Anda di halaman 1dari 8

BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang


Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mencatat 4 pembunuh terbesar manusia saat ini.
Bukan lagi perang, bencana alam atau penyakit menular melainkan penyakit-penyakit serius
yang timbul akibat gaya hidup tidak sehat. Salah satu dari keempat penyakit tersebut
adalah diabetes. WHO mencatat kematian akibat penyakit tidak menular akan meningkat
sebesar 17 persen pada dekade berikutnya.
Sedangkan di Indonesia, penyakit diabetes menjadi penyebab kematian ke 3 terbesar.
Hal ini dikemukakan oleh Menteri Kesehatan, Endang Rahayu Sedyaningsih pada saat
membuka Temu Nasional Strategi Kemitraan Pengendalian Penyakit Tidak Menular dalam
Penguatan Sistem Kesehatan pada Era Desentralisasi, di Jakarta Kamis 18 Agustus 2011,
bahwa penyebab kematian tertinggi adalah : Stroke, Hipertensi, Diabetes (kencing manis),
Kanker dan Penyakit Paru Obstruktif Kronis (PPOK). Pada tahun 2013, Indonesia memiliki
sekitar 8,5 juta penderita Diabetes yang merupakan jumlah ke-empat terbanyak di Asia dan
nomor-7 di dunia. Dan pada tahun 2020, diperkirakan Indonesia akan memiliki 12 Juta
penderita diabetes, karena yang mulai terkena diabetes semakin muda..
Diabetes adalah suatu penyakit dimana tubuh tidak dapat menghasilkan insulin
(hormon pengatur gula darah) atau insulin yang dihasilkan tidak mencukupi atau insulin tidak
bekerja dengan baik. Oleh karena itu akan menyebabkan gula darah meningkat saat diperiksa.
Ada 2 jenis tipe utama dalam Diabetes yaitu:
Diabetes tipe 1
Suatu keadaan dimana tubuh sudah sama sekali tidak dapat memproduksi hormon
insulin. Sehingga penderita harus menggunakan suntikan insulin dalam mengatur gula
darahnya.
Diabetes tipe 2

Terjadi karena tubuh tidak memproduksi hormon insulin yang mencukupi atau karena
insulin tidak dapat digunakan dengan baik (resistensi insulin). Tipe ini merupakan yang
terbanyak diderita saat ini (90% lebih), sering terjadi pada mereka yang berusia lebih dari 40
tahun, gemuk dan mempunyai riwayat diabetes dalam keluarga.
Ciri- ciri orang yang terkena diabetes :
1. Sering buang air kecil
Buang air kecil akan menjadi sering jika terlalu banyak glukosa dalam darah. Jika
insulin tidak ada atau sedikit maka ginjal tidak bisa menyaring glukosa untuk kembali ke
darah. Lalu ginjal akan menarik tambahan air dari darah untuk menghancurkan glukosa. Hal
ini membuat kandung kemih penuh dan orang jadi sering pipis.
2. Sering merasa haus
Karena sering buang air kecil, Anda akan menjadi lebih sering haus, karena proses
penghancuran glukosa yang sulit maka air di dalam darah tersedot untuk menghancurkannya.
Sehingga seseorang perlu minum lebih banyak untuk menggantikan air yang hilang.
3. Berat badan turun cepat
Pada penderita diabetes tipe 1 (faktor genetik). Pankreas berhenti membuat insulin
akibat serangan virus pada sel-sel pankreas atau respons autoimun. Akibatnya tubuh sulit
mencari sumber energi karena sel-sel tidak memperoleh glukosa sehingga memecah jaringan
otot dan lemak untuk energi sehingga berat badan terus menyusut.
Pada penderita diabetes tipe 2 (faktor perubahan gaya hidup), penurunan berat badan
terjadi secara bertahap dengan peningkatan resistensi insulin sehingga penurunan berat badan
tidak begitu terlihat.
4. Merasa lemah dan gampang kelelahan
Karena produksi glukosa terhambat sehingga sel-sel makanan dari glukosa yang
harusnya didistribusikan ke semua sel tubuh untuk membuat energi jadi tidak berjalan.
Karena sel energi tidak mendapat asupan sehingga orang akan merasa cepat lelah.
5. Sering kesemutan di kaki dan tangan

Gejala ini disebut neuropati. Terjadi secara bertahap karena glukosa dalam darah
tinggi dan merusak sistem saraf. Orang-orang sering tidak menyadari bahwa itu salah satu
pertanda. Kondisi gula darah tinggi kemungkinan telah terjadi beberapa tahun sebelum
diagnosa. Kerusakan saraf dapat menyebar tanpa diketahui.
6. Gejala lain
Selain itu ada pula gejala lain yang bisa muncul seperti penglihatan kabur, kulit kering
atau gatal, sering infeksi atau luka dan memar, yang membutuhkan penyembuhan dalam
waktu lama merupakan tanda-tanda lain dari diabetes.
Hingga saat ini belum ditemukan obat yang dapat menyembuhkan Diabetes. Tapi
dengan menurunkan berat badan yang berlebih, diet yang baik, dan berolahraga secara
teratur, dapat membuat gula darah kembali normal. Tapi ini tidak berarti telah sembuh dari
Diabetes. Karena bila pasien kembali gemuk, diet buruk dan tidak berolahraga, maka gula
darah akan meningkat kembali. Jadi Diabetes tidak dapat sembuh, tapi gula darah dapat
dikontrol dalam batas normal.

