Anda di halaman 1dari 17

KORELASI RANK

SPEARMAN
Oleh:
Mohammad Abdullah

Batasan Uji korelasi Rank Spearman


Merupakan uji korelasi non parametrik
Digunakan bila:
- setidaknya salah satu variabel (baik x
maupun y) memiliki sekala ordinal
- data berskala interval ataupun ratio namun
tidak berdistribusi normal
- dalam Uji Rank Spearman, skala data untuk kedua
variabel yang akan dikorelasikan dapat berasal dari
skala yang berbeda (skala data ordinal dikorelasikan
dengan skala data numerik) atau sama (skala data
ordinal dikorelasikan dengan skala data ordinal).
- ukuran samplenya kecil
- kita perlu mengukur korelasi pada kedua
variabel yang memiliki hubungan non linear

Langkah-langkah Uji Rank Spearman (menghitung rs atau )

1. Berikan peringkat pada nilai-nilai variabel x dari 1


sampai n. Jika terdapat angka-angka sama,
peringkat yang diberikan adalah peringkat rata-rata
dari angka-angka yang sama.
2. Berikan peringkat pada nilai-nilai variabel y dari 1
sampai n. Jika terdapat angka-angka sama,
peringkat yang diberikan adalah peringkat rata-rata
dari angka-angka yang sama.
3.
di untuk
tiap-tiap sampel
(di=peringkat
4. Hitung
Kuadratkan
masing-masing
di dan
jumlahkan xi peringkat2 yi)
semua di
5.
Hitung Koefisien Korelasi Rank Spearman rs ()
Rumus
rs = koefisien korelasi rank
1: baca rho:
spearman
di = selisih ranking antara
dua variabel (X Y)

Bila ada nilai ranking yang


kembar:

Bila terdapat anggota sampel (2 atau


lebih) memiliki nilai sama, maka nilai
rankingnya diberi ranking rata-rata
Bila anggota sampel yang memiliki
nilai sama jumlahnya tidak banyak,
maka rumus 1 di atas masih bisa
dipakai. Tetapi jika jumlahnya
banyak, maka dalam perhitungan rs
(koefisien korelasi) perlu dimasukkan
faktor koreksi
dengan demikian,

Rumus 2 :
dengan ketentuan :

dan

dengan
Keterangan:
N = jumlah pengamatan (sampel)
t
= jumlah ranking kembar dari
pengamatan
T = jumlah variasi nilai T, dari semua

Pengujian Signifikansi koefisien


Korelasi Rank Spearman (rs)
Jika n kecil, yaitu antara 4 s/d 30 :
maka untuk uji signifikansi dapat dipakai tabel
korelasi rank spearman. Tabel ini memberikan
nilai-nilai peluang yang timbul menurut
terjadinya H0 untuk P = 0,05dan P=0,01. Nilai
ini untuk uji satu arah.
Jika rs hitung nilai rs tabel pada 0,05,
maka H0 ditolak (korelasi signifikans).
Jika nilai rs hitung < rs tabel pada nilai 0,05,
maka H0 diterima (korelasi tidak signifikans).

Jika n besar (sampel besar)


Maka untuk menguji signifikansinya,
dapat diuji dengan rumus Kendall
sebagai berikut:
untuk menguji
signifikansi,
t hitung
dibandingkan
dengan t tabel
dari tabel t (tabel B), dengan dk = n2.
H0 ditolak bila t hitung t tabel pada dan

Contoh 1:
Jika rs = 0,84 dengan N = 12, pada = 0,05, maka
nilai p dari rs pada tabel P adalah berada pada posisi
< 0,01. Karena nilai p dari rs < nilai maka H 0
ditolak.
Contoh 2 :
Bila nilai rs = 0,64 dengan N = 42 dan = 0,05,
maka untuk menguji signifikansi adalah:

t = 0,64 X 8,23 = 5,27


Berdasarkan tabel, nilai t tersebut pada df = 40 berada
pada posisi p < 0,0005. Karena nilai p dari t < =
0,05 maka H0 ditolak.

Ringkasan langkah mengerjakan


1. Bentuklah rank untuk nilai variabel X dari 1
sampai N, begitu pula untuk nilai variabel Y.
2. Tentukan nilai N subyek, hasil ranking untuk
variabel X yang sesuai dengan ranking variabel Y
3. Tentukan nilai selisih rank X dan Y (d i) sesuai
dengan pasangannya. Kemudian kuadratkan nilai
di, yaitu di2 dan hitung jumlahnya, yaitu di2
4. Jika jumlah ranking kembar baik pada variabel X
maupun variabel Y cukup besar, gunakan rumus
2 untuk menghitung rs. Jika proporsi rank kembar
kecil atau tak ada rank kembar maka dipakai
rumus 1.

5. Untuk uji signifikansi:


- jika n antara 4 30, untuk taraf
nyata 0,05 dan 0,01, maka dipakai
tabel P.
- Jika n 30, hitung duku nilai t
dan pakai tabel B.

Contoh 1:
Sebuah sekolah ingin menguji hubungan antara
pendapatan orang tua perbulan dengan prestasi belajar
siswa. Pendapatan dilihat dari penghasilan rata-rata orng
tua siswa dalam 1 bulan. Sedangkan prestasi belajar
dilihat dari ranking nilai siswa di kelas. Data
selengkapnya adalah sebagai berikut:
Nama siswa

Pendapatan
Ortu

Ranking kelas

750.000

1.000.000

500.000

800.000

1.500.000

1.250.000

2.000.000

450.000

600.000

Tabel Pembantu
NAMA
SISWA

Ranking
Pendapata
n

Ranking
kelas

A
B
C
D
E
F
G
H
I
J

6
4
8
5
2
3
1
9
7
10

5
3
6
4
2
7
1
8
9
10

di

di2

(ranking X
ranking y

1
1
2
1
0
- 4
0
1
-2
0

1
1
4
1
0
16
0
1
4
0

Dari tabel diketahui


dan tidak ada ranking
yang kembar. Maka rumus 1 akan digunakan:

rs = 0,972
Uji signifikansi, karena n kecil maka dipakai tabel P.
Nilai P dari rs adalah < 0,01. Karena p dari rs < =
0,05 maka H0 ditolak.
Atau karena nilai rs hitung (0,972) > nilai rs tabel
(0,564) maka Ho ditolak.
Jadi terdapat korelasi yang signifikans antara
pendapatan orang tua dengan ranking belajar
siswa.

Contoh 2. korelasi untuk melihat hubungan antara lama


belajar mahasiswa dalam seminggu dengan Indeks Prestasi
MAHASISWA

Lama belajar
(jam/minggu)

IP

56

3,8

56

3,0

49

3,5

49

2,9

42

3,1

14

1,9

35

2,0

1,5

28

2,6

21

2,7

32

2,5

32

2,8

Tabel Pembantu
MAHASISW
A

RANKING
JAM
BELAJAR

RANKING
IP

di

di2

1,5

0,5

0,25

1,5

- 2,5

6,25

3,5

1,5

2,25

3,5

- 1,5

2,25

11

11

10

- 4

16

12

12

10

7,5

- 1,5

2,25

7,5

1,5

2,25

Karena terdapatranking kembar 3 pasang pada


variabel x, maka rumus rs yang dipakai
adalah rumus 2.

x2 = 143 1,5
= 141,5


= 143
Hasil-hasil ini dimasukkan ke dalam rumus
diatas.
Hasil hitung kemudian dibandingkan
dengan nilai tabel korelasi untuk
menentukan penerimaan ataupenolakan
H0.
Bila nilai hitung lebih besar daripada nilai
tabel, maka H0 ditolak