Anda di halaman 1dari 16

Asal Usul Buah Naga

Buah Naga atau Dragon Fruit ini adalah jenis kaktus dari marga Hylocereus dan Selenicereus.
Buah ini berasal dari Meksiko, Amerika Tengah dan Amerika Selatan namun sekarang juga
dibudidayakan di negara-negara Asia seperti Taiwan, Vietnam, Filipina, Malaysia dan termasuk
di indonesia. Pada tahun 1870 tanaman ini dibawa orang Perancis dari Guyana ke Vietnam
sebagai tanaman hias. Kemudian orang Vietnam mengetahui ternyata buah dari tanamanini dapat
dimakan. Cara bertanam orang Vietnam masih secara tradisional seperti cara bertanam orang
India Amerika Selatan. Tumbuhan buah naga ditanam di antara pohon-pohon lain yang bertindak
sebagai panjatan yang murah.
Pada musim buah naga antara bulan Juli dan Oktober, buah ini sangat melimpah di Vietnam,
sampai dihidangkan sebagai pencuci mulut di pesawat Vietnam Airlines.

2.2 Jenis-Jenis Buah Naga


Jenis buah naga yang telah dibudidayakan ada empat, yaitu buah naga berdaging putih
(Hylocereus undatus), buah naga berdaging merah (H. polyrhizus), buah naga berdaging super
merah (H. costaricensis), dan buah naga berkulit kuning dengan daging putih (Selenicereus
megalanthus).
Buah naga berdaging putih (H. undatus) paling banyak dijumpai di pasaran. Berat buahnya ratarata 400-500 gr. Rasanya kurang manis bila dibandingkan dengan buah naga berdaging merah.
Oleh karena itu harga buah naga merah lebih mahal jika dibandingkan dengan buah naga
berdaging putih. Buah naga berdaging merah juga dianggap lebih berkhasiat. Namun beratnya
maksimum hanya 400 gr.
Buah naga paling mahal adalah yang berdaging super merah (super red). Rasanya sangat manis
dengan berat mencapai 900 gr. Jenis ini memiliki batang berlilin, hijau keputih-putihan dengan
tepian tajam, memiliki duri-duri sangat kecil. Panjang bunganya sekitar 30 cm dengan daun-daun
pembalut besar.
Buah naga berkulit kuning dengan daging putih, mempunyai ukuran paling kecil jika
dibandigkan dengan jenis lainnya, hanya sekitar 80-100 gr. Oleh karena itu, buah naga jenis ini
tidak sesuai untuk dikomersilkan. Buah naga jenis ini biasanya ditanam di daerah dingin dengan
ketinggianmlebih dari 800 meter di atas permukaan laut. Buah naga ini memiliki batang hijau
ramping, tepiannya tidak tajam. Bunga berwarna putih. Panjang bunga sekitar 30 cm, dengan
daun-daun pelindung kecil.

Jenis-jenis lain dari buah naga yang umumnya hanya ditanam sebagai tanaman hias adalah
sebagai berikut :
Hylocereus calcaratus, memiliki batang yang lembut, hijau dengan lekukan yang jelas.
Panjang bunga sekitar 35-37 cm, dan lebarnya sekitar 20-30 cm.
Hylocereus escuintlensis, memiliki batang hijau dengan tepian coklat. Panjang bunga 28-31
cm, lebarnya sekitar 24-36 cm.
Hylocereus minutiflorus, memiliki batang hijau, dengan bunganya semacam duri kaku pada
bagian bawahnya. Bunga berwarna merah, dengan panjang 5 cm dan lebarnya 8-9 cm.

