Anda di halaman 1dari 13

Prinsip dan Kode Etik dalam Bisnis

13.0102.0005 Dwi Rahayuningsih


13.0102.0050 Yuliningsih

PROFESI

Definisi luas
(Wahid, 2006)

Definisi sempit
(Kanter, 2001)

Profesi = pekerjaan
Profesionalisme
semangat
meningkatkan
kualitas profesi

Profesi
pekerjaan yang
ditandai oleh
pendidikan dan
ketrampilan khusus

Ciri-ciri profesi:
Pekerjaan mulia
Perlu pengetahuan,
keahlian, dan
Profesi
ketrampilan khusus
yang diperoleh dari
Pekerjaan,
pendidikan,
pendidikan/
pelatihan, dan
ketrampilan
praktik/pengalaman
khusus,
Memerlukan
adanya komitmen
komitmen etik yang
moral/nilai-nilai etis
ketat
Berdampak luas

Definisi khusus
(Brooks, 2004)

Memberikan
penghasilan yang
layak
Memiliki organisasi
profesi
Ada izin pemerintah
BISNIS SEBAGAI PROFESI
Bisnis adalah suatu profesi dan para pelaku
Bisnis
banyak
Bisnis butuh
bisnis
dituntut
bekerja profesional.
pekerjaan
ketrampilan
Adanya etika

Bisnis berdampak

PRINSIP-PRINSIP ETIKA BISNIS


Caux Round Table
Menekankan :

Kebersamaan

Menghormati nilai-nilai
individu
Prinsip:

Tanggungjawab bisnis
dari stakeholders ke
shareholders

dampak ekonomis dan


sosial dari bisnis menuju
Inovasi, keadilan, dan
komunitas dunia

Perilaku bisnis dari


hukum yg tersurat
ke semangat saling
percaya
Sikap menghormati
aturan
Dukungan bagi
perdagangan
multilateral
Menghormati
lingkungan alam
Hindari operasi
tidak etis

Sonny keraf (1998)


Prinsip otonomi
Prinsip kejujuran
Prinsip keadilan
Prinsip saling
menguntungkan
Prinsip integritas
moral

Lawrence, Weber,
dan Post (2005)
Jujur, memegang
janji, membantu
orang lain, dan
menghormati hakhak orang lain
Weiss(2006)
Hak, kewajiban,
kewajaran, dan
keadilan.

Kasus pelanggaran etika pemasaran

DIDUGA DISKRIMINASI PEKERJA


WANITA, MICROSOFT DIGUGAT
BISNIS.NEWS.VIVA.CO.ID
KAMIS, 17 SEPTEMBER 2015 |
12:20 WIB

VIVA.co.id - Perusahaan teknologi


Microsoft Corp. menerima gugatan hukum
di Amerika Serikat (AS) karena kebijakan
perusahaan tersebut dalam penentuan
promosi jabatan dan kenaikan gaji
karyawan diduga mendiskriminasi wanita.
Dilansir dari Reuters, Kamis 17 September
2015, gugatan itu, yang diajukan di
Pengadilan Federal di Kota Seattle, negara
bagian Washington, dilayangkan oleh
mantan teknisi perusahaan tersebut,
Katherine Moussouris.

Dia mengaku telah dilewatkan untuk promosi


dan jabatan yang kosong itu diberikan kepada
pria yang kualifikasi keahliannya lebih rendah
dibanding dia. Supervisor nya pun mengatakan
secara langsung tidak menyukai dia baik dai sisi
cara maupun gaya kerja, hal tersebut dinilai
tidak profesional.
Menurut gugatan tersebut, basis kantor
Microsoft di Redmond, Washington memberikan
karyawannya peringakat numerik berdasarkan
evaluasi kerja. Peringkat yang diberikan secara
rutin kepada pekerja perempuan lebih rendah
dibandingkan pria dan lebih berdasarkan kriteria
subjektif.

"Microsoft

secara sistematis memberikan


peringat lebih rendah pada kinerja dan capaian
pekerja teknisi perempuan," ujar Adam Klein yang
dikenal sebagai pengecara pekerja di Kantor
Hukum Outten dan Golden,New York, dia adalah
salah satu pengacara Moussouris.
Menanggapi hal ini, perusahaan tersebut belum
mau menanggapi permintaan untuk berkomentar.
Chief Executive Officer (CEO)Microsoft, Satya
Nadella tahun lalu dikritik pada sebuak konferensi
industri karena mengeluarkan pernyataan, bahwa
perempuan dalam pekerjaan teknologi tidak harus
meminta kenaikan gaji dan harus meyakini bahwa
perusahaan tempat mereka berkerja akan
memberkikan kompensasi secara adil.

Dia kemudian meminta maaf, serta menyatakan


bahwa perusahaan yang dipimpinnya membayar
pekerja laki-laki dan perempuan dengan besaran
yang sama.
Gugatan tersebut sepertinya menjadi kasus
hukum pertama yang diajukan kepada Microsoft.
Menurut Biro Statistik Tenaga Kerja AS, teknisi
laki-laki dalam industri teknologi tahun lalu lebih
besar 24 persen ketimbang pekerja perempuan.
Moussouris yang berusaha mewakili para
pekerja teknisi di AS, dipekerjakan oleh Microsoft
sejak tahun 2009 lalu. Dia juga mengungkapkan
pernah menerima bonus yang rendah karena
melaporkan pelecehan seksual yang terjadi pada
dirinya.

Akhirnya, dia mengundurkan diri pada 2014


lalu setelah selama tujuh tahun bekerja.
Pengunduran diri tersebut menurut gugatan
yang dilayangkan, karena bentuk
kekecewaannya karena pengawas
perusahaan gagal menangani diskriminasi
yang dialaminya.
Saat ini Microsoft memiliki sekitar 117 ribu
karyawan. Sejumlah perusahaan teknologi
besar lainnya juga menghadapi klaim
diskriminasi gender karyawannya. Tuntutan
hukum mengenai hal itu, pada awal tahun ini
diajukan kepada Facebookdan Twitter. (ren)

analisis
Kasus di atas
menunjukkan
diskriminasi
terhadap
perempuan.
Hal ini
merupakan
pelanggaran
etika sumber
daya manusia

Etika keadilan
dan hak asasi
manusia telah
dilanggar oleh
perusahaan.
Program proteksi
dan
whistleblowing
tidak
diperhatikan.

Anda mungkin juga menyukai