Anda di halaman 1dari 19

Diare Akut dengan

Dehidrasi Ringan-Sedang

Josephine Angela
10 2013 289

Anak laki-laki 7 tahun, mengalami diare sejak 2 hari yang


lalu, disertai demam 38,5C. Selama sakit anak ini hanya
meminum obat penurun panas dan tidak berobat ke dokter.
Frekuensi diare 6x/hari, konsistensi cair, dan tidak ada darah
maupun lendir. Sejak 1 hari yang lalu, anak menjadi tidak
nafsu makan dan asupan cairan berkurang. Beberapa jam
sebelum berobat, anak menjadi lemas dan hanya terbaring
di tempat tidur, sehingga ibunya memutuskan untuk
membawa anak tersebut ke UGD RS tersekat. Menurut
ibunya anak ini terakhir buang air kecil 4 jam yang lalu.

Skenario 6

Rumusan Masalah
Anak laki-laki 7 tahun, diare sejak 2
hari yang lalu, disertai demam,
diare 6x/hari, cair, tidak ada darah
& lendir, tidak nafsu makan dan
asupan cairan berkurang

Hipotesis
Anak tersebut mengalami diare
akut dengan dehidrasi ringansedang

Sejak
Kapan
Lendir atau
darah
Gejala
kekuranga
n cairan

Berapa kali
dalam
sehari
Pengurang
an
frekuensi
BAK
Riwayat
penyakit
sebelumny
a

Anamnesis

Volume

Perubahan
bau dan
konsistensi

Peyebab
diare

Keluhan
lain

Riwayat
pengobata
n

Riwayat
sosial

Pemeriksaan
Fisik
Deteksi bising usus
dan bunyi lambung
PF rektal darah,
lendir, massa
Turgor kulit & saliva
oral status cairan
tubuh
Hipotensi, takikardia,
denyut lemah
dehidrasi
Demam infeksi
Penentuan derajat
dehidrasi (tabel)

Pemeriksaan
Penunjang
Sering tidak diperlukan
Tinja cair, darah,
lendir, amoeba,
cacing/telur
Gelembung lemak
malabsorbsi lemak &
peny pankreas
Eritrosit infeksi
Leukosit infeksi &
inflamasi usus
pH < 6 malabsorbsi KH
Gram infeksi bakteri
/jamur
Diare inflamasi
leukositosis, LED ,

Penentuan derajat dehidrasi menurut WHO 1995

Diare Akut
dengan Dehidrasi RinganDehidrasi:
tubuh
Sedang
BAB
Diare akut: <

(defekasi)
dengan
frekuensi yg
abnormal &
konsistensi
tinja yg lebih
cair

14 hari
Diare
persisten: >
14 hari,
kelanjutan
diare akut

Working Diagnosis

kekurangan
air &
elektrolit
Ringan
(<5%),
sedang (510%), berat
(>10%)

Disentri
Ditandai dgn
peradangan usus
(terutama usus besar)
Darah dalam tinja
berair
Organisme tinggal di
usus & dlm tinja org yg
terinfeksi
Bakteri: Shigella, bbrp
jenis E.Coli,
Salmonella,
Campylobacter

Intoleransi
Laktosa
Primer: kongenital,
toleransi laktosa (
10 gr/hari)
Sekunder: bersifat
sementara, kelanjutan
diare akut
Terapi: diet bebas
laktosa (bebas laktosa
dan susu)

Differential Diagnosis

Diare
Krn virus / parasit
Virus pada anak:
rotavirus, calcivirus,
astrovirus, adenovirus.
Rotavirus peny berat
pd bayi, < dgn + usia
Krn infeksi/proses
peradangan usus
sekresi enterosit &
absorbsi
Krn antiobiotik / obat lain
(pencahar)

