Anda di halaman 1dari 7

BAB I PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang


Indonesia adalah merupakan salah satu negara kepulauan terbesar di dunia
yang memiliki keanekaragaman ras, suku bangsa, dan bahasa. Keanekaragaman
tersebut tentunya tidak hadir di negara kita dengan sendirinya, melainkan
berlangsung dengan peroses yang sangat lama. Mengenai asal-usul manusia di
kepulauan indonesia ini banyak para ahli yang melakukan usaha untuk
mengetahui asal-usul manusia dan persebaranya manusia di indonesia. Salah satu
usaha tersebut yaitu melakukan penelitian di wilayah indonesia. Para ahli
melakukan penelitian dengan mengamati dan meneliti fosil-fosil dan artefakartefak yang kepulauan Indonesia serta para ahli membandingkan penemuan yang
di perolehnya dari berbagai negara lain untuk mengetahui asal-usul manusia. Dari
penelitian tersebut memunculkan berbagi teori dari para ahli tentang asal-usul
menusi di kepulauan indonesia dan persebaranya.

1.2 Rumusan Masalah


Berdasarkan latar belakang diatas dapat dirumuskan sebagai berikut :
1) Bagaimana asal-usul manusia modern ?
2) Bagaimana asal-usul manusia indonesia dan persebaranya ?

1.3 Tujuan Penulisan


Berdasarkan latar belakang dan rumusan masalah maka tujuan penulisan
makalah ini adalah sebagai berikut :
1) Pembaca mengetahui tentang asal-usul manusia modern.
2) Pembaca mengetahui tentang bagaimana asal-usul manusia di indonesia
dan persebarannya.

1.4 Manfaat Penulisan


Berdasarkan latar belakang , rumusan masalah dan tujuan penulisan maka
manfaat yang diperoleh dari penulisan makalah ini adalah :
1) Masyarakat
Manfaat penulisan makalah ini bagi masyarakat adalah masyarakat dapat
mengetahui asal-usul dirinya hingga menjadi seperti sekarang ini sehingga
dapat mempererat rasa persaudaraan, kesatuan antara sesama.
2) Sekolah
Manfaat penulisan makalah ini bagi sekolah adalah di sekolah dapat
berbagi pengetahuan dalam proses belajar mengajar untuk menambah
wawasan tentang ilmau pengetahuan khususnya dalam pelajaran sejarah.
3) Pembaca dan Penulis
Manfaat penulisan makalah ini bagi pembaca dan penulis adalah pembaca
dan penulis dapat mengenal lebih dalam tentang asal-usul manusia di
indonesia dan persebarannya.

ASAL-USUL DAN PERSEBARAN MANUSIA DI KEPULAUAN


INDONESIA
BAB II
PEMBAHASAN
2.1 Asal-Usul Manusia Modern
1) Asal Mula Manusia Modern
Pada awalnya para ahli menggunakan fosil dan artifak yang
ditingalkan untuk asal-usul manusia. Tetapi sekarang terdapat metode baru yaitu
dengan penerapan teknologi genetika. Teknologi ini menggunakan DNA
mitokondria untuk menelusuri asal-usul manusia dengan mengetahui hubungan
kekerabatan antar populasi manusia. Menurut kode-kode genetika manusia atau
genom, 99.9% indentik di seluruh dunia dan selebihnya memengaruhi perbedaan
individu. Sehingga para ilmuan mengambil kesimpulan bahwa manusia modern
sekarang ini semua merupakan satu nenek moyang (Hawa mitokondria).

2) Polimorfisme
Polimorfisme merupakan sifat keanekaragaman sel yang disebabkan
oleh adanya sejumlah mutasi yang terjadi secara alamiah dan tidak membawa
akibat buruk yang memunculkan variasi individu-individu yang khas untuk
menelusuri asal-usul manusia dan hubungan kekerabatannya antara berbagai ras
dan suku dapat menggunakan polimorfisme.

