Anda di halaman 1dari 8

LAPORAN PENDAHULUAN

PEMFIGUS VULGARIS

Disusun Oleh:
FARIDATUL KHASAHAN
P17420212014

KEMENTRIAN KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA


POLTEKKES KEMENKES SEMARANG
PRODI KEPERAWATAN
PURWOKERTO
2014
SATUAN ACARA PENYULUHAN
IMUNISASI DASAR LENGKAP
Pokok Bahasan
: Imunisasi
Sub Pokok Bahasan : 5 imunisasi dasar lengkap
Sasaran
: Ibu balita dan pengasuh balita di desa Pekaja
Hari/tangga
: Minggu, 25 Mei 2014
Waktu
: 30 menit
Tempat
: PKD Pekaja
I.

Tujuan Umum

Setelah mendapatkan penjelasan tentang imunisasi ibu-ibu diharapkan dapat


memotivasi keluarga untuk membawa anak balitanya ke posyandu guna
mendapatkan imunisasi lengkap.
II. Tujuan khusus
Setelah mendapatkan penjelasan tentang imunisasi ibu-ibu dapat
1. Menjelaskan pengertian imunisasi / vaksinasi.
2. menjelaskan tujuan imunisasi.
3. Menjelaskan penyakit yang dapat dicegah dengan pemberian imunisasi.
4. Menjelaskan jenis-jenis imunisasi.
5. Menjelaskan jadwal pemberian imunisasi.
6. Menjelaskan cara pemberian imunisasi.
7. Menjelaskan kapan imunisasi tidak boleh diberikan.
8. Menjelaskan keadaan yang timbul setelah imunisasi.
9. Menjelaskan tempat pelayanan imunisasi.
III. Materi (Terlampir)
1. Pengertian imunisasi
2. Tujuan imunisasi
3. Jadwal pemberian imunisasi.
4. Kapan imunisasi tidak boleh diberikan.
5. Reaksi yang timbul setelah imunisasi.
6. Perawatan yang diberikan setelah imunisasi.
7. Jenis- jenis Vaksin.
8. Tempat pelayanan vaksin.
IV. Metode
Ceramah, diskusi
V. Media
Leaflet, flip chart
VI. Alat
Alat tulis
VII. Kegiatan
No.
1

Waktu
5 menit

Kegiatan
Pemateri
Audiens
1. Pembukaan:
Menjawab salam dan
a. Mengucapkan salam dan
memperhatikan
memperkelankan diri
b. Menjelaskan Tujuan yang
telah disepakati
c. Menyebutkan
materi/pokok bahasan
yang akan disampaikan

2.

15 menit

2. Pelaksanaan:

Memperhatikan

a. Menjelaskan materi

penjelasan materi yang

penyuluha secara teratut akan diberikan


dan berurutan:
1) Menjelaskan tentang
pengertian Imunisasi
2) Menjelaskan tentang
tujuan pemberian
imunisasi
3) Menjelaskan tentang
Jad-wal pemberian
imunisasi
4) Menjelaskan tentang
je-nis imunisasi yang
harus diberikan.
5) Menjelaskan penyakin
yang dapat di cegah.
6) Menjelaskan kapan
waktu yang tidkboleh
dilakukan imunisasi
7) Menjelaskan tentang
reaksi setelah di
lakukan imunisasi
8) Menjelaskan cara
perawatan setelah
dilakukan imunisasi
9) Menjelaskan tempat
pelayanan iminisasi
b. Memberi kesempatan pa3.

8 menit

da ibu bertanya.
3. Evaluasi
Merespon dan
a. Memberikan pertanyaan- Menjawab pertanyaan
pertanyaan berkaitan
dengan materi yang
sudah dijelaskan
b. Memberikan kesempatan
kepada warga untuk

yang akan diberikan

4.