Etiologi

Dehidrasi
- intake air/ kehilangan air
berlebih
Pemasukan air tdk
mencukupi, koma,
disfagi, rangsang haus Pengeluaran berlebihan
melalui ginjal
Kelebihan elektrolit
eksresi urin banyak
elektrolit
Hiperosmolaritas, krn
cairan ekstraseluler mnjd
hiperosmoler

Penyebab utama morbiditas & umum tjd pada


anak
Epidemiologi bergantung pd faktor penyebab
Cara penyebaran: kontak erat, makananminuman terkontaminasi, binatang ke manusia
5 besar penyakit yg sering dijumpai di
Indonesia
Terutama saat tjd bencana alam & terkait dgn
terbatasnya air bersih.

Epidemiologi

4
mekanisme
perubahan
transport ion
aktif krn
absorpsi Na
atau sekresi
Cl
perubahan
motilitas usus
osmolaritas
luminal
tekanan
hidrostatik
jaringan

Secara
klinis
Secretory
diarrhea, ketika
senyawa yang
strukturnya mirip
Osmotic
diarrhea, oleh
absorpsi zat yg
Exudative
diarrhea, krn
penyakit infeksi
saluran cerna
Perubahan
motilitas usus

Patofisiologi

Infeksi
bakteri/paras
it
Bakteri noninvasif
(enterotoksigeni
k), cth: V.
cholerae, ETEC.
Bakteri invasif
(enteroinvasif),
cth: EIC,
Salmonella,
Shigella.

Anak cengeng,
gelisah, demam,
nafsu makan ,
nyeri abdomen
diare
Diare cair, tanpa
darah dan lendir
Muntah &
dehidrasi
Dehidrasi
klasifikasi bdk
defisit air &
keseimbangan
elektrolit

Gejala Klinis

5 Pilar Penatalaksanaan Diare Depkes


Oralit dgn
osmolaritas
Zinc 20
rendah (
mg/kgBB
kebutuhan
per hari,
suplemen
selama
IV,
10 hari
pengeluaran
berturut
tinja &
muntah)

Tetap
Tdk
berikan
dianjurka
makanan
n terapi
biasa sesuai antibiotik Kontrol
usia anak
(kecuali kembal
(cegah
pd diare
i
BB, ganti
dgn
zat gizi yg
darah &
hilang)
lendir)

Penatalaksanaan

Skor dihitung &


pemberian cairan
dilakukan dlm 2 jam
Biasanya kehilangan
cairan dapat dikoreksi
dalam 2 hari
Bila kehilangan cairan
cukup berat dan
pemberian infus
terlalu cepat, akan
mengakibatkan
intoksikasi air dan
kejang

Komplikasi

Prognosis

Muntah hebat ruptur


esofgaus
Gangguan homeostasis
cairan & elektrolit
dehidrasi
ketidakseimbangan
elektrolit & istabilitas
vaskular syok
kematian
Tidak mencapai hidrasi
normal gagal ginjal
akut
Overhidrasi oedem
paru meninggal

Dgn penggantian cairan


yg adekuat, perawatan
mendukung, dan terapi
prognosis diare
sangat ba, dgn
morbiditas dan
mortalitas
Kematian tjd jika
mempunyai penyakit
dasar yg berat &
penanganan yg tidak
adekuat.

Penyediaan air bersih & tdk


terkontaminasi
Kebersihan dlm menyiapkan makanan
Menjaga kebersihan, terutama cuci
tangan dgn sabun & air
Mencucu & memasak bahan makanan
dengan baik

Pencegahan

Hipotesis diterima, anak tersebut mengalami


diare akut dengan dehidrasi ringan
Penyebab utama diare akut pada anak adalah
infeksi Rotavirus yang bersifat self limiting
sehingga tidak memerlukan pengobatan
dengan antibiotika. Diare akut pada anak
beresiko terjadinya dehidrasi. Penggantian
cairan dan elektrolit merupakan elemen yang
penting dalam terapi diare akut

Kesimpulan