam warna dari kuning ke merah
kecoklatan. Daripada Tokoferol sendiri, ester dari Tokoferol sering digunakan dalam
kosmetik dan produk perawatan pribadi. ester ini termasuk, tokoferil asetat, ester
asam asetat dari Tokoferol; Tokoferil Linoleat, ester asam linoleat dari Tokoferol;
Tokoferil Linoleat / Oleate, campuran linoleat dan ester asam oleat dari Tokoferol;
Tokoferil Nicotinate, ester asam nikotinat dari Tokoferol; dan tokoferil suksinat, ester
asam suksinat dari Tokoferol. Kalium Ascorbyl tokoferil Fosfat, garam dari kedua
vitamin E (tokoferol) dan vitamin C (asam askorbat) juga dapat digunakan dalam
produk kosmetik.
Lainnya bahan Tokoferol yang diturunkan yang dapat ditemukan dalam produk

kosmetik termasuk Dioleyl tokoferil Methylsilanol, yang merupakan dioleyl eter


tokoferil asetat monoeter dengan methylsilanetriol, dan Tocophersolan, yang juga
disebut tokoferil Polyethylene Glycol 1000 suksinat. Penambahan asam suksinat dan
rata-rata kelompok oksida 22 etilen ke tokoferil membuat Tocophersolan bentuk
yang larut dalam air dari Tokoferol.
Dalam kosmetik dan produk perawatan pribadi, Tokoferol dan bahan-bahan lainnya
yang terbuat dari Tokoferol, termasuk ester Tokoferol digunakan dalam perumusan
lipstik, eye shadow, pemalu, bedak wajah dan yayasan, pelembab, produk
perawatan kulit, sabun mandi dan deterjen, kondisioner rambut, dan banyak produk
lainnya.
Mengapa digunakan dalam kosmetik dan produk perawatan pribadi?
Tokoferol, Tocophersolan, tokoferil asetat, tokoferil Linoleat, tokoferil Linoleat /
Oleate, tokoferil Nicotinate, tokoferil suksinat, Dioleyl tokoferil Methylsilanol dan
Kalium Ascorbyl tokoferil Fosfat semua berfungsi sebagai antioksidan. Tokoferol,
tokoferil asetat, tokoferil Linoleat, tokoferil Linoleat / Oleate, tokoferil Nicotinate dan
Dioleyl tokoferil Methylsilanol juga berfungsi sebagai agen kulit AC - miscellaneous.
Fakta Ilmiah:
Tokoferol, vitamin yang larut dalam lemak, ditemukan dalam lemak nabati dan
minyak, produk susu, daging, telur, sereal, kacang-kacangan, dan hijau dan kuning
sayuran berdaun. Hal ini biasanya hadir dalam makanan ini sebagai campuran dari
berbagai bentuk: alfa, beta, gamma, dan delta-tokoferol. Bentuk alfa memiliki
aktivitas biologis yang sama seperti vitamin E.Tocopherols dapat diproduksi dari
minyak nabati atau dapat disintesis. Tokoferol asetat, yang dibuat oleh esterifikasi
tokoferol dengan asam asetat, sering merupakan sumber vitamin E dalam suplemen
diet.
- Lihat lebih lanjut di:
http://www.cosmeticsinfo.org/ingredient/tocopherol#sthash.hdbv304I.dpuf
ascorbyl palmitate
Apa itu?
Ascorbyl palmitate, ascorbyl palmitate dan ascorbyl Stearate terbuat dari vitamin C
(asam askorbat). Erythorbic Asam dan Sodium Erythorbate adalah zat dengan
struktur yang mirip dengan vitamin C dan garam natrium dari vitamin C. Ascorbyl
palmitate, Ascorbyl palmitate dan Ascorbyl Stearate digunakan terutama dalam
produk makeup. Asam Erythorbic dan Sodium Erythorbate digunakan terutama
dalam rambut dan kuku produk.

Mengapa digunakan dalam kosmetik dan produk perawatan pribadi?