2 menit

bertanya
4. Mengakhiri pertemuan :
a. Menyimpulkan materi

Menyimak dan
Menjawab salam

yang telah disampaikan


b. Menyampaikan
tarimakasih atas
perhatian dan waktu yang
diberikan
c. Mengucapkan terima
kasih
VIII. Pengorganisasian & uraian tugas
1. Moderator
Uraian tugas :
a. Membuka acara penyuluhan, memperkenalkan diri dan tim kepada
peserta.
b. Mengatur proses dan lama penyuluhan.
c. Menutup acara penyuluhan.
2. Penyuluh / Pengajar
Uraian tugas :
a. Menjelaskan materi penyuluhan dengan jelas dan dengan bahasa
yang mudah dipahami oleh peserta.
b. Memotivasi peserta untuk tetap aktif dan memperhatikan proses
penyuluhan.
c. Memotivasi peserta untuk bertanya.
3. Fasilitator
Uraian tugas :
a. Ikut bergabung dan duduk bersama di antara peserta.
b. Mengevaluasi peserta tentang kejelasan materi penyuluhan.
c. Memotivasi peserta untuk bertanya materi yang belum jelas.
d. Menginterupsi penyuluh tentang istilah/hal-hal yang dirasa kurang
jelas bagi peserta.
4. Observer
Uraian tugas :
a. Mencatat nama, alamat dan jumlah peserta, serta menempatkan diri
sehingga memungkinkan dapat mengamankan jalannya proses
penyuluhan.
b. Mencatat pertanyaan yang diajukan peserta.
c. Mengamati perilaku verbal dan non verbal peserta selama proses
penyuluhan.
d. Mengevaluasi hasil penyuluhan denga rencana penyuluhan.

e. Menyampaikan evaluasi langsung kepada penyuluh yang dirasa


tidak sesuai dengan rencana penyuluhan.
IX.

Evaluasi
1. Apa pengertian imunisasi / vaksinasi?
2. Apa tujuan imunisasI?
3. Apa saja penyakit yang dapat dicegah dengan pemberian imunisasi?
4. Apa saja jenis-jenis imunisasi?
5. Kapan imunisasi tidak boleh diberikan?
6. Apa reaksi yang timbul setelah imunisasi?

X.

Pengesahan
Purwokerto, 23 Mei 2014
Ketua Penyuluh

Pembimbing Klinik

(Hj. Sulastri Amd. Keb)

(Heru Kristianto)

Lampiran Materi
MATERI PENYULUHAN IMUNISASI DASAR LENGKAP
A. Pengertian
Imunisasi adalah suatu usaha untuk membuat seseorang menjadi kebal
terhadap penyakit tertentu.
Imunisasi adalah suatu upaya untuk mendapatkan kekebalan terhadap
suatu penyakit dengan cara memasukkan kuman / produk kuman yang sudah
dilemahkan atau dimatikan ke dalam tubuh.
B. Tujuan
1. Untuk mencegah terjadinya penyakit infeksi tertentu.
2. Apabila terjadi penyakit, tidak akan terlalu parah dan dapat mencegah
gejala yang dapat menimbulkan cacat atau kematian.
C. Jadwal imunisasi
Jadwal imunisasi wajib dari pemerintah :
Umur
0-7 hari
< 2 bulan
2 bulan

Jenis imunisasi
Hepatitis B1
BCG,Polio 1
DPT Hb Combo 1,Polio 2

3 bulan
4 bulan
9 bulan

DPT Hb Combo 2,Polio 3


DPT Hb Combo 3,Polio 4
Campak

D. Waktu yang tidak diperbolehkan imunisasi


1. BCG tidak diberikan bila bayi sedang sakit TBC dan panas tinggi
2. DPT tidak diberikan bila bayi panas dan kejang
3. Campak tidak boleh diberikan bila bayi mendadak panas tinggi
E. Reaksi imunisasi
1. BCG
Bakteri BCG di dalam tubuh bekerja sangat lambat, setelah 2 minggu
terjadi pembengkakan kecil merah dengan garis tengah 10mm. Setelah 2
sampai 3 minggu kemudian pembengkakan itu menjadi abses kecil yang
kemudian menjadi luka dengan garis tengah 10mm. Luka tersebut akan
sembuh sendiri dan meningglakan garis jaringan parut bergaris tengah
10mm.
Reaksi berat
a. terjadi peredangan setempat atau abses.
b. terjadi pembengkakan pada kelenjar limfe lehar dan ketiak
2. DPT
Reaksi Normal
a. Panas, kebanyakan anak menderita panas pada sore hari setelah pagi
mendapat vaksin DPT tetapi akan sembuh dalam 1 hari.
b. Rasa sakit pada daerah suntikan lamanya tidak lebih dari 1 minggu.
Reaksi Berat
a. Peradangan, bila pembengkakan atau rasa sakit terjadi seminggu atau
lebih sesudah vaksinasi, hal tersebut disebabkan oleh penggunaan
alat-alat yang tidak steril dan penyuntikan yang paling dalam.
b. Kejang-kejang, reaksi tersebut jarang terjadi. Reaksi ini disebabkan
dari komponen P dari vaksi DPT. Maka anak yang pernah
mendapatkan reaksio tersebut tidak boleh diberi vaksin DPT dan
sebagai gantinya dapat diberi vaksin DT.
3. Polio
Efek samping reaksi polio umumnya tidak ada.
4. Campak
Panas dan kemerahan, anak mungkin panas dalam waktu 1 sampai 3 hari
setelah 7 hari penyuntikkan kadang-kadang disertai kemerahan seperti
penderita campak ringan.
5. Hepatitis B

