Anda di halaman 1dari 11

BAB I

Prinsip dan Tujuan

1.1
1.2

Prinsip Percobaan
Berdasarkan partisi atau distribusi komponen.
Tujuan Percobaan
Untuk memisahkan campuran.

BAB II

Tinjauan Pustaka
Kromatografi adalah teknik pemisahan campuran dalam berbagai wujud, baik cair, padat
maupun gas. Cara ini dipakai jika campuran tidak dapat di pisahkan dengan cara lain. Dasar
kromatografi adalah perbedaan daya serap suatu zat dengan zat lainnya. Jika campuran
komponen campuran (misalnya A,B dan C) dialirkan dengan suatu pelarut melalui padatan
tertentu, maka A, B dan C akan bergerak dengan kecepatan berbeda, karena daya serap padatan
itu terhadap komponen tidak sama. Cairan atau pelarut yang membawa komponen bergerak
disebut eluen atau fase gerak, sedangkan padatan yang menyerap komponen disebut adsorpen
atau fase tetap. Syarat eluen harus dapat melarutkan semua komponen dan dapat mengalir, maka
berupa cairan atau gas. Eluen dapat berupa Zat murni atau campuran, misalnya alcohol 50%.
Komponen paling kuat diserap oleh adsorben akan mengalir paling lambat (yaitu A) dan
sebaliknya yang diserap paling rendah akan mengalir paling cepat (yaitu B), sedangkan daya
serap terhadap C berada diantara A dan B. Semakin lama proses mengalir semakin jauh jarak
antara komponen dan semakin sempurna pemisahan, tetapi diperlukan tabung yang panjang serta
eluen dan adsorben yang banyak.
Berdasarkan jenis eluen dan adsorbennya, kromatografi dapat dibagi menjadi empat cara,
yaitu kromatografi kolom, kertas, lempeng tipis, dan gas.
Kromatografi kolom adalah kromatografi yang adsorbennya di masukan ke dalam tabung
(pipa) kaca. Adsorben tersebut berupa padatan dalam bentuk tepung,
Kromatografi kertas adalah jenis kromatografi yang menggunakan kertas sebagai
adsorbennya dan zat cair sebagai eluennya.
Kromatografi lempeng tipis (KLT) menggunakan lempeng tipis (seperti kaca atau
lempengan logam) yang di lumuri padatan sebagai adsorben dan dikeringkan. Setelah itu
lempengan ditetesi campuran yang akan dipisahkan dan dimasukan ke dalam bejana yang berisi
eluen, seperti pada kromatogrfi kertas.
Kromatogrfi gas adalah kromatogrfi yang menggunakan gas sebagai eluennya, sedangkan
komponen di dalam alat akan diubah menjadi gas dan mengalir bersama eluen. Kecepatan
mengalir komponen akan berbeda dan mengakibatkan terpisahnya komponen yang satu dengan
yang lain.

Kromatografi dapat di golongkan berdasarkan pada jenis fase-fase yang digunakan. Dalam
kromatogrfi fase gerak dapat berupa gas atau zat cair dan fase diam dapat berupa zat padat atau
zat cair, maka berdasarkan fase bergerak-fase diam terdapat empat macam system kromatogrfi,
yaitu : kromatogrfi gas-cair, kromatogrfi gas-padat, kromatogrfi cair- padat dan kromatogrfi caicair.
Dalam kromatografi hubungan suatu molekul komponen sampel yang tertahan atau
terditribusi diantara fase diam dan fase gerak dapat di tulikan dalam berbagai istilah. Istilahistilah yang sering dijumpai dalam kromatogrfi adalah :
Kesetimbangan ditribusi = Kesetimbangan yang terjadi pada kromatogrfi bersifat
dinamis. Molekul sampel atau zat terlarut berada bolak-balik diantara fase diam dan
fase gerak, sehingga konsentrasi rata-ratanya mengikuti hukum dinamis.
Faktor Retardasi (Rf), merupakan parameter karakteristik kromatogrfi kertas dan
kromatografi lapis tipis. Harga Rf merupakan ukuran kecepatan migrasi suatu
komponen pada kromatogrfi dan pada kondisi tetap merupakan besaran karakteristik
dan reproduksibel.
Fraksi waktu ( R ), tinggal molekul dalam fase gerak dinyatakan sebagi pebandingan
jumlah molekul dalam fase gerak terhadap jumlah molekul total.
Kromatografi kolom adalah yang menggunakan kolom sebagai alat untuk memisahkan
komponen-komponen dalam campuran, Alat tersebut merupakan pipa gelas yang dilengkapi
dengan suatu keran dibagian bawah kolom untuk mengendalikan aliran zat cair. Ukuran kolom
tergantung dari banyaknya zat yang akan dipindahkan. Secara umum perbandingan panjang dan
dimeter kolom sekitar 1 : 8, sedangkan jumlah penyerapnya adalah 25-30 kali berat bahan yang
akan dipisahkan. Pemisahan kromatografi kolom adsorpsi didasarkan pada adsorpsi komponenkomponen campuran dengan afinitas berbeda-beda terhadap permukaan fase diam.
Salah satu metode pemisahan yang memerlukan pembiayaan paling murah dan memakai
peralatan yang paling dasar adalah kromatografi lapis tipis preperatif, walaupun dapat
memisahkan dalam jumlah gram, sebagian besar pemakaian dalam jumlah milligram, KLTP
bersama-sama dengan kromatografi kolom terbuka, masih di jumpai dalam sebagian besar
publikasi mengenai isolasi bahan alam, terutama dalam laboratorium yang tidak dilengkapi
dengan cara pemisahan modern. KLTP telah menjadi cara pilihan yang cepat untuk memisahkan
campuran yang mengandung sekitar 100 mg cuplikan. Daya pisah lebih jelek dari pada daya
pisah KLTP tetapi kondisi kerja sederhana dan pemisahan cepat. Keuntungan utamanya jika

dibandingkan dengan KLTP adalah bahwa pengelusian hasil pemisahan tidak perlu mengerok
lapisan. Perbaikan lebih lanjut sedang dan akan dilakukan tetapi hendaknya hal itu tidak
mengubah kesederhanaan cara ini. Cara penumpulan pengelusi dapat di tingkatkan dan
pemakaian KLT akan lebih luas jika banyaknya penyerap yang disapukan pada pelat.