3) Daerah Asal Manusia


Penggunaan mt DNA untuk mengidentifikasi tempat asal nenek
moyang manusia telah diteliti oleh Allan Wilson di Universitas California, pada
pertengahan tahun 1980-an. Dimana ia membandingkan mt DNA dari wanita di
seluruh dunia dan menemukan bahwa wanita keturunan Afrika menunjukan
keanekaragaman dua kali lebih banyak dari pada kaum wanita dari benua lain dan
teori tersebut didukung oleh Max Ingman, seorang doktor genetik asal Amerika
Serikat.
Perpindahan manusia dari Afrika menuju pantai-pantai asia bagian
barat terjadi sekitar 60.000 hingga 70.000 tahun lalu. Ada dua jalur yang
digunakan untuk mencapai asia. Jalur pertama mengarah ke lembah sungai nil,
melintasi gemenanjung sinal lalu ke utara lewat Levant. Jalur kedua yaitu melalui
laut merah setelah berada di asia, bukti genetik memperkirakan populasi terpecah
satu kelompok menetap sementara di timur tengah, sendangkan yang lain
menyusuri pantai sekitar semenajung arab, india dan wilayah asia yang lebih jauh.

2.2Asal-Usul Manusia Indonesia dan Persebarannya


1) Pendapat Para Ahli Mengenai Asal-Usul Manusia Indonesia
Kepulauan nusantara bersatu dengan daratan asia pada masa Pleistosen.
Laut dangkal diantara pulau-pulau di nusantara bagian barat surut. Akibatnya
terbentuklah paparan sunda yang menyatukan indonesia dan daratan asia begitu
juga di indonesia bagian timur dengan daratan Australia yang menyebabkan
terjadinya perpindahan manusia dan hewan dari daratan asia dan australia ke
indonesia dan sebaliknya. Para ahli mengemukakan teori tentang Asal-usul
manusia di kepulauan Indonesia diantaranya :
a) Dr.J.H.C.Kern, bangsa indonesia berasal dari asia ini berdasarkan
perbandingan bahasa yang dipakai indonesia yaitu Polinesia, melanesia,
dan mikronesia yang berasal dari bahasa Austronesia.
b) Van Heine Geldern, bangsa indonesia berasal dari daerah asia, yang
dibuktikan dengan kesamaan artefak purba indonesia dengan di daratan
asia.
c) Hogen, bahwa bangsa yang mendiami pesisir melayu berasal dari sumatra.
d) Willem Smith, asal-usul bangsa indonesia melalui penggunaan bahasa
oleh bangsa indonesia. Smith membagi bahasa menjadi bahasa togon,
bahasa jerman, bahasa austria. Bahasa austria dibagi menjadi 2 bahasa
austro asia dan austronesia bangsa-bangsa austronesia mendiami wilayah
indonesia, melanesia dan polinesia.
e) Drs.Moh Ali, berpendapat bahwa bangsa indonesia berasal dari daerah
Yunan.
f) Moeng, berpendapat bahwa bangsa indonesia berasal dari mongol.
g) Prof.Dr.N.J.Krom, nenek moyang bangsa indonesia berasal dari cina
tengah. Mereka menyebar di indonesia sekitar tahun 200SM sampai
1500SM.
h) J.L.A.Brandes, bangsa yang mendiami kepulauan indonesia memiliki
banyak persamaan dengan bangsa-bangsa yang datang dari daerah sebelah
utara pulau Formosa, sebelah barat daerah madagaskar, sebelah selatan
jawa dan bali dan sebelah timursampai tepi pantai barat Amerika.
i) Mayundar, bangsa austronesia berasal dari india, kemudian menyebar ke
indo-china terus ke daerah indonesia dan pasifik, yang didukung oleh
penelitiannya bahwa bahasa austronesia merupakan bahasa muda di india
timur.
j) Prof.Dr.Muh.Yamin, berpendapat bahwa asal bangsa indonesia dari
daerahnya sediri. Pernyataan tersebut didukung oleh suatu pernyataan
tentang blood und Breden Unchro yang berarti darah dan tanah indonesia
berasal dari indonesia sendiri.
k) Kern, menyatakan bahwa bangsa indonesia berasal dari asia.
Berdasarkan teori-teori dari para ahli, dapat disimpulkan bahwa bangsa yang
menempati daerah di kepulauan indonesia dibagi menjadi dua versi yaitu :

