Anda di halaman 1dari 4

Teori Pilihan Rasional Tentang Perhubungan Etnik

Pendekatan teoretis yang cuba meneliti realiti sosial dengan cara melihat pilihan
tingkah laku manusia di peringkat individu dan kumpulan dipopularkan, antara lain
oleh Thomas Sowell (1975), Thomas Schelling (1978), Michael Banton (1997), dan
Mansor Mohd. Noor (2000).
Teori pilihan rasional tentang perhubungan etnik mengandaikan bahawa:

Individu mempunyai matlamat dan kecenderungan yang berbeza.


Individu bertindak untuk memaksimumkan ganjaran material dan kedudukan
sosial. Tingkah laku individu merupakan fungsi sentimen peribadi dan
kepercayaan terhadap kelompok sebayanya.
Apabila individu membuat satu pilihan untuk bertindak, tindakan pilihan yang
lain akan tertutup.
Semasa individu bertindak ke atas pilihan tingkah laku yang dibuat, individu
berkenaan akan mewujudkan ikatan sosial yang lebih erat dengan individu
lain yang terlibat.
Apabila individu gagal memaksimumkan ganjaran yang dihajati, dia akan
mengambil tindakan menggembleng kekuatan kolektif, dan dalam hal ini
dimensi yang dipilih akan menggambarkan konteks sejarah-budaya
masyarakat tersebut.
Apabila individu gagal memaksimumkan kepuasan melalui pelbagai dimensi
kumpulan sosial yang wujud dalam masyarakat, dia akan berpaling kepada
soal-soal keagamaan dan ketuhanan.
Apabila individu memilih untuk menggembleng kolektif berdasarkan warisan
kebudayaan, batas kumpulan bersifat terbuka.
Apabila individu memilih untuk menggembleng kolektif berdasarkan warisan
fizikal, batas kumpulan bersifat terbuka.

Teori Ekologi Manusia menurut Urie Bronfenbrenner

Urie bronfenbrenner menyatakan perkembangan anak dipengaruhi oleh orangorang yang berada disekitarnya atau dilingkungannya dimana anak tersebut
tinggal. Beliau membagi lima keadaan(sistem) lingkungan yang dapat
mempengaruhi perkembangan anak tersebut, yaitu :

1. Mikrosistem
Maksud dari mikrosistem adalah Bagaimana dan dimana anak tersebut
mengahabiskan banyak waktu luang. Sistem ini adalah anak yang lebih berinteraksi
kepada semua orang termasuk keluarga, teman sebaya, sekolah, dan tetangga.
Sehingga pada sisitem ini adalah anak yang bukan sebagai penerima pasif
melainkan anak tersebut menimbal balik apa yang dikatakan orang lain.

2. Mesosistem
Maksud dari mesosistem adalah hubungan antar-mikrosistem. Sebagai contoh
adalah bagaimana anak tersebut mandapatkan pengalaman dalam keluarga
dengan diluar keluarga seperti pengalaman yang didapat dari sekolah. Sehingga
membuat anak masih duduk dikelas 8 SMP tetapi pola pikirnya seperti anak yang
sudah duduk dikelas 9 SMP ke awal SMA (Epstein, 1983). sehingga dengan
pandainya anak tersebut mempunyai kesempatan lebih banyak dalam
berkomunikasi dan mengambil keputusan. Sistem ini yang akan menghasilkan
generasi-generasi yang sangat kritis dalam suatu keputusan atau aturan yang
sudah ada. Namun dalam sistem ini juga mempunyai sisi negatif karena dalam
sistem ini mempunyai 2 tingkatan yaitu lingkungan yang menengah keatas dan
menengah kebawah. Untuk menengah kebawah adalah bagian dari permasalahan
untuk saat ini karena dalam lingkungan menengah kebawah pada saat ini sangat
buruk. Sehingga banyak anak dalam sitem yang bersisi negatif ini memandang
sekolah dan lingkungan mereka sebagai konteks di mana mereka diperkirakan akan
gagal dalam studi, menjadi hamil dan keluar dari sekolah, atau berperilaku nakal.
Sistem ini memberi murid harapan dan tujuan moral untuk melakukan sesuatu
yang baik bagi masyarakat anda, seperti bekerja di komunitas dan mengajak
saudara untuk bersekolah.

3.Ekosistem
Dalam sistem ini dimana anak tidak berperan aktif karena terhambat sesuatu hal
yang tidak jelas. Seperti halnya pengadaan tempat membaca oleh humas di
kampung namun karena harus memakai persetujuan dari kepala daerah sehingga
untuk pengalaman anak sedikit terhambat karena suatu hal tersebut.

4. Makrosistem

Dalam sistem ini adalah kultur atau budaya atau adat istiadat suatu lingkungan
yang mempengaruhi suatu perkembangan anak. Seperti halnya untuk anak yang
tinggal di suatu lingkungan yang baik sehingga membimbing atau mempengaruhi
anak tersebut kejalan kebenaran. Jika anak tersebut tinggal di lingkungan yang
buruk maka anak tersebut akan terpengaruhi berbuat keburukan.

5. Kronosistem

Dalam sistem ini adalah kondisi sosio historis dari perkembangan anak. Kejadian
yang mempengaruhi cara mengelola kegiatan yang dilakukan nantinya dan
keuangan. Kejadian tersebut akan terolah dengan baik jika anak tersebut lahir pada
lingkungan yang mendukungnya seperti halnya anak tersebut sebagai generasi
pertama pada lingkungan tersebut maka titik penentuan suatu lingkungan atau
adat (budaya) yang baik atau buruk dari generasi tersebut.

Dari teori Urie Bronfenbrenner tentang sistem lingkungan yang mempengaruhi


perkembangan anak. Saya dapat menyimpulkan bahwasannya jika saya menjadi
guru. Saya akan memerlukan teori yang telah di observasi oleh beliau bahwasannya
saya harus :

1. Mendidik siswa untuk berinsteraksi langsung secara timbal balik dengan orang
lain
2. Membimbing siswa lebih banyak berkomunikasi dan mengambil keputusan
3. Membimbing siswa untuk berperan aktif dalam berkegiatan sosial atau
pendidikan yang membawa generasi-generasi ke hasil yang baik (jalan baik)

4. Memberi contoh dan membimbing kultur atau adat(budaya) yang baik


5. Menciptakan generasi yang merata (menciptakan lingkungan yang baik)