BAB III
Prosedur Percobaan
3.1

Prosedur percobaan
1. Siapkan 3 macam pelarut yaitu 10 ml amil alcohol, 10 ml ethanol 95% dan 10 ml
amoniak 2M, tuangkan ke dalam beaker glass 300 ml dan tutup dengan kaca arloji.
Biarkan selama 5 menit agar atmosfir dalam beaker glass menjadi jenuh oleh uap
pelarut untuk meningkatkan daya pelarut.

2. Siapkan kertas saring yang telah dipotong berbentuk persegi panjang dengan
ukuran 3x10 cm kemudian buatlah garis dengan pensil dari ujung atas dan ujung
bawah masing-masing 2 cm.
3. Totolkan sampel pada bagian tengah garis ujung bawah yang telah dibuat dengan
menggunakan pipa kapiler, biarkan noda mengering kemudian totolkan sampel
sekali lagi.
4. Masukan kertas saring tersebut ke dalam beaker glass dan pastikan meniscus
pelarut berada di bawah garis noda. Beaker glass ditutup dan biarkan pelarut
bergerak ke atas sepanjang kertas saring dan jangan biarkan pelarut mencapai ujung
kertas.
5. Jika pelarut hendak mendekati ujung atas kertas saring maka segera keluarkan
kertas dari beaker glass dan beri tanda posisi pelarut dengan pensil kemudian
biarkan kertas saring mongering.
6. Hiting Rf dari masing-masing komponen.
3.2

Alat dan Bahan


Alat
1. Beaker glass
2. Kaca arloji
3. Kertas saring
4. Pipa kapiler
Bahan
1.
2.
3.
4.

Amil alkoho;
Ethanol 95%
Aminia 2 M
Sampel

BAB IV
Hasil Percobaan dan Pembahasan
4.1 Hasil percobaan
Dik : Jarak komponen
Jarak tempuh pelarut
Dit : Rf
Jawab :

= 2 cm
= 6 cm

Maka pada percobaan ini diperoleh nilai Rf adalah 0,3 cm


4.2 Pembahasan
Kromatografi adalah teknik pemisahan campuran dalam berbagai wujud, baik cair, padat
maupun gas. Berdasarkan jenis eluen dan adsorbennya, kromatografi dapat dibagi menjadi empat
cara, yaitu kromatografi kolom, kertas, lempeng tipis, dan gas.
Pada percobaan ini larutan yang dinukan adalah amil alkohol 10 ml, ethanol 95% ml dan
amoniak 2 M 10 ml dan dimasukan ke dlam beaker glass dan beaker glass ditutup dengan kaca

arloji kemudian diamkan selama 5 menit agar atmosfir dalam beaker glass menjadi jenuh oleh
pelarut. Kemudian kertas saring masukan ke dalam beaker dan celupkan sedikit ujung kertas
saring agar pelarut dapat naik sehingga dapat diperoleh jarak tempuh sampel tersebut.
Faktor Retardasi (Rf), merupakan parameter karakteristik kromatogrfi kertas dan
kromatografi lapis tipis. Harga Rf merupakan ukuran kecepatan migrasi suatu komponen pada
kromatogrfi dan pada kondisi tetap merupakan besaran karakteristik dan reproduksibel. Pada
percoban ini diperoleh hasil Rf dari sampel tersebut dengan nilai Rf 0,3 cm dan waktu yang
diperlukan untuk mencapai jarak pelarut sampai ujung atas kertas saring selama 30 menit.

BAB V
Kesimpulan

Kromatografi adalah teknik pemisahan campuran dalam berbagai wujud, baik cair, padat
maupun gas. Prinsip kerja Kromatografi adalah perbedaan daya serap suatu zat dengan zat
lainnya.
Berdasarkan jenis eluen dan adsorbennya, kromatografi dapat dibagi menjadi empat cara,
yaitu kromatografi kolom, kertas, lempeng tipis, dan gas. Kromatografi juga dapat di golongkan
berdasarkan pada jenis fase-fase yang digunakan. Dalam kromatogrfi fase gerak dapat berupa
gas atau zat cair dan fase diam dapat berupa zat padat atau zat cair, maka berdasarkan fase
bergerak-fase diam terdapat empat macam system kromatogrfi, yaitu : kromatogrfi gas-cair,
kromatogrfi gas-padat, kromatogrfi cair- padat dan kromatogrfi cai-cair.
Pada hasil percobaan diperoleh nilai Rf adalah 0,3 cm

DAFTAR PUSTAKA

1. http://itatrie.blogspot.com/2012/10/laporan-kimia-dasar-ii-kromatografi.html
2. Rahmania Inti, S.Si, Modul Kimia Analitik, 2007, Universitas Al-Ghifari.

LAMPIRAN
Gambar kromatografi kertas

LAPORAN PRATIKUM KIMIA ANALITIK


KROMATOGRAFI KERTAS

Disusun Oleh:
I NYOMAN HANDYATAMA
Kelompok:
POPY NURHAYATI
HARI NUGRAHA

LABORATORIUM KIMIA ANALITIK JURUSAN FARMASI


FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM
UNIVERSITAS AL-GHIFARI
BANDUNG
2014