Hylocereus monacanthus, memiliki batang hijau abu-abu, dengan tepian tajam. Panjang
bunga dapat mencapai 30 cm. Corong bunga berupa daun-daun pembalut yang letaknya
renggang. Buahnya merah dengan daging buah berwarna hijau.
Hylocereus triangularis, memiliki batang hijau, ramping. Panjang bunga sekitar 20 cm.
Hylocereus ocamponis, memiliki batang berlilin putih, tepian tajam dengan duri seperti
jarum. Panjang bunga 25-32 cm.daun-daun pembalut bunga saling bertumpukan dengan tepian
berwarna ungu.
Hylocereus setaceus, memiliki batang berwarna hijau, agak berduri. Panjang bunganya 1922 cm. Buahya merah.
Hylocereus stenopterus, memiliki btang yang kecil, lembut, berwarna hijau. Panjang bunga
9-10 cm, lebarnya 13-15 cm.
Hylocereus trigonus, memiliki batang hijau pinggiran tidak tajam. Panjang bunga sekitar 22
cm, lebar 21 cm. Buahnya merah.

2.3 Khasiat Buah Naga


Kandungan air buah ini sangat tinggi serta rasanya cukup manis, buah ini dapat menghilangkan
dahaga. Sebuah sumber badang Litbang pertanian menyebutkan, buah naga dapat menurunkan
kadar kolesterol, menyeimbangkan kadar gula darah, mencegah kanker usus, menguatkan daya
kerja otot, meningkatkan ketajaman mata, dan menghaluskan kulit. Buah naga kaya dengan
vitamin dan mineral, yang dapat membantu miningkatkan daya tahan tubuh dan melancarkan
metabolisme.
Secara keseluruhan, buah ini baik untuk kesehatan dan dapat memenuhi kebutuhan tubuh akan
zat gizi sehari-hari. Hasil analisis laboraturium oleh Taiwan Food Industry Develop and
Research Autoritis menunjukkan buah naga mengandung zat-zat sebagai berikut :

Kandungan Nilai per 100 gr Buah Naga Merah


Air
Protein
Lemak
Serat kasar
Karoten
Kalsium
Fosfor
Iron
Vitamin B1
Vitamin B2
Vitamin B3
Vitamin C
Thiamine
Riboflavin
Niacin
Abu

82,5 83 g
0,159 0,229 g
0,21 0,61 g
0,7 0,9 g
0,005 0,012 mg
6,3 8,8 mg
30,2 36,1 mg
0,55 0,65 mg
0,28 0,043 mg
0,043 0,045 mg
0,297 0,43 mg
8 9 mg
0,28 0,30 mg
0,043 0,044 mg
1,297 1,300 mg
0,28 g

1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.

Lain-lain
0,54 0,68 g
Zat-zat di atas memiliki fungsi antara lain sebagai berikut :
Protein dari buah naga merah mampu melancarkan metabolisme tubuh, dan menjaga kesehatan
jantung.
Serat berfungsi mencegah kanker usus, penyakit kencing manis, dan baik untuk diet.
Karoten berfungsi menjaga kesehatan mata, menguatkan otak, dan mencegah penyakit.
Kalsium untuk menguatkan tulang.
Fosfor untuk pertumbuhan jaringan tubuh.
Zat besi untuk menambah darah.
Vitamin B1 untuk kestabilan suhu tubuh.
Vitamin B2 untuk meningkatkan nafsu makan.
Vitamin B3 untuk menurunkan kadar kolesterol.
Vitamin C untuk menjaga kesehatan dan kehalusan kulit.
Bagian lain dari tanaman buah naga juga bisa dimanfaatkan. Buah naga yang masak memang
dapat langsung dikonsumsi. Sedangkan buah yang belum masak dapat dibuat sup. Bunga buah
naga juga dapat dikonsumsi yaitu dengan menjadikannya sayur urap, digoreng, atau dapat
dikeringkan untuk dijadikan minuman semacam teh.
Dahan atau cabang buah naga juga dapat dimakan yaitu dijadikan salad, urap, digoreng, dan
dijadikan sup. Masakan dari dahan tumbuhan buah naga dipercaya dapat membuang racun dalam
tubuh dan membersihkan pencernaan.

Buah naga juga sangat bermanfaat jika dikonsumsi sehari hari.