a) Bangsa indonesia berasal dari indonesia sendiri. Kesimpulan ini


menunjukan pada pendapat yang dikemukaan Muh.Yamin yang didukung
dengan penemuan fosil maupun artefak tertuan di indonesia.
b) Bangsa indonesia berasal dari daratan asia . melalui jejak-jejak sejarah
yang berhasil diteliti diketahui bahwa bangsa indonesia berasal dari daerah
Yonan selatan.
Beberapa para ahli menyebutkan bahwa masyarakat awal yang menempati
indonesia termasuk rumpun bangsa melayu. Bangsa melaya dibedakan menjadi 2,
yaitu sebagi berikut :
a) Bangsa Proto-Melayu (melayu tua)
Bangsa ini memasuki indonesia dengan 2 jalur, yaitu jalan barat (melalui
semenajung malaya terus ke sumatra selanjutnya menyebar ke seluruh
indonesia) dan jalan timur (melalui filifina terus ke sulawesi dan menyebar
ke seluruh indonesia). Bangsa ini kebudayaanya setingkat lebih tinggi dari
homo sapiens dengan kebudayaan batu muda (neolitikum)
b) Bangsa Deutro Melayu (melayu muda)
Bangsa ini datang ke indonesia secara bergelombang sejak tahun 500SM.
Mereka masuk ke wilayah indonesia melalui jalan barat(semenanjung
malaya, terus ke sumatra, dan selanjutnya tersebar ke seluruh indonesia).
Keturunan bangsa Deutro-melayu, misalnya suku bangsa jawa, melayu,
bugis, minang dll. Kebudayaan deutro-melayu lebih tinggi dari pada
kebudayaan bangsa proto-melayu dengan kebudayaan yang terbuat dari
logam.

2) Perkembangan Biologi dan Jenis Ras Manusia yang ada di


indonesia
Perkembangan manusia di indonesia secara biologis dapat diketahui
dengan penemuan fosil manusia purba seperti : Megantropus palaejavanicus,
Pithecantropus palaejavanicus, Pithecantropus seloensis, pithecantropus erectus,
Homo soloensis, dan homo wajakensis. Dilihat dari ras, manusia dibedakan
menjadi ras mongoloid, ras negroid, ras kaukasoid, ras australoid, dan ras-ras
khusus. Berdasarkan ras-ras tersebut, orang indonesia dapat dibagi menjadi
beberapa golongan sebagai berikut :
a) Golongan papua melanosoid, dengan ciri-ciri rambut hitam keriting,
bibir tebal dan kulit hitam.
b) Golongan negroid, dengan ciri-ciri perawakan kecil, rambut keriting dan
kulit hitam
c) Golongan weddoid, dengan ciri-ciri, perawakan kecil, kulit sawo matang,
dan rambut berombak
d) Golongan melayu mongoloid, dengan ciri-ciri rambut ikal/lurus dan
muka bulat.

3) Persebaran Manusia Indonesia

Sejarahwan Van Heine Geldern (Belanda) menerangkan sejak tahun


2000SM sampai 500SM terjadi perpindahan penduduk dari asia kepulau-pulau di
sebelah selatan daratan asia. Pulau-pulau disebelah selatan asia disebut
austronesia (austro artinya selatan, nesos artinya pulau).
Perpindahan penduduk gelombang kedua terjadi tahun 400-300SM
bersamaan dengan zaman perunggu. Perpindahan ini membawa kebudayaan
perunggu, seperti : kapak sepatu dan nekara yang berasal dari daerah dongson.
Dengan demikian nenek moyang bangsa indonesia adalah orang-orang austronesia
yang telah menetap di yunan serta berasal dari satu rumpun bahasa yang disebut
austronesia.
a) Persebaran Bangsa dan bahasa Austronesia
Bahasa di asia tengah berasal dari keluarga sino-tibet yang melahirkan
bahasa cina, sian, tibet, miao, yiu, dan burma. Pada tahun 1889
Prof.Dr.H.Kern melakukan penelitian yang berhubungan dengan persebaran
nmanusaia yang didasarkan pada perbandingan bahasa. Kern membandingkan
bahasa-bahasa yang serumpun yaitu bahasa Austronesia (melayu polynesia)
tersebut, indonesia menjadi pangkalan yang kedua.
b) Persebaran manusia pendukung kebudayaan kapak persegi
daerah persebaranya kapak persegi dan kapak lonjong dari zaman
neolitikum di indonesia sesuai dengan daerah persebaran bahasa-bahasa di
indonesia bagian barat dan bagian timur.
Menurut Van Heine Geldern persebaran kebudayaan kapak persegi
berasal dari daerah yunan di cina selatan yaitu didaerah hulu sungai besar di
asia tenggara.
Bangsa austronesia merupakan pendukung kebudayaan kapak persegi kapak
persegi berpusat didaerah tonkin karena dekat dengan laut oleh karena itu
mereka pandai membuat perahu bercadik.
c) Persebaran Manusi Pendukung Kebudayaan Perahu Bercadik
Hornell mengadakan penelitian tentang jenis-jenis perahu di nusantara
dan di negara-negara sekitarnya, dapat disimpulkan bahwa perahu bercadik
merupakan perahu khas atau asli indonesia.
d) Persebaran Kebudayaan Perunggu
Benda-benda peninggalan dizaman perunggu di asia tenggara untuk
pertama kalinya ditemukan di dongson. Beda-benda tersebut antara lain
nekara, genderanga perunggu, kapak perunggu dengan beraneka bentuk
(besar, kecil, lebar, pendek dan bulat), perhiasan dari perunggu, area
perunggu, mata uang , alat alat dari besi dan candrasa(bejana perunggu
tempat menyimpan abu jenazah orng yang telah meninggal), perahu mayat
banyak digunakan di asia tenggara sebagai peti mayat. Menurut kepercayaan
mereka, perahu peti mayat itu akan membawa roh dari yang meninggal ke
dunia akhirat.
e) Kedatangan Manusia Ke Wilayah Indonesia dari Asia Daratan