Ascorbyl palmitate, ascorbyl DIPALMITAT, ascorbyl Stearate, Asam Erythorbic dan
Sodium Erythorbate semua berfungsi sebagai antioksidan.
Fakta Ilmiah:
Ascorbyl palmitate dan ascorbyl DIPALMITAT yang dihasilkan dari asam askorbat,
atau vitamin C, dan palmitat Asam, asam lemak yang diperoleh dari lemak dan
minyak hewani dan nabati. Ascorbyl palmitate memiliki aktivitas vitamin C kira-kira
sama dengan yang asam askorbat (L-form). Ascorbyl Stearate dihasilkan dari asam
askorbat, dan asam stearat, asam lemak lain yang diperoleh dari lemak dan minyak
hewani dan nabati. Erythorbic Acid merupakan isomer dari asam askorbat. Dalam
makanan, Ascorbyl palmitate digunakan sebagai sumber vitamin C untuk
menyembuhkan daging dan untuk melestarikan makanan kaleng dan beku. Hal ini
juga mencegah browning apel dipotong.
Retinol dan Retinyl palmitate
Apa itu?
Retinol adalah primer alami berupa vitamin A. Ini adalah bahan kristal kuning pucat
atau cairan kental. Retinyl palmitate adalah kuning untuk zat padat atau berminyak
kuning-merah. Retinyl palmitate adalah ester dari Retinol dan asam palmitat. Dalam
kosmetik dan produk perawatan pribadi, Retinol dan Retinyl palmitate digunakan
terutama dalam perumusan rambut, makeup wajah dan produk perawatan kulit.
Mengapa digunakan dalam kosmetik dan produk perawatan pribadi?
Retinol dan Retinyl palmitate meningkatkan penampilan kulit kering atau rusak
dengan mengurangi mengelupas dan memulihkan kekenyalan. Bahan-bahan ini
juga meningkatkan penampilan dan merasakan rambut, dengan meningkatkan
rambut tubuh, kelenturan, atau kemilau, atau dengan meningkatkan tekstur rambut
yang telah rusak secara fisik atau dengan pengobatan kimia.
Fakta Ilmiah:
Retinyl palmitate dihasilkan dari Retinol dan kadang-kadang disebut sebagai vitamin
A palmitat. Retinol dan Retinyl palmitate diproduksi dengan metode komersial tetapi
dapat ditemukan dalam lemak hewani, minyak hati ikan, dan tanaman yang
mengandung beta-karoten, vitamin A prekursor. Retinol adalah penting untuk
penglihatan, pertumbuhan, dan reproduksi. Selain penggunaannya dalam kosmetik

dan produk perawatan pribadi, Retinol dan Retinyl palmitate dapat ditemukan
dalam makanan dan suplemen vitamin.
Mica

Apa itu?
Mika adalah kelompok alami dari mineral silikat. Dalam kosmetik dan produk
perawatan pribadi, Mica, mika muskovit digunakan dalam perumusan berbagai jenis
produk, termasuk make up, produk kuku dan produk perawatan kulit.
Mengapa digunakan dalam kosmetik dan produk perawatan pribadi?
Mika menanamkan penampilan putih gemerlapan untuk kosmetik dan produk
perawatan pribadi.
Fakta Ilmiah:
Mika adalah sekelompok mineral silikat yang tersebar luas di berbagai jenis batuan.
Mika sering terjadi sebagai serpih, memo, atau lembaran, dan telah digunakan oleh
manusia sejak zaman prasejarah. Karena Mica berasal dari bumi itu mungkin berisi
jumlah jejak logam berat. Kadar logam berat di Mica diatur oleh FDA, dan jumlah
kecil yang akhirnya mungkin dalam produk perawatan kosmetik atau pribadi tidak
menimbulkan risiko bagi kesehatan manusia.
- Lihat lebih lanjut di: http://www.cosmeticsinfo.org/ingredient/mica0#sthash.hUfyqBFJ.dpuf
Titanium dioksida
Apa itu?
Titanium dioksida adalah mineral alami yang ditambang dari bumi kemudian
diproses lebih lanjut dan dimurnikan untuk digunakan dalam produk konsumen. Juga
dikenal sebagai titanium (IV) oksida atau titania, itu adalah senyawa alami yang
terdiri dari logam titanium dan oksigen. Titanium dioksida aman digunakan dalam
banyak produk dari cat dan makanan untuk obat-obatan dan kosmetik. Ini juga
memainkan peran penting dalam beberapa produk tabir surya sebagai cara untuk
melindungi kulit dari radiasi ultraviolet matahari yang berbahaya.
Titanium Dioxide Pewarna di Kosmetik
Mengapa digunakan dalam kosmetik dan produk perawatan pribadi?
Titanium dioksida digunakan sebagai pewarna untuk membuat kosmetik dan produk