Selain itu, manfaat buah naga lainnya secara tidak langsung
yang penting adalah untuk menurunkan kadar kolestrol,
memperkuat tulang dan gigi, merawat kesehatan mata, dan
merawat kesehatan jantung. Berikut adalah beberapa manfaat
buah naga untuk dikonsumsi sehari hari
1. Memperkuat tulang dan gigi
2. Baik untuk membersihkan usus
3. Mencegah peradangan
4. Menjaga ion tubuh
5. Buah untuk meningkatkan stamina
6. Agar tidak mudah kram
7. Mencegah kelumpuhan otot
8. Baik untuk menjaga kelembaban kulit
9. Baik untuk manula
10. Menjaga kesehatan syaraf

11. Baik untuk menjaga usus dari perkembangan bakteri


12. dapat digunakan untuk perwarna alami (buah naga merah)
13. dapat digunakan untuk membasmi jerawat
14. Mencegah kerapuhan tulang
15. Baik untuk pencernaan bayi di atas 1 tahun
16. Menjaga kelancaran sistem peradaran darah
17. Baik untuk meningkatkan ASI
18. Baik untuk mengobati panas dalam
19. Baik untuk mengobati sariawan
20. Sangat ampuh untuk mengatasi tengorokan kering
21. Dapat menjaga kulit wajah agar tetap kencang
Mengingat manfaat kesehatan sangat banyak sekali, jangan
pernah ragu untuk mengkonsumsi buah naga agar kesehatan
anda selalu terjaga sepanjang hari. Buah ini juga dapat
membantu sistem pencernaan tubuh manusia.
Sampai saat ini masih belum ditemukan efek samping
konsumsi buah naga, buah ini dapat dikonsumsi oleh wanita
hamil, menyusui, penderita diabetes, penyakit jantung, hingga
penderita asma. Namun perlu diketahui bahwa satu-satu nya
efek yang akan anda terima adalah air seni dan feses yang agak
berubah kemerah-merahan. Bayi berumur 1 tahun juga telah
dapat diberikan konsumsi buah naga.

2.4 Teknik Budidaya Buah Naga

Memilih bibit buah naga


Tanaman buah naga bisa diperbanyak dengan cara generatif
dan vegetatif. Cara generatif yaitu memperbanyak tanaman dari
biji. Benih diambil dengan cara mengeluarkan biji dari buah
naga terpilih. Cara ini sedikit sulit dan biasanya dilakukan oleh

para penangkar berpengalaman.


Cara vegetatif relatif lebih banyak dipakai karena lebih mudah.
Budidaya buah naga dengan cara vegetatif lebih cepat
menghasilkan buah. Selain itu, sifat-sifat tanaman induk bisa
dipastikan menurun pada anaknya. Berikut ini langkah-langkah
penyetekkan buah naga:

Penyetekkan dilakukan terhadap batang atau cabang tanaman yang pernah berbuah,
setidaknya 3-4 kali. Hal ini berguna agar hasil setek bisa berproduksi lebih cepat dan
produktivitasnya sudah ketahuan dari hasil buah terdahulu.

Pilih batang yang berdiameter setidaknya 8 cm, keras, tua, berwarna hijau kelabu dan
sehat. Semakin besar diameter batang akan semakin baik, karena batang tersebut akan jadi
batang utama tanaman.

Pemotongan dilakukan terhadap batang yang panjangnya sekitar 80-120 cm. Jangan
dipotong semua, sisakan sekitar 20%, bagian yang 80% akan dijadikan calon bibit.

Potong-potong batang calon bibit dengan panjang sekitar 20-30 cm. Ujung bagian atas
dipotong rata, sedangkan pangkal bawah yang akan ditancapkan ke tanah dipotong meruncing.
Gunanya untuk merangsang pertumbuhan akar.

Potongan setek harus memiliki setidaknya 4 mata tunas. Panjang setek bisa lebih pendek
namun konsekuensinya akan berpengaruh pada kecepatan berbuah.

Biarkan batang setek yang telah dipotong-potong tersebut hingga getahnya mengering.
Apabila langsung ditanam getah yang masih basah bisa menyebabkan busuk batang. Untuk
menghindari resiko serangan jamur batang setek bisa di celupkan pada larutan fungisida.

Siapkan bedengan atau polybag untuk menanam setek-setek tersebut. Untuk campuran
tanah atau media tanamnya silahkan lihat cara membuat media persemaian.