1.2 Rumusan Masalah


1) Kurangnya kesadaran masyarakat yang sudah ataupun belum terkena diabetes untuk
selalu menjaga pola makan sehat untuk menghindari penyakit diabetes.
2) Kurangnya sosialisasi kesehatan yang efektif tentang pentingnya menjaga pola makan
sehat.
3) Tidak adanya media kesehatan yang akan terus mengingatkan masyarakat tentang
pentingnya menjaga pola makan sehat.

1.3 Tujuan Penulisan


1) Meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya diet sehat dan menjaga pola
makan sehat demi mengontrol gula darah.
2) Mengajak masyarakat agar tau mau dan mampu melakukan diet sehat untuk
menghindari diabetes dan mengontrol gula darah.

1.4 Manfaat Penulisan


a. Bagi Sasaran

Dalam hal ini sasaran utama adalah penderita diabetes sedangkan sasaran lainnya
adalah masyarakat pada umumnya. Penulisan ini diharapkan mampu memberikan
pengetahuan kepada masyarakan dan ingatan untuk selalu menjaga pola makan sehat.
Membuat masyarakat menjadi tau, mau dan mampu untuk melaksanakannya.
b. Bagi Penulis
Penulisan materi ini dapat menumbuhkan kreatifitas penulis untuk mengungkapkan
gagasan baru demi meningkatkan derajat kesehatan masyarakat.

BAB II
GAMBARAN PRODUK
Dalam penulisan ini, produk yang akan saya buat adalah sarung tudung saji yang
bermotifkan 3 kata yang mudah diingat dalam menjaga pola makan sehat, yaitu 3 J. Sarung
tudung saji dijadikan media penyuluhan pola makan sehat karena sarung tudung saji
merupakan salah satu peralatan rumah tangga yang hampir ada disetiap rumah. Selain itu
posisi sarung tudung saji yang dipasang di tudung saji selalu ada untuk menutupi makanan
yang akan dimakan. Sehingga, sarung tudung saji akan selalu mengingatkan sasaran untuk
melakukan pola makan sehat. Arti dari 3 J adalah :
Jenis
Yaitu menentukan jenis makanan yang akan kita makan dimana harus
memenuhi gizi namun tidak berlebihan. Jenis disini digambarkan dengan
beberapa macam makanan seperti buah, sayur dan susu.Pemilihan jenis
makanan bagi penderita penyakit diabetes ini berkaitan dengan naik turunnya
kadar gula darah. Karena asupan gula ke dalam tubuh berasal dari makanan
yang dikonsumsi. Indeks glikemik adalah angka yang menunjukkan kecepatan
makanan dalam meningkatkan/menaikkan kadar gula dalam darah. Semakin
tinggi indeks glikemik maka kenaikan gula darah setelah mengkonsumsi
makanan semakin cepat.Hindari jenis makanan instan yang manis berkalori
tinggi seperti kue, coklat, minuman ringan, es krim, kafein, soda, snack ringan
dan sebagainya. Makanan seperti nasi, mie, singkong bisa dikonsumsi dalam
jumlah yang diatur. Nasi merah lebih baik, jagung, ketela, kentang sebagai
pengganti makan nasi.
Jumlah
Yaitu menentukan seberapa banyak makanan yang akan kita makan, misalnya
karbohidrat yang diperlukan tubuh dan karbohidrat yang kita makan harus
disesuaikan agar tidak terlalu berlebih atau kurang sehingga mempengaruhi
kesehatan.Bagi penderita diabetes jenis makanan boleh sama dengan orang
biasa, namun jumlahnya harus dikurangi. Harus pandai-pandai menghitung
jumlah kalori. Seperti makanlah 1/2 atau 1/3 porsi nasi lauk sayur dan ikan +
susu tanpa gula.
Jadwal

Yaitu menentukan kapan saja kita boleh dan sebaiknya makan besar dan
makan cemilan. Adapun contoh jadwalnya adalah :
Makan besar I (Sarapan pagi) : pukul 07.00
- Makan ringan I (Snack) : pukul 10.00
- Makan besar II (Makan siang) : pukul 13.00
- Makan ringan II (Snack) : pukul 16.00
- Makan besar III (Makan malam) : pukul 19.00
- Makan ringan III (Snack) : pukul 22.00
Gambaran sketsa produk secara sederhana adalah sebagai berikut :

BAB III
PEMASARAN

Agar masyarakat mampu menerima pesan dari media tersebut maka diperlukan
sosialisasi dan cara distribusi ke masyarakat dengan baik. Beberapa cara untuk pemasaran
sarung tudung saji ini adalah sebagai berikut :
1. Sarung tudung saji dibagikan ke masyarakat sebagai souvenir setelah melakukan
sosialisasi atau penyuluhan kepada masyarakat tentang diabetes. Sarung tudung saji
ini diberikan pemerintah secara cuma-cuma kepada masyarakat. Selain menjadi
souvenir yang bermanfaat dalam kehidupan sehari-hari, dengan dibagikan hadiah
disetiap sosialisasi atau penyuluhan akan meningkatkan minat masyarakat untuk
menghadirinya.
2. Sarung tudung saji ini juga dapat dijadikan hadiah dari setiap pembelian produkproduk pendukung bagi penderita diabetes. Seperti susu diabetes, gula diabetes,
cookies rendah gula, sirup rendah gula dan lain sebagainya. Selain menjadi hadiah
yang bermanfaat, hadiah sarung tudung saji untuk setiap pembelian produk tersebut
akan meningkatkan minat masyarakat untuk membeli produk karena akan mendapat
hadiah cuma-Cuma.

TUGAS DASAR PROMOSI KESEHATAN


DISUSUN OLEH :
INDA SINTYA PRASTIKA
6411415067
IKM 2015 Rombel 3

UNIVERSITAS NEGERI SEMARANG