perawatan pribadi yang dioleskan pada kulit (termasuk area mata), kuku, dan bibir
berwarna putih. Ini membantu untuk meningkatkan opasitas, dan mengurangi
transparansi formula produk. Titanium dioksida juga menyerap, mencerminkan,
atau menyebarkan cahaya (termasuk radiasi ultraviolet dari matahari), yang dapat
menyebabkan produk memburuk.
Titanium dioksida merupakan bahan aktif penting yang digunakan dalam beberapa
produk tabir surya. Tabir surya diatur oleh AS Food and Drug Administration (FDA)
sebagai over-the-counter (OTC) obat. Dengan demikian, mereka harus terbukti
aman dan efektif dan harus mematuhi semua persyaratan lainnya yang tercantum
di FDA OTC tabir surya monografi. tabir surya individu bahan aktif ditinjau oleh FDA
dan hanya mereka yang berada di monograf disetujui daftar FDA dapat digunakan
dalam produk tabir surya yang dipasarkan di AS
Titanium dioksida umumnya merupakan bubuk putih yang memberikan produk
warna putih. Namun, ketika dibuat menjadi bubuk yang sangat halus, tidak lagi
memberikan produk warna putih. Ini adalah bahan halus ini, kadang-kadang disebut
microfine atau nano titanium dioksida yang digunakan dalam banyak produk tabir
surya OTC. Penggunaan bahan ultrafine ini memungkinkan tabir surya untuk
diterapkan sebagai film jelas bahwa konsumen lebih selama kuno, lotion putih
buram. Ketersediaan microfine titanium dioksida dalam produk tabir surya
membantu meningkatkan penerimaan konsumen dan penggunaan. Berlatih
keselamatan matahari, termasuk penggunaan tabir surya yang tepat, adalah
penting dalam membantu untuk mengurangi insiden kanker kulit.
Sebagai pigmen, titanium dioksida adalah makanan aditif yang disetujui FDA yang
digunakan untuk meningkatkan warna putih makanan tertentu, seperti produk susu
dan permen, dan untuk menambah kecerahan untuk pasta gigi dan beberapa obat.
Hal ini juga digunakan sebagai penambah rasa dalam berbagai makanan non-putih,
termasuk sayuran kering, kacang-kacangan, biji-bijian, sup, dan mustard, serta bir
dan anggur.
Titanium Dioxide digunakan sebagai agen opasitas dan pewarna. Dalam produk
obat OTC, digunakan sebagai agen tabir surya.
- Lihat lebih lanjut di: http://www.cosmeticsinfo.org/ingredient/titanium-dioxide0#sthash.hUqR6tgu.dpuf
ferri ferrocyanide
Apa itu?
Ferri ferrocyanide dan besi Ammonium ferrocyanide adalah pigmen anorganik
digunakan sebagai pewarna. Dalam kosmetik dan produk perawatan pribadi, Ferri
ferrocyanide dan Ferri Ammonium ferrocyanide digunakan dalam perumusan

makeup, produk pewarna rambut, produk mandi, cat kuku dan produk perawatan
kulit.
Mengapa digunakan dalam kosmetik dan produk perawatan pribadi?
Ferri ferrocyanide dan besi Ammonium ferrocyanide memberi warna kosmetik dan
produk perawatan pribadi.
Fakta Ilmiah:
Besi ferrocyanide merupakan pigmen biru tua sintetis, dan besi Amonium
ferrocyanide merupakan pigmen biru sintetis. Ferric ferrocyanide kadang-kadang
disebut sebagai Prussian Blue, yang digunakan dalam beberapa tinta cetak. aditif
warna diklasifikasikan sebagai warna lurus, danau dan campuran. warna lurus
warna aditif yang belum dicampur atau kimia bereaksi dengan zat lain. Ferri
ferrocyanide dan besi Ammonium ferrocyanide adalah warna lurus.
- Lihat lebih lanjut di: http://www.cosmeticsinfo.org/ingredient/ferricferrocyanide#sthash.lBfF52EQ.dpuf
besi Oksida
Apa itu?
Besi Oksida digunakan dalam produk kosmetik adalah senyawa anorganik yang
terdiri dari salah satu atau kombinasi dari oksida besi sintetis siap yang mencakup
bentuk terhidrasi oksida besi. Dalam kosmetik dan produk perawatan pribadi, Iron
Oksida digunakan dalam perumusan berbagai jenis produk, termasuk make up dan
perawatan kulit persiapan.
Mengapa digunakan dalam kosmetik dan produk perawatan pribadi?
Besi Oksida memberi warna kosmetik dan produk perawatan pribadi. Tergantung
pada Oksida Besi tertentu atau campuran dari Iron Oksida digunakan, warna akan
bervariasi dari oranye, merah, kuning sampai hitam.
Fakta Ilmiah:
Besi Oksida yang terjadi secara alami deposit mineral. Senyawa ini digunakan
sebagai pigmen dalam berbagai aplikasi. Besi Oksida digunakan dalam produk
kosmetik dan perawatan pribadi sintetis. Karena beberapa bahan awal untuk
sintetis Iron Oxide dapat berasal dari bumi mungkin ada jumlah jejak logam berat
ini. Kadar logam berat di Iron Oksida diatur oleh FDA, dan jumlah kecil yang
akhirnya mungkin dalam produk perawatan kosmetik atau pribadi tidak
menimbulkan risiko bagi kesehatan manusia.

- Lihat lebih lanjut di: http://www.cosmeticsinfo.org/ingredient/ironoxides#sthash.TxnyiArL.dpuf


- Lihat lebih lanjut di: http://www.cosmeticsinfo.org/ingredient/water0#sthash.bw6ZMwO6.dpuf
Asam stearat
Apa itu?
Asam stearat, asam laurat, asam miristat, asam oleat dan asam palmitat
merupakan asam lemak yang terjadi secara alami di beberapa makanan. Dalam
kosmetik dan produk perawatan pribadi, asam lemak dan campuran asam lemak
seperti Asam stearat, asam oleat, asam laurat, asam palmitat dan asam miristat
digunakan dalam berbagai kosmetik krim, kue, sabun dan pasta.
Mengapa digunakan dalam kosmetik dan produk perawatan pribadi?
Fungsi-fungsi berikut telah dilaporkan untuk bahan ini.
agen opasitas - Myristic Asam, palmitat Asam
Surfaktan agen pembersih - Asam stearat, laurat Asam miristat, asam oleat,
palmitat Asam
Surfaktan agen pengemulsi - Asam stearat, palmitat Asam
Fakta Ilmiah:
Asam stearat, juga dikenal sebagai asam oktadekanoat, diperoleh dari lemak dan
minyak hewani dan nabati. Manusia memiliki kemampuan untuk mensintesis Asam
stearat. Secara umum, asam lemak yang digunakan dalam produksi hormon yang
mengatur berbagai fungsi, termasuk tekanan darah, pembekuan darah dan respon
imun.
- Lihat lebih lanjut di: http://www.cosmeticsinfo.org/ingredient/stearicacid#sthash.MrqhtgA1.dpuf