Siram bedengan atau polybag yang telah diisi dengan media tanam. Kemudian tancapkan
bagian yang runcing dari setek kedalam media tanam sedalam 5 cm.

Berikan naungan atau sungkup untuk melindungi setek tersebut. Lakukan penyiraman
sebanyak 2-3 hari sekali.

Setelah 3 minggu, tunas pertama mulai tumbuh dan naungan atau sungkup harus dibuka
agar bibit mendapatkan cahaya matahari penuh.

Pemeliharaan bibit biasanya berlangsung hingga 3 bulan. Pada umur ini tinggi bibit
berkisar 50-80 cm.

Persiapan budidaya buah naga

Kebutuhan bibit untuk budidaya buah naga seluas satu hektar


sekitar 6000-1000 bibit. Jumlah bibit yang diperlukan
tergantung pada metode tanam dan pengaturan jarak tanam.
Kali ini alamtani membahas metode budidaya buah naga
dengan tiang panjat tunggal. Dengan sistem ini dibutuhkan
tiang panjat sebanyak 1600 batang dengan kebutuhan bibit
tanaman sebanyak 6400 bibit per hektar.
a. Pembuatan tiang panjat

Dalam budidaya buah naga tiang panjat sangat diperlukan


untuk menopang tumbuhnya tanaman. Tiang panjat biasanya
dibuat permanen dari beton. Bentuk tiangnya bisap pilar segi
empat atau silinder dengan diameter sekitar 10-15 cm.
Tinggi tiang panjat untuk budidaya buah naga biasanya 2-2,5
meter. Tiang tersebut ditanam sedalam 50 cm agar kuat berdiri.
Di ujung bagian atas diberikan penopang berupa batang kayu
atau besi membentuk +. Kemudian tambahkan besi berbentuk
lingkaran atau bisa juga ban motor bekas. Sehingga bagian
ujung atasnya berbentuk seperti stir mobil.
Buatlah tiang panjat tersebut secara berbaris, jarak tiang dalam
satu baris 2,5 meter sedangkan jarak antar baris 3 meter. Jarak
ini juga sekaligus menjadi jarak tanam. Di antara barisan buat
saluran drainase sedalam 25 cm.
b. Pengolahan tanah

Setelah tiang panjat disiapkan, buatlah lubang tanam dengan


ukuran 6060 cm dengan kedalaman 25 cm. Posisi tiang panjat
persis terletak ditengah-tengah lubang tanam tersebut.
Campurkan 10 kg pasir dengan tanah galian untuk menambah
porositas tanah. Tambahkan pupuk kompos atau pupuk
kandang yang telah matang sebanyak 10-20 kg. Tambahkan
juga dolomit atau kapur pertanian sebanyak 300 gram, karena
buah naga memerlukan banyak kalsium. Aduk bahan-bahan
tersebut hingga merata.
Timbun kembali lubang tanam dengan campuran media di atas.

Kemudian siram dengan air hingga basah tapi jangan sampai


tergenang. Biarkan lubang tanam yang telah ditimbun kembali
tersinari matahari dan mengering.
Setelah 2-3 hari, berikan pupuk TSP sebanyak 25 gram.
Pemberian pupuk melingkari tiang panjat dengan jarak sekitar
10 cm dari tiang. Biarkan selama kurang lebih 1 hari. Kini
lubang tanam siap untuk ditanami.

Penanaman bibit buah naga


Untuk satu tiang panjat dibutuhkan 4 bibit tanaman buah naga.
Bibit ditanam mengitari tiang panjat, jarak antar tiang panjat
dengan bibit tanaman sekitar 10 cm. Bibit dipindahkan dari
bedeng penyemaian atau polybag. Gali tanah sedalam 10-15 cm,
atau disesuaikan dengan ukuran bibit. Kemudian bibit
diletakkan pada galian tersebut dan ditimbun dengan tanah
sambil dipadatkan.
Setelah ke-4 bibit ditanam, ikat batang bibit tanaman tersebut
sehingga menempel pada tiang panjat. Lakukan pengikatan
setiap tanaman tumbuh menjulur sepanjang 20-30 cm.
Pengikatan jangan terlalu kencang untuk memberi ruang gerak
pertumbuhan tanaman dan agar tidak melukai batang.

