Anda di halaman 1dari 6

Laporan Pendahuluan Hipokalemia

Definisi
Hipokalemia merupakan istilah yang digunakan untuk kadar kalium plasma kurang
dari 3,5 mEq/L (Black & Hawks, 2014). Hipokalemia merupakan salah satu gangguan
elektrolit yang umum terjadi, terutama pada populasi lansia.

Etiologi dan Patofisiologi


Etiologi Hipokalemia (Mahan & S.Escott, 2004 dalam Black & Hawks 2014), antara
lain asupan kalium inadekuat, cairan IV tanpa KCl, kehilangan kalium melalui ginjal,
asidosis tubulus renalis ginjal, hiperaldosteronisme, leukemia, kehilangan kalium
melalui saluran cerna, muntah atau pengisapan nasogastrik, diare, penggunaan enema
atau laksatif, malnutrisi, efek obat-obatan (diuretik: tiazid), agonis beta-adrenergik,
steroid, aminoglikosida, dan insulin. Penurunan kadar kalium di ruang ekstraselular
menyebabkan dibutuhkannya stimulus yang lebih besar untuk mendepolarisasi
membran dalam menginisiasi potensial aksi. Sebagian besar manifestasi hipokalemia
diakibatkan oleh kapabilitas neuron yang melambat dan efeknya terhadap fungsi otot.

Manifestasi klinis
Manifestasi klinis hipokalemia dapat ditemukan pada temuan abnormal hasil
pemeriksaan elektrokardiogram (EKG) serta pada gangguan pencernaan, jantung,
ginjal, pernapasan, neurologis, dan muskuloskeletal. Pada hipokalemia ringan (3,3-3,4
mEq/L) abnormalitas tidak terjadi. Kontraksi otot polos yang melambat menyebabkan
manifestasi saluran cerna, mencakup anoreksia, distensi abdomen, dan konstipasi.
Kontraksi otot rangka yang melambat menyebabkan kelemahan otot dan kram
tungkai. Penurunan konduksi impuls saraf sekunder akibat peningkatan potensial
transmembran menyebabkan manifestasi neurologis seperti kelelahan, parestesia,
hiporefleksia, dan iritabilitas. Pada hipokalemia berat, dapat terjadi perubahan hasil
EKG. Depresi dan pemanjangan segmen ST, depresi dan inversi gelombang T, serta
gelombang U prominen yang disebabkan pemanjangan repolarisasi miokardial.
Disritmia juga merupakan salah satu manifestasi pada hipokalemia sebagai akibat
peningkatan eksitabilitas selular. Dampak lain dari hipokalemia adalah penurunan
kontraksi miokardial, yang bermanifestasi sebagai hipotensi dan pulsasi yang lambat
dan lemah. Kadar kalium <2,5 mEq/L meningkatkan risiko fibrilasi ventrikel dan henti
jantung. Manifestasi pulmonal antara lain pernapasan yang dangkal, sesak napas, dan
apneu, dan henti napas, yang disebabkan oleh deteriorasi progresif kontraksi otot-otot
pernapasan. Manifestasi neurologis progresif berupa melambatnya konduksi saraf
sehingga menyebabkan disfasia, keadaan konfusional, depresi, konvulsi, arefleksia,
dan koma. Manifestasi saluran cerna yaitu adanya perlambatan otot polos yang

ekstrem menyebabkan muntah dan ileus serta retensi urine. Kelemahan otot rangka
dapat mengalami perburukan menjadi paralisis. Penyebab hipokalemia pada ginjal
yaitu poliuria, nokturia, dan penurunan osmolalitas plasma (Black & Hawks, 2014).

Sumber: EB Medicine (2016)

Masalah atau Diagnosis Keperawatan


1. Hipokalemia

2. Gangguan keseimbangan cairan dan elektrolit


3. Ketidakseimbangan nutrisi: kurang dari kebutuhan tubuh

Penanganan kegawatdaruratan

Sumber:
Royal Hobart Hospital (2003)

Algoritma atau clinical pathway

Sumber: EB Medicine (2016)

Referensi:
Black dan Hawks. (2014). Keperawatan medikal bedah: Manajemen klinis untuk hasil yang
diharapkan. Edisi 8. Elsevier: Singapore.
Advances in diagnosis and management of hypokalemic and hyperkalemic emergencies EB
Medicine (2016). http://www.ebmedicine.net/topics.php?
paction=showTopicSeg&topic_id=292&seg_id=5454
Royal Hobart Hospital. (2003). Potassium guidelines (adult).

http://www.safetyandquality.gov.au/wp-content/uploads/2012/01/tools_royalhobart.pdf