Potasium hidroksida
Apa itu?
Sodium Hidroksida, Kalsium Hidroksida, Magnesium Hidroksida dan Kalium
Hidroksida adalah padatan putih yang terjadi dalam beberapa bentuk, termasuk
bubuk. Dalam kosmetik dan produk perawatan pribadi, Sodium, Kalsium,

Magnesium dan Kalium Hidroksida digunakan dalam perumusan produk-produk


mandi, membersihkan produk, wewangian, serbuk kaki, pewarna rambut dan
warna, makeup, produk kuku, produk kebersihan pribadi, shampoo, produk rias ,
obat perontok, produk perawatan kulit, dan produk berjemur. Sodium dan Kalsium
Hidroksida juga digunakan dalam pelurus rambut dan gelombang rambut set.
Mengapa digunakan dalam kosmetik dan produk perawatan pribadi?
Sodium Hidroksida, Kalsium Hidroksida, Magnesium Hidroksida dan Kalium
Hidroksida digunakan untuk mengontrol pH kosmetik dan produk perawatan pribadi.
Magnesium Hidroksida juga digunakan sebagai absorban.
Fakta Ilmiah:
Sodium Hidroksida secara historis telah digunakan untuk menghidrolisis lemak dan
bentuk sabun. Hal ini juga disebut soda kaustik, soda alkali atau natrium hidrat.
Kalsium Hidroksida juga tahu sebagai kapur. Bentuk mineral Kalsium Hidroksida
disebut Portlandite. Magnesium Hidroksida juga tahu sebagai susu magnesium.
Bentuk mineral Magnesium Hidroksida disebut brucite. Kalium Hidroksida juga
dikenal sebagai kalium alkali atau kalium kaustik. Kalium Hidroksida memiliki
kemampuan untuk menarik molekul air dari lingkungan sekitar dan akhirnya larut
dalam air menyerap.
- Lihat lebih lanjut di: http://www.cosmeticsinfo.org/ingredient/potassiumhydroxide#sthash.deIcUDPh.dpuf

Tentang lauril HYDROXYSULTAINE: Lauryl Hydroxysultaine adalah zwitterion


(garam dalam).
Fungsi (s): Agen antistatik; Kondisioner Rambut Agen; Kulit-Conditioning Agent Miscellaneous; Surfactant - Agen Pembersih; Surfaktan - Foam Booster; Viskositas
Meningkatkan Agen - encer; FOAM MENDORONG; KULIT CONDITIONING; VISKOSITAS
PENGENDALIAN
Sinonim (s): 1-DODECANAMINIUM, N- (2-hidroksi-3-SULFOPROPYL) -N, N-dimetil,
INNER SALT; 1DODECANAMINIUM, N (2HYDROXY 3 SULFOPROPYL) NN, DIMETHYL,
hidroksida, INNER SALT; AMONIUM, dodecyl (2-hidroksi-3-SULFOPROPYL) dimetil,
hidroksida, INNER SALT; DIMETHYL (2-hidroksi-3-SULFOPROPYL)
DODECYLAMMONIUM hidroksida, INNER SALT; Dodesil (2-hidroksi-3-SULFOPROPYL)
Dimethylammonium; HYDROXIDE INNER SALT AMONIUM, dodecyl (2-hidroksi-3SULFOPROPYL) dimetil; INNER SALT 1-DODECANAMINIUM, N- (2-hidroksi-3SULFOPROPYL) -N, N-dimetil-; INNER SALT AMONIUM, dodecyl (2-hidroksi-3SULFOPROPYL) dimetil, hidroksida; Lauril hidroksi sulfobetaine SOLUTION; N- (2hidroksi-3-SULFOPROPYL) -N, N-dimetil-INNER SALT 1-DODECANAMINIUM