Wilayah indonesia telah dihuni oleh manusia sejak dua juta tahun yang
lalu, berdasarkan ditemukanya fosil diwilayah indonesia. Penghuni wilayah
indonesia pada waktu itu adalah manusia purba. Seperti megantropus
paleojavanicus, pithecantropus erectus, homo soloensis dan homo wajakensis.
Dari sini dapat diketahui penduduk asli indonesia adalah suku bangsa aborigin
atau melanesoid yang berkulit hitam.
Bangsa melanesoid akhirnya menetap diwilayah nusantara sekitar tahun
2000SM. Pada tahun itu pula datang bangsa melayu tua atau proto-melayu,
sesuatu ras mongoloid yang berasal dari daerah yunan, dekat lembah sungai
yang tze di cina selatan.
Kedatangan bangsa melayu tua juga memungkinkan terjadinya
percampuran antara bangsa melayu tua dengan bangsa melanesia yang terlebih
dahulu datang kewilayah nusantara.Bangsa melanesia terdesak dan
mengasingkan diri kepedalaman.
Orang-orang melayu tua yang telah bercampur dengan bangsa aria mulai
datang kewilayah nusantara sekitar tahun 2000-300SM, yaitu ketika terjadi
gelombang migrasi kedua dari yunan
Berbagai suku bangsa yang datang kewilayah nusantara dalam kurun
waktu ratusan sampai ribuan tahun tersebut tidak seluruhnya menetap di
nusantara. Pencampuran antar bangsa inilah yang kemudian menjadi cikal
bakal nusantara yang telah menjadi titik pertemuan dari bangsa mongoloid
(ras kuning) yang berimigrasi keselatan dari yunan, dengan bangsa
melanesoid.

BAB III
PENUTUP
3.1 Kesimpulan

Berdasarkan pembahasan asal mula manusia modern adalah adari


afrika, sebab penelitian membuktikan bahwa wanita-wanita keturunan afrika
menunjukan keanekaragaman dua kali lebih banyak dari pada kaum wanita dari
benua lain. Pendapat tersebut jug didukung oleh suatu pendapat dari salah satu
tempat di afrika dan ditempat itu , manusia masa kini kemudian menyebar dan
mendiami tempat-tempat di luar afrika. Salah satunya ke indonesia di mana
bangsa indonesia berasal dari daratan asia. Melaui jejak-jejak sejarah yang
berhasil diteliti diketahui bahwa indonesia berasal dari daerah yunan selatan
bangsa indonesia didiami oleh beberapa golongan ras diantaranya golongan papua
melanesoid, papua negroid, papua weddoid, golongan melayu mongoloid, bahasa
bangsa indonesia adalah bahasa melayu yang berasal dari satu rumpun bahasa
yaitu austronesia.
3.2 Saran
Dari pembahasan dan kesimpulan diatas dapat disarankan agar
masyarakat, terutama kalangan pelajar untuk memiliki minat dalam ilmu sejarah,
dimana dalam ilmu sejarah juga mengajarkan tentang asal-usul persebaran
manusia di kepulauan indonesia. Dari sanalah kita dapat mengetahui bagaimana
asal-usul manusia modern, polimorfisme, daerah asal manusia dll

DAFTAR PUSTAKA
Ismawati dan Widiastuti. 2011. Kereatif Sejarah Untuk SMA/MA Kelas X. Jawa
Tengah : CV.Viva Pakarindo