Anda di halaman 1dari 5

CACING FILARIA

Cacing Filaria adalah kelas dari anggota hewan tak bertulang belakang yang termasuk
dalam filum Nemathelminthes. Bentuk cacing ini gilig memanjang, seperti benang maka
disebut

filarial.

Cacing

filaria penyebab penyakit kaki

gajah

berasal

dari genus wuchereria dan brugia. Di Indonesia cacing yang dikenal sebagai penyebab
penyakit tersebut adalah wuchereria bancrofti, brugia malayi, dan brugia timori.
Klasifikasi ilmiah
Kingdom

: Animalia

Phylum

: Nemathoda

Class

: Secernentea

Ordo

: Spirurida

Upordo

: Spirurina

Family

: Onchocercidae

Genus

: Wuchereria dan

Species

: Wuchereria

brugia
bancrofti, Brugia Malayi, Brugia Timori
Morfologi Cacing Filaria
Perbedaan Mikrofilaria
Spesies filaria

Selubung

Panjang

Wuchereria
bancrofti
Brugia malayi/
Brugia timori

Ada

300

Inti mencapai
ujung ekor
Tidak

Ada

260/310

Ya

Morfologi
Wuchereria bancrofti

1) Cacing dewasa jantan


dan betina bentuknya
halus seperti benang dan
berwarna putih susu.
2) Cacing betina berukuran
65100 mm x0,25 mm
dan cacing jantan 40 mm
x 0,1 mm.
3) Cacing
betina
mengeluarkan
mikrofilaria
yang
bersarung dengan ukuran
250300mikron x 7-8
mikron.
4) Mikrofilaria ini hidup
didalam
darah
dan
terdapat di aliran darah
tepi pada waktu tertentu
saja.
5) Microfilaria W. bancrofti
bersifat
periodisitas
nokturna,
artinya
mikrofilaria
hanya
terdapat di dalam tepi
pada waktu malam.
6) Pada
siang
hari,
mikrofilaria terdapat di
kapiler alat dalam (paruparu, jantung, ginjal)

Siklus Hidup

Brugia malayi

1) Cacing
dewasa
berbentuk
silindrik
seperti
benang,
berwarna
putih
kekuningan.
2) Pada ujung anteriornya
terdapat mulut tanpa
bibir dan dilengkapi
baris papila 2 buah,
baris luar 4 buah dan
baris dalam 10 buah.
3) Cacing betina berukuran
55x0,16 mm dengan
ekor
lurus,
vulva
mempunyai
alur
tranfersal dan langsung
berhubungan
dengan
vagina .
4) Cacing jantan diliputi
kutikula
halus,
berukuran 23x0,09 mm,
ekor melingkar dIbagian
ujugnya terdapat papila
3-4
buah,
dan
dibelakang anus terdapat
sepotong papila.
5) Pada ujung ekor terdapat
4-6 papila kecil dan
spikula yang panjangnya
tidak sama.

Brugia Timori

1) Pada kedua jenis kelamin,


ujung anteriornya melebar
kepalanya yang membulat.
2) Ekornya berbentuk seperti
pita dan agak bundar. Pada
tiap sisi terdapat 4 papil
sirkum oral yang teratur pada
bagian luar dan bagian dalam
membentuk lingkaran,.
3) Cacing
jantan,
ekornya
melengkung
dengan
4
sampai 5 papila adanal
terdiri
atas
subventral,
sebuah preanal yang besar
serta satu pasang posanal
yang lebih kecil. Spikula
tidak
sama
panjang,
panjangnya yang sebelah kiri
400 mm dan sebelah kanan
142 mm berbentuk seperti
bulan sabit,.
4) Cacing betina, vulva sebelah
anterior
dari
dasar
esophagus.
Ovejektor
menyerupai buah pir dengan
ukuran 160 x 58 mm. vagina
terletak disamping ovejektor
berbentuk celah.

1. Dalam Tubuh Manusia (Definitif host) :


Cacing dewasa berada dalam saluran dan kelenjar lymphe, setelah kawin cacing
betina akan melahirkan mikrofilaria (ovo vivipar) sesuai dengan sifat
periodisitasnya mikrofilaria-mikrofilaria tersebut akan berada di darah tepi . Bila
kebetulan ada nyamuk yang sesuai menggigit penderita tersebut, maka mikrofilaria
akan ikut terhisap bersama darah penderita dan masuk ke tubuh nyamuk. Didalam
tubuh manusia mikrofilaria dapat bertahan hidup lama tanpa mengalami perubahan
bentuk.
2. Dalam Tubuh Intermediate host :
Nyamuk yang berperan sebagai vektor biologis/hospes perantaraan untuk
Wuchereria bancrofti adalah dari genus : Culex, Anopheles,Aedes. Mikrofilaria
yang terhisap masuk pada saat terjadinya gigitan, sesampai di lambung nyamuk
akan melepaskan sheathmya. Dalam waktu 1-2 jam kemudian ia menembus
dinding usus nyamuk menuju ke otot-otot thorax untuk mengadakan metamorfosis.
Dalam waktu kurang lebih 2 hari mikrofilaria akan tumbuh menjadi larva stadium I
(l24-250 mikron X 10-17 mikron) dan 3-7 hari kemudian menjadi larva stadium II
yang panjangnya (225-330 mikron dan lebar 15-30 mikron) dan pada hari ke 10-11
pertumbuhan larva dapat dikatakan telah lengkap menjadi larva stadium III dengan
ukuran panjang 1500-2000 mikron dan lebarnya 18-23 mikron), yaitu stadium yang
infektif untuk manusia. Larva tersebut bermigrasi ke kelenjar ludah (proboscis).
dan siap untuk ditularkan bila nyamuk tersebut menggigit manusia lagi.

Mikrobiologi dan Parasitologi


Disusun dalam rangka memenuhi tugas mata kuliah mikrobiologi dan
parasitologi

Disusun Oleh:

Ais Dafitri / 6411415066


Rombel 3

JURUSAN ILMU KESEHATAN MASYARAKAT


FAKULTAS ILMU KEOLAHRAGAAN
UNIVERSITAS NEGERI SEMARANG
2015