glikol Stearate
Apa itu?
Glikol Stearate, glikol Stearate SE, dan glikol distearat putih untuk padatan lilin
berwarna krem. Ketiga bahan-bahan campuran mono dan diester dari etilena glikol
dan asam stearat. Glikol Stearate dan glikol Sterate SE didominasi monoester,
sementara glikol distearat didominasi diester tersebut. Glikol Stearate SE adalah
self-pengemulsi kelas glikol Stearate yang berisi beberapa natrium dan / atau
kalium stearat. Dalam kosmetik dan produk perawatan pribadi, Glycol Stearate,
Glycol Stearate SE, dan Glycol Distearte dapat digunakan untuk merumuskan
varitey macam produk termasuk gelembung mandi, make up, serta rambut, kulit
dan perawatan kuku produk.
Mengapa digunakan dalam kosmetik dan produk perawatan pribadi?
Fungsi-fungsi berikut telah dilaporkan untuk Glycol Stearate, Glycol Stearate SE dan
Glycol distearat.
Emulsi stabilizer - Glycol Stearate
agen opasitas - Glycol Stearate, Glycol distearat
Kulit agen udara - emolien - Glycol Stearate
agen pendingin kulit - occulsive - Glycol distearat
Surfaktan - agen pengemulsi - Glycol Stearate SE
Viskositas meningkat agen - berair - Glycol distearat
Fakta Ilmiah:
Bahan Glycol Stearate terdiri dari campuran mono dan diester dari etilena glikol dan
asam stearat triple-ditekan. Asam stearat adalah asam lemak yang umum.
- Lihat lebih lanjut di: http://www.cosmeticsinfo.org/ingredient/glycolstearate#sthash.CVd6BWj9.dpuf
Keharuman
Apa itu?
Wewangian adalah kombinasi kompleks zat alami dan / atau buatan manusia yang
ditambahkan ke banyak produk konsumen untuk memberi mereka bau khas.
Wewangian yang digunakan dalam berbagai macam produk untuk memberikan bau
yang menyenangkan, menutupi bau yang melekat dari beberapa bahan, dan
meningkatkan pengalaman menggunakan produk.
Wewangian menciptakan manfaat penting yang di mana-mana, nyata, dan dihargai.

Mereka memecahkan masalah fungsional penting dan mereka memenuhi dihargai


kebutuhan emosional. Wewangian dapat mengkomunikasikan ide-ide yang
kompleks - menciptakan suasana hati, sinyal kebersihan, kesegaran, atau
kelembutan, mengurangi stres, menciptakan kesejahteraan, dan memicu daya pikat
dan daya tarik. Baca lebih lanjut tentang topik ini di:
http://www.sirc.org/publik/smell_emotion.html
Mengapa digunakan dalam kosmetik dan produk perawatan pribadi?
Wewangian telah dinikmati selama ribuan tahun dan berkontribusi untuk
masyarakat individualitas, harga diri dan kebersihan pribadi. riset konsumen
menunjukkan bahwa aroma adalah salah satu faktor kunci yang mempengaruhi
preferensi masyarakat untuk produk kosmetik dan perawatan pribadi. Ada ratusan
wewangian dibuat setiap tahun, di negara-negara di seluruh dunia.
indra penciuman kita terhubung langsung ke sistem limbik otak di mana kami rasa
memori dan emosi kita disimpan. Sejumlah penelitian mengkonfirmasi bahwa
wewangian meningkatkan kesejahteraan dan memiliki dampak positif pada jiwa.
Sering aroma tertentu menjadi sangat terkait dengan identitas produk dan
akseptabilitas.
Bagaimana wewangian diatur?
Menurut Peraturan Food and Drug AS, aroma adalah "zat alami atau sintetis atau
zat yang digunakan semata-mata untuk memberikan bau untuk produk kosmetik."
Wewangian diatur (seperti setiap bahan lain yang digunakan dalam kosmetik dan
produk perawatan pribadi) di bawah Federal Food, Drug, dan Kosmetik Act (FD & C
Act), yang memberikan kewenangan hukum Food and Drug Administration (FDA)
yang luas untuk melindungi masyarakat.
Jika sebuah produk dimaksudkan untuk diterapkan ke tubuh seseorang untuk
membuat orang lebih menarik, itu adalah kosmetik di bawah hukum. Berikut adalah
beberapa contoh dari produk wewangian yang diatur sebagai kosmetik:
Parfum
Cologne
Aftershave
bahan aroma juga sering digunakan dalam produk perawatan pribadi lainnya,
seperti shampoo, shower gel, krim cukur, dan lotion tubuh. Banyak produk lain yang
mungkin mengandung bahan aroma, tetapi tidak diterapkan secara langsung ke
tubuh, diatur, bukan oleh FDA, tapi oleh Komisi Keamanan Produk Konsumen

(CPSC). Berikut adalah beberapa contoh:


deterjen
pelembut kain
Lembaran pengering
penyegar udara kamar
penyegar karpet
Pelabelan Bahan Fragrance
Jika kosmetik dipasarkan secara retail ke konsumen, seperti di toko-toko, di Internet,
atau orang-ke-orang, ia harus memiliki daftar bahan. Dalam kebanyakan kasus,
masing-masing bahan harus terdaftar secara individual. Tetapi di bawah peraturan
AS, bahan aroma dapat terdaftar secara kolektif sebagai "Fragrance."
Berikut ini alasannya: FDA mengharuskan pencatatan semua bahan kosmetik di
bawah Packaging Adil dan Labeling Act (FPLA). Namun, undang-undang ini tidak
boleh digunakan untuk memaksa perusahaan untuk mengungkapkan "rahasia
dagang."
Aroma dan rasa formula adalah campuran kompleks dari banyak bahan kimia alami
dan buatan manusia yang berbeda, dan mereka adalah jenis komponen kosmetik
yang dianggap "rahasia dagang."
Demikian pula, di Uni Eropa (EU), campuran parfum diberi label kolektif sebagai
"parfum," kecuali untuk 26 bahan parfum tertentu yang diperlukan untuk dicatatkan
secara individual oleh nama.
Fakta Ilmiah:
Sejarah aroma dan aroma bahan mencakup berabad-abad dan di antara kosmetik
pertama kali digunakan oleh manusia purba. Mesir awal digunakan balm wangi
sebagai bagian dari upacara keagamaan dan mur dan kemenyan digunakan dalam
ritual. Ilmu parfum dan wewangian telah maju secara signifikan selama bertahuntahun dari isolasi asli dari bahan-bahan dari sumber tanaman dan hewan untuk ilmu
canggih yang memungkinkan penyusunan bahan baru yang unik dan metode yang
sensitif untuk mengendalikan baik komposisi dan kualitas fragrances.Creating
sebuah aroma menggabungkan seni wewangian dengan ilmu yang sangat kompleks
dari aroma kimia. Fragrance kimia, bidang yang sangat khusus, membutuhkan
pengetahuan tentang berbagai zat dan bagaimana zat ini berinteraksi untuk

menghasilkan bau yang dirasakan. Selain itu, banyak faktor lain yang harus
dipertimbangkan ketika merumuskan wewangian termasuk kekuatan bau,
kompatibilitas bahan satu sama lain, stabilitas terhadap cahaya dan panas, dan
bahkan interaksi mereka dengan kemasan produk. Juga, penting untuk
mempertimbangkan sifat dari bahan setelah mereka diterapkan pada kulit.
Beberapa bahan aroma menguap dengan sangat cepat, sementara yang lain tetap
pada kulit untuk waktu yang cukup lama. Interaksi dari sifat ini dari waktu ke waktu
sangat penting dalam mencapai efek akhir yang diinginkan yang menghasilkan
produk estetis.
- Lihat lebih lanjut di: http://www.cosmeticsinfo.org/ingredient/fragrance0#sthash.hMF7tAwc.dpuf
Tentang laureth-4 asam karboksilat: Laureth-4 Asam Karboksilat adalah asam
organik.
Fungsi (s): Surfactant - Agen Pembersih
Sinonim (s): 3,6,9,12-TETRAOXA TETRACOSANOIC ACID; PEG-4 lauril eter asam
karboksilat; Polyethylene glycol 200 lauril eter asam karboksilat; Polioksietilen (4)
lauril eter asam karboksilat
Natrium klorida
Apa itu?
Sodium Chloride, atau garam meja, adalah kristal putih solid. Dalam kosmetik dan
produk perawatan pribadi, Natrium Klorida digunakan dalam perumusan produk
kebersihan mulut, shampoo, aroma, kulit, rambut, kuku, pembersihan, berjemur,
makeup dan produk mandi.
Mengapa digunakan dalam kosmetik dan produk perawatan pribadi?
Natrium Klorida poles gigi, mengurangi bau mulut, atau membersihkan atau
deodorizes gigi dan mulut. Natrium Klorida juga menanamkan rasa atau rasa untuk
produk. Hal ini juga dapat meningkatkan ketebalan berair (air) sebagian dari
kosmetik dan produk perawatan pribadi.
Fakta Ilmiah:
Sodium Chloride terjadi secara alami dalam air laut dan sebagai garam karang
mineral. Sodium Chloride adalah penting untuk organisme biologis dan ditemukan
di sebagian besar jaringan dan cairan tubuh. Natrium dan klorin unsur Natrium
Klorida memainkan peran penting dan beragam dalam banyak proses fisiologis,
termasuk transportasi nutrisi dan limbah, fungsi sistem saraf, dan air dan
keseimbangan elektrolit.
- Lihat lebih lanjut di: http://www.cosmeticsinfo.org/ingredient/sodium-chloride0#sthash.DxYN5JP7.dpuf

Apa Sodium Laureth Sulfate?