Pemupukan dan perawatan


a. Pemupukan

Pada masa awal pertumbuhan pupuk yang dibutuhkan harus


mengandung banyak unsur nitrogen (N). Pada fase berbunga
atau berbuah gunakan pupuk yang banyak mengandung fosfor
(P) dan kalium (K). Pemakaian urea tidak dianjurkan untuk
memupuk buah naga, karena sering mengakibatkan busuk
batang.
Pemupukan dengan pupuk kompos atau pupuk kandang
dilakukan setiap 3 bulan sekali dengan dosis 5-10 kg per lubang
tanam. Pada saat berbunga dan berbuah berikan pupuk
tambahan NPK dan ZK masing-masing 50 dan 20 gram per

lubang tanam. Pada tahun berikutnya perbanyak dosis


pemberian pupuk sesuai dengan ukuran tanaman. Pupuk
tambahan berupa pupuk organik cair, pupuk hayati atau
hormon perangsang buah bisa diberikan untuk memaksimalkan
hasil.
b. Penyiraman

Penyiraman bisa dilakukan dengan mengalirkan air pada paritparit drainase. Selain itu juga bisa menggunakan gembor
atau irigasi tetes. Sistem irigasi tetes lebih hemat air dan tenaga
kerja namun perlu investasi yang cukup besar.
Penyiraman dengan parit drainase dilakukan dengan
merendam parit selama kurang lebih 2 jam. Bila penyiraman
dilakukan dengan gembor, setiap lubang tanam disiram dengan
air sebanyak 4-5 liter. Frekuensi penyiraman 3 kali sehari di
musim kering, atau sesuai dengan kondisi tanah.
Penyiraman bisa dikurangi atau dihentikan ketika tanaman
mulai berbunga dan berbuah. Pengurangan atau penghentian
penyiraman bertujuan untuk menekan pertumbuhan tunas
baru sehingga pertumbuhan buah bisa maksimal. Penyiraman
tetap dilakukan apabila tanah terlihat kering dan tanaman layu
karena kurang air.
c. Pemangkasan

Terdapat setidaknya tiga tipe pemangkasan dalam budidaya


buah naga, yakni pemangkasan untuk membentuk batang
pokok, pemangkasan membentuk cabang produksi dan
pemangkasan peremajaan.
Pemangkasan untuk membentuk batang pokok dilakukan pada
batang bibit tanaman. Tanaman yang baik memiliki batang
pokok yang panjang, besar dan kokoh. Untuk mendapatkan itu
pilih tunas yang tumbuh di bagian paling atas batang awal.
Tunas yang tumbuh dibawahnya sebaiknya dipotong saja.
Pemangkasan untuk membentuk cabang produksi dilakukan
pada tunas yang tumbuh pada batang pokok. Pilihlah 3-4 tunas

untuk ditumbuhkan. Nantinya tunas ini akan menjadi batang


produksi dan tumbuh menjuntai ke bawah. Tunas yang
ditumbuhkan sebaiknya yang ada di bagian atas, sekitar 30 cm
dari ujung atas.
Pemangkasan peremajaan dilakukan terhadap cabang produksi
yang kurang produktif. Biasanya sudah berbuah 3-4 kali. Hasil
pangkasan peremajaan ini bisa dijadikan sumber bibit
tanaman.
Hal yang perlu diperhatikan dalam pemangkasan adalah bentuk
tanaman. Biasanya tanaman buah naga tumbuh tidak teratur.
Upayakan agar tunas-tunas yang dipilih bisa membentuk
tanaman dengan baik. Sehingga percabangan tidak terlalu
rimbun dan batang yang ada dibawah tajuk bisa terkena sinar
matahari dengan maksimal.

