Anda di halaman 1dari 4

RINGKASAN MATERI KULIAH

PENGAUDITAN I
BUKTI AUDIT

Disusun oleh:
Kelompok VI
1. Ricki Caesar Putra (F1315077)
2. Muhamad Hamdi (F1315062)
3. Luhur Budi Novanda Putra (F1315058)

FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS


UNIVERSITAS SEBELAS MARET
SURAKARTA
2015

BUKTI AUDIT

A. SIFAT BUKTI
Bukti adalah informasi yang digunakan auditor untuk menentukan apakah informasi yang
sedang diaudit disajikan sesuai dengan kriteria yang ditetapkan. Selain dalam audit, bukti
juga digunakan dalam bidang pekerjaan lain, misalnya ilmuan, pengacara, dan ahli sejarah.
Berikut perbedaan karakteristik bukti yang digunakan pada bidang ilmiah, hukum, dan audit:
Dasar
perbandingan
Kegunaan bukti

Penelitian Ilmiah
Pengujian Obat
Menentukan efek
penggunaan obat

Sifat bukti yang


digunakan

Hasil dari penelitian


yang berulang-ulang

Pihak penguji bukti


Kepastian atas
kesimpulan dari
bukti

Ilmuwan
Bervariasi dari tidak
pasti hingga
mendekati pasti

Sifat kesimpulan

Rekomendasi atas
penggunaan obat
Masyarakat
menggunakan obat
yang tidak efektif
atau berbahaya

Konsekuensi
khusus atas
kesimpulan yang
salah dari bukti

Kasus Hukum
Pencurian
Memutuskan
bersalah atau
tidaknya tertuduh
Bukti langsung serta
keterangan saksi dan
pihak terlibat

Juri dan hakim


Membutuhkan
keyakinan tertuduh
bersalah tanpa
keraguan
Bersalah atau
tidaknya suatu pihak
Pihak yang bersalah
tidak dihukum atau
pihak yang tidak
bersalah dihukum

Audit Laporan
Keuangan
Menentukan apakah
pernyataan disajikan
secara wajar
Bermacam-macam
tipe bukti audit yang
dihasilkan auditor,
klien, dan pihak
ketiga
Auditor
Keyakinan tingkat
tinggi

Menerbitkan laporan
audit
Pengguna
pernyataan audit
membuat keputusan
yang salah dan
auditor bisa digugat

B. KEPUTUSAN BUKTI AUDIT


Seorang auditor harus dapat menentukan tipe dan jumlah bukti yang dibutuhkan untuk
meyakinkan bahwa laporan keuangan klien disajikan secara wajar. Ada empat keputusan
tentang apa dan seberapa banyak bukti yang harus dikumpulkan , yaitu:
1. Prosedur Audit yang Digunakan
Prosedur audit berisi instruksi yang menjelaskan bukti audit yang harus didapatkan
selama audit.
2. Ukuran Sampel
Ketika prosedur audit dipilih, auditor dapat membuat variasi atas ukuran sampel, dari
satu sampai semua item dalam populasi yang diuji.
3. Item yang Harus Dipilih
Ada beberapa metode dalam memilih item yang akan dijadikan bukti, antara lain:

memilih suatu periode waktu dan menguji item sejumlah ukuran sampel;
memilih item sejumlah ukuran sampel dengan nilai terbesar;
memilih item secara acak;
memilih item yang paling mungkin terdapat eror menurut pikiran auditor.
4. Waktu Pelaksanaan Prosedur
Waktu pelaksanaan audit dipengaruhi oleh keinginan klien atas kapan audit harus
diselesaikan. Waktu pelaksanaan juga dipengaruhi oleh keyakinan auditor mengenai
waktu yang paling efektif bagi bukti audit serta dipengaruhi oleh ketersediaan staf audit.
Kumpulan prosedur audit untuk sebuah area audit atau keseluruhan audit disebut program
audit. Program audit selalu berisi daftar prosedur audit, dan prosedur audit berisi ukuran
sampel, sampel yang harus dipilih, dan waktu pelaksanaan audit.
C. BUKTI YANG MEYAKINKAN
Dua penentu atas bukti yang meyakinkan adalah kesesuaian dan kecukupan.
1. Kesesuaian Bukti
Ukuran dari kualitas bukti, yaitu relevansi dan reliabilitas dalam memenuhi tujuan audit
untuk kelas transaksi, saldo akun, dan pengungkapan terkait.
a. Relevansi Bukti
Bukti harus berkaitan atau relevan dengan tujuan audit. Relevansi dapat
dipertimbangkan hanya untuk tujuan audit yang spesifik, karena bukti mungkin
dapat relevan dengan satu tujuan audit tetapi tidak untuk tujuan yang berbeda.
b. Reliabilitas Bukti
Reliabilitas bukti menggambarkan tingkat di mana bukti dapat dipercaya atau layak
untuk dpercaya. Karakteristik bukti yang dapat diandalkan antara lain:
Independensi Penyedia
Bukti yang didapatkan dari sumber di luar entitas lebih dapat diandalkan
daripada yang didapatkan dari dalam entitas.
Efektifitas Pengendalian Internal Klien
Saat pengendalian internal klien efektif, bukti yang didapat lebih reliabel.
Pengetahuan Langsung Auditor
Bukti yang didapatkan langsung oleh auditor melalui pengujian fisik, observasi,
penghitungan ulang, dan inspeksi lebih dapat diandalkan.
Kualifikasi Individu Penyedia Informasi
Walaupun sumber informasi independen, bukti tidak dapat diandalkan apabila
penyedia informasinya tidak berkualitas.
Tingkat Objektifitas
Bukti objektif lebih reliabel daripada bukti yang membutuhkan pertimbangan
yang cukup untuk menentukan apakah bukti tersebut benar.
Ketepatan Waktu
Ketepatan waktu atas bukti audit dapat mengacu pada kapan bukti tersebut
dikumpulkan atau periode dilakukannya audit. Bukti untuk akun-akun neraca
biasanya lebih reliabel apabila bukti tersebut didapatkan saat mendekati tanggal
neraca.
2. Kecukupan Bukti
Kuantitas bukti yang didapatkan menentukan kecukupannya. Kecukupan bukti diukur
dengan ukuran sampel yang dipilih auditor. Faktor yang menentukan ukuran sampel
yang sesuai adalah ekspektasi auditor mengenai salah saji dan efektifitas pengendalian
kontrol klien.

3. Efek Gabungan
Ukuran sampel bukti yang besar yang disajikan oleh pihak independen tidak
meyakinkan apabila bukti audit tersebut tidak relevan dengan tujuan audit yang diuji.
Hubungan antara keputusan bukti dan bukti yang meyakinkan adalah:
Keputusan Bukti Audit
Prosedur Audit dan Waktu

Ukuran Sampel dan Sampel yang Dipilih

Kualitas yang Mempengaruhi


Keyakinan atas Bukti
Kesesuaian
Relevansi
Reliabilitas
Independensi Penyedia
Efektifitas Pengendalian Internal
Pengetahuan Langsung Auditor
Kualifikasi Penyedia
Objektifitas Bukti
Ketepatan Waktu
Kapan prosedur dilaksanakan
Bagian periode yang diaudit
Kecukupan
Ukuran Sampel yang Memadai
Seleksi Populasi yang Tepat