Anda di halaman 1dari 3

Prinsip Kerja

Ide pemanfaatan energi panas laut bersumber dari adanya perbedaan temperature di
dalam laut. Temperatur di permukaan laut lebih hangat karena panas dari sinar matahari diserap
sebagian oleh permukaan laut. Tapi di bawah permukaan, temperature

akan

turun

dengan

cukup drastis.
Sinar matahari yang jatuh di lautan diserap oleh air laut secara efektif dan energi tersebut
tertahan pada lapisan permukaan laut pada kedalaman 35 100m, dimana gaya angin dan
gelombang menyebabkan temperatur dan kadar garam mendekati uniform. Pada wilayah lautan
tropis yang terletak kirakira diantara 15 lintang utara dan 15 lintang selatan, energy panas
yang diserap dari matahari memanasi air laut pada mixed layer dengan suhu sekitar 28C (82F)
yang konstant siang dan malam setiap bulan. Dibawah mixed layer, air laut menjadi semakin
dingin seiring dengan pertambahan kedalaman hingga mencapai kedalaman 800 sampai 1000m
(2500 to 3300ft), temperatur air berubah menjadi 4,4C (40F). Pada kedalaman 900 m keatas
terdapat reservoir air dingin yang sangat besar. Air dingin ini merupakan akumulasi dari air dan
es yang mencari dari daerah kutub.
OTEC merupakan singkatan dari Ocean Thermal Energy Conversion adalah salah satu
teknologi terbaru yang menggunakan perbedaan suhu antara permukaan laut dan dasar laut untuk
mengoperasikan generator yang menghasilkan energi listrik
Sistem kerja OTEC mempunyai kemiripan dengan mesin uap yaitu fluida dievaporasi dan
dikondensasi, perbedaan tekanan yang terjadi inilah yang memutar turbin dan kemudian
menghasilkan listrik. namun, pada OTEC menggunakan air laut yang tak terbatas jumlahnya
sehingga OTEC dapat menjadi salah satu sumber energi terbaharukan.
Dalam sistem OTEC terdapat dua macam siklus yang bisa digunakan untuk
menghasilkan energi, yaitu siklus terbuka (Open- Cycle) dan siklus tertutup (Closed-Cycle).
Pada siklus terbuka fluida kerja dilepaskan setelah digunakan dan fluida kerja itu adalah uap air.
Air hangat dengan temperatur berkisar 25C30C, dipompa dengan menggunakan Pipa masuk
ke dalam ruang vakum untuk dievaporasi. Akibat perbedaan tekanan antara tekanan uap air dan
tekanan dalam turbin maka uap air yang telah masuk kedalam turbin dapat memutar rotor turbin
sehingga menghasilkan listrik. Selanjutnya uap air dialirkan kembali lagi ke kondensator untuk
dikondensasikan kembali oleh air dingin yang dipompa dari kedalaman 1000m yang kemudian

menjadi air bersih (desalinated water). Sedangkan siklus tertutup menggunakan fluida kerja
sebagai pemutar rotor turbin. Dimana fluida kerja tersebut harus mempunyai titik didih yang
rendah agar cepat menguap sehingga air hangat dan air dingin yang berasal dari laut dapat
berfungsi sebagai evaporator dan kondensor bagi fluida kerja
Pembangkit listrik dapat memanfaatkan perbedaan temperatur tersebut untuk
menghasilkan energi. Pemanfaatan sumber energy jenis ini disebut dengan konversi energi panas
laut (Ocean Themal Energy Conversion atau OTEC). Perbedaan temperatur antara permukaan
yang hangat dengan air laut dalam yang dingin dibutuhkan minimal sebesar 77 derajat
Fahrenheit (25C) agar dapat dimanfaatkan
untuk membangkitkan listrik dengan baik. Adapun proyek-proyek demonstrasi dari OTEC sudah
terdapat di Jepang, India, dan Hawaii.
Pada teknologi konversi energi panas laut atau KEPL (Ocean Thermal Energy
Conversion, OTEC), siklus Rankine digunakan untuk menarik arusarus energi termal
yang memiliki sekurangkurangnya selisih suhu sebesar 20C. Gambar 2. Ocean Thermal
Energy Conversion dengan Siklus Tertutup Berdasarkan siklus yang digunakan, OTEC dapat
dibedakan menjadi tiga macam: siklus tertutup, siklus terbuka, dan siklus gabungan (hybrid).
Pada alat OTEC dengan siklus tertutup, air laut permukaan yang hangat dimasukkan ke dalam
alat penukar panas untuk menguapkan fluida yang mudah menguap seperti misalnya amonia.
Uap amonia akan memutar turbin yang menggerakkan generator. Uap ammonia keluaran turbin
selanjutnya dikondensasi dengan air laut yang lebih dingin dan dikembalikan untuk diuapkan
kembali
Siklus tertutup, merupakan pilihan yang pada saat ini lebih disukai dan digunakan banyak
proyek percobaan. air permukaan yang hangat dipompa kesebuah penukar panas atau evaporator,
dimana energi panas dilepaskan kepada suatu medium kerja, misalnya amonia. Amonia cair itu
akan berubah menjadi gas dengan tekanan kirakira 8,7 bar dan suhu 21oC. Turbin berputar
menggerakkan generator listrik yang
menghasilkan energi listrik. Gas amonia akan meninggalkan turbin pada tekanan kira kira 5,1 bar
dan suhu 11oC dan kemudian di bawa ke kondensor. Pendinginan pada kondensor
mengakibatkan gas amonia itu kembali menjadi bentuk benda cair. Perbedaan suhu dalam
rangkaian perputaran amonia adalah 10oC sehingga rendemen

Carnot akan menjadi : bergantung pada tekanan uap dari fluida kerja yang digunakan. Semakin
tinggi tekanan uapnya maka semakin kecil ukuran turbin dan alat penukar panas yang
dibutuhkan, sementara ukuran tebal pipa dan alat penukar panas bertambah untuk menahan
tingginya tekanan terutama pada bagian evaporator
Rendemen ini merupakan efisiensi termodinamika yang baik sekali, namun didalam
praktek rendemen yang sebenarnya akan terjadi lebih rendah, yaitu sekitar 2 2,5%.Pada
rancangan-rancangan terkini suatu arus air sebesar 35m3/s baik pada sisi
air hangat maupun pada sisi air dingin, diperlukan untuk menghasilkan daya sebesar 1 MW pada
generator. Selain amonia (NH3), juga Fron-R-22 (CHClF2) dan Propan (C3H6) memiliki titik
didih yang sangat rendah, yaitu antara -30C sampai -50C pada
tekanan atmosfer dan 30C pada tekanan antara 10 dan 12,5Kg/cm2. Gas-gas inilah yang
prospektif untuk dimanfaatkan sebagai medium kerja pada konversi energi panas
laut.
Fluida kerja yang populer digunakan adalah amonia karena tersedia dalam jumlah besar,
murah, dan mudah ditransportasikan. Namun, amonia beracun dan mudah terbakar. Senyawa
seperti CFC dan HCFC juga merupakan pilihan yang baik, sayangnya menimbulkan efek
penipisan lapisan ozon. Hidrokarbon juga dapat digunakan, akan tetapi menjadi tidak ekonomis
karena menjadikan OTEC sulit bersaing dengan pemanfaatan hidrokarbon secara langsung.
Selain itu, yang juga perlu diperhatikan adalah ukuran pembangkit listrik .