Natrium lauril sulfat (SLS) adalah deterjen sintetik (agen pembersih) dan surfaktan
(yang berarti membuat gelembung). Hal ini digunakan dalam produk industri seperti
sabun cuci mobil, minyak pelumas mesin dan pembersih lantai.
hidroksietilselulosa
Apa itu?
Selulosa adalah komponen alami yang ditemukan dalam dinding sel tanaman. Ada
banyak dimodifikasi polimer selulosa termasuk Kalsium karboksimetil selulosa,
karboksimetil selulosa Asetat Butyrate, karboksimetil hidroksietilselulosa, Selulosa
Asetat, Selulosa Asetat Butyrate, Selulosa Gum, Selulosa Asetat propionate,
Selulosa Asetat propionate karboksilat, Selulosa suksinat, Cetyl hidroksietilselulosa,
etilselulosa, Hydrolyzed Selulosa Gum, Hydroxybutyl Metilselulosa,
hidroksietilselulosa, Hydroxyethyl etilselulosa, hidroksipropilselulosa, hidroksipropil
Metilselulosa, Metilselulosa, Hydroxypropyl Metilselulosa Asetat / suksinat,
Metilselulosa, Methyl etilselulosa, Methyl hidroksietilselulosa, mikrokristalin selulosa,
Kalium Selulosa suksinat dan Sodium Selulosa Sulfat yang dapat digunakan dalam
kosmetik dan produk perawatan pribadi. bahan selulosa ini dapat digunakan dalam
kosmetik dan produk perawatan pribadi termasuk produk-produk mandi, produk
rambut, mata dan riasan wajah, produk perawatan kulit dan produk cukur.
Mengapa digunakan dalam kosmetik dan produk perawatan pribadi?
Fungsi-fungsi berikut telah dilaporkan untuk bahan ini.
Abrasif - mikrokristalin selulosa
Penyerap - Selulosa, Microcrystalline Selulosa
Perekat - Hydroxyethyl etilselulosa, Hydroxypropyl Metilselulosa, Methyl
hidroksietilselulosa
Anticaking agen - Selulosa mikrokristalin
Binder - karboksimetil hidroksietilselulosa, Selulosa Gum, Selulosa Asetat
propionate karboksilat, etilselulosa, Hydroxybutyl Metilselulosa, hidroksietilselulosa,
Hydroxyethyl etilselulosa, hidroksipropilselulosa, hidroksipropil Metilselulosa,
Metilselulosa, Methyl etilselulosa, Sodium Selulosa Sulfat
Penggembur -Cellulose, Microcrystalline Selulosa
Emulsi stabilizer - Kalsium karboksimetil selulosa, karboksimetil selulosa Asetat
Butyrate, karboksimetil hidroksietilselulosa, Selulosa Gum, Selulosa Asetat
propionate karboksilat, Cetyl hidroksietilselulosa, Hydrolyzed Selulosa Gum,
Hydroxybutyl Metilselulosa, hidroksietilselulosa, Hydroxyethyl etilselulosa,
hidroksipropilselulosa, hidroksipropil Metilselulosa, Metilselulosa, Methyl etilselulosa,
Methyl hidroksietilselulosa , mikrokristalin selulosa, Sodium Selulosa Sulfat
Film mantan - Kalsium karboksimetil selulosa, karboksimetil selulosa Asetat

Butyrate, karboksimetil hidroksietilselulosa, Selulosa Asetat, Selulosa Asetat


Butyrate, Selulosa Gum, Selulosa Asetat propionate, Selulosa Asetat propionate
karboksilat, etilselulosa, Hydrolyzed Selulosa Gum, Hydroxybutyl Metilselulosa,
hidroksietilselulosa, Hydroxyethyl etilselulosa, hidroksipropilselulosa, hidroksipropil
Metilselulosa, hidroksipropil Metilselulosa Asetat / suksinat
Opasitas agent- Selulosa suksinat, Kalium Selulosa suksinat
agen pendingin kulit - pelembab - Selulosa suksinat, Kalium Selulosa suksinat
Slip pengubah - Selulosa, Microcrystalline Selulosa
Viskositas meningkat agen - berair - Kalsium karboksimetil selulosa, karboksimetil
selulosa Asetat Butyrate, karboksimetil hidroksietilselulosa, Selulosa Gum, Selulosa
Asetat propionate karboksilat, Cetyl hidroksietilselulosa, etilselulosa, Hydrolyzed
Selulosa Gum, Hydroxybutyl Metilselulosa, hidroksietilselulosa, Hydroxyethyl
etilselulosa, hidroksipropilselulosa, hidroksipropil Metilselulosa, Metilselulosa, metil
etilselulosa, metil hidroksietilselulosa, mikrokristalin selulosa, Sodium Selulosa
Sulfat
Fakta Ilmiah:
Selulosa adalah bahan yang berasal dari tumbuhan. Ini adalah molekul besar yang
terdiri dari senyawa kimia yang relatif kecil yang disebut monomer. Selulosa terdiri
dari monomer glukosa dan sedikit berbeda dari pati, yang juga terdiri dari monomer
glukosa. Bahan-bahan lain dalam kelompok ini semua dimodifikasi polimer selulosa.
- Lihat lebih lanjut di:
http://www.cosmeticsinfo.org/ingredient/hydroxyethylcellulose#sthash.ZfnLYySu.dpu
f
Asam fosfat (chelating agent)
Apa itu?
Asam Fosfat terjadi sebagai padatan putih atau sebagai berwarna, cairan kental.
Dalam kosmetik dan produk perawatan pribadi, asam fosfat digunakan dalam
perumusan berbagai jenis produk, termasuk produk-produk mandi, produk
pembersih, wewangian, produk perawatan rambut, pewarna rambut dan warna,
makeup, obat kumur, produk kuku dan produk perawatan kulit .
Mengapa digunakan dalam kosmetik dan produk perawatan pribadi?
Asam Fosfat digunakan untuk mengontrol pH kosmetik dan produk perawatan
pribadi.
Fakta Ilmiah:
Asam Fosfat, juga disebut asam ortofosfat, sering ditemukan di cola dan digunakan