Efek samping yang sering dijumpai: kemerahan dan bengkak dan nyeri
ditempat suntik, panas badan, reaksi alergi. Anak yang pernah mengalami
reaksi hebat pada suntikan terdahulu jangan diberikan suntikan lanjutan.
F. Perawatan setelah imunisasi
1. Bila panas setelah diimunisasi DPT dan campak berikan obat panas, kalau
perlu kompres dingin
2. Luka imunisasi BCG jangan diberi obat atau minyak tawon biarkan saja,
tetapi bila terjadi bengkak sampai ketiak segera bawa ke puskesmas atau
pelayanan kesehatan terdekat
3. Setelah diberi imunisasi polio, jangan diberikan susu selama kurang lebih
15 menit
G. Jenis Vaksin
1. Vaksin BCG
Vaksin BCG berfungsi untuk memberikan kekebalan terhadap penyakit
Tubercullosis. Vaksin ini mengandung BCG (Bacillus Calmette Guerin)
yang masih hidup. Vaksin ini harus disimpan dalam lemari es pada suhu 2
8 C. Di berikan secara intracutan (IC) dengan dosis 0,05 ml. Vaksin
yang dilarutkan harus dipakai dalam waktu 3 jam dan selebihnya harus
dibuang.
2. Vaksin DPT (Dipteri, Pertusis, Tetanus)
Vaksin ini memberikan kekebalan terhadap penyakit Dipteri, Pertusis,
Tetanus. Tiap ml mengandung 40 If Dipteri toxoid, 15 If tetanus toxoid
yang telah dimurnikan dan diadsorbsikan pada 3 mg aluminium phospat,
24 miilyard kuman B pertusis dan 0,1 merthiolat sebagai bahan
pengawet. Disimpan dalam lemari es pada suhu 2 8 C. Diberikan
sebanyak 3 kali suntikan dengan dosis masing-masing 0,5 ml dengan
interval minimal 4 minggu. Cara pemberian intramuscular.
3. Vaksin Polio
Vaksin ini memberikan kekebalan terhadap penyakit polio. Tiap 2 tetes
vaksin mengandung virus polio hidup yang dilemahkan : Tipe I 10 TCID
50, Tipe II 10 TCID 50, Tipe III 10 TCID 50, Kanamisin 5 mcg, Neomisin
5 mcg dan distabilisasi dengan MgC12 1 mol. Disimpan pada suhu 2 8
C. Diberikan secara oral sebanyak 2 tetes, 4 kali pemberian dengan
interval pemberian minimal 4 minggu.
4. Vaksin Campak

Vaksin ini memberikan kekebalan terhadap penyakit campak. Vaksin ini


telah dibekukan dan dikeringkan. Vaksin ini mengandung virus campak
hidup Strain Schwarz yang telah dilemahkan tidak kurang dari 10 TCID
50, Kanamisin 5 mcg, Neomisin 5 mcg dan distabilisasi dengan albumin
0,25%. Disimpan dalam lemari es dengan suhu 2 8 C. Diberikan secara
subcutan dengan dosis 0,5 ml. Vaksin campak yang telah dilarutkan hanya
bertahan selama 8 jam.
H. Tempat pelayanan imunisasi
1. Posyandu
2. Puskesmas
3. Bidan atau Rumah Bersalin atau dokter
4. Rumah sakit