Pemanenan
Tanaman buah naga berumur panjang. Siklus produktifnya bisa
mencapai 15-20 tahun. Budidaya buah naga mulai berbuah
untuk pertama kali pada bulan ke 10 hingga 12 terhitung setelah
tanam. Namun apabila ukuran bibit tanamannya lebih kecil,
panen pertamanya bisa mencapai 1,5-2 tahun terhitung setelah
tanam. Produktivitas pada panen pertama biasanya tidak
langsung optimal.
Satu tanaman biasanya menghasilkan 1 kg buah. Dalam satu
tiang panjat terdapat 4 tanaman. Berarti dengan jumlah
tonggal 1600 dalam satu hektar akan dihasilkan sekitar 6-7 ton
buah naga sekali musim panen. Usaha budidaya buah naga
yang sukses bisa menghasilkan lebih dari 50 ton buah per
hektar per tahun.
Ciri-ciri buah yang siap panen adalah kulitnya sudah mulai
berwarna merah mengkilap. Jumbai buah berwarna

kemerahan, warna hijaunya sudah mulai berkurang. Mahkota


buah mengecil dan pangkal buah menguncup atau berkeriput.
Ukuran buah membulat dengan berat sekitar 400-600 gram.

Kandungan Gizi, Buah Naga


Buah naga biasanya dikonsumsi dalam bentuk buah segar sebagai penghilang dahaga
karena buah naga mengandung kadar air tinggi. Adapun manfaat buah naga secara umum adalah:
sebagai antikanker dan antioksidan, menyembuhkan rematik dan asam urat, menyeimbangkan
kadar gula darah, meningkatkan kesehatan mata, melancarkan pencernaan dan mencegah
konstipasi, perlindungan kesehatan mulut, mengurangi kolesterol, pencegahan pendarahan serta
mengobati keluhan keputihan. Selain manfaat tersebut, tentu saja buah naga masih memiliki
beragam manfaat lainnya yang begitu dahsyat. Bahkan setiap nutrisi atau zat gizi pada buah naga
mempunyai manfaat tersendiri bagi kesehatan, kecerdasan, dan kecantikan manusia. Adapun
manfaat dari setiap nutisi pada naga merah adalah: protein yang mampu meningkatkan
metabolisme tubuh dan menjaga kesehatan jantung, serat yang bermanfaat untuk mencegah
kanker usus dan kencing manis serta membantu program diet, karoten yang bermanfaat bagi
kesehatan mata menguatkan otak mencegah masuknya penyakit, kalsium yang bermanfaat untuk
menguatkan tulang, zat besi untuk menambah darah, vitamin mencegah demam menambah
selera makan menurunkan kolesterol serta vitamin untuk menambah kelicinan, kehalusan kulit
dan mencegah jerawat.
A. Kandungan Gizi Buah Naga
Dalam 100 g buah naga, mengandung kalori 60 kkal, protein 0, 53 g, karbohidrat 11, 5 g,
serat 0,71 g, kalsium 134,5 mg, fosfor 87 mg, zat besi 0,65 mg, vitamin C 9,4 mg, serta

kandungan

airnya

sebanyak

90%.

Sumber Vitamin C
Buah naga kaya akan vitamin C yang dapat meningkatkan sistem kekebalan tubuh. Buah
naga yang dikeringkan terbukti mengandung 10 kali lebih banyak vitamin C yang Dibutuhkan
tubuh.
Sumber Vitamin B1 (tiamin)
Vitamin lain dalam buah naga adalah Vitamin B1 atau tiamin. Fungsinya untuk
memproses karbohidrat degnan cepat dan menghasilkan energi bagi tubuh.
Sumber Vitamin B3 (niacin)
Buah naga ampuh menurunkan kolesterol karena kandungan vitamin B3 atau niasin di
dalamnya. Vitamin ini juga mampu membuat kulit terlihat halus dan bercahaya secara alami dari
dalam.
Sumber Vitamin B12
Kandungan vitamin B12 membuat buah ini menjadi perangsang nafsu makan yang baik.
Terutama bagi orang-orang yang sedang dalam masa penyembuhan, buah naga sangat dianjurkan
untuk dikonsumsi.( Wirakusumah, Emma S. 2007 hal 2 & 3)
A.2 Manfaat Buah Naga Bagi Kesehatan Tubuh
Buah naga memiliki kandungan serat yang cukup tinggi. Kandungan serat pada buah
naga yang mencapai 0,7 0,9 g juga sangat berguna bagi kesehatan tubuh. Jika ingin terhindar
dari penyakit maka tidak salah bila mengkonsumsi buah naga. Perlu kita ketahui bahwa berbagai
penyakit dapat timbul akibat pola makan yang salah kurang serat. Penyakit-penyakit tersebut
antara lain penyakit jantung koroner, stroke, diabetes, gangguan pencernaan, kerusakan gigi dan
gusi, serta kegemukan.
Adapun manfaat serat secara komplet adalah:

1.

Serat berguna menurunkan kadar kolesterol dan mencegah konstipasi karena menyerap air

ketika melewati saluran pencernaan sehingga tekstur feses menjadi lunak. Agar terbebas dari
masalah sembelit, konsumsi serat harus diimbangi dengan asupan air yang cukup. Jika kurang
minum, serat akan memperparah sembelit atau gangguan pada usu besar.
2.

Serat tidak hanya membuat perut terasa lebih penuh, tetapi juga mengurangi masalah

pencernaan, termasuk memangkas resiko kanker kolon.


3.

Beberapa hasil penelitian menunjukkan bahwa dalamm jumlah besar, serat bisa membantu

mengatur kadar gula darah dan insulin. Maka, orang yang sering kali mengonsumsi serat
cenderung lebih langsing.
4.

Asupan serat tinggi (khususnya produk serelia) terbukti memperlambat timbulnya plak oleh

kolesterol pada wanita yang menderita penyakit jantung.


5.

Konsumsi serat yang cukup akan melindungi jantung dengan menurunkan kolesterol jahat

(LDL) tanpa mengurangi kadar kolesterol baik (HDL). Ini dikarenakan pangan tinggi serat
umumnya rendah kandungan lemak jenuh dan kolesterol.
6.

Serat membuat makan jadi lebih lambat dan perut cepat terasa penuh sehingga cocok untuk

metode menurunkan berat badan dan mengontrol kalori.


7. Adanya serat meningkatkan pelepasan enzim pencernaan dan mengatur hormon pankreas.
8.

Serat yang cukup membantu kerja usus, mengurangi resiko divertikulosis (terbentuknya

kantong tidak normal pada dinding usus), wasir, serta meningkatkan kecepatan melenyapkan zatzat berbahaya dalam makanan.
9.

Serat yang larut sangat lembut dan dapat menolong orang yang mengalami iritasi pada usus.

Berikut Adalah Manfaat Buah Naga Bagi Kesehatan Tubuh Yaitu:


1. Mencegah Kanker
Antioksidan yang terkandung dalam buah naga mampu mencegah penyakit kanker.
Caranya ambilah 500 grm buah naga, kemudian diblender sampai halus dan minumlah setiap

hari.
2. Menjaga Kesehatan Jantung
Selain berolahraga mengonsumsi buah naga juga membantu menjaga kesehatan jantung
kita. Kandungan Vitamin C, B1, B2, dan B3 yang terkandung dalam buah naga mampu menjaga
kesehatan jantung kita.
3. Mencegah Diabetes Melitus
Mengonsumsi makanan yang tidak sehat dan berlebihan bisa berakibat
terkena diabetesmelitus. Maka dari itu, untuk menjaga terkena penyakit tersebut selain mengatur
hidup sehat dan pola makan usahakan mengonsumsi buah naga. Karena didalamnya terdapat zat
yang efektif untuk mengurangi kadar gula dalam darah.
4. Meningkatkan Kekebalan Tubuh
Buah naga mengandung Vitamin C yang sangat tinggi. Kandungan Vitamin c tersebut
mampu meningkatkan kekebalan tubuh kita. Buah naga juga sangat baik dikonsumsi oleh anak
dalam masa pertumbuhan.
5. Merawat Kesehatan Kulit
Caranya ambil satu buah naga dan kupas kulitnya, haluskan. Lalu buah naga yang telah
diblender dimasukkan kedalam gelas dan ambil airnya dengan sendok usapkan pada wajah.
Lakukan secara teratur setiap hari.
A.3 Dampak Atau Efek Samping Buah Naga
Dampak buah naga kalau kita makan buah yang sangat enak ini, terkadang membuat
kita lupa diri sehingga makan terlalu banyak. Dampak buruk seperti sakit perut dan kembung lah
yang
akan
muncul
jika
makan
buah
ini
kebanyakan.
Untuk menghindari hal seperti ini sebaiknya makan nasi dulu sebelum makan buah naga.
Untuk menjaga kesegarannya sebaiknya simpan di lemari es dan jangan dimakan jika sudah
tidak segar atau layu.( Wirakusumah, Emma S. 2007 hal 5)