untuk mengasamkan makanan, di mana ia memberikan rasa tajam. Fosfat


ditemukan pervasively dalam biologi, khususnya di senyawa yang berasal dari gula
terfosforilasi, seperti DNA dan RNA dan adenosin trifosfat (ATP).
- Lihat lebih lanjut di: http://www.cosmeticsinfo.org/ingredient/phosphoric-acid0#sthash.Qvnos7BO.dpuf
tetrasodium EDTA
Apa itu?
EDTA (etilendiamin tetraacetic acid) dan garamnya, Kalsium Disodium EDTA,
diamonium EDTA, Dipotassium EDTA, Disodium EDTA, TEA-EDTA, Tetrasodium EDTA,
tripotassium EDTA dan Trisodium EDTA, dan bahan-bahan terkait HEDTA (hidroksietil
etilendiamin asam triacetic) dan trinatrium nya garam, Trisodium HEDTA, adalah
bubuk kristal sering dijual sebagai larutan air.
Dalam kosmetik dan produk perawatan pribadi, bahan-bahan ini banyak digunakan
dan dapat ditemukan dalam pelembab, perawatan kulit dan produk pembersih,
produk kebersihan pribadi, sabun mandi, sampo dan kondisioner, pewarna rambut,
pemutih rambut, dan banyak jenis produk lainnya.
Mengapa digunakan dalam kosmetik dan produk perawatan pribadi?
Dinatrium EDTA dan bahan-bahan terkait mengikat ion logam yang menginaktivasi
mereka. Pengikatan ion logam membantu mencegah kerusakan kosmetik dan
produk perawatan pribadi. Hal ini juga membantu untuk mempertahankan
kejelasan, melindungi senyawa aroma, dan mencegah ketengikan.
Fakta Ilmiah:
EDTA, juga dikenal sebagai asam etilenadiaminatetraasetat, dan garamnya
dikembangkan untuk melawan efek dari air keras dan ion logam berat dalam
pembuatan tekstil. chelators logam ini secara luas digunakan dalam kosmetik dan
produk perawatan pribadi, dalam makanan, dan obat-obatan.
Bahan-bahan ini membentuk kompleks dengan kalsium, magnesium, dan besi, yang
memungkinkan untuk berbusa dan membersihkan kinerja yang lebih baik dari
kosmetik dan produk perawatan pribadi. Dengan mengikat dengan ion logam,
bahan ini mencegah logam dari yang disimpan ke rambut, kulit kepala dan kulit.
- Lihat lebih lanjut di: http://www.cosmeticsinfo.org/ingredient/tetrasodiumedta#sthash.0u7s4yZp.dpuf
o-Cymen-5-ol

Apa itu?
Kresol (p-Chloro-m-kresol, Mixed kresol, m-kresol, o-kresol, p-kresol) dan Isopropyl
kresol (Chlorothymol, timol, o-Cymen-5-ol, Carvacrol) semua bisa dalam bentuk
kristal. bahan-bahan ini dapat digunakan dalam produk-produk mandi, kulit,
perawatan pribadi dan rambut, pewarna rambut dan obat kumur.
Mengapa digunakan dalam kosmetik dan produk perawatan pribadi?
Dalam kosmetik dan produk perawatan pribadi, bahan kresol dan Isocresol
digunakan sebagai kosmetik biocides / pengawet dan / atau bahan aroma. Ikuti link
ini untuk informasi lebih lanjut tentang bagaimana preserviatives melindungi
kosmetik dan produk perawatan pribadi.
Fakta Ilmiah:
Kresol adalah senyawa methylphenol yang terjadi secara alami atau sintetis.
Misalnya, timol, juga disebut isopropil-m-kresol, thyme kamper atau asam thymus,
diperoleh dari minyak esensial dari thyme herbal, herba timi. Hal ini dihasilkan juga
sintetis. Timol efektif sebagai pengawet antijamur. Timol memiliki bau menyengat
khas dan rasa yang agak pedas.
- Lihat lebih lanjut di: http://www.cosmeticsinfo.org/ingredient/o-cymen-5ol#sthash.cisPp79J.dpuf
benzalkonium klorida
Apa itu?
Dalam kosmetik dan produk perawatan pribadi, Benzalkonium Chloride digunakan
dalam perumusan shampoo, produk kebersihan pribadi, pembersih kulit, dan
perawatan kulit dan persiapan riasan mata.
Mengapa digunakan dalam kosmetik dan produk perawatan pribadi?
Benzalkonium Chloride digunakan untuk mencegah atau menghambat
pertumbuhan dan reproduksi mikroorganisme dalam produk jadi. Hal ini juga
berfungsi sebagai penguat busa dan sebagai deterjen, di mana ia membantu air
untuk mencampur dengan minyak dan kotoran sehingga mereka dapat dibilas.
Fakta Ilmiah:
Benzalkonium Chloride adalah pengawet yang umum digunakan dalam solusi lensa
kontak dan dapat ditemukan sebagai bahan dalam sabun antimikroba, antiseptik
kulit, dan spermisida.

- Lihat lebih lanjut di: http://www.cosmeticsinfo.org/ingredient/benzalkoniumchloride#sthash.VaOF9aKM.dpuf