BAB IV

KESIMPULAN

A. Kesimpulan
Berdasarkan pembahasan di atas dapat di simpulkan sebgai berikut :
a.

Kandungan Gizi Buah Naga


Dalam 100 g buah naga, mengandung kalori 60 kkal, protein 0, 53 g, karbohidrat 11, 5 g,
serat 0,71 g, kalsium 134,5 mg, fosfor 87 mg, zat besi 0,65 mg, vitamin C 9,4 mg, serta
kandungan airnya sebanyak 90%.

b. Manfaat Buah Naga Bagi Kesehatan Tubuh


1. Mencegah Kanker
2. Menjaga Kesehatan Jantung
3. Mencegah Diabetes Melitus
4. Meningkatkan Kekebalan Tubuh
5. Merawat Kesehatan Kulit
Buah naga memiliki kandungan serat yang cukup tinggi. Kandungan serat pada buah
naga yang mencapai 0,7 0,9 g juga sangat berguna bagi kesehatan tubuh. Jika ingin terhindar
dari penyakit maka tidak salah bila mengkonsumsi buah naga. Perlu kita ketahui bahwa berbagai
penyakit dapat timbul akibat pola makan yang salah kurang serat. Penyakit-penyakit tersebut
antara lain penyakit jantung koroner, stroke, diabetes, gangguan pencernaan, kerusakan gigi dan
gusi, serta kegemukan.
c. Dampak Atau Efek Samping Buah Naga
Kalau makan buah naga terlalu bnyak dapat menyebabkan dampak buruk seperti sakit
perut

dan

kembung

lah

yang

akan

muncul

jika

makan

buah

ini

kebanyakan.

BAB V
PENUTUP
A. Saran
Setelah mengetahui bahwa disetiap bagian buah naga mengandung zat gizi dan manfaat
tersendiri, maka kita hendaknya mau menjadikan buah naga sebagai makanan sehat keluarga.
Demikian yang dapat saya sampaikan dalam pembuatan karya tulis ilmiyah ini, semoga
bermanfaat dan barokah untuk anda semua, dan semoga melalui pembuatan karya ilmiyah ini
kami dapat menambah ilmu pengetahuan kami, dan juga bagi yang membaca. Kami mohon maaf
apabila ada salah-salah kata, dan kata-kata yang kurang berkenan di hati pembaca. Kami pun
tidak lupa memohon kritik serta saran para pembaca untuk makalah yang kami buat ini. Sekian
dan Terimakasih.

Morfologi tanaman buah naga terdiri dari akar, batang, duri, bunga,
danbuah. Akar buah naga hanyalah akar serabut yang berkembang
dalam tanah pada batang atas sebagai akar gantung. Akar tumbuh di
sepanjang batang pada bagian punggung sirip di sudut batang. Pada
bagian duri, akan tumbuh bunga yang bentuknya mirip
bunga Wijayakusuma. Bunga yang tidak rontok berkembang menjadi
buah. Buah naga bentuknya bulat agak lonjong seukuran dengan
buahalpukat. Kulit buahnya berwarna merah menyala untuk jenis buah

naga putih dan merah, berwarna merah gelap untuk buah naga hitam,
dan berwarna kuning untuk buah naga kuning. Di sekujur kulit dipenuhi
dengan jumbai-jumbai yang dianalogikan dengan sisik naga. Oleh sebab
itu, buah ini disebut buah naga.